|
|
|
Selasa, 11 September 2012 11:52 Ribuan Pelajar Tunggu Kedatangan Presiden SBY
Pekanbaru bersiap menyambut kedatangan Presiden SBY untuk membuka PON XVIII. Ribuan pelajar sudah dibariskan di sepanjang Jalan Jendral Sudirman.
Riauterkini-PEKANBARU- Ribuan pelajar dari berbagai sekolah, mulai SD hingga SMA dikerahkan untuk membuat prosesi penyambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa (11/9/12). Kepala negara tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK)II Pekanbaru sekitar pukul 12.30 WIB menggunakan pesawat kepresidenan.
Meskipun presiden baru datang lepas tengah hari, namun para pelajar tersebut sudah dimobilisir sejak pagi. Akibatnya, mereka keletihan dan sebagiannya sudah bubar entah ke mana. Kosentrasi pelajar mulai dari depan gerbang masuk Bandara SSK II hingga sekitar Kantor Gubernur Riau. Mereka terlihat duduk-duduk di sembarang tempat, sambil membawa Bendera Merah Putih dari kertas kecil.
"Kapanlah Pak Presiden datang. Kami sudah capek menunggu," keluh salah seorang pelajar yang diamini teman-temannya saat dijumpai riauterkini di depan Gedung Pustaka Soeman HS.
Menurut Kabag Protokol Biro Umum Setdaprov Riau Hendri Kurniawan, Presiden SBY beserta istri Ani Yudhoyono dijadwalkan mendarat pukul 12.30 WIB. Turut mendampingi presiden, Menko Kesra Agung Laksono Sudi Silalahi dan Menko Ekoiun Hatta Rajasa.
Setibanya di Pekanbaru, setelah dari Bandara SSK II, presiden dan rombongan akan langsung ke Hotel Aryaduta, tempat para tamu istimewa menginap. Nanti malam, Presiden SBY akan membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII di Stadion Utama Riau di Komplek Kampus Universitas Riau.***(mad)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
kasihan anak-anak karena kebijakan yg lebay... Selamat datang pak Presiden di Bumi %@!*. Bagus sekali kalau kita bisa menghadirkan anak-anak sekolah untuk menyambut pak SBY. Tapi mestinya masyarakat juga diajak untuk menyambut, untuk membangkitkan rasa cinta tanah air dan menghormati kepala negara kita. Cuma ada saran: panitia setempat hendaknya bisa mengatur sedemikian agar para anak sekolah tidak jadi korban: menunggu tak jelas untuk waktu yang lama, berpanas2, tak jelas interaksinya kecuali hanya mengtibarkan bendera atau melambai. Kapan mereka bisa bercengkrama, meskipun hanya di satu dua pojok jalan yg dipilih sendiri oleh Presiden atau disarankan oleh panitia. Juga atur lah agar mereka tidak terlalu lama menunggu....
Orang Tua Wali Murid Ini merupakan kekerasan terhadap anak. Pemerintah berkoar-koar tentang kekerasan, tapi banyak kejadian para pejabat melakukan kekerasan terhadap anak sekoloh. Lihat saja setiap ada kunjungan pejabat negara, anak-anak sering jadi korban. Anak-anak dijadikan objek. Sadarlah para pejabat, tak ade hebatnya kamu diagung-agungkan di mata manusia.
ANAK BANG KINANG pak presiden klau datang kesini jangan bawa pak agung laksono & pak hatta rajasa aja tapi pak abraham samad (ketua KPK)jangan tinggalkan karna rusli zainal banyak kasusnya pak.....
hantu rohul selamat datang pak presiden di tanah lancang....
|
|