Berita Terhangat... |
Kamis, 23 Mei 2013 06:23 Kapolres Kampar Resmikan Poslantas Polsek Tapung
Kamis, 23 Mei 2013 06:17 Ikut Pilbup Inhil, Wardan Siap Mundur dari Kadisdik Riau
Kamis, 23 Mei 2013 06:11 Tak Dukung Annas-Andi, Kader Golkar Riau Bakal Dipecat
Kamis, 23 Mei 2013 06:07 Polres Kepualuan Meranti Diresmikan 17 Agustus
Kamis, 23 Mei 2013 06:05 Polsek Kuok Kampar Tangkap Tiga Wanita Tengah Berjudi
Kamis, 23 Mei 2013 05:40 Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Kredit Macet BRK Bagansiapiapi Rp 5 Miliar
Rabu, 22 Mei 2013 19:59 Perbaikan Barakhir, KPU Dumai Masih Temukan DCS Bermasalah
|
|
|
|
Ahad, 12 Agustus 2012 21:07 PLTMG Mati Total, Inhu Gelap Gulita
Wilayah Inhu gelap gulita sejak kemarin. Kondisi tak menyenangkan tersebut akibat PLTMG di Tanah Merah mati total.
Riauterkini -RENGAT-Pembangit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) yang berlokasi di Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu mati total. Hingga berakibat Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) gelap gulita. Ahad (12/8/12).
Matinya PLTMG tersebut akibat rusaknya regulator pasokan gas sebagai bahan bakar penggerak turbin, sebagaimana disampaikan Rubadi manager PLN cabang Rengat yang membawahi tiga Kabupaten Inhu, Inhil dan Kuansing kepada riauterkini.com Ahad (12/8/12) di Rengat. "Kerusakan pada regulator yang berakibat terhentinya pasokan gas ke PLTMG, hingga berakibat PLTMG mati total dari jam 12 siang hari tadi," ujarnya.
Ditambahkanya, pihak PT.Trans Gasindo Indonesia (TGI) dari siang hingga malam ini masih berupaya melakukan perbaikan pada regulator serta mengusahakan pulihnya pasokan gas ke PLTMG. "Pihak TGI sebagai pemasok gas masih berupaya melakukan perbaikan, diupayakan sesegera mungkin pulih kembali dan listrik dapat hidup seperti biasa," tandasnya.
Dengan rusaknya PLTMG Inhu, pihak PLN Cabang Rengat berupaya melakukan pasokan listrik ke pelanggan dengan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) Kota Lama. "Kita akan upayakan melalui PLTD Kota Lama, namun karena kemampuan beban puncaknya hanya 7 MW tidak semua pelanggan di Inhu dapat terlayani. Hanya sebagian kecil saja yang akan hidup. Beda dengan PLTMG yang beban puncaknya mampu melayani hingga 58 MW," tegasnya.
Dengan kondisi yang terjadi ini pihak PLN meminta maaf kepada pelanggan. "Kita meminta maaf kepada pelanggan, atas ketidaknyamanan akibat matinya listrik di Inhu yang disebabkan mati totalnya PLTMG Inhu. PLN akan tetap berupaya, hingga pasokan listrik ke pelanggan kembali normal," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, sejak diresmikan beberapa saat yang lalu PLTMG Inhu beroperasi tidak sempurna dengan seringnya terjadi kerusakan. Bahkan Pemkab Inhu melalui BPPT-PMD akan melakukan tindakan tegas kepada PLTMG Inhu akibat tidak memiliki perijinan daerah.
Namun sebagai BUMN PT.Wika yang mengelola PLTMG Inhu tidak memberikan contoh yang baik, dengan tidak memiliki SIUP, SITU, TDP, Izin pemakaian air bawah tanah, air permukaan, AMDAL serta ijin pengolahan limbah sebagaimana peraturan daerah yang berlaku. *** (guh)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
warga banyak cito waang....
Jadi selama ini mata kalian buta apa daerahni terang benderang... Selama itu pulak kalian tidor... Stopkan sajo listriktu agak 3 bulan biar dicari orang besar bualtu solusinyo....
|
|