Berita Terhangat... |
Selasa, 21 Mei 2013 12:10 Bagimu Guru, Iwaba Taja Workshop Mendidik Anak di Era Digital
Selasa, 21 Mei 2013 12:09 Pekanbaru Jadi Kota Investasi Terbaik di Indonesia
Selasa, 21 Mei 2013 11:58 Jelang Pilgubri 2013, Koalisi PKB dan PDI Perjuangan Terancam Bubar
Selasa, 21 Mei 2013 11:41 1
Selasa, 21 Mei 2013 11:35 Temuan BPK Riau TA 2012, Dua Anggota DPRD Dumai Kesandung SPPD Fiktif
Selasa, 21 Mei 2013 11:07 PLN Temukan Penyalahgunaan Arus di Duri
Selasa, 21 Mei 2013 11:03 Dipecat dan Dipolisikan, Karyawan Gelapkan Uang Perusahaan Rp454 Juta
|
|
|
|
Jum’at, 27 Juli 2012 15:08 Ada Foto Bakar Tongkang 1951 di Museum Thionghoa Bagansiapiapi
Tradisi Bakar Tongkat masyarakat Rohil sudah berlangsung lama. Tersimpan foto ritual tersebut tahun 1951 di Museum Thionghoa Bagansiapiapi.
Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Museum Tionghoa Rokan Hilir memiliki berbagai
koleksi dan foto. Diantaranya yang menarik foto Tempat Bakar Tongkang Tahun
1951. Ini menjadi bukti tradisi Bakar Tongkang sudah membudaya di
Bagansiapiapi sejak dulu.
Memasuki Museum Tionghoa di Kawasan Batu Enam Bagansiapiapi Rohil,
sebelah kiri dan kanan bangunan utama, ada bangunan pendukung, sepertinya
sengaja dibuat untuk tempat melaksanakan acara, atau tempat pengunjung
duduk.
Dibangunan utama, terlihat sejumlah koleksi menarik mulai dari
patung dewa naga, sampai kepada alat musik tradisional Tionghoa dan replica
tongkang yang akan dibakar, guci antic serta benda antik lainnya.
Disebelah kiri pintu masuk terlihat sebuah foto dipajang dengan
baik, foto itu Tempat Bakar Tongkang dengan label tahun 1951 Tempo Doeloe,
dan difoto itu terlihat tongkang yang akan dibakar dengan system yang
sederhana, tidak sama seperti sekarang ini.
Dari kesederhanaan gambaran Tempat Bakar Tongkang saat itu
ternyata sudah banyak mendapat perhatian pemerintah, karena saat ini
kegiatan tersebut telah dijadikan Kalender Pariwisata Nasional, masuk dalam
visit year Indonesia, untuk Propinsi Riau hanya Pacu Jalur di Kuansing dan
Bakar Tongkang di Bagansiapiapi Rohil.
Di Museum itu juga dibandingkan foto lokasi Bakar Tongkang yang ada
di Bagansiapiapi sekarang, untuk pintu masuk saja sudah dibuat dengan baik,
termasuk dari pengunjung yang dating, dari hanya beberapa orang tahun 1951
itu, sekarang telah mencapai puluhan ribu.
Koleksi-koleksi unik ada di museum ini, dan didapat informasi,
kalau museum ini dijaga ketat, terutama pada malam hari untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan, bahkan perhatian besar itu berikan kepala
daerah di Rokan Hilir, Annas Maamun.***(nop)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|