|
|
|
Ahad, 15 Juli 2012 17:03 Dari Tablig Akbar HTI Riau, Umat Islam Tolak Rumah Makan Buka di Siang Ramadhan
Hizbut Tahrir Indonesia menggelar tablig akbar sambut Ramadhan 1433 H. Dalam kesempatan itu sejumlah tokoh umat menolak rencana rumah makan diizinkan buka di siang Ramadhan.
Riauterkini-PEKANBARU- Hizbut Tahrir Indonesia DPD I Riau menyelenggrakan Tabligh Akbar Tarhib Ramadhan dengan Ramadhan Momentum Perjuangan Penegakan Syariat Islam secara Kaffah,Ahad (15/7) di Masjid Jamalul Jamiil Future Islamic Center. Menghadirkan penceramah Ustad Zulhusni Domo, S. Ag (Ketua FPI Riau), Ust. Ir. Muhammadun, M. Si (Ketua DPD I HTI Riau) dan DR. KH. Mustafa Umar, Lc, MA (Pimpinan Tafaqquh).
Acara di awali dengan pembacaan ayat suci alqur’an oleh ustad anshari dan dilanjutkan dengan penayangan video capaian dakwah Hizbut Tahrir Indonesia.
Dalam orasinya ustad Zulhusni Domo mengajak seluruh kaum untuk tidak takut dan ragu menegakkan syariat Allah agar kita selamat dunia akhirat dan terhindar dari bencana-bencana yang datangnya dari Allah SWT. Khusus di Pekanbaru, dia juga menyesalkan rencana walikota pekanbaru yang akan membuka tempat-tempat hiburan malam pada bulan Ramadhan.
“Bagi Allah Walikota itu Kecil”
Ketua DPD I Hizbut Tahrir Indonesia Riau bahwa Bagi Allah Walikota itu kecil, Minggu (15/7). Jika Pak Walikota Pekanbaru mengizinkan tempat-tempat kemaksiatan seperti hiburan malam, panti pijat , club-club malam tetap beroperasi, dia tidak hanya menantang kaum muslimin tapi telah menentang Allah SWT.
Dalam orasinya ia mengkritik kebijakan pemerintah kota pekanbaru yang tetap mengizinkan tempat-tempat hiburan malam seperti night club, tempat karaoke, cafe-cafe musik dan panti pijat tetap beroperasi selama bulan Ramadhan. Muhammadun juga mengungkapkan keberatannya karena rumah makan dan restoran pada siang hari tetap diizinkan sebebas-bebasnya beroperasi. Seharusnya yang dilakukan adalah menutup tempat maksiat itu selama-lamanya. Bagi masyarakat Pekanbaru yang beragama non muslim harus menghormati kaum muslimin yang sedang berpuasa dan tidak memperlihatkan aktifias makan pada siang hari.
Dalam orasinya Muhammadun juga membacakan seruan umat islam kepada walikota Pekanbaru yang isinya:
Untuk menjaga kemuliaan ramadhan dan marwah Kota Bertuah Pekanbaru maka kami umat Islam menyerukan kepada Walikota Pekanbaru :
1. Menutup tempat hiburan/tempat maksiat baik di Bulan Ramadhan maupun di Luar Ramadhan, karena kemaksiatan hanya kerusakan dan Murka Allah SWT
2. Menutup Rumah makan dan restoran di siang hari selama bulan Ramadhan
3. Bersungguh-sungguh melaksanakan amanah, menyelesaikan geng motor, penyebaran virus HIV-AIDS, Kriminalitas, sampah, kemacetan, banjir dan jalan-jalan yang masih banyak rusak
4. Menjauhi segala bentuk korupsi, kolusi dan nepotisme baik di Bulan Ramadhan maupun di luar Bulan Ramadhan
5. Bersama-sama umat islam mengisi bulan Ramadhan berbagai ibadah, mengokohkan iman, menjaga ukhuwah dan menegakkan syariah
Pembicara terakhir DR. KH Mustafa Umar kita diuji dalam Ramadhan ini dalam rangka membangun kerohanian yang tinggi, Sistem Islam dibangun dan dimenangkan kuncinya adalah ketika kaum muslimin memiliki kerohanian yang kuat dan rela berkorban dengan ikhlas untuk perjuangan penegakan islam.
Berkaitan dengan rencana ide gila walikota Pekanbaru, Ustad Mustafa mengatakan bahwa “iblis dibelakang semua ini, masak kemaksiatan dibiarkan bahkan mau dilegalkan di Bulan Suci Ramadhan. Ujarnya.
Tabligh akbar ini dihadiri 500 orang lebih umat islam dan juga hadir beberapa tokoh Riau seperti Staf ahli Gubernur Riau Ir. H. Feizal Karim Q, H. Erwan Simbolon Ketua Yayasan Nurul Farah, Tokoh Masyarakat H. Hamdan, H. Erik Sitepu Koordinator Hidup Berkah Riau, Ir. H. Suharmadi yayasan Annamiroh, Dekon FEKON UIR Drs. Abrar, M.Si Ak, dan perwakilan berbagai ormas. Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh ustad Daeng Mukhlis, SHI. Apri siswanto.***(rls)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
sulaiman menurut mui provinsi...'mui bengkalis itu liberal..makanya setujua aja apa maunya bupati'
antoni wah itu yang ngaku pro wali kota itu saiapa ya? bisa jumpa ndak? mana ada orang islam yg setuju kemaksiatan. Pak Ayat cahyadi sendiri tidak setuju dengan ide gila walikota, cuma pak ayat kan hanya wakil...yang setuju kemaksiatan paling2 cukong-cukong sipit kafir.mereka yang bisiki firdaus. Pak ayat hati-hati, jangan sampai tercemar langkah gila firdaus.
PRO WALIKOTA Gaya HTI dari dulu memang spt itu. Merasa paling benar, paling suci, paling islamiy. Klu hanya pandangan kelompok jangan mengatasnamakan umat Islam.
abdullah Bagus, memang tugas umat dan ulama mengingatkan penguasa agar tidak menuruti hawa nafsu, syten atau cukong2 saja
H. Sutanto Pak, itu kan baru wacana belum resmi. Makanya pak, sering juga lah baca-baca koran agar tau perkembangan. Wako pun jelas menyampaikan bahwa wacana ini akan dibicarakan dengan ulama dan tokoh agama lainnya sebelum di terbitkannya Perwako. Jika ternyata dari hasil diskusi dan koordinasi dgn para ulama dan tokoh agama lintas agama wacana ini justru banyak mudharat dari manfaatnya maka hal ini tidak bakalan terwujud.
jon turunkan firdaus segera.. emangnya dia siapa
Pendatang baru Mana caci dan maki kalian...kok diam saja..bukankah itu salah satu ciri pembaca Riau Terkini...
|
|