Berita Terhangat... |
Jum’at, 24 Mei 2013 19:36 Dibuka Ketua KONI Rohul, 630 Karatedo Ikut Kejurda FORKI Riau ke-7 di Pasirpangaraian
Jum’at, 24 Mei 2013 19:34 Prihatin, KPU tak Diundang Paripurna Pelantikan 5 PAW DPRD Riau
Jum’at, 24 Mei 2013 19:32 Didukung 4 Parpol, Zainal Abidin Optimis Maju di Pilkada Inhil
Jum’at, 24 Mei 2013 17:29 RAPP Bakti Sosial Bersama Warga Desa Kuala Terusan
Jum’at, 24 Mei 2013 17:12 Dua Pengedar Sabu Melawan Saat Ditangkap Aparat
Jum’at, 24 Mei 2013 17:09 Jago Demokrat di Pilgubri Diharap Tuntas Awal Pekan
Jum’at, 24 Mei 2013 16:47 Pemko Programkan Pasar Higinis
|
|
|
|
Selasa, 3 Juli 2012 14:45 Pemprov Riau Bentuk Badan Penegasan Tapal Batas Daerah
Hampir seluruh kabupaten dan kota di Riau belum tuntas tata-batasnya. Untuk memaksimalkan upaya penyelesaikan, Pemprov membentuk Bandan Penegasan Tata Batas Daerah.
Riauterkini-PEKANBARU- Guna menuntaskan masalah tapal batas di Riau yang sampai saat
ini tidak tuntas, akhirnya Pemprov Riau bentuk Badan Penegasan Tapal Batas Daerah.
Dan saat ini, draf rancangan peraturan daerah (Ranperda) sudah disiapkan dan akan
dibawa ke DPRD Riau untuk dibahas menjadi perda.
"Saat ini kita sedang menggesah draf ranperda Tentang Badan Penegasan Tapal Batas
Daerah. Ini kita lakukan guna mengantisipasi konflik tapal batas, dan terget kita
tahun ini ranperda sudah bisa disahkan," kata Kepala Biro Tata Pemerintah Setdaprov
Riau, Muhammad Guntur kepada wartawan, Selasa (3/7) di kantor gubernur
Riau.
M Guntur mengatakan, dengan disahkanya ranperda Badan Penegasan Tapal Batas Daerah
menjadi perda, diharapkan akan memudahkan penyelesaian dan menghindari terjadinya
konflik tapal batas. Baik antar sesama daerah Kabupaten/kota maupun provinsi yang
berbatasan dengan Riau.
"Selama inikan yang menjadi masalah, tidak adanya badan khusus yang menangani
penyelesaian tapal batas ini. Tapi setelah ranparda ini disahkan menjadi perda,
sudah ada badan khusus untuk menangani masalah tapal batas dan mempunyai SKPD
sendiri," ungkapnya.
M Guntur menambahkan, salah satu kendala yang selama ini dihadapi Pemprov Riau,
penetatap tapal batas bersumber pada peta dasar. "Karena sekarang peta yang sering
digunakan adalah peta digital bukan peta dasar lagi, makanya ada perbedaan persepsi
dan penafsiran tapal batas," ujarnya.
Lebih lanjut M Guntur mengatakan, saat ini tim penyelesaian tapal batas sudah
berjalan dilapangan untuk menuntaskan tapal batas antara Dumai dengan Bengkalis.
Dimana ada beberapa titik yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan.
"Saat ini tim kita fokus pada penyelesaian tapal batas antara Dumai dengan
Bengkalis. Sampai sekarang belum ada kesepahaman terkait patok dan titik-titik
koordinat tapal batas kedua daerah ini," sebutnya.***(jor)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|