Berita Terhangat... |
Senin, 20 Mei 2013 19:34 BUMD Kampar Hadirkan Sejumlah Wahana di Stanum
Senin, 20 Mei 2013 19:26 PT SRL-Dekranasda Meranti Launching Sirup Mangrove Lestari
Senin, 20 Mei 2013 19:25 Keputusan DPP Golkar, Annas-Andi Jago Pilgubri dan Wardan-Rosman Pilbup Inhil
Senin, 20 Mei 2013 19:24 Jon Erizal Hadiri Ulang Tahun Ikatan Mantan Personil Arhanudse 13
Senin, 20 Mei 2013 19:20 Tumpal Hutabarat segera Dikukuhkan Sebagai Ketua IKBR
Senin, 20 Mei 2013 19:18 DRPD Rohil Panggil Inspektorat, Terkait Kades Jarang Ngantor
Senin, 20 Mei 2013 19:16 ISG Dipindah ke Jakarta, Muncul Spanduk "Merdeka' di Kampus UIR
|
|
|
|
Jum’at, 29 Juni 2012 19:06 Perangkat e-KTP Rusak, Wabup Bengkalis Gagal Rekam Data
wakil Bupati Bengkalis Suayatno semestinya rekam data e-KTP di Kecamatan Pinggir, namun karena peralatan rusak, terpaksa batal.
Riauterkini - PINGGIR - Perangkat Elektronik Kartu Tanda Penduduk (KTP)
untuk Kecamatan Pinggir kembali rusak Jumat (29/6/12). Kenyataan tersebut
tidak hanya membuat kesal puluhan warga yang sudah berdatangan. Wakil
Bupati (Wabup) Bengkalis,H Suayatno pun turut kecewa. Niatnya hendak
merekam data di kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Catatn Sipil dan
Kependudukan (Capilduk) Pinggir batal. Belum diketahui kapan alat tersebut
bisa kembali berfungsi. Sementara perbaikannya terpaksa menunggu teknisi
dari Jakarta.
Wabup Drs H Suayatno yang tercatat sebagai warga Kelurahan Titian Antui
Kecamatan Pinggir didampingi ajudannya sengaja datang ke kantor Camat
Pinggir. Begitu sampai di pintu masuk ruang rekam data e-KTP di komplek
kantor camat Pinggir, perangkat elektronik itu pun rusak. Belum diketahui
kenapa alat tersebut tiba-tiba saja tidak berfungsi. Menurut Camat Pinggir
Kasmarni, pagi itu alat perekam data e-KTP itu baik-baik saja. Malah sudah
sempat merekam data tujuh warga.
"Begitu Pak Wabup sampai di pintu masuk, di luar dugaan kita, alat perekam
data e-KTP ini pun rusak. Padahal dari pagi tidak ada masalah. Malah tujuh
warga sudah melakukan rekam data paginya. Kerusakan ini di luar kemampuan
kita dan sama sekali tidak disengaja. Kami mohon maaf kepada Pak Wabup.
Niat beliau merekam data disini batal gara-gara kerusakan peralatan," tutur
Camat Pinggir Kasmarni dengan mimik wajah tampak kecewa.
Gagal merekam data, Wabup Suayatno tak lantas pulang. Didampingi Camat
Pinggir dan sejumlah pejabat terkait, orang nomor dua di Kabupaten
Bengkalis ini pun menyempatkan diri meninjau kantor Unit Pelayanan Terpadu
(UPT) yang terletak di komplek kantor Camat Pinggir. Pada kesempatan
tersebut, Suayatno sempat pula berdialog dengan sejumlah petugas rekam data
e-KTP maupun para PNS di lingkungan kantor setempat.
Terkait kerusakan alat perekam data e-KTP ini, Kasmarni selaku camat
Pinggir langsung melaporkan hal itu kepada pihak terkait. Menurutnya,
perbaikan alat tersebut terpaksa menunggu teknisi dari pusat. Dikatakannya,
satu set perangkat rekam data e-KTP untuk Kecamatan Pinggir sampai di
tempat pada 7 Juni lalu. Saat dipasang, ternyata tak bisa nyambung ke
server. Akibatnya, perekaman data warga wajib KTP belum bisa dilaksanakan
seperti di kecamatan lainnya.
Setelah teknisi dari Jakarta datang memperbaiki, alat tersebut sudah
berfungsi dengan baik sejak Kamis (28/6). Menurut Kasmarni, sepanjang hari
Kamis itu pihak operator yang dikerahkan berhasil merekam data 253 warga
wajib KTP. Namun hanya bagus satu hari saja. Alat tersebut kembali keok
Jumat (29/6). Kasmarni tentu saja sangat risau karenanya. Kerisauan itu
sangat beralasan. Sebab ada sekitar 54 ribu warga Kecamatan Pinggir yang
harus merekam data e-KTP-nya dengan alat ini.
Kalau alat ini tak kunjung baik, selaku camat Kasmarni sangat bingung.
Apalagi hingga Jumat (29/6/12), baru 260 warganya yang merekam data e-KTP.
Dia pun berharap, tim teknisi dari Jakarta segera turun memperbaiki
perangkat elektronik tersebut. Kasmarni juga minta agar ada tambahan alat
perekam data untuk Kecamatan Pinggir. "Kalau bisa untuk Kecamatan Pinggir
ada tiga perangkat elektronik perekam data e-KTP ini," harapnya
mengakhiri.***(hen)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
dady tulah care terima pegawai KKN, biar bongak bin tolol yg penting ponakan bupati, gitu son !
Gaptek Itu karena petugasnya cuma tahu pakai dan tidak tahu bagaimana merawatnya. Barang itu hidup siang malam (tidak pernah dimatikan) di ruangan tak ber AC tentu cepat rusak.
|
|