|
|
|
Jum’at, 29 Juni 2012 06:31 Kontraktor Sudah Perbaiki Terkait Bangsal RSUD Selasih Rusak
Kontraktor pelakssana proyek bangksa RSUD Selasih Pangkalankerinci membantah membiarkan kerusakan. Proses perbaikan sudah dilakukan.
Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Pihak kontraktor pengerjaan RSUD Selasih Pangkalan
Kerinci angkat bicara terkait rusaknya sebuah ruangan dibangunan tersebut. Justru
setelah diperbaiki, pihak RSUD tidak melakukan perawatan. Akibatnya, bangunan baru
itu seperti tidak berguna.
Demikian diungkapkan Buchari selaku Dirut PT IDEE Murni Pratama saat berbincang
dengan riauterkini, Kamis (28/6/12). "Sebelumnya ada pemberitaan dimuat, terkait
gedung baru RSUD yang rusak, seolah kami pihak kontraktor yang divonis bersalah,
bahkan kami tidak bertanggung jawab," tegas Buchari.
Proyek pembangunan RSUD ini, adalah proyek multy years yang dibiayai melalui APBD
Pelalawan. Bahkan pada waktu itu, ujar Buchori, diadakan pertemuan dengan HM Harris
yang masih menjabat Wakil Bupati Pelalawan.
Pada pertemuan itu, dituturkan, Buhcari, pihak kontraktor bersedia memperbaiki
bangunan yang rusak. "Disepakati, pada pertemuan itu, kami bersedia memperbaiki
bangunan yang rusak. Upaya itu sudah kami lakukan, dan itu sudah tiga tahun silam,"
paparnya.
Berhubung bangunan itu sudah layak pakai jelas Buchori, pihak Diskes Pelalawan
melakukan pinjam pakai bangunan dengan Kimpraswil. "Begitu bangunan sudah layak
untuk dihuni, pihak Diskes melakukan pimjaman pakai dengan Kimpraswil, namun tetap
berkoordinasi dengan kita," tegas Buchori.
Tidak itu, saja, terkait dengan bangunan ini, pihak kontraktor juga sudah melakukan
serah terima bangunan dengan pihak Kimpraswil. "Kita dari kontraktor pada waktu itu
juga telah melakukan serah terima bangunan denga pihak Kimpraswil,"
jelasnya.
Akan tetapi, pada waktu, pembangunan RSUD, sebut Buchori ada eskalasi harga akibat
melambungnya harga minyak. "Pada waktu itu, ada eskalasi harga, namun hitungannya
eskalasi sampai sekarang belum duduk dengan pihak Kimpraswil," ujar seraya
mengatakan, eskalasi harga itu belum terealisasi.
Ia menilai, terkait dengan, genangan air yang membanjiri gedung RSUD akibat tidak
ada perawatan dari pihak rumah sakit."Ini sama sekali, tidak ada perawatan oleh
pihak rumah sakit. Kran air dilepas begitu saja, sehingga air menggenangi ruangan.
Ini menunjuk tidak ada niat dari pihak rumah sakit melakukan perawatan,"
tandasnya.***(feb)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|