Untitled Document
Ahad, 9 Rajab 1434 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Ahad, 19 Mei 2013 05:53
40 Sepeda Motor Terjaring Razia Geng Motor di Pekanbaru

Ahad, 19 Mei 2013 05:51
Berkas Pembunuhan Sadis Operator RAPP Dikembalikan Jaksa

Ahad, 19 Mei 2013 05:49
Pemuda Mumahammadiyah Gagas Pendirian Universitas di Tapung

Ahad, 19 Mei 2013 05:46
Layang-layang Picu Listrik Padam di Duri

Ahad, 19 Mei 2013 05:44
20 Mahasiswa Asal Riau Ikuti Pelatihan Tajaan Bakesbangpol Jakarta

Sabtu, 18 Mei 2013 19:00
Bupati Inhil Mendukung ISG Dipindah ke Jakarta

Sabtu, 18 Mei 2013 18:48
Daihatsu Xenia X-Tra untuk Konsumen Riau Resmi Diluncurkan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 Juni 2012 19:16
Familiarization Trip 2012,
Kemenpar dan Disbudpar Riau Sambangi Gedung Kupu-kupu Rohul


Perwakilan Kemenpar dan Disbudpar Riau menyambangi gedung kupu di Rohul dan sejumlah obyek wisata lainnya. Kunjungan itu bagian dari pengenalan obyek wisata atau 2012.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Perwakilan dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau, Rabu (20/6/12), sambangi obyek wisata Air Panas Hapanasan Kaiti, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu.

Dijelaskan Kasi Widya Wisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenbudpar, Acjtu Saleh Hidayat, kunjungan ke obyek wisata Air Panas Hapanasan di Rambah, bersama sejumlah awak media, termasuk dari National Geographic merupakan Program Familiarization Trip 2012, dalam upaya mengenalkan sejumlah obyek wisata unggulan di kawasan Bumi Lancang Kuning.

Obyek wisata Air Panas Hapanasan yang dilengkapi Gedung Informasi Kupu-kupu ditetapkan menjadi salahsatu obyek wisata unggulan di Provinsi Riau, namun sejumlah fasilitas nya masih perlu ditingkatkan.

“Kunjungan kita ke sini, karena disini ada obyek wisata informasi kupu-kupu nya yang menjadi salahsatu tujuan wisata unggulan di Riau dan satu-satunya di Sumatera,” terangnya kepada sejumlah wartawan di sela-sela kunjungan.

Acjtu mengaku ditemui sejumlah kekurangan di Gedung Informasi Kupu-kupu. Agar wisatawan bisa melihat jenis serangga cantik atau Insecta itu disana, perlu dibangun lokasi penangkaran lebih artistik yang menyatu dengan alam, seperti di Jawa Barat. Akses jalan juga mesti diperbaiki sebagai fasilitas.

“Obyek wisata juga perlu dikembangkan lagi dalam perawatannya dan budidaya kupu-kupu secara profesional sehingga bisa dikenal Internasional,” sarannya.

Pemerintah pusat katanya sangat mendukung budidaya kupu-kupu di Indonesia, sebab sudah menjadi aset dunia terkait binatang yang cantik dan disukai seluruh lapisan masyarakat dunia.

“Setelah mengujungi nya kita tertarik. Mungkin kita akan menyumbang atau membantu untuk meningkatkan fasilitas di daerah lain dan membantu promosi ke mancanegara. Saya rasa daerah bisa bekerjasama dengan pusat atau komunitas pecinta kupu-kupu, harus online terus dan saling tukar pengalaman,” arahnya.

Sarana pendukung obyek wisata di Gedung Informasi Kupu-kupu yang berada dalam kawasan Air Panas Hapanasan, dinilainya sudah cukup baik. Selain berada dekat kawasan perbukitan dan hutan yang masih asri, juga banyak tanaman pendukung untuk pakan kupu-kupu.

“Namun perlu ditingkatkan lagi dan dikembangkan lagi jumlah koleksi kupu-kupu serta penangkarannya, agar pengunjung bisa melihat langsung,” ujarnya.

Prospek ke depan, katanya kupu-kupu akan menjadi salahsatu hobi bagi lapisan masyarakat dunia, terutama bagi para pecinta kupu-kupu dan keindahan alam. “Saya rasa Rohul bisa menjadi salahsatu obyek yang layak dikunjungi wisatawan mancanegara. Di Provinsi Riau saya lihat Eko Tourism nya cukup tinggi, seperti sungai dan alam nya yang cukup mendukung untuk dikunjungi,” katanya.

Humas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau, Samsaon, mengatakan, kunjungan tersebut juga sebagai promosi perjalanan wisata (Tour Travel) sebagai acuan perjalanan (field trip).

Awak media diajak langsung terjun untuk mengetahui obyek wisata di Riau, untuk membantu promosi obyek wisata unggulan kepada masyarakat dunia. “Dari media itu nanti akan diketahui segala kelemahan bidang pariwisata dan akan dijadikan sebagai bahan acuan evaluasi. Akan diajukan dana untuk pembangunan pada tahun selanjutnya,” terangnya.

Menurut Samsaon, sistem pemeliharaan wisata dahulu dengan sekarang beda. Sekarang ini perawatan dengan sistem sharing budget, setiap tahun daerah mesti menyusun Rencana Kerja Anggaran untuk men-sinkronkan program provinsi dengan daerah agar tidak tumpang tindih.

“Untuk Rohul, obyek wisata nya masih perlu ditata, termasuk masalah transportasi ke lokasi. Obyek wisata Air Panas tidak mesti dipromosikan keindahannya saja, tapi faktor azas kebutuhan sebagai lokasi terapi pengobatan atau kesehatan, sebab banyak masyarakat kita yang terapi sampai keluar negeri. Termasuk cinderamata atau souvenir di Rohul masih minim,” paparnya.

Tim dari Kementrian Pariwisata bersama pihak Disbudpar Riau, mengunjungi dua obyek wisata di Rohul, seperti di Timbawan dan obyek wisata Air Panas Hapanasan Kaiti, dan selanjutnya mengunjungi obyek wisata Pokor Festival Buah di Kabupaten Meranti.

Tahun ini, katanya Provinsi Riau membantu pembangunan menara pandang di obyek wisata Air Panas Hapanasan yang berfungsi sebagai security, memantau lokasi wisata dan keamanan saat terjadi peningkatan jumlah pengunjung di hari libur.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Pemuda Mumahammadiyah Gagas Pendirian Universitas di Tapung
- Layang-layang Picu Listrik Padam di Duri
- 20 Mahasiswa Asal Riau Ikuti Pelatihan Tajaan Bakesbangpol Jakarta
- Resepsi Pernikahan di Duri Kerap Gunakan Badan Jalan
- Ditutup Wabup, Pelangiran Juara Umum MTQ Inhil ke-43
- Besok Malam, Mendagri Dijadwalkan Hadiri Pelantikan Pengurus HKTM Pekanbaru
- Lantik Kades Pangkalan Baru,
Bupati Kampar Pesan Utamakan Pelayanan Masyarakat



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 72.44.48.122
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com