Berita Terhangat... |
Ahad, 26 Mei 2013 06:56 Gelar Riding Test, Honda Verza 150 Cc Diperkenalkan di Duri
Sabtu, 25 Mei 2013 19:35 Kerjuda FORKI Riau ke-7 di Rohul Ditargetkan Tuntas Malam ini
Sabtu, 25 Mei 2013 19:32 Puluhan Ayam dan Pelaku Judi Diamankan Polsek Mandau
Sabtu, 25 Mei 2013 17:48 Pilkada, Ribuan Massa Antar CERDAS Mendaftar ke KPU Inhil
Sabtu, 25 Mei 2013 17:45 Mazda VX-1, Cara Mudah dan Nyaman Berkendaraan
Sabtu, 25 Mei 2013 17:43 Usai Daftar, Herman Abdullah Bertemu Warga Simpang Baru
Sabtu, 25 Mei 2013 17:35 Gagal Rebut Demokrat, tak Membuat Zainal Abidin Surut Ikut Pilkada Inhil
|
|
|
|
Selasa, 19 Juni 2012 15:26 5 Bulan, 5 Balita di Bengkalis Meninggal Akibat DBD
Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah di Kabupaten Bengkalis. Dalam kurun 5 bulan terakhir, tercatat 5 balita tak terselamatkan nyawanya.
Riauterkini-BENGKALIS- Terhitung sejak Januari hingga Mei 2012 atau
sekitar 5 (lima) bulan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten
Bengkalis mengalami penurunan secara drastis. Namun, dari sebanyak 98
kasus DBD yang dilaporkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten
Bengkalis, 5 (lima) penderita dari anak-anak di usia antara 4-15 tahun
dinyatakan meninggal dunia.
“Sangat turun drastis kasus DBD ini, dibandingkan pada tahun
sebelumnya di bulan-bulan yang sama,” aku Kepala Dinkes Kabupaten
Bengkalis Hermanto Baran, melalui Kasi Pengendalian dan Pemberantasan
Penyakit (P2P) Ediyanto, saat berbincang dengan riauterkini.com di
ruang kerjanya, Selasa (19/6/12).
Dipaparkan Ediyanto, angka tertinggi ditemukannya kasus DBD di
Kabupaten Bengkalis terjadi pada Januari yakni sebanyak 28 kasus, 2
meninggal dunia, Februari 28 kasus, 2 meninggal dunia dan pada Maret
sebanyak 16 kasus. Sedangkan 1 (satu) penderita yang meninggal dunia
terjadi pada April, dari laporan sebanyak 13 kasus DBD.
“Hingga akhir Mei lalu, angka tertinggi DBD berada di daerah endemi
seperti Duri sebanyak 41 kasus, tiga diantaranya meninggal dunia dan
Balaimakam sebanyak 19 kasus,” katanya lagi.
Lebih lanjut menurut Ediyanto, penurunan secara drastis dari laporan
kasus DBD disebabkan virus mematikan ditularkan dari nyamuk Aedes
Aegepty itu. Secara umum lebih disebabkan semakin meningkatnya
kesadaran masyarakat memperhatikan kebersihan lingkungan.
“Meskipun semakin tinggi kesadaran masyarakat, kita tetap menghimbau
agar terus memperhatikan kebersihan lingkungan untuk menekan demam
disebabkan nyamuk dan bisa mematikan itu di daerah kita. Segera dan
cepat berobat ke rumah sakit atau Puskesmas jika ada gejala DBD,”
himbaunya.
Ditambahkan Ediyanto, pihaknya juga segera melakukan pelatihan kepada
setidaknya 520 kader Jumantik dari seluruh kecamatan di Kabupaten
Bengkalis. Langkah ini diharapkan semakin menekan resiko penyebaran
DBD.
“Dalam waktu dekat kita akan ada pelatihan khusus kepada anggota yang
kita kader Jumantik untuk di seluruh Kabupaten Bengkalis. Kita
berharap dari kader ini proses sosialisasi dan pencegahan DBD dapat
dilakukan secara merata sehingga penyebarannya dapat di tekan atau
bahkan tidak lagi ditemukan,” pintanya.***(dik)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
wan sabri untuk menekan angka dbd seharusnya pemda melakukan razia penangkaran walet dan menertibkannya, karena setiap penangkaran menggunakan kolam untuk memelihara nyamuk. untuk menarik perhatian dan makanan %@!* walet.
|
|