Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 14 Pebruari 2016 19:36
Dewan Bantah Ada Intervensi Dalam Pembahasan APBD Riau

Ahad, 14 Pebruari 2016 19:32
Presiden PKS Lantik Pengurus PKS se-Riau

Ahad, 14 Pebruari 2016 19:15
Kembangkan CSR Terpadu, Pertamina EP Lirik Inhu Sukses Produksi Pakan Ikan

Ahad, 14 Pebruari 2016 19:06


Ahad, 14 Pebruari 2016 19:04
Pj Bupati Bengkalis Berharap Bupati Terpilih Tidak Alergi Kritikan

Ahad, 14 Pebruari 2016 19:00
Kalangan Menilai Bambang Irawan Pantas Jabat Ketua ULP Bengkalis

Ahad, 14 Pebruari 2016 17:44
Peningkatan Jalan dan Jembatan Jadi Aspirasi Tertinggi Masyarakat Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Juni 2012 16:21
Kembangkan Budaya Melayu, Disdik Riau Susun Kurikulum Muatan Lokal

Pengembangan Budaya Melayu segera diformalkan dalam pendidikan. Saat ini Dinas Pendidikan Riau tengah menyusun kurikulum pelajaran muatan lokal.

Riauterkini-PEKANBARU- Guna mengembangkan dan menghidupkan nilai-nilai budaya Melayu kepada anak-anak sejak usia dini. Dinas Pendidikan Provinsi Riau saat ini sudah membentuk tim Kurikulum khusus Muatan Lokal (Mulok), yang akan diterapkan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi. Dan rencananya tahun ini akan mulai diterapkan di setiap sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, H Wardan kepada wartawan usai mengikuti peringatan hari jadi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ke-42 di gedung LAM Riau jalan Diponegoro. Katanya, guna menerapkan dan menumbuhkan budaya Melayu di dalam diri anak-anak perlu adanya mata pelajaran budaya Melayu.

"Pak gubernur tadi sudah menegaskan bahwa perlu ada kurikulum budaya Melayu. Dan saat ini kita konsentrasi pada tujuan kurikulum muatan lokal. Dan sebelumnya kita sudah mempersiapkan tim pengembang kurikulum yang bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu," kata H Wardan.

Wardan menjelaskan, nantinya Mulok ini diharapkan bisa dilaksanakan pada anak mulai dari usia dini. Karena anak usia dini pada dasarnya pola belajarnya sambil bermain. "Sehingga kita bisa membuat cara bermain sambil belajar yang penuh dengan budaya Melayu kepada anak-anak usia dini,"ujarnya.

Tambah Wadan, untuk jenjang yang lebih tinggi juga akan diterapkan hingga Perguruan Tinggi. Saat ini terobosan baru menerapkan Mulok budaya Melayu adalah menerapkan bahasa Melayu dalam kehidupan sehari-hari dan juga Lembaga Pendidikan.

"Penerapan budaya dan bahasa Melayu akan kita terapkan dan kalau perlu dasar hukumnya atau legalitasnya bukan hanya dalam bentuk Peraturan gubernur atau Pergub. Tapi dalam bentuk Perda agar bisa diterapkan dengan serius," ungkapnya.

Wardan juga mengatakan, dalam waktu dekat ini Disdikbud akan menerapkan budaya berbahasa Melayu, satu hari dalam seminggu. "Dan kita masih memikirkanya, kemungkinan hari Jum'at akan kita buat hari berbahasa Melayu," sebutnya.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
neng ifah spd
nilai UN cumelah mainan sulap, dana bantuan teken kuitansi 50 jt terima di tangan cume 25 jt. pejabat disdik riau koruptor & penipu semue !!!


Berita Sosial lainnya..........
- Kembangkan CSR Terpadu, Pertamina EP Lirik Inhu Sukses Produksi Pakan Ikan
- Pj Bupati Bengkalis Berharap Bupati Terpilih Tidak Alergi Kritikan
- Kalangan Menilai Bambang Irawan Pantas Jabat Ketua ULP Bengkalis
- Peningkatan Jalan dan Jembatan Jadi Aspirasi Tertinggi Masyarakat Rohul
- Banjir di Bonai Berlanjut, Jalinprov Rohul-Duri Masih Putus
- ‎Plt Gubri Resmikan Samsat Online dan Enam UPT Dispenda Riau
- Petani Keramba Kampar Demo,
Duga Banjir Disebabkan Kesalahan Prosedural Penjaga Spillway PLTA Koto Panjang



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.160.221.82
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com