Untitled Document
Jumat, 24 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 24 April 2014 22:14
Kenalkan Busana Daerah pada Anak,
Semarak Kartini, Alfamart Gelar Lomba Fashion Show


Kamis, 24 April 2014 21:55
Seorang Lukan, Kebakaran Ludeskan Rumah Pimpinan Gereja di Rohul

Kamis, 24 April 2014 21:14
Polhut Kuansing Dihadang Perambah di Hutan Margasatwa Rimbang Baling

Kamis, 24 April 2014 21:06
Buka Lapangan Kerja, Disnakertrans Dumai Koordinasi dengan Perusahaan

Kamis, 24 April 2014 21:02
70 Hektar Kebun Sawit Pemkab Kuansing Diserobot Warga Sumbar

Kamis, 24 April 2014 20:58
400 KK di Rohul Jadi Target Program KWH Listrik Gratis

Kamis, 24 April 2014 20:36
Golkar Akan Usung Suparman Jadi Ketua DPRD Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Juni 2012 16:21
Kembangkan Budaya Melayu, Disdik Riau Susun Kurikulum Muatan Lokal

Pengembangan Budaya Melayu segera diformalkan dalam pendidikan. Saat ini Dinas Pendidikan Riau tengah menyusun kurikulum pelajaran muatan lokal.

Riauterkini-PEKANBARU- Guna mengembangkan dan menghidupkan nilai-nilai budaya Melayu kepada anak-anak sejak usia dini. Dinas Pendidikan Provinsi Riau saat ini sudah membentuk tim Kurikulum khusus Muatan Lokal (Mulok), yang akan diterapkan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi. Dan rencananya tahun ini akan mulai diterapkan di setiap sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, H Wardan kepada wartawan usai mengikuti peringatan hari jadi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ke-42 di gedung LAM Riau jalan Diponegoro. Katanya, guna menerapkan dan menumbuhkan budaya Melayu di dalam diri anak-anak perlu adanya mata pelajaran budaya Melayu.

"Pak gubernur tadi sudah menegaskan bahwa perlu ada kurikulum budaya Melayu. Dan saat ini kita konsentrasi pada tujuan kurikulum muatan lokal. Dan sebelumnya kita sudah mempersiapkan tim pengembang kurikulum yang bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu," kata H Wardan.

Wardan menjelaskan, nantinya Mulok ini diharapkan bisa dilaksanakan pada anak mulai dari usia dini. Karena anak usia dini pada dasarnya pola belajarnya sambil bermain. "Sehingga kita bisa membuat cara bermain sambil belajar yang penuh dengan budaya Melayu kepada anak-anak usia dini,"ujarnya.

Tambah Wadan, untuk jenjang yang lebih tinggi juga akan diterapkan hingga Perguruan Tinggi. Saat ini terobosan baru menerapkan Mulok budaya Melayu adalah menerapkan bahasa Melayu dalam kehidupan sehari-hari dan juga Lembaga Pendidikan.

"Penerapan budaya dan bahasa Melayu akan kita terapkan dan kalau perlu dasar hukumnya atau legalitasnya bukan hanya dalam bentuk Peraturan gubernur atau Pergub. Tapi dalam bentuk Perda agar bisa diterapkan dengan serius," ungkapnya.

Wardan juga mengatakan, dalam waktu dekat ini Disdikbud akan menerapkan budaya berbahasa Melayu, satu hari dalam seminggu. "Dan kita masih memikirkanya, kemungkinan hari Jum'at akan kita buat hari berbahasa Melayu," sebutnya.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
neng ifah spd
nilai UN cumelah mainan sulap, dana bantuan teken kuitansi 50 jt terima di tangan cume 25 jt. pejabat disdik riau koruptor & penipu semue !!!


Berita Sosial lainnya ..........
- 400 KK di Rohul Jadi Target Program KWH Listrik Gratis
- Kampar Pilot Project UP2B Bokar Bersih
- Bantuan PT NSP untuk Korban Karhutla,
Bupati Meranti Hadiri Penanaman Perdana Bibit Jagung

- Aliran PLN Padam 8 Jam,
Belasan Hotel, Penginapan dan Warnet Merugi di Duri

- Hidup dalam Tekanan Teror Perbatasan,
LSM dan Tokoh Masyarakat Dumai Kirim Surat ke Pemerintah

- Gubri Annas Resmikan Museum Thionghoa di TMII
- Pemko Pekanbaru Segera Lunasi Tunggakan PJU Rp21 Miliar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.224.121
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com