Untitled Document
Sabtu, 7 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Sabtu, 28 Maret 2015 06:55
Lusa, Peserta Asessment Pemko Jalani Tes Makalan dan Wawancara

Sabtu, 28 Maret 2015 06:53
Dua Maling Lintas Provinsi Ditangkap Aparat Polres Inhu

Sabtu, 28 Maret 2015 00:07
Pengendara Motor Tewas Ditabrak Lari Avanza Misterius

Jum’at, 27 Maret 2015 20:29
Tiga Kali Diperiksa KPK, Ketua PMI Riau Akui Dimintai Uang Annas

Jum’at, 27 Maret 2015 20:16
8 Anggota Fraksi Golkar DPRD Riau Akui Keabsahan SK Kemenkum HAM

Jum’at, 27 Maret 2015 20:11
Tim Pansel Serahkan Hasil Assessment ke Plt Gubri Minggu Ini

Jum’at, 27 Maret 2015 20:02




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Juni 2012 16:21
Kembangkan Budaya Melayu, Disdik Riau Susun Kurikulum Muatan Lokal

Pengembangan Budaya Melayu segera diformalkan dalam pendidikan. Saat ini Dinas Pendidikan Riau tengah menyusun kurikulum pelajaran muatan lokal.

Riauterkini-PEKANBARU- Guna mengembangkan dan menghidupkan nilai-nilai budaya Melayu kepada anak-anak sejak usia dini. Dinas Pendidikan Provinsi Riau saat ini sudah membentuk tim Kurikulum khusus Muatan Lokal (Mulok), yang akan diterapkan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi. Dan rencananya tahun ini akan mulai diterapkan di setiap sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, H Wardan kepada wartawan usai mengikuti peringatan hari jadi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ke-42 di gedung LAM Riau jalan Diponegoro. Katanya, guna menerapkan dan menumbuhkan budaya Melayu di dalam diri anak-anak perlu adanya mata pelajaran budaya Melayu.

"Pak gubernur tadi sudah menegaskan bahwa perlu ada kurikulum budaya Melayu. Dan saat ini kita konsentrasi pada tujuan kurikulum muatan lokal. Dan sebelumnya kita sudah mempersiapkan tim pengembang kurikulum yang bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu," kata H Wardan.

Wardan menjelaskan, nantinya Mulok ini diharapkan bisa dilaksanakan pada anak mulai dari usia dini. Karena anak usia dini pada dasarnya pola belajarnya sambil bermain. "Sehingga kita bisa membuat cara bermain sambil belajar yang penuh dengan budaya Melayu kepada anak-anak usia dini,"ujarnya.

Tambah Wadan, untuk jenjang yang lebih tinggi juga akan diterapkan hingga Perguruan Tinggi. Saat ini terobosan baru menerapkan Mulok budaya Melayu adalah menerapkan bahasa Melayu dalam kehidupan sehari-hari dan juga Lembaga Pendidikan.

"Penerapan budaya dan bahasa Melayu akan kita terapkan dan kalau perlu dasar hukumnya atau legalitasnya bukan hanya dalam bentuk Peraturan gubernur atau Pergub. Tapi dalam bentuk Perda agar bisa diterapkan dengan serius," ungkapnya.

Wardan juga mengatakan, dalam waktu dekat ini Disdikbud akan menerapkan budaya berbahasa Melayu, satu hari dalam seminggu. "Dan kita masih memikirkanya, kemungkinan hari Jum'at akan kita buat hari berbahasa Melayu," sebutnya.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
neng ifah spd
nilai UN cumelah mainan sulap, dana bantuan teken kuitansi 50 jt terima di tangan cume 25 jt. pejabat disdik riau koruptor & penipu semue !!!


Berita Sosial lainnya ..........
- Lusa, Peserta Asessment Pemko Jalani Tes Makalan dan Wawancara
- Tim Pansel Serahkan Hasil Assessment ke Plt Gubri Minggu Ini
- Berkas Formasi 4.098 CPNS Rohul 2015 Sudah di Menpan RB
- Dugaan Pelecehan Oknum Kepsek di Bangunpurba,
Polres Rohul sudah Periksa Dua Saksi

- Peredaran Barang di Inhil,
Dewan Minta Disperindag Tingkatkan Pengawasan

- Peserta Diklat P4S Kampar Difokuskan di RTMPE
- Dialog di RRI bersama Bupati Kampar,
Ilyas Husti Sebut Program 3 Zero Kampar Perlu Dukungan Masyarakat



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.68.5
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com