Untitled Document
Jumat, 10 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 28 Mei 2015 23:17
Dewan Sampaikan Hasil Pembahasan LKPj Bupati Inhil 2014

Kamis, 28 Mei 2015 22:22
Alfamart Gencarkan Aksi Kemanusiaan Donor Darah

Kamis, 28 Mei 2015 22:15
Kasus Pemenggalan IRT di Tualang,
Sebelum Dibunuh Korban Diperkosa Dua Tersangka


Kamis, 28 Mei 2015 22:02
Orang Tua Dipecat dan Diusir Perusahaan,
Anak Buruh PT Palma Satu Dilarang Sekolah


Kamis, 28 Mei 2015 21:44
Hadiri Rapat Paripurna LKPj,
Bupati Wardan Sebut Rekomendasi Dewan Masukan untuk Menyusun Program


Kamis, 28 Mei 2015 21:38
Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Embarkasi Haji,
Kejati Riau Tetapkan Mantan Kabag Tapem Setdaprov Tersangka


Kamis, 28 Mei 2015 21:29
Pelantikan DPD KNPI Kampar,
Panitia Gelar Gerak Jalan Santai, MTB dan Fun Bike




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Juni 2012 16:21
Kembangkan Budaya Melayu, Disdik Riau Susun Kurikulum Muatan Lokal

Pengembangan Budaya Melayu segera diformalkan dalam pendidikan. Saat ini Dinas Pendidikan Riau tengah menyusun kurikulum pelajaran muatan lokal.

Riauterkini-PEKANBARU- Guna mengembangkan dan menghidupkan nilai-nilai budaya Melayu kepada anak-anak sejak usia dini. Dinas Pendidikan Provinsi Riau saat ini sudah membentuk tim Kurikulum khusus Muatan Lokal (Mulok), yang akan diterapkan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi. Dan rencananya tahun ini akan mulai diterapkan di setiap sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, H Wardan kepada wartawan usai mengikuti peringatan hari jadi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ke-42 di gedung LAM Riau jalan Diponegoro. Katanya, guna menerapkan dan menumbuhkan budaya Melayu di dalam diri anak-anak perlu adanya mata pelajaran budaya Melayu.

"Pak gubernur tadi sudah menegaskan bahwa perlu ada kurikulum budaya Melayu. Dan saat ini kita konsentrasi pada tujuan kurikulum muatan lokal. Dan sebelumnya kita sudah mempersiapkan tim pengembang kurikulum yang bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu," kata H Wardan.

Wardan menjelaskan, nantinya Mulok ini diharapkan bisa dilaksanakan pada anak mulai dari usia dini. Karena anak usia dini pada dasarnya pola belajarnya sambil bermain. "Sehingga kita bisa membuat cara bermain sambil belajar yang penuh dengan budaya Melayu kepada anak-anak usia dini,"ujarnya.

Tambah Wadan, untuk jenjang yang lebih tinggi juga akan diterapkan hingga Perguruan Tinggi. Saat ini terobosan baru menerapkan Mulok budaya Melayu adalah menerapkan bahasa Melayu dalam kehidupan sehari-hari dan juga Lembaga Pendidikan.

"Penerapan budaya dan bahasa Melayu akan kita terapkan dan kalau perlu dasar hukumnya atau legalitasnya bukan hanya dalam bentuk Peraturan gubernur atau Pergub. Tapi dalam bentuk Perda agar bisa diterapkan dengan serius," ungkapnya.

Wardan juga mengatakan, dalam waktu dekat ini Disdikbud akan menerapkan budaya berbahasa Melayu, satu hari dalam seminggu. "Dan kita masih memikirkanya, kemungkinan hari Jum'at akan kita buat hari berbahasa Melayu," sebutnya.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
neng ifah spd
nilai UN cumelah mainan sulap, dana bantuan teken kuitansi 50 jt terima di tangan cume 25 jt. pejabat disdik riau koruptor & penipu semue !!!


Berita Sosial lainnya..........
- Orang Tua Dipecat dan Diusir Perusahaan,
Anak Buruh PT Palma Satu Dilarang Sekolah

- Pelantikan DPD KNPI Kampar,
Panitia Gelar Gerak Jalan Santai, MTB dan Fun Bike

- KPU Bengkalis Sosialisasikan Tahapan Pilkada 2015
- TP PKK Kampar Gerlar Seminar Sehari
- RSPD Kampar Urus Izin Siaran
- Warga Pertanyakan Pembangunan Lapangan Bola Kaki di Tambusai Barat, Rohul
- Oktober, Presiden Letakkan Batu Pertama Tol Pekanbaru-Dumai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.173.36
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com