Untitled Document
Rabu, 23 Syawwal 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 20 Agustus 2014 13:22
Jasad Bayi Perempuan Ditemukan di Belakang Terminal Inhu

Rabu, 20 Agustus 2014 13:19
Periode 2014-2019,
Suparman, Alumni Unri Pertama Jadi Ketua DPRD Riau


Rabu, 20 Agustus 2014 13:03
Warga Nilai Pembongkaran Kos-kosan 70 Pekanbaru Setengah Hati

Rabu, 20 Agustus 2014 11:09
PLTA Berkapasitas 76 MW,
Pemerintah Berencana Bangun Waduk Serbaguna di Rohul


Rabu, 20 Agustus 2014 10:53
Peringatan ke-67 Hari Koperasi Riau,
Pemko: Koperasi yang Sehat Solusi Pengentasan Kemiskinan


Rabu, 20 Agustus 2014 10:49
Sempat Ragu,
Satpol PP Pekanbaru Lanjutkan Eksekusi Kos-kosan 70 Pintu


Rabu, 20 Agustus 2014 10:45
17 Km Jalan ke Obyek Wisata Syekh Abdul Wahab Rokan Perlu Dibangun



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Juni 2012 16:21
Kembangkan Budaya Melayu, Disdik Riau Susun Kurikulum Muatan Lokal

Pengembangan Budaya Melayu segera diformalkan dalam pendidikan. Saat ini Dinas Pendidikan Riau tengah menyusun kurikulum pelajaran muatan lokal.

Riauterkini-PEKANBARU- Guna mengembangkan dan menghidupkan nilai-nilai budaya Melayu kepada anak-anak sejak usia dini. Dinas Pendidikan Provinsi Riau saat ini sudah membentuk tim Kurikulum khusus Muatan Lokal (Mulok), yang akan diterapkan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi. Dan rencananya tahun ini akan mulai diterapkan di setiap sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, H Wardan kepada wartawan usai mengikuti peringatan hari jadi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ke-42 di gedung LAM Riau jalan Diponegoro. Katanya, guna menerapkan dan menumbuhkan budaya Melayu di dalam diri anak-anak perlu adanya mata pelajaran budaya Melayu.

"Pak gubernur tadi sudah menegaskan bahwa perlu ada kurikulum budaya Melayu. Dan saat ini kita konsentrasi pada tujuan kurikulum muatan lokal. Dan sebelumnya kita sudah mempersiapkan tim pengembang kurikulum yang bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu," kata H Wardan.

Wardan menjelaskan, nantinya Mulok ini diharapkan bisa dilaksanakan pada anak mulai dari usia dini. Karena anak usia dini pada dasarnya pola belajarnya sambil bermain. "Sehingga kita bisa membuat cara bermain sambil belajar yang penuh dengan budaya Melayu kepada anak-anak usia dini,"ujarnya.

Tambah Wadan, untuk jenjang yang lebih tinggi juga akan diterapkan hingga Perguruan Tinggi. Saat ini terobosan baru menerapkan Mulok budaya Melayu adalah menerapkan bahasa Melayu dalam kehidupan sehari-hari dan juga Lembaga Pendidikan.

"Penerapan budaya dan bahasa Melayu akan kita terapkan dan kalau perlu dasar hukumnya atau legalitasnya bukan hanya dalam bentuk Peraturan gubernur atau Pergub. Tapi dalam bentuk Perda agar bisa diterapkan dengan serius," ungkapnya.

Wardan juga mengatakan, dalam waktu dekat ini Disdikbud akan menerapkan budaya berbahasa Melayu, satu hari dalam seminggu. "Dan kita masih memikirkanya, kemungkinan hari Jum'at akan kita buat hari berbahasa Melayu," sebutnya.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
neng ifah spd
nilai UN cumelah mainan sulap, dana bantuan teken kuitansi 50 jt terima di tangan cume 25 jt. pejabat disdik riau koruptor & penipu semue !!!


Berita Sosial lainnya ..........
- Warga Nilai Pembongkaran Kos-kosan 70 Pekanbaru Setengah Hati
- PLTA Berkapasitas 76 MW,
Pemerintah Berencana Bangun Waduk Serbaguna di Rohul

- Peringatan ke-67 Hari Koperasi Riau,
Pemko: Koperasi yang Sehat Solusi Pengentasan Kemiskinan

- 17 Km Jalan ke Obyek Wisata Syekh Abdul Wahab Rokan Perlu Dibangun
- Fitri Hartini Bahagia Dapatkan Beasiswa Tanoto Foundation
- Gubri Dipolisikan Tiga Wanita,
MUI Riau Sarankan Digelar Majelis Tabayun

- 331 Kepala Daerah Tersangkut Hukum dan 94 Persen Pecah Kongsi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.195.38
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com