Untitled Document
Ahad, 28 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Ahad, 21 Desember 2014 06:31
Nantinya, Jembatan Siak III Wajib Dipelihara Setiap Tahun

Ahad, 21 Desember 2014 06:23
Tersambar Petir, Peralatan Radio Lima Luhak Rohul Berantakan

Sabtu, 20 Desember 2014 20:16
Hasil Uji Beban Aman,
Jembatan Siak III Kembali Dibuka Minggu Depan


Sabtu, 20 Desember 2014 18:44
590 Peserta Meriahkan Tapak Tilas HKSN di Bengkalis

Sabtu, 20 Desember 2014 17:54
Tokoh Inovatif dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat,
Walikota Pekanbaru Terima Anugrah Satya Lencana dari Presiden RI


Sabtu, 20 Desember 2014 17:47
Pertamina Dumai Dinilai Mulai Usik Ketenangan Warga Bunga Tanjung

Sabtu, 20 Desember 2014 17:44
Paling Banyak Pakai Produk Toyota, 4 Perusahaan Dapat Reward Platinum



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 6 Juni 2012 16:21
Kembangkan Budaya Melayu, Disdik Riau Susun Kurikulum Muatan Lokal

Pengembangan Budaya Melayu segera diformalkan dalam pendidikan. Saat ini Dinas Pendidikan Riau tengah menyusun kurikulum pelajaran muatan lokal.

Riauterkini-PEKANBARU- Guna mengembangkan dan menghidupkan nilai-nilai budaya Melayu kepada anak-anak sejak usia dini. Dinas Pendidikan Provinsi Riau saat ini sudah membentuk tim Kurikulum khusus Muatan Lokal (Mulok), yang akan diterapkan mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) sampai Perguruan Tinggi. Dan rencananya tahun ini akan mulai diterapkan di setiap sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau, H Wardan kepada wartawan usai mengikuti peringatan hari jadi Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ke-42 di gedung LAM Riau jalan Diponegoro. Katanya, guna menerapkan dan menumbuhkan budaya Melayu di dalam diri anak-anak perlu adanya mata pelajaran budaya Melayu.

"Pak gubernur tadi sudah menegaskan bahwa perlu ada kurikulum budaya Melayu. Dan saat ini kita konsentrasi pada tujuan kurikulum muatan lokal. Dan sebelumnya kita sudah mempersiapkan tim pengembang kurikulum yang bekerjasama dengan Lembaga Adat Melayu," kata H Wardan.

Wardan menjelaskan, nantinya Mulok ini diharapkan bisa dilaksanakan pada anak mulai dari usia dini. Karena anak usia dini pada dasarnya pola belajarnya sambil bermain. "Sehingga kita bisa membuat cara bermain sambil belajar yang penuh dengan budaya Melayu kepada anak-anak usia dini,"ujarnya.

Tambah Wadan, untuk jenjang yang lebih tinggi juga akan diterapkan hingga Perguruan Tinggi. Saat ini terobosan baru menerapkan Mulok budaya Melayu adalah menerapkan bahasa Melayu dalam kehidupan sehari-hari dan juga Lembaga Pendidikan.

"Penerapan budaya dan bahasa Melayu akan kita terapkan dan kalau perlu dasar hukumnya atau legalitasnya bukan hanya dalam bentuk Peraturan gubernur atau Pergub. Tapi dalam bentuk Perda agar bisa diterapkan dengan serius," ungkapnya.

Wardan juga mengatakan, dalam waktu dekat ini Disdikbud akan menerapkan budaya berbahasa Melayu, satu hari dalam seminggu. "Dan kita masih memikirkanya, kemungkinan hari Jum'at akan kita buat hari berbahasa Melayu," sebutnya.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
neng ifah spd
nilai UN cumelah mainan sulap, dana bantuan teken kuitansi 50 jt terima di tangan cume 25 jt. pejabat disdik riau koruptor & penipu semue !!!


Berita Sosial lainnya ..........
- Nantinya, Jembatan Siak III Wajib Dipelihara Setiap Tahun
- Hasil Uji Beban Aman,
Jembatan Siak III Kembali Dibuka Minggu Depan

- 590 Peserta Meriahkan Tapak Tilas HKSN di Bengkalis
- Tokoh Inovatif dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat,
Walikota Pekanbaru Terima Anugrah Satya Lencana dari Presiden RI

- Pertamina Dumai Dinilai Mulai Usik Ketenangan Warga Bunga Tanjung
- ‎Bupati Bengkalis Serahkan 1.400 Ha Lahan HTR ke Petani Siakkecil
- Kerja Sama PWI dan PT CPI,
20 Wartawan Rohil Ikuti Semarak Pers di Dumai



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.126.126
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com