Berita Terhangat... |
Sabtu, 18 Mei 2013 15:34 Pelaku Perusakan Mobil Diburu, Polres Kuansing Tangkap Dua Pelaku PETI
Sabtu, 18 Mei 2013 13:47 RAPP Gelar Kompetisi Ketangkasan Memadamkan Api
Sabtu, 18 Mei 2013 13:43 Guru SD di Senapelan Tewas Akibat Tabrak Lari
Sabtu, 18 Mei 2013 13:41 Resepsi Pernikahan di Duri Kerap Gunakan Badan Jalan
Sabtu, 18 Mei 2013 13:39 Ditutup Wabup, Pelangiran Juara Umum MTQ Inhil ke-43
Sabtu, 18 Mei 2013 06:57 PLN Unit Duri Berganti Manager
Sabtu, 18 Mei 2013 06:54 Berakhir, 4 Balon Gubri dan 5 Wagubri Ikut Pejaringan Demokrat
|
|
|
|
Sabtu, 2 Juni 2012 09:32 GMNI Pekanbaru Ajak Masyarakat Kembali ke Pancasila
GMNI Pekanbaru mengajak masyarakat untuk kembali ke nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-sehari.
Riautekini-PEKANBARU-Sempena memperingati Hari Lahirnya Pancasila, puluhan wartawan yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Pekanbaru, Jumat (1/6/12) kemarin menggelar aksi simpatik di Tugu Airmancur Ikan Selais.
Mereka membagi-bagikan selebaran kepada masyarakat yang melintasi Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Selebaran itu berisi ajakan untuk mengingatkan kembali akan Pancasila serta mengajak lebih menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menyampaikan orasi-orasi semangat jiwa nasionalisme.
“GMNI siap kawal Pancasila hingga akhir khayat. Dalam hal ini GMNI Kota Pekanbaru mengangkat tema “Kembali Pada Jati Diri Bangsa Indonesia”. Pancasila adalah sebagai Ideologi bangsa, yang merupakan isi jiwa bangsa sekaligus merupakan filsafat bangsa dan negara Indonesia,” kata Perry Siagian, Ketua GMNI Cabang Kota Pekanbaru dalam orasinya.
Menurut Perry, Pancasila merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Secara garis besar Pancasila adalah suatu realita dari keberadaan Indonesia yang sebenarnya dan tidak dapat diragukan lagi kebenarannya yakni dengan inti dari setiap sila-sila Pancasila sebagai Ke-Tuhan-an, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan yang menjadi tolok ukur bagi seluruh bangsa Indonesia.
“Seiring perkembangan zaman dan masuknya budaya-budaya dan investor-investor asing kenegara Indonesia serta bobroknya moral-moral para pemimpin negara dan memudarnya jiwa nasionalisme masyarakat itu sendiri. Sehingga melahirkan perilaku-perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila,” tuturya.
Seperti terjadinya perselisihan antar umat beragama, perlakuan yang tidak adil antar sesama umat manusia, hilangnya rasa satu kesatuan dalam berbangsa dan bernegara, serta terjadinya perbedaan pendapat sehingga tidak tercapainya musyawarah mufakat dalam berbangsa dan bernegara.
Dikatakan Perry, hilangnya rasa gotong royong yang merupakan budaya asli bangsa Indonesia, maraknya korupsi dan lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadapa rakyat dan buruknya sistem pendidikan di indonesia oleh pemerintah yang telah menghilangkan akan pentingnya pendidikan pancasila dalam dunia pendidikan. Sehingga mengakibatkan para penerus generasi bangsa mulai pudar semangat jiwa nasionalisme dan miskinnya pengetahuan pancasila terhadap penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Selain itu, GMNI Pekanbaru menilai Pancasila Roh bangsa dan negara Indonesia. Dengan memperingati hari lahirnya Pancasila seluruh masyarakat Indonesia lebih menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kegiatan - kegiatan kemasyarakatan dalam berbangsa dan bernegara serta pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang harus berpihak terhadap kepentingan rakyat secara merata.***(rel/son)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|