Berita Terhangat... |
Sabtu, 25 Mei 2013 19:35 Kerjuda FORKI Riau ke-7 di Rohul Ditargetkan Tuntas Malam ini
Sabtu, 25 Mei 2013 19:32 Puluhan Ayam dan Pelaku Judi Diamankan Polsek Mandau
Sabtu, 25 Mei 2013 17:48 Pilkada, Ribuan Massa Antar CERDAS Mendaftar ke KPU Inhil
Sabtu, 25 Mei 2013 17:45 Mazda VX-1, Cara Mudah dan Nyaman Berkendaraan
Sabtu, 25 Mei 2013 17:43 Usai Daftar, Herman Abdullah Bertemu Warga Simpang Baru
Sabtu, 25 Mei 2013 17:35 Gagal Rebut Demokrat, tak Membuat Zainal Abidin Surut Ikut Pilkada Inhil
Sabtu, 25 Mei 2013 17:33 Pilkada, Pasangan SUMBAWA Pertama Daftar ke KPU Inhil
|
|
|
|
Rabu, 16 Mei 2012 07:27 Tim Ekspedisi Khatulistiwa Bersihkan Pasar
Tim Ekspedisi Khatulistiwa tak hanya menjelajah hutan Kalimantan, tetapi juga melakukan kegiatan sosial, seperti gotong-royong bersihkan pasar di Nunukan.
Riauterkini-NUNUKAN- Tim Ekspedisi
Khatulistiwa Sub Korwil 05 Nunukan melakukan karya bhakti berupa pembersihan
pasar Inhutani dan pasar Yamaker, serta pengecatan trotoar di sekeliling alun-alun
Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Selasa (15/5/2012).
Karya bhakti yang merupakan bagian dari kegiatan bertajuk “Pekan
Kebangsaan” itu digelar atas kerja sama antara Tim Ekspedisi Khatulistiwa Sub
Korwil 05 Nunukan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan.
Kegiatan bersih-bersih parit dan lingkungan sekitar pasar itu juga
melibatkan sejumlah perwakilan TNI /
Polri, Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemadam Kebakaran (DKPPK), Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM), dan masyarakat sekitar yang seluruhnya berjumlah 415
orang.
Selain pembersihan lingkungan pasar, karya bhakti juga diwarnai
dengan pengecatan trotoar di sekeliling alun – alun Kabupaten Nunukan.
Sementara itu, sehari sebelumnya, Tim Ekspedisi pimpinan Letkol Inf
Hery Setya Kusdiantana dengan wadannya Mayor Inf Achiruddin itu telah pula menggelar
pengobatan dan sunatan massal yang berlangsung di SDN 02, Desa Tanjung Harapan,
Kecamatan Nunukan Selatan.
Bhakti sosial kesehatan yang digelar atas kerja sama Tim Ekspedisi
khatulistiwa dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan itu, diikuti 102 pasien
berobat umum, dan 37 peserta sunatan massal.
Menurut salah seorang dokter dari Puskesmas Sedadap dr Taurisia Kristiani,
dari jumlah tersebut, penyakit dermatitis (gatal gatal) menduduki peringkat
pertama, disusul dengan penyakit ispa
(infeksi saluran pernafasan atas) yang mampu menduduki posisi ke dua.
“Umumnya, penyakit dermatitis (gatal – gatal) biasa disebabkan
karena lingkungan kotor, apa lagi masyarakat di sini mayoritas berprofesi
sebagai petani rumput laut”, katanya sembari tersenyum. Sedangkan penyakit ispa,
lanjutnya, umumnya disebabkan karena alergi
rokok, debu dan lain-lain.***(rls)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|