Berita Terhangat... |
Sabtu, 25 Mei 2013 06:55 Tim Penilai Lomba Desa Provinsi Riau Kunjungi Kampar
Sabtu, 25 Mei 2013 06:53 IPPMBR Taja Peringatan Isra' Mi'raj di Panti Asuhan
Sabtu, 25 Mei 2013 06:49 Baru 25 Persen PNS Pemprov Riau Pegang KPE
Jum’at, 24 Mei 2013 19:36 Dibuka Ketua KONI Rohul, 630 Karatedo Ikut Kejurda FORKI Riau ke-7 di Pasirpangaraian
Jum’at, 24 Mei 2013 19:34 Prihatin, KPU tak Diundang Paripurna Pelantikan 5 PAW DPRD Riau
Jum’at, 24 Mei 2013 19:32 Didukung 4 Parpol, Zainal Abidin Optimis Maju di Pilkada Inhil
Jum’at, 24 Mei 2013 17:29 RAPP Bakti Sosial Bersama Warga Desa Kuala Terusan
|
|
|
|
Rabu, 9 Mei 2012 12:59 Masyarakat Keluhkan Kerusakan Kapal Roro Dumai-Rupat
Kondisi KM Papuyu, roro penyeberangan Dumai-Rupat rusak. Masyarakat pengguna layanan umum tersebut mengharapkan secepatnya diperbaiki.
Riauterkini-DUMAI - Kapal Roll on Roll of (RoRo) KMP Papuyu yang
menggantikan Kapal RoRo sebelumnya untuk melayani rute penyebrangan
Dumai-Rupat Kabupaten Bengkalis mengalami kerusakan bagian pintu pembuka
dan penutup (ramp door) sejak Sabtu (6/5/12) kemarin, hingga kini kondisi
kapal tersebut belum bisa dioperasikan untuk melayani masyarakat dua daerah
tersebut dan menimbulkan keluhan tersendiri.
Petugas Pos Pengawasan Penumpang Terminal RoRo Dumai, Staf Operasional
Dishub Propinsi Riau, Fautar M Hati ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa
lambatnya proses perbaikan terkendala cuaca dan keterbatasan alat. Bahkan
untuk proses pemasangan ramp door itu sendiri juga bisa dilakukan ketika
air laut pasang.
"Untuk melakukan perbaikan itu sendiri kita sudah menggunakan alat bantu
crane, namun kondisi itu sendiri tidak mampu untuk mengangkat ramp door
seberat 10 ton itu, makanya untuk pemasangan kita lakukan pada saat air
laut pasang," jelasnya Fautar kepada wartawan, Rabu (9/5/12).
Melihat kejadian tidak beroperasinya Kapal RoRo Dumai-Rupat tesebut,
membuat warga yang bisanya menggunakan jasa laut sebagai transportasi demi
melakukan aktifitasnta sehari-hari menjadi keluhan tersebut. Bahkan selain
menjadi keluhan, dengan tidak beroperasinya Kapal RoRo KM Papuyu itu juga
mengambat perekonomian warga di Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis
tersebut.
"Kita terpaksa mengeluarkan ongkos lebih mahal lagi untuk menyebrang ke
Kota Dumai. Sebab kita yang biasanya menggunakan Kapal RoRo kini berganti
dengan menggunakan Kapal kayu dengan ongkos lebih mahal dari biasanya. Jadi
kesimpulannya, dengan tidak beroperasinya Kapal RoRo KM Papuyu itu kami
keluhkan," jelas Wati warga Pulau Rupat kepada riauterkini.com.
Selain warga Pulau Rupat Kabupaten Bengkalis yang menggeluhkan kondisi
rusaknya Kapal RoRo KM Papuyu tersebut, juga berdampak pada perekonomian
warga Dumai. Pasalnya, biasanya warga menggunakan Kapal RoRo sebagai
transportasi pengiriman barang ke Pulau Rupat, dengan tidak beroperasinya
itu pengiriman sedikit tersendat. Sebab kalau menggunakan jasa laut
lainnya, ongkosnya lebih mahal.
"Kami saat ini sangat mengeluh mas, pasalnya perputaran ekonomi kita
terhambat. Biasanya dalam satu hari kita bisa memasok bahan makan ke Pulau
Rupat, namun dengan tidak beroperasinya kapal RoRo itu membuat kami
membatasi pengiriman barang. Pasalnya menggunakan jasa laut lainnya
ongkosnya mahal dan untung kita tidak ada lagi," ungkap Akiong perjual
barang harian di Purnama.***(had)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|