|
|
|
Senin, 7 Mei 2012 15:17 Ada yang ke-103 Kali, Karyawan Disbun Riau Ikuti Donor Darah
Sejumlah pegawai Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengikuti donor darah. Salah seorang dari mereka sudah 103 kali menyumbangkan darah ke PMI.
PEKANBARU– Palang Merah
Indonesia (PMI) Cabang Pekanbaru, Senin (7/5) pagi menggelar aksi donor darah di
kantor Dinas Perkebunan
(Disbun) Riau, Jalan Cut Nyak Dhien Nomor 6 Pekanbaru. Dalam aksi tersebut, donor
darah yang dilakukan Kaswadi Poniman, salah seorang staf Disbun Riau, merupakan
donor ke-103 kali. “Bapak (Kaswadi) ini merupakan diantara bank darah berjalan
di Pekanbaru. Dia sangat aktif untuk mendonorkan darahnya,” kata dr Kurnia
Sari, ketua tim donor dari Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI Pekanbaru.
Kaswadi mengungkapkan, donor darah dilakukannya
secara aktif sejak 28 tahun lalu. Tepatnya hari Senin (27/2/1984). Bahkan
kerelaan dan keikhlasan mendonorkan darah, membawanya dapat menunaikan umrah
pada bulan Maret lalu. Dia dibiayai oleh Korpri sempena ulang tahun Korpri
ke-40. Tapi, bagi Kaswadi, yang paling penting baginya karena mendonorkan darah
adalah terjaganya kesehatan tubuh.
“Ada kepuasan dan kebahagiaan batin
tersendiri karena bisa membantu sesama.
Terutama bagi pasien rumah sakit yang membutuhkan darah,” ungkap Kaswadi, pria
berusia 54 tahun dan bergolongan darah O.
Kaswadi, merupakan diantara pendonor yang
ditaja PMI Pekanbaru dalam rangka hari jadi Korpri ke-41 di lingkup Provinsi
Riau. Kegiatan tersebut ditaja sejak Kamis (3/5) pekan lalu hingga Jumat (22/6)
mendatang. Dua kegiatan sebelumnya, ditaja di halaman gedung kantor Gubernur
Riau. “Dari banyaknya jumlah PNS dan anggota Korpri, jumlah pendonor terbilang
masih minim. Mungkin disebabkan kurangnya sosialisasi,” terang dr Kurnia Sari.
“Kebanyakannya,
mengaku takut (jarum suntik) untuk memulai,” tambah Kurnia Sari.
Hanya
saja, meskipun juga pendonor aktif, akan tetapi Kepala Dinas Perkebunan
(Kadisbun) Riau Drs H Zulher MS tidak bisa mendonorkan darah. Padaha, begitu
tiba di kantornya usai membuka Rapat Teknis Petugas Pengamat Hama dan Penyakit
Tanaman Perkebunan se-Provinsi Riau, Zulher langsung mendatangi tempat
pendaftaran donor. Namun, dr Kurnia Sari menganjurkan Zulher untuk menunda
mendonorkan darahnya disebabkan sedang
menunaikan ibadah puasa sunat, padahal aktivitas hariannya cukup padat. Alhasil,
Zulher pun hanya memeriksakan tekanan darah.
Soal donor darah, Zulher memang dikenal
sebagai aktivis kemanusiaan. Hingga saat ini, dirinya masih menjabat sebagai
ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kampar. “Saya memberikan apresiasi
yang tinggi kepada staf yang mendonorkan darahnya. (Donor darah) ini wujud
kepedulian terhadap sesama. Setetes darah, dapat membantu menyelamatkan nyawa
orang lain. Yang belum donor, semoga di lain hari bisa mendonorkan darahnya.
Sebab, donor darah merupakan kegiatan positif dan banyak manfaat untuk diri
sendiri dan orang lain,” papar Zulher.***(rls)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|