Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 29 Mei 2017 12:47
Bakar Lahan Orang, Warga Talang Jerinjing Ditangkap Polres Inhu

Senin, 29 Mei 2017 10:54
Edarkan Shabu, Pria Pengangguran di Duri Ditangkap Polisi

Senin, 29 Mei 2017 10:24
Memasuki Kemarau, BNPB Kerahkan 5 Helikopter ke Riau

Senin, 29 Mei 2017 08:02
Amuk Warga Dipicu Listrik Padam, Pemkab Rohul akan Panggil PLN

Senin, 29 Mei 2017 07:59
Bupati Inhil Imam Shalat Isya dan Tarawih di Masjid YAMP Tembilahan

Senin, 29 Mei 2017 07:57
Usai Didemo dan Dirusak Warga, Kantor PLN Ujungbatu Dijaga Polisi

Ahad, 28 Mei 2017 23:26
Penjelasan Manager Rayon PLN Pasirpangaraian Soal Listrik Padam Pemicu Amuk Warga

Ahad, 28 Mei 2017 23:23
Kemenlu dan Apkasindo Riau Lawan Kampanye Hitam Eropa Soal Kelapa Sawit

Ahad, 28 Mei 2017 22:46
Listrik Padam Saat Berbuka Puasa,
Warga Demo dan Rusak Gedung PLN di Ujungbatu, Rohul


Ahad, 28 Mei 2017 22:44
Gubri Ajak Generasi Muda Riau Berkarir di Pusat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 14 Juni 2011 07:51
RSUD Arifin Achmad Rekrut 150 Perawat

Dalam rangka meningkatkan pelayanan pada pasien, RSUD Arifin Achmad membuka penerimaan untuk 150 lowongan perawat.

Riauterkini- PEKANBARU- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad masih kekurangan perawat dan tenaga medis. Untuk itu, pada usulan penerimaan CPNS 2011 ini, RSUD mengajukan 150 formasi perawat yang akan ditempatkan di beberapa bagian rumah sakit yang memerlukan tambahan tenaga.

‘’Kita sudah ajukan dan mereka akan ditempatkan di laboratorium, rekam medis dan beberapa bagian lainnya. Dengan penambahan tersebut, pelayanan kesehatan akan semakin meningkat. Pasalnya, dengan jumlah perawat yang kita miliki saat ini sudah tidak mampu melayani pasien secara maksimal,’’ ujar Direktur RSUD Arifin Achmad, Yulwiriati Moesa kepada wartawan, Senin (13/6) di Pekanbaru.

Selain itu, Yulwiriati juga mengakui RSUD masih banyak memerlukan tenaga medis. Di antaranya di bagian penyakit dalam, laboratorium dan anastesi.

Padahal untuk operasi anastesi, sehari terjadi 40 operasi di RSUD. Untuk kualifikasi pendidikan tenaga medis khususnya perawat yang diperlukan, dia mengaku sudah ditentukan dalam formasi setiap bagian yang memerlukan tenaga ahli.

Sementara itu, untuk tenaga dokter di RSUD yang juga dikabarkan kurang, Yulwiriati mengaku tidak terlalu pusing. Dengan status RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mereka bisa merekrut dokter luar dengan hanya menandatangani MoU.

Meski bisa merekrut dokter, namun RSUD tidak memiliki hak untuk menahan dokter tersebut membuka praktik di luar RSUD. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan, dokter bisa bekerja di tiga RS berbeda.

‘’Kita terus meningkatkan pelayanan. Selain tenaga medis, kita juga berencana membangun ruangan baru untuk antisipasi UGD yang penuh pasien serta akan ada penambahan ruang rawat inap. Sebagai RS rujukan dan pendidikan, RSUD terus membenahi diri agar seluruh masyarakat Riau mendapatkan pelayanan kesehatan,’’ ujarnya.***RPO




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Penjelasan Manager Rayon PLN Pasirpangaraian Soal Listrik Padam Pemicu Amuk Warga
- Kemenlu dan Apkasindo Riau Lawan Kampanye Hitam Eropa Soal Kelapa Sawit
- Listrik Padam Saat Berbuka Puasa,
Warga Demo dan Rusak Gedung PLN di Ujungbatu, Rohul

- Gubri Ajak Generasi Muda Riau Berkarir di Pusat
- Penuhi Daya, PL Tembilahan Mulai Operasikan 22 Unit Pembangkit Baru
- Sekum Bentuk BPC Tandingan, Ketum HIPMI Pelalawan Cium Persaingan tak Seha
- Bantuan untuk MDA Terbentur Aturan, Bupati Rohul Masih Cari Solusi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.103.180
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com