Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 4 September 2015 14:45
Dibuka Wabup, Partai Golkar Rohil Versi Agung Laksono Gelar Musda IV

Jum’at, 4 September 2015 14:40
Anggaran Penanggulangan Karlahut 2015 Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Jum’at, 4 September 2015 14:36
Layanan Operator Seluler di Bagansiapiapi Amburadul

Jum’at, 4 September 2015 14:33
Kabut Asap, Jadi Berkah bagi Penjual Masker di Duri

Jum’at, 4 September 2015 14:30
Pemerintah Sita Kebun PT Torganda Rohul, Puluhan Ribu Karyawan Menganggur

Jum’at, 4 September 2015 14:28
Pilkada Kuansing, Mursini-Halim Paparkan Visi dan Misi di Benai

Jum’at, 4 September 2015 14:06
Makin Parah, Pemprov Riau Diminta Lebih Serius Tangani Kabut Asap



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Juni 2011 07:51
RSUD Arifin Achmad Rekrut 150 Perawat

Dalam rangka meningkatkan pelayanan pada pasien, RSUD Arifin Achmad membuka penerimaan untuk 150 lowongan perawat.

Riauterkini- PEKANBARU- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad masih kekurangan perawat dan tenaga medis. Untuk itu, pada usulan penerimaan CPNS 2011 ini, RSUD mengajukan 150 formasi perawat yang akan ditempatkan di beberapa bagian rumah sakit yang memerlukan tambahan tenaga.

‘’Kita sudah ajukan dan mereka akan ditempatkan di laboratorium, rekam medis dan beberapa bagian lainnya. Dengan penambahan tersebut, pelayanan kesehatan akan semakin meningkat. Pasalnya, dengan jumlah perawat yang kita miliki saat ini sudah tidak mampu melayani pasien secara maksimal,’’ ujar Direktur RSUD Arifin Achmad, Yulwiriati Moesa kepada wartawan, Senin (13/6) di Pekanbaru.

Selain itu, Yulwiriati juga mengakui RSUD masih banyak memerlukan tenaga medis. Di antaranya di bagian penyakit dalam, laboratorium dan anastesi.

Padahal untuk operasi anastesi, sehari terjadi 40 operasi di RSUD. Untuk kualifikasi pendidikan tenaga medis khususnya perawat yang diperlukan, dia mengaku sudah ditentukan dalam formasi setiap bagian yang memerlukan tenaga ahli.

Sementara itu, untuk tenaga dokter di RSUD yang juga dikabarkan kurang, Yulwiriati mengaku tidak terlalu pusing. Dengan status RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mereka bisa merekrut dokter luar dengan hanya menandatangani MoU.

Meski bisa merekrut dokter, namun RSUD tidak memiliki hak untuk menahan dokter tersebut membuka praktik di luar RSUD. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan, dokter bisa bekerja di tiga RS berbeda.

‘’Kita terus meningkatkan pelayanan. Selain tenaga medis, kita juga berencana membangun ruangan baru untuk antisipasi UGD yang penuh pasien serta akan ada penambahan ruang rawat inap. Sebagai RS rujukan dan pendidikan, RSUD terus membenahi diri agar seluruh masyarakat Riau mendapatkan pelayanan kesehatan,’’ ujarnya.***RPO




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Anggaran Penanggulangan Karlahut 2015 Lebih Rendah dari Tahun Lalu
- Kabut Asap, Jadi Berkah bagi Penjual Masker di Duri
- Makin Parah, Pemprov Riau Diminta Lebih Serius Tangani Kabut Asap
- Mendagri Sebut Sebagian Besar Dana Desa Tertahan di Rekening Bupati
- 346 Warga Dumai Terseang Ispa Akibat Kabut Asap
- Sholat Istisqo, Warga Menangis Minta Allah Turunkan Hujan
- Masyarakat Enok dan Tanah Merah Pertanyakan Banyaknya Kelompok Pejuang Pemekaran Insel


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.136.255
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com