Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Pebruari 2017 13:08
Hormati Tuan Rumah Riau, Peserta Raker PLN se-Sumatera Kompak Bertanjak

Senin, 20 Pebruari 2017 12:06
Miliki 854 Butir Ekstasi, Wargad Asal Aceh dan Dua Temannya Ditangkap Polresta Pekanbaru

Senin, 20 Pebruari 2017 11:45
Pemadam Cepat Tiba, Rumah Kontrakan Milik Pejabat Inhil Selamat dari Kebakaran

Senin, 20 Pebruari 2017 11:16
Pendemo Desak Keterlibatan ASN di Pilkada Pekanbaru Diusut Tuntas

Senin, 20 Pebruari 2017 11:14
Dipimpin Azhar, Pengurus Cabor Pelti Rohil Dikukuhkan

Senin, 20 Pebruari 2017 11:01
BNNP Riau Musnahkan 52,5 Gram Sabu dari 3 Tersangka

Senin, 20 Pebruari 2017 10:59
Gandakan Tarif, Dishub Sebut Tukang Parkir di Luar Mal SKA Penipu

Senin, 20 Pebruari 2017 10:40
Jelang Ketum Datang, Kantor DWP PAN Riau Justru Disegel

Senin, 20 Pebruari 2017 10:37
ASN Disdukcapil Pekanbaru Tersangka Pungli Masih Digaji

Senin, 20 Pebruari 2017 10:31
Buka Rakor Perpustakaan, Gubri Puji Kuansing Lahirkan Banyak Orang Pintar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Juni 2011 07:51
RSUD Arifin Achmad Rekrut 150 Perawat

Dalam rangka meningkatkan pelayanan pada pasien, RSUD Arifin Achmad membuka penerimaan untuk 150 lowongan perawat.

Riauterkini- PEKANBARU- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad masih kekurangan perawat dan tenaga medis. Untuk itu, pada usulan penerimaan CPNS 2011 ini, RSUD mengajukan 150 formasi perawat yang akan ditempatkan di beberapa bagian rumah sakit yang memerlukan tambahan tenaga.

‘’Kita sudah ajukan dan mereka akan ditempatkan di laboratorium, rekam medis dan beberapa bagian lainnya. Dengan penambahan tersebut, pelayanan kesehatan akan semakin meningkat. Pasalnya, dengan jumlah perawat yang kita miliki saat ini sudah tidak mampu melayani pasien secara maksimal,’’ ujar Direktur RSUD Arifin Achmad, Yulwiriati Moesa kepada wartawan, Senin (13/6) di Pekanbaru.

Selain itu, Yulwiriati juga mengakui RSUD masih banyak memerlukan tenaga medis. Di antaranya di bagian penyakit dalam, laboratorium dan anastesi.

Padahal untuk operasi anastesi, sehari terjadi 40 operasi di RSUD. Untuk kualifikasi pendidikan tenaga medis khususnya perawat yang diperlukan, dia mengaku sudah ditentukan dalam formasi setiap bagian yang memerlukan tenaga ahli.

Sementara itu, untuk tenaga dokter di RSUD yang juga dikabarkan kurang, Yulwiriati mengaku tidak terlalu pusing. Dengan status RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mereka bisa merekrut dokter luar dengan hanya menandatangani MoU.

Meski bisa merekrut dokter, namun RSUD tidak memiliki hak untuk menahan dokter tersebut membuka praktik di luar RSUD. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan, dokter bisa bekerja di tiga RS berbeda.

‘’Kita terus meningkatkan pelayanan. Selain tenaga medis, kita juga berencana membangun ruangan baru untuk antisipasi UGD yang penuh pasien serta akan ada penambahan ruang rawat inap. Sebagai RS rujukan dan pendidikan, RSUD terus membenahi diri agar seluruh masyarakat Riau mendapatkan pelayanan kesehatan,’’ ujarnya.***RPO





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Hormati Tuan Rumah Riau, Peserta Raker PLN se-Sumatera Kompak Bertanjak
- Buka Rakor Perpustakaan, Gubri Puji Kuansing Lahirkan Banyak Orang Pintar
- Mutasi, Bupati Pelalwan Sebut 163 Pejabat Bakal Nonjob
- Satpol PP Berikan Sosialisasi Bahaya Ngelem di SMPN 3 Tembilahan Hulu
- Peringati Hari K3 Nasional, PT. Pertamina EP Lirik Inhu Gelar Beragam Kegiatan
- Kadis PMPD Rohul: Aplikasi Siskeudes Mudahkan Penyusunan Laporan Keuangan Desa
- Transparansi Pansel Anggota Dewan Pendidikan Rohul Dipertanyakan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.145.205.178
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com