Untitled Document
Selasa, 12 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Selasa, 3 Maret 2015 22:18
Janji Beri Reward,
Bupati Harapkan Kegiatan Kepramukaan di Kecamatan Lebih Digiatkan


Selasa, 3 Maret 2015 21:29
Incumbent di Rohil Maju Pilkada

Selasa, 3 Maret 2015 21:24
2.000 Kotak Suara Milik KPU Rohul Dicuri Maling

Selasa, 3 Maret 2015 21:00
Main Proyek, Bupati Suyatno Ultimatum Pegawai Pemkab Rohil

Selasa, 3 Maret 2015 20:54
Elpiji Naik, Pemprov Riau Diminta Bicara dengan Pusat

Selasa, 3 Maret 2015 20:49
Pekan Depan, Dana BOS Mulai Dicairkan

Selasa, 3 Maret 2015 20:43
Hadapi Pilkada, DPC Gerindra Rohil Tunggu Petunjuk DPP



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Juni 2011 07:51
RSUD Arifin Achmad Rekrut 150 Perawat

Dalam rangka meningkatkan pelayanan pada pasien, RSUD Arifin Achmad membuka penerimaan untuk 150 lowongan perawat.

Riauterkini- PEKANBARU- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad masih kekurangan perawat dan tenaga medis. Untuk itu, pada usulan penerimaan CPNS 2011 ini, RSUD mengajukan 150 formasi perawat yang akan ditempatkan di beberapa bagian rumah sakit yang memerlukan tambahan tenaga.

‘’Kita sudah ajukan dan mereka akan ditempatkan di laboratorium, rekam medis dan beberapa bagian lainnya. Dengan penambahan tersebut, pelayanan kesehatan akan semakin meningkat. Pasalnya, dengan jumlah perawat yang kita miliki saat ini sudah tidak mampu melayani pasien secara maksimal,’’ ujar Direktur RSUD Arifin Achmad, Yulwiriati Moesa kepada wartawan, Senin (13/6) di Pekanbaru.

Selain itu, Yulwiriati juga mengakui RSUD masih banyak memerlukan tenaga medis. Di antaranya di bagian penyakit dalam, laboratorium dan anastesi.

Padahal untuk operasi anastesi, sehari terjadi 40 operasi di RSUD. Untuk kualifikasi pendidikan tenaga medis khususnya perawat yang diperlukan, dia mengaku sudah ditentukan dalam formasi setiap bagian yang memerlukan tenaga ahli.

Sementara itu, untuk tenaga dokter di RSUD yang juga dikabarkan kurang, Yulwiriati mengaku tidak terlalu pusing. Dengan status RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mereka bisa merekrut dokter luar dengan hanya menandatangani MoU.

Meski bisa merekrut dokter, namun RSUD tidak memiliki hak untuk menahan dokter tersebut membuka praktik di luar RSUD. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan, dokter bisa bekerja di tiga RS berbeda.

‘’Kita terus meningkatkan pelayanan. Selain tenaga medis, kita juga berencana membangun ruangan baru untuk antisipasi UGD yang penuh pasien serta akan ada penambahan ruang rawat inap. Sebagai RS rujukan dan pendidikan, RSUD terus membenahi diri agar seluruh masyarakat Riau mendapatkan pelayanan kesehatan,’’ ujarnya.***RPO




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Pekan Depan, Dana BOS Mulai Dicairkan
- Acara Pelantikan Tak Terorganisir,
Komisi A Minta Pemprov Lakukan Sumpah Ulang

- Kunjungan Mensos Khofifa Dipercepat,
Besok Mentan Ali Amran Sulaiman Akan Panen Raya di Pulau Sagu

- Pasien Terlantar Kini Dirawat di Ruang Anyelir RSUD Arifin Achmad
- Kecewa, Puluhan Honorer K2 Merasa Tak Diperhatikan
- ‎Perizinan Diskes dan BPB-Damkar Didelegasikan ke BPT Pekanbaru
- BKPP Nilai Ada Pelanggaran di Pelantikan Lebih Seribu Pejabat Pemprov Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 184.73.110.238
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com