Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 24 April 2014 20:28
Kampar Pilot Project UP2B Bokar Bersih

Kamis, 24 April 2014 20:26
Berkas Perkara Korupsi Kredit Fiktif BNI 46 Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Kamis, 24 April 2014 20:15
Bantuan PT NSP untuk Korban Karhutla,
Bupati Meranti Hadiri Penanaman Perdana Bibit Jagung


Kamis, 24 April 2014 20:08
Tiga Terdakwa Korupsi Kredit Fiktif BRK Rohil Dituntut Jaksa 1,5 Tahun dan 2 Tahun Penjara

Kamis, 24 April 2014 19:51
Kapolresta Sarankan ATM dan Swalayan Pakai Jasa Pengamanan

Kamis, 24 April 2014 19:44
Hanya Satu Ketua Partai Kembali Duduk di DPRD Dumai

Kamis, 24 April 2014 19:38
Diduga Kalah Nyaleg,
Beberapa Anggota DPRD Rohul Absen Sidang Parpurna




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 14 Juni 2011 07:51
RSUD Arifin Achmad Rekrut 150 Perawat

Dalam rangka meningkatkan pelayanan pada pasien, RSUD Arifin Achmad membuka penerimaan untuk 150 lowongan perawat.

Riauterkini- PEKANBARU- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad masih kekurangan perawat dan tenaga medis. Untuk itu, pada usulan penerimaan CPNS 2011 ini, RSUD mengajukan 150 formasi perawat yang akan ditempatkan di beberapa bagian rumah sakit yang memerlukan tambahan tenaga.

‘’Kita sudah ajukan dan mereka akan ditempatkan di laboratorium, rekam medis dan beberapa bagian lainnya. Dengan penambahan tersebut, pelayanan kesehatan akan semakin meningkat. Pasalnya, dengan jumlah perawat yang kita miliki saat ini sudah tidak mampu melayani pasien secara maksimal,’’ ujar Direktur RSUD Arifin Achmad, Yulwiriati Moesa kepada wartawan, Senin (13/6) di Pekanbaru.

Selain itu, Yulwiriati juga mengakui RSUD masih banyak memerlukan tenaga medis. Di antaranya di bagian penyakit dalam, laboratorium dan anastesi.

Padahal untuk operasi anastesi, sehari terjadi 40 operasi di RSUD. Untuk kualifikasi pendidikan tenaga medis khususnya perawat yang diperlukan, dia mengaku sudah ditentukan dalam formasi setiap bagian yang memerlukan tenaga ahli.

Sementara itu, untuk tenaga dokter di RSUD yang juga dikabarkan kurang, Yulwiriati mengaku tidak terlalu pusing. Dengan status RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mereka bisa merekrut dokter luar dengan hanya menandatangani MoU.

Meski bisa merekrut dokter, namun RSUD tidak memiliki hak untuk menahan dokter tersebut membuka praktik di luar RSUD. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Kesehatan, dokter bisa bekerja di tiga RS berbeda.

‘’Kita terus meningkatkan pelayanan. Selain tenaga medis, kita juga berencana membangun ruangan baru untuk antisipasi UGD yang penuh pasien serta akan ada penambahan ruang rawat inap. Sebagai RS rujukan dan pendidikan, RSUD terus membenahi diri agar seluruh masyarakat Riau mendapatkan pelayanan kesehatan,’’ ujarnya.***RPO




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Kampar Pilot Project UP2B Bokar Bersih
- Bantuan PT NSP untuk Korban Karhutla,
Bupati Meranti Hadiri Penanaman Perdana Bibit Jagung

- Aliran PLN Padam 8 Jam,
Belasan Hotel, Penginapan dan Warnet Merugi di Duri

- Hidup dalam Tekanan Teror Perbatasan,
LSM dan Tokoh Masyarakat Dumai Kirim Surat ke Pemerintah

- Gubri Annas Resmikan Museum Thionghoa di TMII
- Pemko Pekanbaru Segera Lunasi Tunggakan PJU Rp21 Miliar
- Pemkab Rohul Diminta Serius Gali dan Bangun Potensi Sejarah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.231.221
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com