Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 April 2018 22:16
Hamili 2 Anak Dibawah Umur, Seorang Remaja Ditangkap Polisi

Kamis, 19 April 2018 21:45
Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Lukman Edy-Hardianto Kasasi Kasus Pencalonan ke MA

Kamis, 19 April 2018 21:45
Gugatan Ditolak, Kuasa Hukum Lukman Edy-Hardianto Kasasi Kasus Pencalonan ke MA

Kamis, 19 April 2018 21:39
Dugaan Pencemaran PT SUN, Dinas LH Kuansing Serahkan Hasil Labora ke Polisi

Kamis, 19 April 2018 21:27
Bawaslu Riau Hentikan Dugaan Pelanggaran Rudyanto dan Alfedri

Kamis, 19 April 2018 20:23
Dihadapan Warga Kandis, Hardianto Bicara Tentang Ketegasan dan Keberanian Pemimpin

Kamis, 19 April 2018 20:20
Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan

Kamis, 19 April 2018 20:20
Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan

Kamis, 19 April 2018 19:59
AHM Hadirkan Beragam Gaya Hidup Berkendara di IIMS 2018

Kamis, 19 April 2018 19:53
Wujud Kepedulian, PT PAA Taja Pengobatan Gratis Di Duri, Bengkalis

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 20 September 2010 15:45
Pedagang Jagung, Objek Wisata Terpinggirkan

Kendati diakui oleh Dinas Periwisata Pekanbaru menjadi salah satu titik objek wisata, pedagang jagung di Purna MTQ maupun di jembatan Leighton dianggap illegal dan terpinggirkan.

Riauterkini-PEKANBARU-Di dalam pamflet pariwisata Pekanbaru, Pedagang Jagung di Purna MTQ dan Jembatan Leighton menjadi salah satu objek wisata yang disejajarkan dengan kebun binatang Kasang Kulim, kawasan wisata Danau Buatan hingga Alamayang dan Taman Rekreasi Putri Kacamayang.

Dalam gambaran pamflet tersebut, banyak keluarga yang ingin bersantai dan bercengkerama dengan keluarga atau kawan, sahabat atau rekan kerja sambil menikmati suasana Pekanbaru di malam hari sambil makan jagung bakar atau menu makanan lainnya seperti pisang coklat. Yaitu pisang yang dibakar kemudian selagi panas, pisang bakar tersebut ditaburi coklat dalam penyajiannya.

"Kita bukan hanya jualan jagung bakarnya atau pisang coklatnya. tetapi kita juga menyediakan suasana yang sangat santai yang tidak dimiliki oleh kawasan wisata kuliner durian di Jl Sudirman Tangkerang," terang salah satu pedagang jagung bakar Purna MTQ, Rinda kepada Riauterkini dalam suatu kesempatan.

Ironisnya, kendati menjadi salah satu objek wisata kuliner yang sudah menjadi ciri khas seperti kawasan wisata kuliner Durian (Tangkerang Pekanbaru), namun keberadaan wisata kuliner Jagung Bakar dianggap illegal. Buktinya mereka selalu diburu, digusur bahkan 'dirampas' (baca : disita) barang-barang yang menjadi aset usaha mereka seperti meja atau kursi.

Padahal, menurut para pedagang, selama mereka berjualan, mereka diminta uang keamanan, uang tempat dan uang kebersihan setiap harinya. "Kita bayar lho jualan di sini (depan Purna MTQ Pekanbaru). Tapi kok kita masih juga dikejar-kejar Satpol dan disuruh jualan di tempat lain. Kadang-kadang barang-barang kita diangkutin mereka," terang Zuraida, salah satu pedagang jagung di Purna MTQ.

Ketika hal itu ditanyakan kepada kakansatpol PP Pekanbaru, Indra Kusuma Senin (20/9/10), ia mengakui bahwa kawasan Purna MTQ dan bawah Jembatal Leighton merupakan titik wisata kuliner. Namun sesuai dengan peraturan daerah tentang kawasan protoko, kawasan wisata kuliner Jagung Bakar di depan Purna MTQ sudah tidak layak lagi menjadi titik usaha jagung bakar.

Tugas satpol PP adalah menjalankan peraturan daerah. Salah satu perda yang dilaksanakan Satpol PP adalah penertiban kawasan protokol. Depan Purna MTQ merupakan kawasan yang menurut Indra merupakan kawasan yang harus ditertibkan.

"Kita tahu secara sosial dan ekonomi, ada benturan kepentingan antara warga dengan pemko Pekanbaru mengenai permasalahan kawasan jagung bakar depan purna MTQ. Mereka melakukan aktivitas ekonomi untuk mendapatkan kebutuhan sosialnya. Namun kami harus menjalankan tugas kami untuk menegakkan peraturan daerah. Itulah sebabnya, pemko memberikan solusi bagi pedagang jagung untuk berjualan di bagian belakang kawasan Purna MTQ," terangnya.

Arifien Achmad dan Tuanku Tambusai Siap Ditertibkan

Kawasan Arifien Achmad dan Tuanku Tambusai saat ini juga mulai diminati oleh warga sebagai lokasi wisata kuliner. 2 kawasan tersebut mulai menanjak beberapa waktu terakhir ini. Tuanku Tambusai malam hari dipadati oleh kuliner Cikapundung. sementara kawasan Arifein Achmad mulai diminati dengan kulinernya berupa jagung bakar.

Di Jl Tuanku Tambusai, berbagai jenis masakan ala Cikapundung tersedia. dari nasi uduk, pecel lele, sate padeh, martabak hingga makanan cepat saji cikapundung. Banyak sekali warga yang 'jajan' makanan di kawasan Tuanku Tambusai sembari mengisi waktu malam mereka.

Sementara Jl Arifien Achmad kondisinya sama dengan pedagang jagung bakar di depan Purna MTQ. Yaitu berjualan jagung bakar di trotoar. Kendati demikian, beberapa warga mulai mengisi kursi-kursi kosong milik pedagang jagung J Arifien Achmad.

Namun, nasib dua kawasan tersebut tidak akan berbeda jauh dengan pedagang jagung bakar di Purna MTQ. Pasalnya, satpol PP Pekanbaru juga sudah siap untuk menertibkannya.

"Kita juga akan menertibkan kawasan Tambusai dan Arifien Achmad. Namun kita akan lakukan bertahap. Sebab saat ini jumlah anggota Satpol PP Pekanbaru relatif sedikit. Jadi masih memprioritaskan di kawasan utama dulu. Tetapi yang pasti kita akan menertibkan kawasan tersebut ke depannya," terang kakansatpol PP Pekanbaru, Indra Kusuma kepada Riauterkini.***(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Dugaan Pencemaran PT SUN, Dinas LH Kuansing Serahkan Hasil Labora ke Polisi
- Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan
- Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan
- Wujud Kepedulian, PT PAA Taja Pengobatan Gratis Di Duri, Bengkalis
- Maling Sikat Elemen Tower SUTT ,  LIstrik Siak Terancam Gelap Gulita
- Didiagnosa Idap Tumor Hati dan Limpa, Bocah di Duri, Bengkalis Butuh Uluran Tangan
- Buka Kongres XX IAI, Menkes Melalui Teleconfrence Minta Kompetensi Apoteker Ditingkatkan
- DP3A Taja Rakor KLA, Targetkan 2022 Pekanbaru Kota Layak Anak Utama
- Bupati Mursini Buka Workshop Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Daerah
- Per-April 2018, 602 Istri di Pekanbaru Gugat Cerai Suaminya
- Sebelum Sholat Jumat,
Panglima TNI dan Kapolri akan Beri Arahan untuk Personilnya

- Pemprov Riau Gesa Persiapan Sholat Jumat Bersama Panglima TNI dan Kapolri
- Dandim Pekanbaru Pimpin Upacara di Rutan Sialang Bungkuk
-
- Ribuan Warga Ikuti Pawai Taruf MTQ ke-23 Kecamatan Bantan
- Isra Mi'raj, Jemaah Masjid Muhamjiri Tampan Gelar Tabligh Akbar dan Silaturrahmi
- Plt Walikota Pekanbaru Optimis Penambahan Mesin Reman dan Cetak Percepat Urus e-KTP
- Bupati Bengkalis Buka MTQ Ke - 15 Kecamatan Pinggir
- Tuntut Bagi Hasil Plasma,
Ratusan Warga Demo PT. MMJ dan Kantor Camat di Rupat

- 500 Undangan Disebar,
Besok Dianto Mapanini Dilantik Menjadi Sekda Kuansing



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.234.8
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com