Untitled Document
Rabu, 19 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 5 Agustus 2015 19:14
Plt Gubri Tunjuk Kuzzairy Jadi Plt Sekwan

Rabu, 5 Agustus 2015 18:26
Pemkab Kuansing Gesa Pembentukan BUMD

Rabu, 5 Agustus 2015 18:21
OKP Minta Tutup Operasi Perusahaan, PT. Kuala Lumpur Kepong Belum Laporan Resmi ke KLH Dumai

Rabu, 5 Agustus 2015 18:12
KPU Dumai Terkesan Tutupi Anggaran Publikasi dan Dokumentasi

Rabu, 5 Agustus 2015 17:33
Masyarakat Keluhkan Pemadaman 1:1 di Kecamatan Kateman

Rabu, 5 Agustus 2015 17:32
Direktur BPDP Kementan RI Sebut RTMPE Obsesi Luar Biasa Memutus Mata Rantai Kemiskinan

Rabu, 5 Agustus 2015 17:25
Halal Bihalal Berbayar, Kadisdik Pelalawan Mengaku Tak Tahu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 13 Pebruari 2010 16:19
Berkedok Koperasi, WNA Banyak Kuasai Lahan di Pulau Rupat

Ribuah hektar lahan di Pulau Rupat, Bengkalis dikuasai warga negara asing. Penguasaan dilakukan dengan menyalahgunakan fungsi koperasi.

Riauterkini-BENGKALIS- Pulau Rupat yang terletak diantara dua Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis itu saat ini tengah proses pembangunan dan masuk dalam Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM). Meskipun demikian, aktifitas WNA Asal Malaysia di tanah asli suku Akit tersebut tak henti-henti menjadi momok yang menakutkan ditengah-tengah masyarakat Pulau Rupat. Salah satu bukti keberadaan Koperasi Manunggal Karsa, di Jalan Eka Sakti, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis yang dinilai telah mengolah lahan illegal. Anggota DPRD Bengkalis asal pemilihan Rupat, Mislidi, mengatakan, aktifitas Koperasi Manunggal Karsa (KMK) di Kecamatan Rupat sudah melampaui batas kewajaran. Pihak koperasi telah berusaha menguasai lahan secara illegal. Terbukti melalui surat yang ditandatangai Camat Rupat.

“Koperasi ini telah melampaui batas, bermodal surat yang ditandatangani Camat, berusaha mengklaim jika lahan tersebut adalah lahan miliknya. Otak dibelakangnya tetap saja pelaku illegal loging yang merupakan WNA Asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng,” cetusnya kepada sejumlah wartawan Jum'at (12/2/10) di Bengkalis.

Dijelaskan Misliadi, saat ini Acua alias Cua Ceng Heng kembali mengibarkan bendera dengan membabat habis hutan bakau di Dusun Teluk, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Menurut informasi dari masyarakat, Acua saat ini tengah dikontrak oleh PT Marita Makmur Jaya (MMJ) untuk melakukan penguasaan lahan di Pulau Rupat. Tak hanya itu, aktifitas koperasi manunggal karsa di Pulau Rupat mulai meresahkan masyarakat. Karena pelaku-pelaku di dalam koperasi itu mulai disusupi oleh WNA Asal Malaysia lainnya, sebagai pemodal.

“Berdasarkan informasi, WNA asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng sudah kembali lagi ke Rupat dengan menggunakan paspor wisata. Kita akan coba mencari tahu dan memanggilnya, apalagi Acua selaku pengelola Koperasi Manunggal Karsa. Jika perlu akan kita surati aparat kepolisian untuk melakukan tindakan upaya hukum sesesuai dengan UU Republik Indonesia. Akibat ulahnya itu.” kata Misliadi lagi.

Acua Alias Cua Ceng Heng adalah Pelaku dibelakang layar merupakan cukong illegal loging yang terkenal di Rupat pada tahun 2005 lalu, dan pernah ditangkap tim Penyidik Unit Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau saat melakukan aktifitas Illegal Loging di Pulau Rupat tersebut.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Plt Gubri Tunjuk Kuzzairy Jadi Plt Sekwan
- Pemkab Kuansing Gesa Pembentukan BUMD
- Halal Bihalal Berbayar, Kadisdik Pelalawan Mengaku Tak Tahu
- Ini Pesan Intsiawati Ayus Antisipasi Kekurangan Air Bersih dan Karhutla di Riau
- Halal bihalal Guru se-Pangkalan Kerinci Dipungut Perkepala Rp31 Ribu
- Usai Dilantik, Ahmadsyah Harofie Langsung Diberi Tugas Khusus
- Banyak Pemilik Lahan Tak Bayar Pajak karena Ada "Dekingan”


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.77.26
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com