Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 4 Mei 2016 14:53
Versi Pebri, Ini Yang Penyebab Kisruh KNPI Kuansing

Rabu, 4 Mei 2016 14:15
Potang Gaji Pokok Karyawannya Rp600 Ribu,
Serikat Pekerja di PT Guna Dodos Pelalawan Diduga Bodong


Rabu, 4 Mei 2016 14:09
Hadiri Peringatan Isra' Mi'raj di Al Huda,
Bupati Inhil Bangga Tingginya Antusiasme Umat Ikuti Kegiatan Keagamaan


Rabu, 4 Mei 2016 14:02
Aniaya dan Nyaris Bunuh Istri,
DJ Star City Pekanbaru Diringkus Polisi


Rabu, 4 Mei 2016 13:53
Didominasi Kosmetik dan Obat Kuat, BBPOM Ekspos Hasil Tangkapan

Rabu, 4 Mei 2016 13:44
Diwarnai Penampilan Kesenian Berdah,
Asisten I Buka MTQ ke-46 Kecamatan Mandah


Rabu, 4 Mei 2016 12:17
Mahasiswa Universitas Riau Balajar Bikin Situs Berita ke Riauterkinicom



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 13 Pebruari 2010 16:19
Berkedok Koperasi, WNA Banyak Kuasai Lahan di Pulau Rupat

Ribuah hektar lahan di Pulau Rupat, Bengkalis dikuasai warga negara asing. Penguasaan dilakukan dengan menyalahgunakan fungsi koperasi.

Riauterkini-BENGKALIS- Pulau Rupat yang terletak diantara dua Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis itu saat ini tengah proses pembangunan dan masuk dalam Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM). Meskipun demikian, aktifitas WNA Asal Malaysia di tanah asli suku Akit tersebut tak henti-henti menjadi momok yang menakutkan ditengah-tengah masyarakat Pulau Rupat. Salah satu bukti keberadaan Koperasi Manunggal Karsa, di Jalan Eka Sakti, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis yang dinilai telah mengolah lahan illegal. Anggota DPRD Bengkalis asal pemilihan Rupat, Mislidi, mengatakan, aktifitas Koperasi Manunggal Karsa (KMK) di Kecamatan Rupat sudah melampaui batas kewajaran. Pihak koperasi telah berusaha menguasai lahan secara illegal. Terbukti melalui surat yang ditandatangai Camat Rupat.

“Koperasi ini telah melampaui batas, bermodal surat yang ditandatangani Camat, berusaha mengklaim jika lahan tersebut adalah lahan miliknya. Otak dibelakangnya tetap saja pelaku illegal loging yang merupakan WNA Asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng,” cetusnya kepada sejumlah wartawan Jum'at (12/2/10) di Bengkalis.

Dijelaskan Misliadi, saat ini Acua alias Cua Ceng Heng kembali mengibarkan bendera dengan membabat habis hutan bakau di Dusun Teluk, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Menurut informasi dari masyarakat, Acua saat ini tengah dikontrak oleh PT Marita Makmur Jaya (MMJ) untuk melakukan penguasaan lahan di Pulau Rupat. Tak hanya itu, aktifitas koperasi manunggal karsa di Pulau Rupat mulai meresahkan masyarakat. Karena pelaku-pelaku di dalam koperasi itu mulai disusupi oleh WNA Asal Malaysia lainnya, sebagai pemodal.

“Berdasarkan informasi, WNA asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng sudah kembali lagi ke Rupat dengan menggunakan paspor wisata. Kita akan coba mencari tahu dan memanggilnya, apalagi Acua selaku pengelola Koperasi Manunggal Karsa. Jika perlu akan kita surati aparat kepolisian untuk melakukan tindakan upaya hukum sesesuai dengan UU Republik Indonesia. Akibat ulahnya itu.” kata Misliadi lagi.

Acua Alias Cua Ceng Heng adalah Pelaku dibelakang layar merupakan cukong illegal loging yang terkenal di Rupat pada tahun 2005 lalu, dan pernah ditangkap tim Penyidik Unit Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau saat melakukan aktifitas Illegal Loging di Pulau Rupat tersebut.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Walikota Pekanbaru Canangkan Kampung KB Kota Pekanbaru‎‎
- Besok, Alumni Kimia FMIPA UR Taja Reuni Akbar Perdana
- Atasi Krisis Listrik, PLN Area Rengat Datangkan Pembangkit Baru 10 MW
- Ratusan Anggota Koptan Reboisasi di Rohul Nyaris Bentrok dengan Torganda
- Pemko Akan Benahi Penyelanggaraan Dumai Expo
- Bupati Jefry Hadiri Pengukuhan PD Muahammadiyah Kampar
- Seorang Mahasiswa di Kuok, Kampar Tewas Disambar Petir


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.27.220
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com