Untitled Document
Selasa, 28 Zulqaidah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Selasa, 23 September 2014 17:18
Polres Kuansing Kembali Razia PETI

Selasa, 23 September 2014 17:09
Ikuti POPDA ke-12 Riau, Pemkab Meranti Turunkan 136 Atlet

Selasa, 23 September 2014 17:03
Cegah Paham ISIS, Kesbangpol Pekanbaru Gelar Seminar

Selasa, 23 September 2014 16:58
2015, Pemko Pekanbaru Mulai Terapkan SAP Berbasis Akrual Secara Utuh

Selasa, 23 September 2014 16:44
Oktober, PKL Pasar Arengka Wajib Pindah

Selasa, 23 September 2014 16:08
Dugaan Korupsi Manipulasi Penerbitan SHM KHTN,
Jaksa Panggil Dua Pejabat sebagai Saksi, Satu Mangkir.


Selasa, 23 September 2014 15:57
APBD Defisit, Pembangunan Mako Polres dan Gedung DPRD Rohul Ditunda



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 13 Pebruari 2010 16:19
Berkedok Koperasi, WNA Banyak Kuasai Lahan di Pulau Rupat

Ribuah hektar lahan di Pulau Rupat, Bengkalis dikuasai warga negara asing. Penguasaan dilakukan dengan menyalahgunakan fungsi koperasi.

Riauterkini-BENGKALIS- Pulau Rupat yang terletak diantara dua Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis itu saat ini tengah proses pembangunan dan masuk dalam Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM). Meskipun demikian, aktifitas WNA Asal Malaysia di tanah asli suku Akit tersebut tak henti-henti menjadi momok yang menakutkan ditengah-tengah masyarakat Pulau Rupat. Salah satu bukti keberadaan Koperasi Manunggal Karsa, di Jalan Eka Sakti, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis yang dinilai telah mengolah lahan illegal. Anggota DPRD Bengkalis asal pemilihan Rupat, Mislidi, mengatakan, aktifitas Koperasi Manunggal Karsa (KMK) di Kecamatan Rupat sudah melampaui batas kewajaran. Pihak koperasi telah berusaha menguasai lahan secara illegal. Terbukti melalui surat yang ditandatangai Camat Rupat.

“Koperasi ini telah melampaui batas, bermodal surat yang ditandatangani Camat, berusaha mengklaim jika lahan tersebut adalah lahan miliknya. Otak dibelakangnya tetap saja pelaku illegal loging yang merupakan WNA Asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng,” cetusnya kepada sejumlah wartawan Jum'at (12/2/10) di Bengkalis.

Dijelaskan Misliadi, saat ini Acua alias Cua Ceng Heng kembali mengibarkan bendera dengan membabat habis hutan bakau di Dusun Teluk, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Menurut informasi dari masyarakat, Acua saat ini tengah dikontrak oleh PT Marita Makmur Jaya (MMJ) untuk melakukan penguasaan lahan di Pulau Rupat. Tak hanya itu, aktifitas koperasi manunggal karsa di Pulau Rupat mulai meresahkan masyarakat. Karena pelaku-pelaku di dalam koperasi itu mulai disusupi oleh WNA Asal Malaysia lainnya, sebagai pemodal.

“Berdasarkan informasi, WNA asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng sudah kembali lagi ke Rupat dengan menggunakan paspor wisata. Kita akan coba mencari tahu dan memanggilnya, apalagi Acua selaku pengelola Koperasi Manunggal Karsa. Jika perlu akan kita surati aparat kepolisian untuk melakukan tindakan upaya hukum sesesuai dengan UU Republik Indonesia. Akibat ulahnya itu.” kata Misliadi lagi.

Acua Alias Cua Ceng Heng adalah Pelaku dibelakang layar merupakan cukong illegal loging yang terkenal di Rupat pada tahun 2005 lalu, dan pernah ditangkap tim Penyidik Unit Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau saat melakukan aktifitas Illegal Loging di Pulau Rupat tersebut.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- 2015, Pemko Pekanbaru Mulai Terapkan SAP Berbasis Akrual Secara Utuh
- Oktober, PKL Pasar Arengka Wajib Pindah
- Halte TMP Banyak Rusak, Dishub Pekanbaru Belum Ambil Tindakan
- Perlansia Kampar 2012-2017 Dikukuhkan
- Yonif 132/BS-Barber BC Gelar Lomba Burung Berkicau
- Ketua RT dan RW di Meranti Dapat Seragam Dinas
- Teuku Rahman Jabat Kajari Rengat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.120.148
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com