Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 19 Januari 2017 22:38
Sidang Meranti Berdarah, JPU Hadirkan Tiga Saksi

Kamis, 19 Januari 2017 22:36
Komisi A DPRD Riau Minta Polda Usut Perusahaaan Pengguna Naker China Ilegal

Kamis, 19 Januari 2017 22:18
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Areal Kebun PT RAPP Kuansing

Kamis, 19 Januari 2017 22:06
Jualan Togel, Kakek di Duri Huni Hotel Prodeo

Kamis, 19 Januari 2017 21:59
Optimis Diterima Masyarakat, Efendi Pimpin DPC Partai Islam Damai Aman

Kamis, 19 Januari 2017 20:36
Sejalankan Infrastruktur dan Pendidikan,
Gubri Maksimalkan Blusukan ke Daerah Terpencil


Kamis, 19 Januari 2017 20:09
Sekda Pimpin Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah

Kamis, 19 Januari 2017 19:47
Awali 2017, Agung Toyota Luncurkan Kijang Innova New Venturer di Pekanbaru

Kamis, 19 Januari 2017 19:38
Ini Keterangan Polres Inhil Penyebab Kebakaran SPPB PT Era Mandiri di Desa Sungai Perak

Kamis, 19 Januari 2017 19:15
Jalan Tambal Sulam di Siak Rusak Lagi, Dinas PU Riau Surati PT Hasrat Tata Jaya



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 13 Pebruari 2010 16:19
Berkedok Koperasi, WNA Banyak Kuasai Lahan di Pulau Rupat

Ribuah hektar lahan di Pulau Rupat, Bengkalis dikuasai warga negara asing. Penguasaan dilakukan dengan menyalahgunakan fungsi koperasi.

Riauterkini-BENGKALIS- Pulau Rupat yang terletak diantara dua Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis itu saat ini tengah proses pembangunan dan masuk dalam Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM). Meskipun demikian, aktifitas WNA Asal Malaysia di tanah asli suku Akit tersebut tak henti-henti menjadi momok yang menakutkan ditengah-tengah masyarakat Pulau Rupat. Salah satu bukti keberadaan Koperasi Manunggal Karsa, di Jalan Eka Sakti, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis yang dinilai telah mengolah lahan illegal. Anggota DPRD Bengkalis asal pemilihan Rupat, Mislidi, mengatakan, aktifitas Koperasi Manunggal Karsa (KMK) di Kecamatan Rupat sudah melampaui batas kewajaran. Pihak koperasi telah berusaha menguasai lahan secara illegal. Terbukti melalui surat yang ditandatangai Camat Rupat.

“Koperasi ini telah melampaui batas, bermodal surat yang ditandatangani Camat, berusaha mengklaim jika lahan tersebut adalah lahan miliknya. Otak dibelakangnya tetap saja pelaku illegal loging yang merupakan WNA Asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng,” cetusnya kepada sejumlah wartawan Jum'at (12/2/10) di Bengkalis.

Dijelaskan Misliadi, saat ini Acua alias Cua Ceng Heng kembali mengibarkan bendera dengan membabat habis hutan bakau di Dusun Teluk, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Menurut informasi dari masyarakat, Acua saat ini tengah dikontrak oleh PT Marita Makmur Jaya (MMJ) untuk melakukan penguasaan lahan di Pulau Rupat. Tak hanya itu, aktifitas koperasi manunggal karsa di Pulau Rupat mulai meresahkan masyarakat. Karena pelaku-pelaku di dalam koperasi itu mulai disusupi oleh WNA Asal Malaysia lainnya, sebagai pemodal.

“Berdasarkan informasi, WNA asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng sudah kembali lagi ke Rupat dengan menggunakan paspor wisata. Kita akan coba mencari tahu dan memanggilnya, apalagi Acua selaku pengelola Koperasi Manunggal Karsa. Jika perlu akan kita surati aparat kepolisian untuk melakukan tindakan upaya hukum sesesuai dengan UU Republik Indonesia. Akibat ulahnya itu.” kata Misliadi lagi.

Acua Alias Cua Ceng Heng adalah Pelaku dibelakang layar merupakan cukong illegal loging yang terkenal di Rupat pada tahun 2005 lalu, dan pernah ditangkap tim Penyidik Unit Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau saat melakukan aktifitas Illegal Loging di Pulau Rupat tersebut.***(dik)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Jalan Tambal Sulam di Siak Rusak Lagi, Dinas PU Riau Surati PT Hasrat Tata Jaya
- PLN Akan Pasang Jaringan Baru di Tiga Desa Terisolir di Rohul
- Belum Diresmikan, Gedung Baru PN Pasirpangaraian Sudah Difungsikan
- Tak Bawa Data Lengkap,
Hearing Komisi A DPRD Riau dengan BKD Diundur

- Diduga Praktek Maksiat,
Satpol PP Pelalawan Razia Sejumlah Salon dan Panti Pijat

-
- Kanwilkum HAM Baru Terima 24 Paspor dari 35 TKA Asal China


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.161.200.170
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com