Untitled Document
Sabtu, 6 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Sabtu, 29 Nopember 2014 10:05
Tinggal di Pelosok, Seorang Anggota DPRD Rohil Rutin Menembus Lumpur

Sabtu, 29 Nopember 2014 09:54
Kenalkan Tiga Produk Andalan,
Mitsubishi Gelar ICV Ghatering 2014 di Bagansiapiapi, Rohil


Sabtu, 29 Nopember 2014 09:48
Gelar Jalan Santai,
Pemkab Rohil Peringati HUT Korpri, PGRI dan Dharma Wanita Bersamaan


Sabtu, 29 Nopember 2014 09:41
Seorang Nenek di Selatpanjang, Meranti Hagus Terbakar dalam Rumah

Sabtu, 29 Nopember 2014 04:35
Kapolres Inhu Pimpin Sertijab Sejumlah Perwira

Sabtu, 29 Nopember 2014 05:23


Sabtu, 29 Nopember 2014 04:22
Ribuan Pramuka Penggalang Rohul Ikuti Kemah Jambore di Kota Lama



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 13 Pebruari 2010 16:19
Berkedok Koperasi, WNA Banyak Kuasai Lahan di Pulau Rupat

Ribuah hektar lahan di Pulau Rupat, Bengkalis dikuasai warga negara asing. Penguasaan dilakukan dengan menyalahgunakan fungsi koperasi.

Riauterkini-BENGKALIS- Pulau Rupat yang terletak diantara dua Kecamatan Rupat dan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis itu saat ini tengah proses pembangunan dan masuk dalam Kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM). Meskipun demikian, aktifitas WNA Asal Malaysia di tanah asli suku Akit tersebut tak henti-henti menjadi momok yang menakutkan ditengah-tengah masyarakat Pulau Rupat. Salah satu bukti keberadaan Koperasi Manunggal Karsa, di Jalan Eka Sakti, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis yang dinilai telah mengolah lahan illegal. Anggota DPRD Bengkalis asal pemilihan Rupat, Mislidi, mengatakan, aktifitas Koperasi Manunggal Karsa (KMK) di Kecamatan Rupat sudah melampaui batas kewajaran. Pihak koperasi telah berusaha menguasai lahan secara illegal. Terbukti melalui surat yang ditandatangai Camat Rupat.

“Koperasi ini telah melampaui batas, bermodal surat yang ditandatangani Camat, berusaha mengklaim jika lahan tersebut adalah lahan miliknya. Otak dibelakangnya tetap saja pelaku illegal loging yang merupakan WNA Asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng,” cetusnya kepada sejumlah wartawan Jum'at (12/2/10) di Bengkalis.

Dijelaskan Misliadi, saat ini Acua alias Cua Ceng Heng kembali mengibarkan bendera dengan membabat habis hutan bakau di Dusun Teluk, Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat. Menurut informasi dari masyarakat, Acua saat ini tengah dikontrak oleh PT Marita Makmur Jaya (MMJ) untuk melakukan penguasaan lahan di Pulau Rupat. Tak hanya itu, aktifitas koperasi manunggal karsa di Pulau Rupat mulai meresahkan masyarakat. Karena pelaku-pelaku di dalam koperasi itu mulai disusupi oleh WNA Asal Malaysia lainnya, sebagai pemodal.

“Berdasarkan informasi, WNA asal Malaysia Acua alias Cua Ceng Heng sudah kembali lagi ke Rupat dengan menggunakan paspor wisata. Kita akan coba mencari tahu dan memanggilnya, apalagi Acua selaku pengelola Koperasi Manunggal Karsa. Jika perlu akan kita surati aparat kepolisian untuk melakukan tindakan upaya hukum sesesuai dengan UU Republik Indonesia. Akibat ulahnya itu.” kata Misliadi lagi.

Acua Alias Cua Ceng Heng adalah Pelaku dibelakang layar merupakan cukong illegal loging yang terkenal di Rupat pada tahun 2005 lalu, dan pernah ditangkap tim Penyidik Unit Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Riau saat melakukan aktifitas Illegal Loging di Pulau Rupat tersebut.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Gelar Jalan Santai,
Pemkab Rohil Peringati HUT Korpri, PGRI dan Dharma Wanita Bersamaan

- Kontraktor Resah, Material Bangunan Mulai ‘Putus’ di Bengkalis
- 10 Tahun Lagi, Riau Baru Bisa Jadi Embarkasi Haji
- Bakti Sosial IDI dan PDGI Rohul di Rambah Utama Berjalan Sukses
- Menara Bank Riau-Kepri Baru Bisa Ditempati Maret Mendatang
- Pembentukan 27 Desa di Rohul Diharapkan Jadi Magnet Pariwisata
- BPTP2M Rohul Segera Pindah Kantor ke Gedung Daerah Pasirpangaraian


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.84.123
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com