Berita Terhangat... |
Rabu, 8 September 2010 18:05 Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
Rabu, 8 September 2010 18:03 Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
Rabu, 8 September 2010 17:42 Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
Rabu, 8 September 2010 16:01 PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
Rabu, 8 September 2010 15:57 11 Langsung Bebas, 280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran
Rabu, 8 September 2010 14:19 Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya, Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil
Rabu, 8 September 2010 13:34 RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran
|
|
|
|
Ahad, 7 Pebruari 2010 16:39 Sejak Januari Pengunjung Museum SNU Capai 2.195
Keberadaan Museum Sang Nila Utama (SNU) kian menarik perhatian. Paling tidak data jumlah kunjungan sejak Januari 2010 yang mencapai 2.195 orang bisa menjadi bukti.
Riauterkini-PEKANBARU—Sejak Januari sampai minggu pertama Februari 2010, sebanyak 2.195 orang telah berkunjung ke Museum Sang Nila Utama (SNU). Pekanbaru Riau, Ribuan orang pengunjung tersebut terdiri dari pelajar Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Mahasiswa dan masyarakat umum. Bahkan 7 orang di antaranya merupakan tamu asing yang sedang berada di Pekanbaru, Riau.
Menurut pengelola Museum SNU, Yoserizal Zen, pihaknya akan tetap mencari terobosan baru untuk menambah jumlah pengunjung. Selain terobosan baru untuk meningkatkan jumlah pengunjung, kita juga tengah mencari fomula yang tepat agar pengunjung yang telah datang, kembali lagi berkunjung.
“Bahkan bila perlu mereka datang membawa pengunjung baru. Kita akan libatkan masyarakat sebagai juru bicara kita di tengah masyarakat. Ini pun sesuai arahan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Riau agar pengelola museum harus kreatif dan inovatif,” kata Yoserizal Zen, kemarin di ruang kerjanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, meski pengunjung Museum SNU selama tahun 2009 mencapai 21.914 orang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadis Budpar) Riau, Joni Irwan, tidak puas dengan jumlah tersebut. Karenanya dirinya minta pengelola Museum SNU lebih kreatif dan jemput bola dalam mengusung program yang telah dicanangkan pemerintah pusat melalui Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata, Tahun Kunjung Museum tahun 2010.
“Tahun 2010, museum harus melakukan kegiatan yang lebih optimis, sehingga tujuan Visit Museum Year dapat terwujud,” kata Joni Irwan kepada wartawan kemarin di ruang kerjanya. Pernyataan Kadis Budpar Riau ini, sehubungan dicanangkannya Tahun Kunjung Museum pada tahun ini.
Menurut Joni, tujuan Visit Museum Year adalah agar terjadinya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap nilai penting budaya bangsa, semakin kuatnya kepedulian dan peranserta pemangku kepentingan dan pengembangan museum, terwujudnya museum sebagai media belajar dan kesenangan yang dinamis dan atraktif bagi pengunjung, terwujudnya museum sebagai kebanggaan publik, terwujudnya kualitas pelayanan museum, serta terjadinya peningkatan jumlah kunjungan ke museum.
Museum merupakan sarana untuk mengembangkan budaya dan peradaban manusia manusia. “Dengan kata lain, museum tidak saja bergerak di sektor budaya, tetapi juga bergerak di sektor ekonomi, politik, sosial dan lainnya,” ujar Joni Irwan. Di samping itu, museum merupakan wahana yang memiliki peranan strategis terhadap penguatan identitas masyarakat sekitarnya.
Bahkan dikatakan Joni Irwan, para ahli kebudayaan meletakkan museum sebagai bagian dari pranata social dan sebagai wahana untuk memberikan gambaran dan mendidik perkembangan alam dan budaya manusia kepada komunitas dan publik.
“Kalau kita mau jujur, museum bisa men-dunia-kan suatu daerah. Sebab, setiap negara di dunia ini memiliki museum. Bahkan di Jepang telah ada 9 universitas museum,” ungkap Joni sembari menyebut bahwa Museum SNU merupakan objek wisata budaya unggulan dalam menyongsong tahun kunjungan Riau tahun 2012 mendatang. (mad)
|
|