Berita Terhangat... |
Rabu, 8 September 2010 18:05 Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
Rabu, 8 September 2010 18:03 Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
Rabu, 8 September 2010 17:42 Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
Rabu, 8 September 2010 16:01 PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
Rabu, 8 September 2010 15:57 11 Langsung Bebas, 280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran
Rabu, 8 September 2010 14:19 Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya, Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil
Rabu, 8 September 2010 13:34 RTB Dituding Hanya Habiskan Anggaran
|
|
|
|
Sabtu, 6 Pebruari 2010 16:19 Warga Pasirpanggaraian Keluhkan Parkir Liar Kian Menjamur
Menjamurnya parkiran liar di kota Pasirpangaraian Rohul semakin meresahkan pedagang dan masyarakat, karena mengurangi rezeki, kemacetan jalan dan keindahan kota.
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Menjamurnya parkiran liar di kota Pasirpangaraian Rohul selama ini, sangat meresahkan pedagang dan warga Pasirpangaraian. Apalagi parkiran yang memakan badan jalan, menyebabkan kemacetan jalan dan mengganggu keindahan kota Pasirpangaraian.
Hal itu diungkapkan seorang pedagang pakaian, Agus, karena sejak ada parkiran di depan tokonya, pembeli enggan datang atau sekedar melihat dagangannya, karena tidak membeli juga diwajib membayar.
"Bulan lalu belum ada parkiran didepan toko saya, tetapi sejak adanya parkiran dagangan jadi sepi," tutur Agus kepada riauterkini karena takut terdengar petugas parkir.
Begitu juga dengan pedagang kios pulsa, Wawan, dagangan pulsanya sepi sejak ada parkiran liar di depan kiosnya. Karena orang yang membeli pulsa di kiosnya, terpaksa membayar uang parkiran sebesar Rp.1000.
"Seharusnya Dinas Perhubungan lebih mengontrol petugas parkiran, karena pihaknya yang memberikan izin parkir, apalagi punya kartu anggota parkir, bebas buka dimana saja," ungkap Wawan.
Seorang warga Desa Babussalam, Anik, yang mem-fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk ikut lowongan CPNS, juga pernah berdebat dengan petugas parkir gara-gara tidak mau membayar uang parkiran, karena biaya parkir yang diminta lebih besar daripada biaya fotocopy.
"Mereka meminta dengan memaksa, makanya saya sempat berdebat dengan petugas parkir," papar Anik di tempat terpisah.
Sejauh ini belum ada perhatian dari Dinas Perhubungan Rohul, apalagi parkiran liar di pasar Tugu Pasirpangaraian yang memakai sebagian badan jalan, sehingga mengganggu lalulintas, dan menyebabkan macet, terutama pagi hari. Belum lagi truk, mobil boks dan becak yang parkiran sembarangan.***(zal)
|
|