Berita Terhangat... |
Jum’at, 3 September 2010 18:08 Kebutuhan Rp 2,5 Trilyun, Kemenpora Sekedar Bantu Rp 80 M untuk PON Riau
Jum’at, 3 September 2010 17:57 Lagi, Polres Bengkalis Sita Kayu Ilegal tanpa Tersangka
Jum’at, 3 September 2010 17:56 Sepekan, 6 Rumah Warga Sebuah Desa di Rohul Kemalingan
Jum’at, 3 September 2010 17:44 Produksi Terus Turun, BOB Pertamina-BSP Sering Dimarahi BP Migas
Jum’at, 3 September 2010 17:03 Bupati Bengkalis Keluarkan Peraturan Suaka Ikan Terubuk
Jum’at, 3 September 2010 16:56 Jelang Lebaran, Warga Bengkalis Serbu Uang Pecahan
Jum’at, 3 September 2010 16:54 Sidang Korupsi Genset Rohul Ditunda Selesai Lebaran
|
|
|
|
Sabtu, 30 Januari 2010 10:20 Jaringan Terganggu, Pasokan Listrik ke Sebagian Pekanbaru Putus 6 Jam
Ribuan pelanggan PLN di Pekanbaru harus melewati awal hari tanpa listrik. Akibat jaringan terganggu, pasokan listrik sempat putus 6 jam.
Riauterkini-PEKANBARU- Malam pergantian hari, Jumat (29/1/10) ke Sabtu (30/1/10) harus dilewati ribuan warga Pekanbaru tanpa aliran listrik. Sebagian kawasan, seperti Kecamatan Marpoyan Damai dan Tampan. Sejak pukul 23.45 WIB, Jumat hingga pukul 6.15 WIB, Sabtu aliran listriknya terputus.
Menurtu Menjer PT. PLN (Persero) Cabang Pekanbaru Ilham, terputusnya pasokan listrik di sebagian kawasan Pekanbaru disebabkan adanya gangguan jaringan. Setelah dilakukan penelusuran, gangguan jaringan terdapat di kawasan Komplek TNI-AU. “Gangguan jaringannya berada di Komplek AURI, tapi sudah bisa diatasi,” ujarnya saat dihubungi riauterkini, Sabtu (30/1/10).
Ketika ditanya, apakah kondisi pasokan listrik saat ini sudah sepenuhnya normal, Ilham membenarkan. Meskipun untuk kawasan Komplek Pangkalan TNI-AU masih ada proses perbaikan yang belum tuntas.
Akibat pasokan listrik terputus tiba-tiba dan dalam waktu cukup panjang, banyak warga yang tak bisa tidur nyenyak. Selain karena terganggu suhu panas, juga akibat banyak anak-anak balita yang menangis.
"Lain kali kalau mati jangan terlalu lama. Kami tak bisa tidur, karena anak-anak nangis terus. Kepanasan," keluh Suharman, warga Marpoyan Damai kepada riauterkini.***(mad)
|
|