Berita Terhangat... |
Jum’at, 3 September 2010 18:08 Kebutuhan Rp 2,5 Trilyun, Kemenpora Sekedar Bantu Rp 80 M untuk PON Riau
Jum’at, 3 September 2010 17:57 Lagi, Polres Bengkalis Sita Kayu Ilegal tanpa Tersangka
Jum’at, 3 September 2010 17:56 Sepekan, 6 Rumah Warga Sebuah Desa di Rohul Kemalingan
Jum’at, 3 September 2010 17:44 Produksi Terus Turun, BOB Pertamina-BSP Sering Dimarahi BP Migas
Jum’at, 3 September 2010 17:03 Bupati Bengkalis Keluarkan Peraturan Suaka Ikan Terubuk
Jum’at, 3 September 2010 16:56 Jelang Lebaran, Warga Bengkalis Serbu Uang Pecahan
Jum’at, 3 September 2010 16:54 Sidang Korupsi Genset Rohul Ditunda Selesai Lebaran
|
|
|
|
Selasa, 31 Maret 2009 14:28 Balita Asal Kuantan VII Dipastikan Meninggal Akibat Flu Burung
Wahyu dinyatakan positif flu burung setelah hasil sampelnya yang diambil beberapa waktu lalu ternyata positif. Sayang, Diskes Kota belum mendapatkan hasil resmi.
Riauterkini-PEKANBARU- Wahyu Ibnu Saputra, baita berusia 2,5 tahun, anak Haryono, warga Jalan Kuantan VII Pekanbaru dipastikan terjangkit virus flu burung. Balita tersebut meninggal dunia Kamis (26/3/09) di RSUD Arifin Achmad. Almarhum dinyatakan positif terjangkit virus H5N1 atau Avian Ilnfluenza setelah sampel darahnya diterima Diskes Provinsi Riau. Positifnya wahyu meninggal karena flu burung disampaikan Kadiskes Riau, Mursal Amir via telpon genggamnya.
"Kita baru terima sampel tadi pagi. Wahyu positif flu burung," ujar Mursal. Dugaan sementara, Wahyu terkena virus flu burung dari unggas yang mati tak jauh dari rumahnya.
Mengenai langkah antisipasi terhadap kasus ini, Diskes, lanjut Mursal, sudah mendata orang-orang yang berada di sekeliling Wahyu. Baik orang terdekat maupun paramedis yang merawat Wahyu selama di rumah sakit.
Sementara itu, Plt Kadiskes Pekanbaru, Rini Hermiyati yang dihubungi di tempat terpisah mengaku belum mendapat laporan hasil sampel. "Saya belum dapat laporan. Tahu dari mana?," ujarnya.
Jika memang positif, lanjutnya, sudah ada protap menanggulangi kasus flu burung. Bagaimana jika positif, atau negatif. Yang pasti, lanjut Rini, selama 21 hari dilakukan observasi bagi orang-orang yang pernah berada di sekeliling Wahyu saat masih hidup. "Jumlah pasti, saya tidak tahu. Dari keluarga dekat ada 6 orang. Belum lagi dari paramedis RSUD Arifin Ahmad," imbuhnya.
Tidak menutup kemungkinan, orang-orang tersebut menderita gejala sama dengan Wahyu. Rini seperti belum pasti ada ada yang mempunyai gejala panas dan demam tinggi walau ia sempat mendapat laporan. "Gejala, kemarin ada... Nanti saya tanya dulu yang pemantau," ucap Rini tanpa meneruskan kata-katanya.***(sari)
|
|