Untitled Document
Selasa, 25 Safar 1431 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Selasa, 9 Pebruari 2010 12:05
Bayi Bertuliskan Lafaz ‘Allah’ di Telingan Lahir di PMC Pekanbaru

Selasa, 9 Pebruari 2010 11:32
Ternyata Hanya 6 Daerah Dukung Program Kebun K2i

Selasa, 9 Pebruari 2010 11:31
Kaltim Belajar dari Riau Tetapkan Harga TBS

Selasa, 9 Pebruari 2010 07:39
Angkutan Barang di Bengkalis Dirugikan Timbangan Kapal Ro-Ro

Senin, 8 Pebruari 2010 20:47
Nihil Tersangka, 600 Tual Kayu Disita Polisi di Meranti

Senin, 8 Pebruari 2010 18:12
Tak Dibantu APBD Riau,
Pengelola 74 Panti Asuhan Mengadu ke DPRD


Senin, 8 Pebruari 2010 18:05
Dipanggil Komisi A DPRD Riau,
PT. SRL Bantah Serobot Lahan dan Abaikan Masyarakat




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 31 Maret 2009 14:28
Balita Asal Kuantan VII Dipastikan Meninggal Akibat Flu Burung

Wahyu dinyatakan positif flu burung setelah hasil sampelnya yang diambil beberapa waktu lalu ternyata positif. Sayang, Diskes Kota belum mendapatkan hasil resmi.

Riauterkini-PEKANBARU- Wahyu Ibnu Saputra, baita berusia 2,5 tahun, anak Haryono, warga Jalan Kuantan VII Pekanbaru dipastikan terjangkit virus flu burung. Balita tersebut meninggal dunia Kamis (26/3/09) di RSUD Arifin Achmad. Almarhum dinyatakan positif terjangkit virus H5N1 atau Avian Ilnfluenza setelah sampel darahnya diterima Diskes Provinsi Riau. Positifnya wahyu meninggal karena flu burung disampaikan Kadiskes Riau, Mursal Amir via telpon genggamnya.

"Kita baru terima sampel tadi pagi. Wahyu positif flu burung," ujar Mursal. Dugaan sementara, Wahyu terkena virus flu burung dari unggas yang mati tak jauh dari rumahnya.

Mengenai langkah antisipasi terhadap kasus ini, Diskes, lanjut Mursal, sudah mendata orang-orang yang berada di sekeliling Wahyu. Baik orang terdekat maupun paramedis yang merawat Wahyu selama di rumah sakit.

Sementara itu, Plt Kadiskes Pekanbaru, Rini Hermiyati yang dihubungi di tempat terpisah mengaku belum mendapat laporan hasil sampel. "Saya belum dapat laporan. Tahu dari mana?," ujarnya.

Jika memang positif, lanjutnya, sudah ada protap menanggulangi kasus flu burung. Bagaimana jika positif, atau negatif. Yang pasti, lanjut Rini, selama 21 hari dilakukan observasi bagi orang-orang yang pernah berada di sekeliling Wahyu saat masih hidup. "Jumlah pasti, saya tidak tahu. Dari keluarga dekat ada 6 orang. Belum lagi dari paramedis RSUD Arifin Ahmad," imbuhnya.

Tidak menutup kemungkinan, orang-orang tersebut menderita gejala sama dengan Wahyu. Rini seperti belum pasti ada ada yang mempunyai gejala panas dan demam tinggi walau ia sempat mendapat laporan. "Gejala, kemarin ada... Nanti saya tanya dulu yang pemantau," ucap Rini tanpa meneruskan kata-katanya.***(sari)




Berita Sosial lainnya ..........
- Bayi Bertuliskan Lafaz ‘Allah’ di Telingan Lahir di PMC Pekanbaru
- Ternyata Hanya 6 Daerah Dukung Program Kebun K2i
- Tak Dibantu APBD Riau,
Pengelola 74 Panti Asuhan Mengadu ke DPRD

- Disbudpar Riau Buat Database Elektronik Benda Cagar Budaya
- Walikota Hadiri Progam PHBS di Kelurahan Sekip
- Sejak Januari Pengunjung Museum SNU Capai 2.195
- Warga Pasirpanggaraian Keluhkan Parkir Liar Kian Menjamur


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 38.107.191.84
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com