Berita Terhangat... |
Jum’at, 3 September 2010 18:08 Kebutuhan Rp 2,5 Trilyun, Kemenpora Sekedar Bantu Rp 80 M untuk PON Riau
Jum’at, 3 September 2010 17:57 Lagi, Polres Bengkalis Sita Kayu Ilegal tanpa Tersangka
Jum’at, 3 September 2010 17:56 Sepekan, 6 Rumah Warga Sebuah Desa di Rohul Kemalingan
Jum’at, 3 September 2010 17:44 Produksi Terus Turun, BOB Pertamina-BSP Sering Dimarahi BP Migas
Jum’at, 3 September 2010 17:03 Bupati Bengkalis Keluarkan Peraturan Suaka Ikan Terubuk
Jum’at, 3 September 2010 16:56 Jelang Lebaran, Warga Bengkalis Serbu Uang Pecahan
Jum’at, 3 September 2010 16:54 Sidang Korupsi Genset Rohul Ditunda Selesai Lebaran
|
|
|
|
Rabu, 24 Oktober 2007 08:42 Berita 7 Suspect Flu Burung Siak Kacau, Dinkes Riau Kalang-kabut
Jika selama ini Dinas Kesehatan Riau sangat terbantu dengan pemberintaan media seputar flu burung, tidak dengan pemberitaan soal 7 suspect flu burung di Siak. Dinkes Riau mengaku dibuat kalang-kabut.
Riauterkini-PEKANBARU- Selasa (23/10) kemarin menjadi hari paling sibuk untuk memberikan konfermasi bagi Dinas Kesehatan Riau dan Tim Penanggulangan Flu Burung RSUD Arifin Achmad. Sejak pagi hingga malam mereka mengaku sibuk menjawab telephon dan SMS yang isinya mempertanyakan kebenaran berita sejumlah media massa mengenai adanya 7 warga Kabupaten Siak dinyatakan suspect flu burung.
"Waduh, hari ini saya benar-benar dibuat kalang-kabut oleh pemberintaan sejumlah media massa, terutama yang nasional soal adanya 7 warga Siak yang dinyatakan suspect flu burung. Itu berita sumbernya dari mana?" runtuk Kasubdin Pelayanan Kesehatan dan Gizi Dinas Kesehatan Riau Burhanuddin Agung kepada riauterkini, Selasa (23/10) tadi malam.
Kekacauan pemberitaan soal 7 warga Siak suspect flu burung dimulai oleh berita sebuah harian terkemuka di Pekanbaru yang menempatkan berita tersebut di halaman pertama. "Itu berita sumbernya bukan dari saya, tetapi dari siak. Mestinya teman-teman media memahami, kalau sudah menyangkut status suspect, hanya satu pintu yang boleh menyatakan, yakni Dinas Kesehatan provinsi. Bukan yang lain," ujarnya.
Tidak hanya Burhanuddin yang dibuat kaget dengan pemberintaan itu, Ketua Tim Penanggulangan Flu Burung RSUD Arifin Achmad Pekanbaru dr Azizman Saad juga bingung. "Lho, siapa yang menyatakan mereka suspect flu burung? Kalau suspect flu burung mana boleh berada di luar. Harus dirawat di sini, sementara sampai sekarang tidak ada lagi pasien di ruang isolasi," tuturnya kepada riauterkini kemarin.
Burhanuddin dan Azizman mengaku semakin kalang-kabut saat berita yang sama menghiasi layar televisi dalam bentuk raining teks di sejumlah televisi swasta. "Gara-gara raining teks tersebut saya semakin banyak menerima telephon berbagai pihak yang ingin mengecek kebenarannya, termasuk dari WHO," keluh Burhanuddin.
Ke depan Burhanuddin mengharapkan kondisi seperti itu tidak terjadi lagi dan para wartawan lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. "Saya selalu siap memberikan keterangan. Kalau tidak sempat ketemu langsung, cukup telephon, akan saya beri penjelasan," demikian saran Burhanuddin.***(mad)
|
|