Untitled Document
Selasa, 11 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 28 Juli 2015 12:20
Kapolsek Kompol Razif Pimpin Pemadaman Karhutla di Pangkalan Kerinci

Selasa, 28 Juli 2015 12:17
Daftar ke KPU Meranti, Irwan-Said Hasyim diusung 80 Persen Kursi

Selasa, 28 Juli 2015 11:35
Tinggalkan Senjata Laras Pendek, Dua Kelompok Pemuda Terlibat Perlahian di Langgam

Selasa, 28 Juli 2015 10:16
Mendaftar, Dua Parpol Pengusung IKO Ditolak KPU Kuansing

Selasa, 28 Juli 2015 07:43
Gencar Mensosialisasikan, Bupati Kampar Ajak Percepat Realisasi RTMPE

Senin, 27 Juli 2015 22:55
Hari Anak Nasional,
Bupati Achmad Ajak Orangtua Jauhkan Anak dari Bahaya Teknologi


Senin, 27 Juli 2015 22:47
350 CPNS Bengkalis Terima SK



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Sekda Kampar Minta Peringatan HUT RI 2015 Lebih Meriah
- ‎Parkir Liar di Pasar Pagi Arengka, Kasatpol PP Minta Dishub Bertindak
- 12 Peserta Lomba Puisi Unjuk Kebolahan di Pustaka Soeman Hs
- Belasan Rumah di Kampar Dihantam Puting Beliung
- Berbagai Prilaku Anak TK Saat Pertama Masuk Sekolah
- Koperasi Rejosari, Pekanbaru Terbaik di Tingkat Nasional 2015
- Upacara ari Koperasi ke 68 Pemko Pekanbaru Diselimuti Asap


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.50.90
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com