Untitled Document
Rabu, 6 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 1 Oktober 2014 14:19
Masih Diisolasi KPK,Gubri Baru Bisa Dijenguk Hari Senin

Rabu, 1 Oktober 2014 14:16
Diwarnai Tembakan Peringatan,
Polisi Dihadang Tersangka Ekstasi dan Keluarga Saat Penangkapan


Rabu, 1 Oktober 2014 13:57
Diduga Dikurangi, Warga Duri Keluhkan Isi Tabung Gas 3 Kilogram

Rabu, 1 Oktober 2014 13:51
Bapaknya Ditangkap KPK, Anak-anak Gubri Menghilang dari Kantor

Rabu, 1 Oktober 2014 13:42
Kisruh STIE Syari’ah Bengkalis,
Pemkab Siapkan Opsi Cabut Bantuan Operasional


Rabu, 1 Oktober 2014 13:34
Terkait Laporan PT BMPJ,
Kepala Satpol PP Rohul Siap Dipanggil Polda Riau


Rabu, 1 Oktober 2014 13:27
Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan Islamic Center Rohul, Jaksa Periksa PPTK



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Bapaknya Ditangkap KPK, Anak-anak Gubri Menghilang dari Kantor
- Peringati Hari Kesaktian Pancasila di Pekanbaru,
Seluruh Elemen Masyarakat Harus Turut Bangun Bangsa yang Berperadaban

- Bupati Rohil Pimpin Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Wagubri Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
- Aldo, Bocah Malang Tanpa Anus di Kuansing Akhirnya Meninggal Dunia
- EFS RAPP Siap Mitigasi Konflik Satwa Liar-Masyarakat
- 300 Lampu Jalan Rusak di Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.199.117
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com