Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 13 Pebruari 2016 16:45
Mulai Surut, Mensos Bantu Korban Banjir di Kampar

Sabtu, 13 Pebruari 2016 16:42
Tiga Tersangka Sabu Diamankan Sat Narkoba Polres Bengkalis di Duri

Sabtu, 13 Pebruari 2016 16:40
Bandar Sabu Diringkus Polres Bengkalis

Sabtu, 13 Pebruari 2016 13:57
Miliki Aset TBS, SMAN 7 Mandau Mandiri Sejahterakan Siswa Kurang Mampu

Sabtu, 13 Pebruari 2016 13:17
Dilepas Kadisbudparpora Inhil,
Wisatawan Tertarik Keindahan Hamparan Sersah dan Hutan Mangrove


Sabtu, 13 Pebruari 2016 13:13
BMKG: Riau Masih Berpeluang Hujan

Sabtu, 13 Pebruari 2016 13:11
Plt Gubri Nilai Pelantikan Sekda Inhu Tak Salah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Mulai Surut, Mensos Bantu Korban Banjir di Kampar
- Plt Gubri Nilai Pelantikan Sekda Inhu Tak Salah
- Sudah Menyerang 514 Warga, Riau Belum KLB Deman Berdarah
- Buka Konwil IV Muslimat NU Riau, Mensos Janjikan 8,2 Juta Keluarga Nikmati KKS
- RAPP Bantu Korban Banjir Kuansing
- Waspada, LGBT Prilaku Seks Menyimpang Mulai Jangkiti Remaja di Meranti
- GAPKI Cabang Riau Salurkan Bantuan pada Korban Banjir Kampar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.159.24.159
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com