Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 21 Agustus 2017 11:23
PCR Expo 2017, Cara Jitu Kenalkan Jurusan Akademik ke Masyarakat

Senin, 21 Agustus 2017 11:08
Pimpin Apel Awal Pekan, Bpati Rohul Tantang Pejabat Ikut Assesment

Senin, 21 Agustus 2017 10:49
Pemko Dianggap tak Tegas, Supir Taksi Konvesional tak Jamin Bentrok Berakhir

Senin, 21 Agustus 2017 09:45
Besok, Menkominfo Buka Kongres Perdana AMSI di Jakarta

Senin, 21 Agustus 2017 09:26
Protes Angkutan Online, Seratuan Taksi Blokir Kantor Walikota Pekanbaru

Senin, 21 Agustus 2017 08:36
Gubri Temu Ramah dengan Guru dan Jajaran Dinas Pendidikan di Dumai

Senin, 21 Agustus 2017 07:33
Polresta Pekanbaru Proses Laporan Supir Taksi Kopsi Pukuli Pengemudi Go Jek dan Go Car

Senin, 21 Agustus 2017 07:23
Transportasi Online Vs Kompensioanl, Gubri Himbau Semua Pihak Ikuti Aturan

Ahad, 20 Agustus 2017 20:46
HUT Jalasenastri Armada Barat, Gubri Kunjungi Mako Lanal Dumai

Ahad, 20 Agustus 2017 20:06
Bentrok dengan Supir Taksi,
3 Korban Luka Pengemudi Gojek Dievakuasi ke RS Bhayangkara




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Besok, Menkominfo Buka Kongres Perdana AMSI di Jakarta
- HUT Jalasenastri Armada Barat, Gubri Kunjungi Mako Lanal Dumai
- Besok, Gubri dan Tiga Dirjend Ground Breaking Spam Durolis di Rohil
- RAPP Dukung Pelestarian Budaya Pacu Jalur di Kuansing
- HUT ke 72 RI, Gubri Lepas Ribuan Siswa Jalan Santai di Pekanbaru
- Diduga Proyek Siluman Mulai Marak di Duri
- Apkasindo Kembali Seleksi Beasiswa Anak Petani Sawit


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.146.59.207
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com