Untitled Document
Jumat, 16 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 3 Juli 2015 17:26
Panwaslu Dumai Belum Temukan Masalah Dukungan Calon Independen

Jum’at, 3 Juli 2015 17:24
KPU Dumai Terima DP4 Mencapai 188.679 Jiwa

Jum’at, 3 Juli 2015 17:20
Mendagri Segera Pecat Direktur IPDN dan Praja Terlibat Tindakan Asusila

Jum’at, 3 Juli 2015 17:11
Jelang Pilkada 2015,
PKB Keluarkan SK Dukungan Untuk Empat Kabupaten/Kota


Jum’at, 3 Juli 2015 17:07
Investasi Rp20 Triliun Terancam Hilang,
Pemprov Riau Diminta Bantu Tuntaskan Persoalan RTRW Dumai


Jum’at, 3 Juli 2015 17:03
Tetap Perjuangkan Riau di Pusat,
Intsiawati Ayus Diharapkan Takmaju di Pilkada Bengkalis


Jum’at, 3 Juli 2015 15:24
Gandeng YKAKI Bangun Rumah Singgah,
Alfamart Ajak Anak-anak Penderita Kanker Buka Puasa Bersama




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Investasi Rp20 Triliun Terancam Hilang,
Pemprov Riau Diminta Bantu Tuntaskan Persoalan RTRW Dumai

- Bupati Kuansing Buka Sosialisasi Kebijakan Dana Desa
- Plt Gubri Minta Arahan Mendagri Soal Pilkada Serentak dan Perbatasan
- Banggar DPRD Riau Ingatkan Pemprov Segera Tindak Lanjuti Temuan BPK
- Gelar Buka Bersama, PN Pekanbaru Santuni Ratusan Anak Yatim
- H - 9 Idul Fitri, Jalan Lintas Duri-Pekanbaru Bebas Kemacetan Panjang
- Larang Pejabat Terima Parsel,
Wakil Rakyat di DPRD Riau Dukung Imbauan KPK



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.137.66
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com