Untitled Document
Rabu, 27 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 22 Oktober 2014 14:19
Diduga Tak Kantongi Izin Pariwisata,
FPI Rohul Pertanyakan Keberadaan Rumah Makan BPK di Pinggir Jalan


Rabu, 22 Oktober 2014 14:15
Nasrudin Hasan Ketua Defenitif DPRD Rohil

Rabu, 22 Oktober 2014 14:10
Gadis di Bawah Umur di Pekanbaru Dicabuli Abang Kandung

Rabu, 22 Oktober 2014 14:05
35 Anggota DPRD Pelalawan Jalani Bimtek di Jakarta

Rabu, 22 Oktober 2014 13:58
Himpaudi Rohil Gelar Diklat Berjenjang Tingkat Lanjutan PAUD

Rabu, 22 Oktober 2014 13:40
Ratusan Petani Bengkalis Meriahkan Karnaval Hasil Bercocok Tanam

Rabu, 22 Oktober 2014 13:37
Diperiksa KPK untuk Kasus Gubri Nonaktif,
Lima Pegawai Protokol 'Kesandung Kacang Pukul' Rp500 Juta




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Diduga Tak Kantongi Izin Pariwisata,
FPI Rohul Pertanyakan Keberadaan Rumah Makan BPK di Pinggir Jalan

- Nasrudin Hasan Ketua Defenitif DPRD Rohil
- Himpaudi Rohil Gelar Diklat Berjenjang Tingkat Lanjutan PAUD
- Ratusan Santri PDTA Pawai Taaruf Tahun Baru Hijriyah
- BPBD Dumai Gelar Pelatihan Penanggulangan Korban Bencana
- Listrik di Duri Padam Akibat Gerimis dan Angin Ringan
- Hingga Akhir 2015, Penanganan Sampah di Pekanbaru Tak Akan Berubah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.35.130
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com