Untitled Document
Ahad, 19 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Ahad, 20 April 2014 13:08
Carry Tabrak Fuso di Kampar, Tiga Tewas dan Tiga Kritis

Ahad, 20 April 2014 13:06
Berjudi, Tiga Warga Sumut dan Dua Warga Rohul Ditangkap

Ahad, 20 April 2014 13:04
Tenas Kritik Rencana Gubri Ganti Selembayung dengan Kubah

Ahad, 20 April 2014 13:01
KPU Pekanbaru Gelar Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu di Hotel

Ahad, 20 April 2014 11:54
KPU Inhil Mulai Gelar Pleno Penghitungan Suara Pileg

Ahad, 20 April 2014 11:47
Satelit Pantau Kemunculan 47 Titik Panas di Riau

Ahad, 20 April 2014 08:40
PKB Suskes Besar di Inhil, Dani M Nursalam Layak Pimpin DWP Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Tenas Kritik Rencana Gubri Ganti Selembayung dengan Kubah
- Mencelup Mosil, Tradisi Unik Masyarakat Meranti
- Rumah Sunting Evaluasi Pementasan "Jalang" di Buluhcina
- PLTG Mengkirip Meranti Ditargetkan Tuntas Pertengahan Mei
- Umpatan Kotor Gubri Annas Mendunia Lewat Youtube
- Beredar Rekaman Gubri Annas Bercarut Ditanya Soal Politik Dinasti
- Peserta UN di Rohul Diminta Segera Merekam Data e-KTP


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.189.165
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com