Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 30 Agustus 2015 16:17
Pesta Rakyat Simpedes BRI Selatpanjang Berlangsung Megah dan Meriah

Ahad, 30 Agustus 2015 16:15
Sukses Integrasikan 40 Persen Peserta Jamkesda ke BPJS, Meranti Raih Penghargaan Menkes

Ahad, 30 Agustus 2015 16:13
Bupati dan Pejabat Lepas JCH Kuansing

Ahad, 30 Agustus 2015 16:10
Besok, Pemkab Antar 58 Calon Haji Meranti

Ahad, 30 Agustus 2015 16:08
Wartawan Polresta Pekanbaru Sabet Juara Liga Futsal PWI 2015

Ahad, 30 Agustus 2015 16:05
Pilkada Rohul 2015,
Tujuh Parpol Koalisi Deklarasikan Siap Menangkan Suparman-Sukiman


Ahad, 30 Agustus 2015 16:01
Sebelum Memicu Konflik,
PWI Ingatkan Pemkab Inhil Respon Dugaan Penyerobotan Lahan Warga




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Pesta Rakyat Simpedes BRI Selatpanjang Berlangsung Megah dan Meriah
- Sukses Integrasikan 40 Persen Peserta Jamkesda ke BPJS, Meranti Raih Penghargaan Menkes
- Bupati dan Pejabat Lepas JCH Kuansing
- Besok, Pemkab Antar 58 Calon Haji Meranti
- Sebelum Memicu Konflik,
PWI Ingatkan Pemkab Inhil Respon Dugaan Penyerobotan Lahan Warga

- Prof Dr Irwandi Jaswir MSc: Kebijakan Industri Halal Mesti Terintegrasi
- Proyek Jalan Rigid di Tambusai Makan Korban, Seorang Warga Rohul Tewas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.242.28
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com