Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 26 Juni 2016 08:59
Gubri dan Bupati Meranti Safari Ramadhan di Masjid Istiqomah Alah Air

Ahad, 26 Juni 2016 07:59
Seorang Nelayan Teluk Kiambang, Inhil Hilang Saat Sedang Menjaring di Sungai Indragiri

Ahad, 26 Juni 2016 07:57
Buka Bersama Alumni SMA Tri Bhakti 2000 Ajang Kangen Setelah Terpisah 16 Tahun

Ahad, 26 Juni 2016 07:53
Masjid Al Inayah Mandah, Inhil Rutin Gelar Pemilihan Dai Cilik Setiap Ramadhan

Sabtu, 25 Juni 2016 22:54
Buka Bersama PMI Inhil Diisi Pembagian Santunan Buat Warga

Sabtu, 25 Juni 2016 22:48
Sambil Bantu Urai Kemacetan,
Karang Taruna Delima, Pekanbaru Bagikan 120 Paket Takjil


Sabtu, 25 Juni 2016 22:44
Sekdaprov, Gubri Menunggu Putusan Mendagri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Gubri dan Bupati Meranti Safari Ramadhan di Masjid Istiqomah Alah Air
- Masjid Al Inayah Mandah, Inhil Rutin Gelar Pemilihan Dai Cilik Setiap Ramadhan
- Buka Bersama PMI Inhil Diisi Pembagian Santunan Buat Warga
- Sambil Bantu Urai Kemacetan,
Karang Taruna Delima, Pekanbaru Bagikan 120 Paket Takjil

- Sekdaprov, Gubri Menunggu Putusan Mendagri
- Gelar Kegiatan Sosial,
PAC PP Mandau, Bengkalis Kian Dipuji Masyarakat

- Buka Puasa Bersama,
Wabup Rohul Minta Dukungan Doa untuk Suparman



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.196.232
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com