Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 28 April 2016 22:44
Anak Jadi Kurir 17 Kg Ganja,
Ibu Kandung Bocah 13 Tahun Tertangkap di Kandis, Siak


Kamis, 28 April 2016 21:36
Sejumlah Kapolres di Riau Diganti

Kamis, 28 April 2016 19:56
DPRD Riau Dukung Penghapusan Perda Penghambat Investasi

Kamis, 28 April 2016 19:39
Lapas Klas IIA Pekanbaru Selenggarakan Buka Bersama Puasa Sunnah

Kamis, 28 April 2016 19:36
RTRW Riau Terbengkalai, Pemko Pekanbaru Merugi Rp 1 Triliun

Kamis, 28 April 2016 19:30
‎BPT-PM : Izin Operasional Batiqa Hotel Sudah dalam Proses

Kamis, 28 April 2016 18:44
Sesepuh REI: Pembangunan Pekanbaru Semrawut



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- DPRD Riau Dukung Penghapusan Perda Penghambat Investasi
- Lapas Klas IIA Pekanbaru Selenggarakan Buka Bersama Puasa Sunnah
- RTRW Riau Terbengkalai, Pemko Pekanbaru Merugi Rp 1 Triliun
- ‎BPT-PM : Izin Operasional Batiqa Hotel Sudah dalam Proses
- Sesepuh REI: Pembangunan Pekanbaru Semrawut
- Lestarikan Budaya Lokal, Chevron Latih Pengrajin Anyaman Pandan
- Kemenag Indikasikan Ada Aliran Ahmadiyah Qadian di Rohul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.234.153.208
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com