Untitled Document
Senin, 29 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 22 Desember 2014 17:56
Dukung Pemkab Siak Swasembada Daging - BOB Gelar Pelatihan Peternakan Sapi

Senin, 22 Desember 2014 17:53
Banyak Perusahaan Dumai Nunggak Iuran BPJS-TK

Senin, 22 Desember 2014 17:48
Gelombang di Meranti Capai 2.5 M, Kapolres Imbau Masyarakat Waspada

Senin, 22 Desember 2014 17:44
Disperindag Dumai OP Gas Elpiji 3 Kg Selama Sepekan

Senin, 22 Desember 2014 17:41
Pemko Dumai Peringati Tiga Hari Besar Sekaligus

Senin, 22 Desember 2014 17:30
Terungkap di Persidangan Gulat,
Annas Pernah Gelontorkan Rp200 Juta Stop Pemberitaan Dugaan Pencabulannya


Senin, 22 Desember 2014 17:25
Polres Rohul Peringati Natal Perdana di Pasirpangaraian



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 Nopember 2003 02:20
penumpang PO Karona terlantar di Mayang Terurai

Maksud hati hendak pulang mudik ke Bandung, tapi apa daya ditelantarkan di Pekanbaru. Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, warga Bandung yang ditelantarkan sopir PO Karona.

Itulah nasib yang menimpa Usi Wahyudi, pria setengah baya tersebut dengan wajah agak lesu dan pasrah. Betapa tidak, keinginannya untuk bertemu keluarga di Bandung terpaksa harus ditangguhkan, setelah Sopir PO Karona dengan nomor bus 37 yang membawanya dari Medan hanya mengantarkannya sampai ke Terminal Mayang Terurai Pekanbaru. Kepada RiauTerkini.com di poskotik Mayang Terurai (24/11) malam, Usi menyebutkan dirinya diturunkan oleh sopir angkutan tersebut dengan alasan tidak cukup penumpang. Padahal menurut pengakuan Usi, ia telah membayar tiket bus seharga Rp.200 ribu sambil memperlihatkan tiket tersebut. Usi juga mengaku, sopir angkutan tersebut seakan lepas tangan dan tidak bersedia memberikan sisa ongkos yang telah diberikannya. Dari pengakuan Usi, sejak ditelantarkan ia telah bermalam di pos Mayang Terurai sejak Sabtu (22/11)dan sampai sekarang masih menunggu adanya jawaban dari pihak PO Karona. Ia juga mengatakan tidak memiliki biaya lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Bandung. "saya tidak tahu mas, mungkin masih akan bermalam lagi di sini (red. terminal), ungkapnya dengan wajah lesu. Kasus ini telah dilaporkan korban kepada aparat kepolisian di Posko Simpatik (Pokotik 2003) dan menyatakan akan menindak tegas perusahaan angkutan tersebut.




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Gelombang di Meranti Capai 2.5 M, Kapolres Imbau Masyarakat Waspada
- Disperindag Dumai OP Gas Elpiji 3 Kg Selama Sepekan
- Pemko Dumai Peringati Tiga Hari Besar Sekaligus
- Walikota Pimpin Sosialisasi e-KTP di Dumai Selatan
- Hingga Oktober, 11.575 Warga Siak Klaim Dana Jamkesda di Dinkes Siak
- Sekdako dan Komisi I DPRD Pekanbaru Bahas Proyek MY
- Idi Susianto Terpilih sebagai Ketua PWI Kuansing


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.172.149
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com