Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 27 Mei 2016 07:29
Nanti Sore Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Kemenag Himbau Perbaiki Arah Kiblat

Jum’at, 27 Mei 2016 06:46
3 Tahun, 11 Napi Melarikan Diri dari Rutan Kelas II B Rengat

Jum’at, 27 Mei 2016 06:43
PN Rengat Vonis 14 Tahun Penjara Pemilik 23 Kig Ganja Kering Siap Edar

Kamis, 26 Mei 2016 22:25
Ninik Mamak Kenegerian Kuntu, Kampar Semangat Sambut Zulfan Hamid

Kamis, 26 Mei 2016 21:30
APRIL Tunjukkan Operasional Perusahaan Kelas Dunia

Kamis, 26 Mei 2016 21:24
Kembali Pimpin PKB Riau, Abdul Wahid Targetkan Raih Suara Maksimal dalam Pemilu 2019

Kamis, 26 Mei 2016 21:21
Besok, Dinas Pariwisata ‎Launching Potensi Pariwisata Riau di Jakarta



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Nanti Sore Matahari Tepat di Atas Ka’bah, Kemenag Himbau Perbaiki Arah Kiblat
- Toilet Jorok,
Sekwan: Gedungnya Sudah Tua dan Dana Renovasinya Masih Proses Lelang

- Bupati Harris Luncurkan BLUD Puskesmas di Kerumutan
- Tradisi Jelang Ramadhan, Warga Bangun Purba Rohul Goro Massal
- Pegawai Disnakertrans Dumai Dapat Pemahaman Soal ISO 9001
- Di Duri, Bocah Berseragam SD Jadi Pengemis
- Walikota Sambut Baik Dumai Jadi Tuan Rumah HPN 2017


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.225.75
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com