Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 29 Agustus 2015 21:15
Sidang Senat Ternuka PCR Lantik 611 Mahasiswa Baru

Sabtu, 29 Agustus 2015 21:12
Terpantauan 47 Titik Panas, 29 Terindikasi Karhutla di Riau

Sabtu, 29 Agustus 2015 14:37
Prof Dr Irwandi Jaswir MSc: Kebijakan Industri Halal Mesti Terintegrasi

Sabtu, 29 Agustus 2015 14:34
Jendela Kantor Posmetro Rohil Dicongkel Maling, Dua HP Wartawan Raib

Sabtu, 29 Agustus 2015 14:24
Proyek Jalan Rigid di Tambusai Makan Korban, Seorang Warga Rohul Tewas

Sabtu, 29 Agustus 2015 14:18
Sekolah Global Andalan Gelar Malam Penganugerahan Siswa dan Guru Berprestasi YKCK 2015

Sabtu, 29 Agustus 2015 14:07
Lepas 378 Calhaj,
Bupati Pesan Jaga Kesehatan dan Nama Baik Daerah




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Prof Dr Irwandi Jaswir MSc: Kebijakan Industri Halal Mesti Terintegrasi
- Proyek Jalan Rigid di Tambusai Makan Korban, Seorang Warga Rohul Tewas
- Realisasi Proyek Fisik Pemko Dumai Baru 51 Persen
- Kabut Asap Belum Ganggu Pelayaran Kapal Penumpang di Dumai
- Ketua PPP Rohul Ngaku Tak Tahu Dugaan Ijazah Palsu Kadernya
- Unik, Lomba Panjat Pinang Diatas Air di Tembilahan
- Cetak Tenaga Terampil, MoU Pemkab Meranti dengan BTP Kepri Belum Direalisasi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.82.170
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com