Untitled Document
Kamis, 2 Zulqaidah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 28 Agustus 2014 07:51
Bupati Buka Kegiatan Donor Darah dan Pengobatan Gratis Tajaan PMI Riau

Kamis, 28 Agustus 2014 07:45
Hindari Konfliki,
Bupati Inhil Minta Perusahaan Transparansi Kegiatan


Kamis, 28 Agustus 2014 07:23
Brigjen Dolly Gantikan Brigjen Condro sebagai Kapolda Riau

Kamis, 28 Agustus 2014 07:14
Kantor PN Pasirpangaraian Ludes Terbakar

Kamis, 28 Agustus 2014 07:10
MTQ Pekanbaru ke 47
Kecamatan Tenayan Raya Raih Juara


Rabu, 27 Agustus 2014 21:53
Putri Tokoh Riau Laporkan Dugaan Pencabulan HAM ke Mabes Polri

Rabu, 27 Agustus 2014 21:01
Kekurangan Tenaga Penyidik, Inspektorat Riau Gandeng BPKP



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Hindari Konfliki,
Bupati Inhil Minta Perusahaan Transparansi Kegiatan

- MTQ Pekanbaru ke 47
Kecamatan Tenayan Raya Raih Juara

- Kekurangan Tenaga Penyidik, Inspektorat Riau Gandeng BPKP
- Masyarakat Diharap Paham,
Kemacetan di Jalinsu Duri Disebabkan Minimnya Personel Kepolisian

- APBN 2014 Rp11 M,
Pemerintah Akan Bangun Sarana Air Bersih di Kepenuhan Hulu, Rohul

- Biro PT. PLN Banyak Janji,
Listrik di Sukadamai Ujungbatu Belum juga Menyala

- Dibantu Mahasiswa KKN UR,
Halaman Kantor Camat Tanah Putih Rohil Bakal Jadi Pembibitan Ikan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.205.40
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com