Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 24 Agustus 2016 06:52
Delapan Fitur Handal yang Bikin Suzuki SX4 Cross Memang Istimewa

Rabu, 24 Agustus 2016 06:49
Plt Bupati Rohul dan Dandim 0313/KPR Tinjau Pemadaman Karlahut di Bonai Darussalam

Rabu, 24 Agustus 2016 06:48
Dewan Minta Bupati Mursini Bertindak Tegas pada Kegiatan PETI

Selasa, 23 Agustus 2016 20:54
Sempena Hari Koperasi,
‎Pameran Produk UKM di Bengkalis Sepi Pengunjung


Selasa, 23 Agustus 2016 20:43
Pratu Wahyudi Dikebumikan di Magetan, Jawa Timur

Selasa, 23 Agustus 2016 20:37
"Gondola" Putus, Tiga Pekerja Pembangunan PLTUSungai Beringin, Inhil Luka-Luka

Selasa, 23 Agustus 2016 20:01
Launching SX4 S-Cross,
SBT Targetkan 50 Unit Terjual Selama Perkenalan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Sempena Hari Koperasi,
‎Pameran Produk UKM di Bengkalis Sepi Pengunjung

- Pratu Wahyudi Dikebumikan di Magetan, Jawa Timur
- "Gondola" Putus, Tiga Pekerja Pembangunan PLTUSungai Beringin, Inhil Luka-Luka
- Walikota: Panwas Kecamatan diminta Netral Kawal Pilwako Pekanbaru 2017
- Menyesuaikan Jadwal MTQ Kabupaten,
PORKAB II Pelalawan Ditunda 15 September

- Perekaman e-KTP Pekanbaru,
Tak Punya KK, Harus Ada Pengantar RT/RW dan Kelurahan

- Danrem 031/WB Beri Penghormatan Kepada Jasad Pratu Wahyudi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.44.9
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com