Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 23 Juli 2016 15:53
IPDN Kampus Riau di Rohil Akhirnya Dipindahkan

Sabtu, 23 Juli 2016 15:31
Polres Kampar Ringkus Pengedar Narkoba di Binabaru

Sabtu, 23 Juli 2016 15:28
Pilwako Pekanbaru, H Jufri Zubir Santuni Puluhan Pelajar di Muara Fajar

Sabtu, 23 Juli 2016 15:25
Lima Rumah di Payung Sekaki Pekanbaru Habis Dimakan Api

Sabtu, 23 Juli 2016 13:57
Ketua Dewan dan Gubri Tak Kunjung Terisi,
Sejumlah Parpol di Riau Mulai Tebar Ancaman ke Gubri


Sabtu, 23 Juli 2016 13:52
Hendak Padamkan Kebakaran, Mobil Damkar Terperosok ke Parit

Sabtu, 23 Juli 2016 13:50
Terus Biarkan Kursi Ketua DPRD dan Wagubri Kosong, Wakil Rakyat Mulai Ancam Gubri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Hendak Padamkan Kebakaran, Mobil Damkar Terperosok ke Parit
- Proyek Hampir Rampung, Ternyata Bangunan SLBN di Duri Belum Miliki IMB
- Dihimbau Peduli Kemajuan Kampung, Masyarakat Pujud di Pekanbaru Berhalal Bihalal
- Digelar Besok, Dapatkan 15 Sepeda Motor Gratis di Jalan Santai HUT Pekanbaru ke-323
- Pemkab Inhu Beli Mobdin Miliaran,
Siswa SDN 004 Belilas Rela Belajar di Mushalla

- Peringatan ke-56 Hari Bhakti Adyaksa, Kejari Pelalawan Santuni Anak Yatim
- Puncak Hari Adhyaksa ke-56,
Kejari Rohul Anjangsana ke Panti Asuhan dan Puskesmas



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.140.221
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com