Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 28 Juni 2016 23:56
Jalin Silaturahmi, Mahasiswa Selatpanjang Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Selasa, 28 Juni 2016 23:53
Sopir Diikat dan Dibuang di Pinggir Jalan,
Mobil Bermuatan Sawit Dilarikan Perampok di Rohil


Selasa, 28 Juni 2016 22:06
70 Personel Polres Rohul Disiagakan di 7 Pos Mudik Lebaran 2016

Selasa, 28 Juni 2016 22:02
Ditemukan Mayat Perempuan di Areal 19 PT Ivomas Kebun Cibaliung, Rohil

Selasa, 28 Juni 2016 21:58
10 Hektar Kebun Sawit di Kubu Rohil Terbakar

Selasa, 28 Juni 2016 21:58
Polres Inhil Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan

Selasa, 28 Juni 2016 21:55
Gaji ke-13 Cair Jelang Lebaran,
Hari Ini, 6.617 ASN Inhu Terima Gaji ke-14




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Jalin Silaturahmi, Mahasiswa Selatpanjang Buka Puasa Bersama Anak Yatim
- Polres Inhil Gelar Buka Puasa Bersama Wartawan
- Gaji ke-13 Cair Jelang Lebaran,
Hari Ini, 6.617 ASN Inhu Terima Gaji ke-14

- ‎Bupati Bengkalis "Jual" 850 Paket Sembako Subsidi di Bantan
- Enggan Cairkan Dana Rp800 Juta di Pemko Pekanbaru,
PT MIG Curigai Ada Denda yang Tidak Logis

- Dewan Minta Disnakertran Pelalawan Usut Laka Kerja PT Adei Plantation
- Mutasi, 36 Pejabat Pemko Dilantik Wawako Pekanbaru


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.173.67
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com