Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 1 Mei 2016 14:12
Walikota Dumai Minta Pelaku Perhotelan Bayar Pajak dan Patuhi Aturan

Ahad, 1 Mei 2016 13:43
Dituduh Peras Nelayan Negeri Jiran,
Seorang Oknum Polair Polda Riau dan 3 Warga Ditangkap Aparat Malaysia


Ahad, 1 Mei 2016 13:23
Gerebek Gudang di Tambusai, Polres Rohul Sita 15 Ton Pupuk Subsidi Asal Sumut

Ahad, 1 Mei 2016 12:46
Peringati May Day, Ratusan Buruh Blokir Jalan Utama di Duri

Ahad, 1 Mei 2016 12:42
BRK Raih Ranking 3 Nasional Service Excellent 2015/2016

Ahad, 1 Mei 2016 09:48
Terekam CCTV, Bocah Perempuan 6 Tahun Dicabuli di Toilet Gereja HKBP Pekanbaru

Ahad, 1 Mei 2016 09:45
Congkel Jendela Lantai Dua, Maling Bobol Toko New Celuler Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Hingga Maret 2016,
BKP Selatpanjang Keluarkan Dokumen Sanitasi 1,1 Ton Sarang Walet

- Sebulan Sinyal Hilang,
Pelanggan Mandah Keluhkan Lambannya Penanganan Telkomsel

- Polres Bengkalis Siagakan 360 Personel Amankan May Day di Duri
- Peringatan Hari Buruh, Polda Riau Siagakan 3.400 Personel
- Tim Kemenakertrans RI Periksa Dokumen 279 Naker Asing di Sinar Mas Group
- Ahmad Hijazi Disebut-sebut Paling Diinginkan Plt Gubri sebagai Sekdaprov Riau
- Warga Pangean Heboh dengan Penemuan Bayi di Teras Rumah Warga


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.160.128.212
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com