Untitled Document
Rabu, 11 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 1 April 2015 14:50
Hasranda Lumpuh, Kepala SD Islam Yahya Rohul Bantah karena Dikeroyok

Rabu, 1 April 2015 14:39
Gempur Demo Lagi, Tuntut Kejati Riau Usut dan Tangkap Nizamul

Rabu, 1 April 2015 14:30
Samsat Kehabisan Stok Material Plat,
Ribuan Kendaraan Baru di Duri Tanpa Nopol


Rabu, 1 April 2015 14:25
Awasi BUMD, Pemprov Riau Usulkan Perda Tata Kelola

Rabu, 1 April 2015 14:22
Puluhan Siswa Ikuti Seleksi Regional Champion Scholarship Tanoto Foundation

Rabu, 1 April 2015 14:10
Termasuk Bupati dan Wabup Incumbent,
Empat Balon Bupati Meranti Melamar Perahu Grindra


Rabu, 1 April 2015 13:52
‎Tak Lulus Seleksi Jabatan Tinggi Pratama, Pejabat Eselon II Akan 'Diistirahatkan'



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Awasi BUMD, Pemprov Riau Usulkan Perda Tata Kelola
- ‎Tak Lulus Seleksi Jabatan Tinggi Pratama, Pejabat Eselon II Akan 'Diistirahatkan'
- Sehari, Disdukcapil Pekanbaru Cetak 70 Keping E-KTP
- ‎Kejari Bengkalis dan BPJS Dumai Teken MoU Datun
- Belasan Mobil Operasional Kesehatan Pekanbaru 'Dijadikan Besi Tua'
- Gepeng di Pekanbaru Bakal Dilatih jadi Tukang Pijat Profesional
- BPJS Dituding Bersikap Arogan dan Cenderung Rugikan Rumah Sakit


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.40.195
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com