Untitled Document
Jumat, 14 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 30 Juli 2015 21:06
Bupati Herliyan Saleh Resmikan Bengkalis Expo 2015

Kamis, 30 Juli 2015 21:00
Maling Spesialis Jok Motor di Bengkalis Seorang PNS

Kamis, 30 Juli 2015 20:52


Kamis, 30 Juli 2015 20:39
Dewan Desak Pemkab Inhil Segera Laksanakan Pembangunan Fisik

Kamis, 30 Juli 2015 19:53
Jumlah Terus Bertambah, BLH Temukan 61 Titik Api di Inhil

Kamis, 30 Juli 2015 19:49
Hari Jadi Kota Pekanbaru 231, Pemko Akan Datangkan Artis Ibu Kota

Kamis, 30 Juli 2015 19:45
KKN Kebangsaan 2015,
660 Mahasiswa Ikuti Pembekalan di YONIF 132 Kampar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Hari Jadi Kota Pekanbaru 231, Pemko Akan Datangkan Artis Ibu Kota
- Kontrak Rp 2,2 Juta Per Bulan ,
Dua Kantor Lurah di Duri Sewa Rumah Warga

- Bupati Inhu Bantah Tampar Wartawan
- 80 Persen JCH Rohul Lanjut Usia, Perlu Diberi Pemahaman Ekstra
- Banggar Desak Pemprov Segera Serahkan KUA-PPAS RAPBD Perubahan 2015
- ‎Pemko Optimis Kota Pekanbaru Kembali Raih Adipura
- Sibuk Sosialisasikan Hafith-Nasrul, Fraksi Demokrat Rohul Tetap Bekerja


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.160.131.144
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com