Untitled Document
Rabu, 15 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 3 Juni 2015 11:27
Biarkan 31 Pejabat Lontang-lantung, Plt Gubri Nilai tak Berhati Nurani

Rabu, 3 Juni 2015 11:25
Penyaluran Raskin di Duri tak Tepat Sasaran

Rabu, 3 Juni 2015 10:24
Polisi Penyuluh Bahaya Narkoba Justru Terlibat Narkoba Bikin Kapolres Meranti Malu

Rabu, 3 Juni 2015 10:06
Polres Kampar Tangkap Tiga Warga Pesta Sabu di Bangkinang

Rabu, 3 Juni 2015 09:49
‎Bayi Terlantar di Inhu Diadopsi Orangtua Asuh

Rabu, 3 Juni 2015 06:46
Gemakusi Jakarta Desak Pemkab dan DPRD Fasilitasi Naker Lokal Kuansing Diprioritaskan Perusahaan

Selasa, 2 Juni 2015 22:46
Sepekan Ops Patuh Siak 2015, 7 Nyawa Melayang di Jalan Raya



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Biarkan 31 Pejabat Lontang-lantung, Plt Gubri Nilai tak Berhati Nurani
- Penyaluran Raskin di Duri tak Tepat Sasaran
- ‎Bayi Terlantar di Inhu Diadopsi Orangtua Asuh
- Dandim 0313 KPR Segera Bentuk Distrik PPM dan FKPPI
- Program Polisi Peduli Kesehatan,
Kapolres Kuansing Ajak Masyarakat Perhatikan Pola Makan

- DR. Uyung dari Unand Padang, Sumbar Kunjungi RTMPE Kampar
- Parkiran Belum Difungsikan, Jalan Jenderal Sudirman Duri Kembali Semrawut


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.75.60
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com