Untitled Document
Senin, 25 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 20 Oktober 2014 10:42
Tinggi Peminat Lomba Burung Berkicau se-Sumatera di Rohul

Senin, 20 Oktober 2014 10:39
Porprov Riau di Inhu, Petinju Wanita Asal Mandau Raih Perunggu

Senin, 20 Oktober 2014 10:11
Trail 14 Peserta Jelajah Rimba Rohul II Masih Terjebak di Hutan

Senin, 20 Oktober 2014 10:08
Suap SKK Migas dan ESDM, KPK Bidik Kolega Bhatoegana

Ahad, 19 Oktober 2014 20:37
Klub-klub Malam di Pekanbaru Jual Miras Tanpa Segel Bea Cukai

Ahad, 19 Oktober 2014 20:27
Jelajah Rimba Rohul II,
Belasan Peserta Hingga Kini Belum Keluar dari Hutan


Ahad, 19 Oktober 2014 19:59
Desak Pembebasan 6 Warga Rohul,
Aktivis HMI Demo di Tepi Jalan Soeta Pekanbaru




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Tinggi Peminat Lomba Burung Berkicau se-Sumatera di Rohul
- Trail 14 Peserta Jelajah Rimba Rohul II Masih Terjebak di Hutan
- Jelajah Rimba Rohul II,
Belasan Peserta Hingga Kini Belum Keluar dari Hutan

- Jelajah Rimba Rohul II,
Dua Rider Riau Dapat Hadiah Utama, Kawasaki KLX dan Kawasaki Edge

- Hampir Seluruh Sarana Hiburan di Duri Tak Miliki Izin Pariwisata
- Dua JH Rohil dan Meranti Masih Dirawat di Mekah dan Jeddah
- Dispenda Dumai: PBB Sumbang PAD Rp28 Miliar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.171.163
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com