Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 9 Pebruari 2016 18:13
Pemprov Salurkan Bantuan Beras

Selasa, 9 Pebruari 2016 18:11
Ruko Kedai Kopi LEO Dumai Hangus Terbakar

Selasa, 9 Pebruari 2016 18:05
Banjir Sumatera, 1.050 Unit Rumah Terendam Banjir

Selasa, 9 Pebruari 2016 17:58
Bupati Rohul Kunjungi Korban Banjir di Rokan IV Koto, Sekaligus Bagikan Sembako

Selasa, 9 Pebruari 2016 17:57
Banyak Kendaraan Terjebak, Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang seperti Laut

Selasa, 9 Pebruari 2016 17:51
Bangun Seribu Unit RLH, Walikota Pekanbaru Berpesan Agar Dijaga dan Disyukuri

Selasa, 9 Pebruari 2016 17:48
Warga Desa Bekawan Inhil Heboh, Anak Kecil Temukan Jenglot



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Pemprov Salurkan Bantuan Beras
- Banyak Kendaraan Terjebak, Jalan Lintas Pekanbaru-Bangkinang seperti Laut
- Bangun Seribu Unit RLH, Walikota Pekanbaru Berpesan Agar Dijaga dan Disyukuri
- Warga Desa Bekawan Inhil Heboh, Anak Kecil Temukan Jenglot
- Polres Kampar Turunkan Personel dan Peralatan Bantu Korban Banjir
- Fokus Bantu Korban Banjir, Dubalang Kampar Undur Pelantikan
- Kebakaran 25 Ruko Pasar Pekan Tebih Rohul,
Korban Harapkan Bantuan dari Pemerintah Daerah



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.146.194.42
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com