Untitled Document
Ahad, 18 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 5 Juli 2015 13:09
Kadis Melarang, Staf Disdik Inhil Nekad Pungli Rp250 Ribu untuk SK Sertifikasi

Ahad, 5 Juli 2015 11:42
Pegawai Honor Dipenda Inhil Ternyata Dibunuh Guru Honor SMPN Tembilahan

Ahad, 5 Juli 2015 11:33
Nama Indra Muchlis Adnan Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK

Ahad, 5 Juli 2015 11:12
Rampas Ransel Kamera Wartawan RTV,
LBH Pers Kecam Arogansi Pengelola Bandara SSK II Pekanbaru


Ahad, 5 Juli 2015 08:11
Diduga Maling Sapi, Seorang Warga Tandun Ditangkap Polres Rohul

Ahad, 5 Juli 2015 08:09
Membusuk di Semak-semak, Ternyata Mahasiswi Pekanbaru Dibunuh Pacar Sendiri

Ahad, 5 Juli 2015 00:29
Kemacetan Jalan Lintas Duri-Pekanbaru Capai 7 Jam



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Kemacetan Jalan Lintas Duri-Pekanbaru Capai 7 Jam
- Momentum Malam Nuzulul Quran,
Wilmar Group Buka Bersama dan Satuni Anak Yatim di Dumai

- Dishub Dumai Imbau Pemudik Tak Gunakan Angkutan Travel Ilegal
- Pemko Dumai Keluarkan Surat Edaran Libur Lebaran
- Dinilai Low Profile, Nuriman Khair Didukung jadi Sekda Inhil Defenitif
- Walikota Firdaus Ajak Umat Islam Lebih Mencintai dan Pelajari Al Qur,an
- PT RAPP Gelar Buka Bersama Dengan Insan Pers Kampar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.162.233.167
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com