Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 24 September 2016 20:31
Ali Nafiah Kembali Nahkodai Forum Guru Bantu Inhu

Sabtu, 24 September 2016 20:29
KPK Dituding Ogah Tindak-lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Ratusan Miliar di Kuansing

Sabtu, 24 September 2016 16:50
Gaji 3 Bulan tak Dibayar Pemicu Tukang Kebun di Inhu Bunuh Majikan

Sabtu, 24 September 2016 16:40
PT Alfa Scorpii Beri Potongan Harga Sebesar Rp5 juta untuk Yamaha R25

Sabtu, 24 September 2016 16:37
Wisuda Sarjana ke 70 dan Pascasarjana ke 33 UIR,
Syabdan Dalimunte Puncaki Nilai Tertinggi Tingkat Universitas


Sabtu, 24 September 2016 14:45
Yamaha Musik School, Beli Piano Akustik Berhadiah Emas 4 Gram

Sabtu, 24 September 2016 14:41
Tukang Kebun Pembunuh Majikan di Lirik Inhu Berhasil Ditangkap Polisi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 15 Mei 2007 14:35
Walikota Buka Pekanbaru-Malay,
Produk Khas Pekanbaru Kurang Terkenal


Walikota Pekanbaru membuka pusat promosi produk khas Melayu, Pekanbaru Malay tadi pagi. Selain menjual produk Pekanbaru, ke depan tempat ini diharapkan menjadi Plaza tiga negara IMT GT

Riauterkini-PEKANBARU-Promosi terhadap produk khas Melayu baik Industri maupun makanan kurang dikenal di pasaran. Seharusnya, produk khas Melayu menjadi tuan di rumah sendiri. Demikian pernyataan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah usai Meresmikan pusat pemasaran produk industri Kota Pekanbaru (Pekanbaru-Malay) di jalan Sudirman Selasa (15/5) siang.

"Kita sering mendengar ada soto Betawi, soto Padang. Kenapa soto Pekanbaru tidak bisa disejajarkan dengan soto-soto yang lain," ujar Herman mempertanyakan. Selama enam tahun kepemimpinannya, Herman mengaku sudah mendorong dinas teknis untuk membuat produk khas Pekanbaru. Bahkan dalam APBD 2006 lalu, sudah dianggarkan dana bagi usaha kecil menengah yang mau membuka usaha makanan khas Pekanbaru. Dana yang dihibahkan mencapai Rp8 juta per orang. Namun usaha ini ternyata masih gagal dalam penerapan di lapangan.

Pekanbaru-Malay sendiri, diharapkan mampu menonjolkan produk khas Melayu. Herman memberi masukan, agar kemasan produk yang dijual mempunyai ciri khas Melayu yang melambangkan kota Pekanbaru.

"Bisa diberi gambar Mesjid Agung, Mesjid Raya atau lainnya. Itu akan menjadi daya tarik. Selain itu, rasa, kualitas dan harga juga harus bersaing," jelasnya. Tugas mencari kekurangan sehingga produk menjadi lebih menarik dan disukai konsumen merupakan tugas Disperindag dan Dekranasda Pekanbaru.

Pusat Pekanbaru-Malay ini rencananya juga akan menjadi Plaza IMT GT dimana produk-produk negara IMT GT juga akan dijual disini. Disperindag diminta untuk memfasilitasi.

"Ini merupakan kesepakatan bersama negara IMT GT. Akan ada produk khas di negera lain yang termasuk IMT GT. Untuk Indonesia, ditunjuk Riau. Jadi Pekanbaru-Malay ini bisa dijadikan Plaza tiga negara dengan sedikit pembenahan. Produk kita juga bisa dijual di Malaysia dan Thailand," tandasnya.***(sari)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- AJI Pekanbaru Gelar Workshop Perburuhan Berhadiah Trip ke Belanda
- Test Urine Anggota Dewan,
BEM UR Serahkan Uang Koin ke BNN Provinsi Riau

- Persiapan Sudah 90 Persen,
Target Transaksi Riau Expo 2016 Sebesar Rp11 Miliar

- Kebijakan Non Job Pejabat Eselon III dan IV Mulai Dipersoalkan
- Gubri Dijadwalkan Buka MTQ Kabupaten Bengkalis di Rupat Utara
- Pengawasan Jalan Teratai Pekanbaru Pasca Penertiban Diperpanjang Sepekan
- Sudah Numpuk 1,3 Ton, Limbah Medis RSUD Rohul Baru Diangkut Rekanan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.160.246.95
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com