Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 24 Agustus 2016 22:32
Yuandi Nyatakan Siap Berkompetisi dalam Musda KNPI Inhu

Rabu, 24 Agustus 2016 22:28
Pilkada Kampar, DPP PKS Perjuangkan Rekomendasikan Azis Zaenal

Rabu, 24 Agustus 2016 22:22
Tewas Saat Bertugas Padamkan Karlahut,
Dewan Sebut Pratu Wahyudi Layak Disebut Pahlawan Masyarakat Riau


Rabu, 24 Agustus 2016 22:16
Aulia Hospital Pastikan Grand Opening Akhir September

Rabu, 24 Agustus 2016 20:25
HUT ke-61 Polantas,
Polres Inhil Gelar Lomba Polisi Cilik


Rabu, 24 Agustus 2016 20:21
Besok, Anggota DPRD Riau Mulai Reses

Rabu, 24 Agustus 2016 20:18
Gaji Dipotong Sepihak,
Ratusan Guru Honorer K2 Sasaki Kantor Walikota Pekanbaru




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 April 2007 17:16
Tokoh Pelalawan Berbicara
RAPP Pertaruhkan Image Jika Buang Limbah Sembarangan


Beberapa tokoh Pelalawan menyayangkan berita pencemaran lingkungan yang dilakukan RAPP yang saat ini bergulir. Pasalnya, mereka tak yakin RAPP mempertaruhkan image-nya hanya untuk itu.

Riauterkini-PEKANBARU-Tokoh Masyarakat Pelalawan, Buya Abdul Karim kepada Riauterkini rabu (18/4) menegaskan bahwa dirinya menyayangkan berita pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh RAPP. Pasalnya, dengan nama besar dan image yang dibangun sekian lama, apakah mereka harus merusaknya sendiri hanya dengan membuang limbah sembarangan.

"Jika memang benar RAPP membuang limbah ke sungai sehingga air sungai tercemar dan berakibat buruk pada warga desa Sering, saya melihat RAPP terlalu berani mempertaruhkan nama besarnya hanya untuk keuntungan yang sangat kecil," terangnya.

Menurutnya, apa untungnya RAPP membuang limbah tanpa dinetralkan dulu yang berakibat pencemaran air sungai. Kalaulah ada untungnya, nilainya tidaklah seberapa. Tetapi dampaknya terhadap image yang dibangun dan nama besar yang diusung, maka keuntungan yang diambil dari membuang limbah tanpa proses netralisasi tidaklah sebanding.

Intinya, tambah perintis kota Pelalawan ini, jika benar RAPP membuang limbah tanpa proses netralisasi, RAPP nampaknya harus membayar mahal. Bahkan bisa-bisa RAPP rugi besar.

Hal senada dikatakan Tengku Saheran. Ditempat terpisah, ia menyatakan bahwa dirinya sangat hobby memancing. Namun belum lama ini ia memancing di sungai Kampar masih banyak ikannya. Bahkan dirinya juga belum pernah mendengar berita yang menyatakan ribuan ikan mati secara bersamaan di sungai tersebut.

"Jika memang air sungainya tercemar, mengapa ikan-ikan yang lebih rentan terkena dampak limbah justru tidak ada yang mati. Kok terbalik, manusia yang punya rentanitas lebih tinggi dibandingkan ikan justru terkena dampak limbah," ungkapnya.

Menurutnya, sebaiknya dicari betul apa penyebab gatal-gatal yang menyerang 18 warga desa Sering Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan. Karena bagaimanapun juga, tudingan adanya pencemaran lingkungan yang dilakukan RAPP masih perlu dikaji ulang.

Katanya, apakah warga Desa Sering terserang gatal-gatal karena limbah buangan RAPP ataukah pola hidup tidak sehat yang mereka lakukan. Hal itu menurutnya perlu ada kajian lebih mendalam.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Pelalawan, Syafrizal kepada Riauterkini mengamini pernyataan tokoh kawakan Pelalawan. Menurutnya, jika memang RAPP membuang limbah yang berakibat kepada pencemaran lingkungan, ia menilai RAPP terlalu berani. Sebab dengan hanya untung yang sangat kecil, RAPP mempertaruhkan nama besar dan imagenya yang sudah dibangun sejak lama.

"Saya tidak yakin RAPP mau mempertaruhkan nama besarnya hanya untuk mengambil untung dari budget pengolahan limbah dan membuangnya langsung ke sungai. Karena menurut perhitungan saya, RAPP rugi besar jika melakukan itu," imbuhnya. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Yuandi Nyatakan Siap Berkompetisi dalam Musda KNPI Inhu
- HUT ke-61 Polantas,
Polres Inhil Gelar Lomba Polisi Cilik

- Gaji Dipotong Sepihak,
Ratusan Guru Honorer K2 Sasaki Kantor Walikota Pekanbaru

- Jadi Korban Karhutla, Menteri LHK Sebut Kematian Pratu Wahyudi Dinilai Janggal
- Bupati Bengkalis Resmikan Gedung Baru Kelurahan Balai Raja
- Merasa Pertanyaan Tak Dianggap,
Muhammad Adil Keluar Saat rapat DPRD Riau dengan Bappeda

- Pelantikan Pengurus KNPI Pelalawan Diwarnai Hujan Deras


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.22.86.42
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com