Untitled Document
Jumat, 5 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 27 Nopember 2014 20:26
Menunggu Diperbaiki Pemerintah,
Masyarakat Tanjung Medan Rohil Perbaiki Jalan Amblas


Kamis, 27 Nopember 2014 20:22
Pemodal Ilog Rohil Masih Dicari Polisi

Kamis, 27 Nopember 2014 19:52
Wawako Dumai Buka Peringatan HPS Ke-34

Kamis, 27 Nopember 2014 19:49
IBI Ranting Baganbatu, Rohil Gelar Seminar Sehari

Kamis, 27 Nopember 2014 19:25
Ekowisata Siak "Mati",
Disparpora Akan Menggantinya dengan Wisata Air dan Kampung Adat


Kamis, 27 Nopember 2014 19:11
Wawako Dumai Pimpin Upacara HUT PGRI dan HGN 2014

Kamis, 27 Nopember 2014 19:02
Februari Puncak Hujan,
BNPB Ingatkan Daerah Rawan Banjir dan Longsor untuk Waspada




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 April 2007 17:16
Tokoh Pelalawan Berbicara
RAPP Pertaruhkan Image Jika Buang Limbah Sembarangan


Beberapa tokoh Pelalawan menyayangkan berita pencemaran lingkungan yang dilakukan RAPP yang saat ini bergulir. Pasalnya, mereka tak yakin RAPP mempertaruhkan image-nya hanya untuk itu.

Riauterkini-PEKANBARU-Tokoh Masyarakat Pelalawan, Buya Abdul Karim kepada Riauterkini rabu (18/4) menegaskan bahwa dirinya menyayangkan berita pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh RAPP. Pasalnya, dengan nama besar dan image yang dibangun sekian lama, apakah mereka harus merusaknya sendiri hanya dengan membuang limbah sembarangan.

"Jika memang benar RAPP membuang limbah ke sungai sehingga air sungai tercemar dan berakibat buruk pada warga desa Sering, saya melihat RAPP terlalu berani mempertaruhkan nama besarnya hanya untuk keuntungan yang sangat kecil," terangnya.

Menurutnya, apa untungnya RAPP membuang limbah tanpa dinetralkan dulu yang berakibat pencemaran air sungai. Kalaulah ada untungnya, nilainya tidaklah seberapa. Tetapi dampaknya terhadap image yang dibangun dan nama besar yang diusung, maka keuntungan yang diambil dari membuang limbah tanpa proses netralisasi tidaklah sebanding.

Intinya, tambah perintis kota Pelalawan ini, jika benar RAPP membuang limbah tanpa proses netralisasi, RAPP nampaknya harus membayar mahal. Bahkan bisa-bisa RAPP rugi besar.

Hal senada dikatakan Tengku Saheran. Ditempat terpisah, ia menyatakan bahwa dirinya sangat hobby memancing. Namun belum lama ini ia memancing di sungai Kampar masih banyak ikannya. Bahkan dirinya juga belum pernah mendengar berita yang menyatakan ribuan ikan mati secara bersamaan di sungai tersebut.

"Jika memang air sungainya tercemar, mengapa ikan-ikan yang lebih rentan terkena dampak limbah justru tidak ada yang mati. Kok terbalik, manusia yang punya rentanitas lebih tinggi dibandingkan ikan justru terkena dampak limbah," ungkapnya.

Menurutnya, sebaiknya dicari betul apa penyebab gatal-gatal yang menyerang 18 warga desa Sering Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan. Karena bagaimanapun juga, tudingan adanya pencemaran lingkungan yang dilakukan RAPP masih perlu dikaji ulang.

Katanya, apakah warga Desa Sering terserang gatal-gatal karena limbah buangan RAPP ataukah pola hidup tidak sehat yang mereka lakukan. Hal itu menurutnya perlu ada kajian lebih mendalam.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Pelalawan, Syafrizal kepada Riauterkini mengamini pernyataan tokoh kawakan Pelalawan. Menurutnya, jika memang RAPP membuang limbah yang berakibat kepada pencemaran lingkungan, ia menilai RAPP terlalu berani. Sebab dengan hanya untung yang sangat kecil, RAPP mempertaruhkan nama besar dan imagenya yang sudah dibangun sejak lama.

"Saya tidak yakin RAPP mau mempertaruhkan nama besarnya hanya untuk mengambil untung dari budget pengolahan limbah dan membuangnya langsung ke sungai. Karena menurut perhitungan saya, RAPP rugi besar jika melakukan itu," imbuhnya. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Menunggu Diperbaiki Pemerintah,
Masyarakat Tanjung Medan Rohil Perbaiki Jalan Amblas

- Wawako Dumai Buka Peringatan HPS Ke-34
- IBI Ranting Baganbatu, Rohil Gelar Seminar Sehari
- Ekowisata Siak "Mati",
Disparpora Akan Menggantinya dengan Wisata Air dan Kampung Adat

- Wawako Dumai Pimpin Upacara HUT PGRI dan HGN 2014
- Februari Puncak Hujan,
BNPB Ingatkan Daerah Rawan Banjir dan Longsor untuk Waspada

- 1.300 Desa Tertinggal di Riau Dapat Bantuan Anggaran Rp1,4 miliar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.25.229
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com