Untitled Document
Ahad, 11 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Ahad, 1 Pebruari 2015 06:23
Belasan Pistol dan Peluru Tak Bertuan Ditemukan di Pinggir Sungai Siak

Sabtu, 31 Januari 2015 22:21
Pameran Batu di Senapelan Plaza Ramai Pengunjung

Sabtu, 31 Januari 2015 21:08
Hanura Riau Kembali Dukung Wiranto Jadi Ketum

Sabtu, 31 Januari 2015 19:28
Pedagang Masih Jual Apel AS,
Disperindag Inhil Diminta Lakukan Sidak


Sabtu, 31 Januari 2015 19:17
Evaluasi Izin Perkrbunan di Inhil,
Dewan Nilai Kerja Tim Tidak Maksimal


Sabtu, 31 Januari 2015 17:34
Bupati Bengkalis Hadiri Peresmian MAN Sungai Pakning

Sabtu, 31 Januari 2015 17:15
Pemko Pekanbaru ‎Serap Aspirasi Masyarakat Bersama Kompak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 18 April 2007 17:16
Tokoh Pelalawan Berbicara
RAPP Pertaruhkan Image Jika Buang Limbah Sembarangan


Beberapa tokoh Pelalawan menyayangkan berita pencemaran lingkungan yang dilakukan RAPP yang saat ini bergulir. Pasalnya, mereka tak yakin RAPP mempertaruhkan image-nya hanya untuk itu.

Riauterkini-PEKANBARU-Tokoh Masyarakat Pelalawan, Buya Abdul Karim kepada Riauterkini rabu (18/4) menegaskan bahwa dirinya menyayangkan berita pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh RAPP. Pasalnya, dengan nama besar dan image yang dibangun sekian lama, apakah mereka harus merusaknya sendiri hanya dengan membuang limbah sembarangan.

"Jika memang benar RAPP membuang limbah ke sungai sehingga air sungai tercemar dan berakibat buruk pada warga desa Sering, saya melihat RAPP terlalu berani mempertaruhkan nama besarnya hanya untuk keuntungan yang sangat kecil," terangnya.

Menurutnya, apa untungnya RAPP membuang limbah tanpa dinetralkan dulu yang berakibat pencemaran air sungai. Kalaulah ada untungnya, nilainya tidaklah seberapa. Tetapi dampaknya terhadap image yang dibangun dan nama besar yang diusung, maka keuntungan yang diambil dari membuang limbah tanpa proses netralisasi tidaklah sebanding.

Intinya, tambah perintis kota Pelalawan ini, jika benar RAPP membuang limbah tanpa proses netralisasi, RAPP nampaknya harus membayar mahal. Bahkan bisa-bisa RAPP rugi besar.

Hal senada dikatakan Tengku Saheran. Ditempat terpisah, ia menyatakan bahwa dirinya sangat hobby memancing. Namun belum lama ini ia memancing di sungai Kampar masih banyak ikannya. Bahkan dirinya juga belum pernah mendengar berita yang menyatakan ribuan ikan mati secara bersamaan di sungai tersebut.

"Jika memang air sungainya tercemar, mengapa ikan-ikan yang lebih rentan terkena dampak limbah justru tidak ada yang mati. Kok terbalik, manusia yang punya rentanitas lebih tinggi dibandingkan ikan justru terkena dampak limbah," ungkapnya.

Menurutnya, sebaiknya dicari betul apa penyebab gatal-gatal yang menyerang 18 warga desa Sering Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan. Karena bagaimanapun juga, tudingan adanya pencemaran lingkungan yang dilakukan RAPP masih perlu dikaji ulang.

Katanya, apakah warga Desa Sering terserang gatal-gatal karena limbah buangan RAPP ataukah pola hidup tidak sehat yang mereka lakukan. Hal itu menurutnya perlu ada kajian lebih mendalam.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Pelalawan, Syafrizal kepada Riauterkini mengamini pernyataan tokoh kawakan Pelalawan. Menurutnya, jika memang RAPP membuang limbah yang berakibat kepada pencemaran lingkungan, ia menilai RAPP terlalu berani. Sebab dengan hanya untung yang sangat kecil, RAPP mempertaruhkan nama besar dan imagenya yang sudah dibangun sejak lama.

"Saya tidak yakin RAPP mau mempertaruhkan nama besarnya hanya untuk mengambil untung dari budget pengolahan limbah dan membuangnya langsung ke sungai. Karena menurut perhitungan saya, RAPP rugi besar jika melakukan itu," imbuhnya. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Pedagang Masih Jual Apel AS,
Disperindag Inhil Diminta Lakukan Sidak

- Pemko Pekanbaru ‎Serap Aspirasi Masyarakat Bersama Kompak
- Peringati Bulan K3,
RAPP Gelar Lomba Pemadam Kebakaran

- Warga Pasir Penyu Idamkan Sosok Mukhtarudin sebagai Pembaharu Inhu
- RAPP Terus Tingkatkan Tata Kelola Hutan
- Puluhan Mahasiswa Riau Praktek Magang di PT.TPP Inhu
- Dishub Bengkalis Turunkan Tarif Angkot Rp 500 di Duri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.92.233
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com