Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 12 Desember 2018 14:32
PT. CPI Luncurkan Program Pengembangan Keterampilan Tenaga Kerja

Rabu, 12 Desember 2018 14:18
Antar Shabu Bernilai Seratusan Juta ke BS, Bengkalis, Warga Rohil Ditangkap Polisi

Rabu, 12 Desember 2018 13:45
Tim Advance Sisir Lokasi Kunjungan,
Gubri: Setelah Aceh, Presiden Baru Kunjungi Riau


Rabu, 12 Desember 2018 13:34
MUI Riau Apresiasi Langkah BRK yang Ingin Konversi ke Syariah

Rabu, 12 Desember 2018 13:29
Pencarian Bocah Perempuan Diduga Tenggelam di Sungai Batang Lubuh Rohul Dihentikan

Rabu, 12 Desember 2018 12:55
Reses Tuntas, Gedung DPRD Riau Masih Sepi-senyap

Rabu, 12 Desember 2018 12:47
Banjir di Pelalawan Putuskan Jalan Pangkalan Kerinci-Langgam

Rabu, 12 Desember 2018 12:43
Gubri Lepas Pawai Taaruf, Pemprov Siapkan Bonus Pemenang MTQ Riau ke-37

Rabu, 12 Desember 2018 11:29
Pilkades Gelombang Dua di 51 Desa di Rohul Aman dan Lancar

Rabu, 12 Desember 2018 10:29
Pemkab Kuansing Bantu 30 Ton Beras pada Korban Banjir

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 25 September 2018 21:39
Sejumalah Warga Pertanyakan Hasil Kebun Desa Kiab Jaya, Pelalawan

hasil kebun Desa Kiab Jaya, kecamatan Bandar Sikijang, Pelalawan dinilai tidak jelas realiasasinya. Warga pertanyakan pengelollan yang dilakukan Kades.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Sejumlah warga desa Kiab Jaya kecamatan Bandar Sikijang mempertanyakan hasil kebun desa. Hal tersebut menyusul hasil kebun yang dikelola langsung oleh kepala desa, dinilai tak jelas realiasasinya.

Warga menduga kuat, hasil kebun sawit seluas tiga hektar ini, ditilap oleh oknum pemangku kebijakan pada pemerintahan desa Kiab Jaya.

"Melihat fakta-fakta ini yang tak mengembirakan tersebut, kamipun, menanyakan kepada pemerintahan desa dalam hal ini pak kadesnya, langsung," terang salah seorang warga desa Kiab Jaya yang meminta riauterkini.com untuk merahasiakan identitasnya, Selasa (25/9/18).

Hanya saja, peruntukan dana hasil kebun desa yang dijelaskan Kades kata dia tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan.

Misalnya, kata pak Kades menyebutkan kata warga ini, dana disebutkannya, diperuntukkan untuk membiayai kegiatan suluk, kegiatan keagamaan ditingkat desa, akan tetapi untuk kegiatan ini, warga tetap dipungut biaya.

"Ini contoh kecil saja. Semua penjelasan peruntukan kades, untuk ini dan untuk itu, tapi kenyataan dilapangan tak ada," tandasnya.

Sementara itu kepala desa Kiab Jaya, Herman menjelaskan kebun desa sebelum dia menjadi kepada desa sudah ada. "Sebelum saya jadi Kades kebun ini, sudah ada seluas tiga hektar," terang Herman.

Kebun desa ini Herman berterus terang diperuntukkan sebagai salah satu pendapatan asli desa dan dipergunakan untuk penopang kegiatan pemerintahan desa Kiab Jaya.

"Jadi begini. Kebun desa itu setiap satu kali panen menghasilkan 1,2 ton. Hasilnya kita peruntukkan untuk kegiatan di desa," terangnya.

Kegiatan yang dimaksud misalnya, kata dia untuk membiayai MDA didesa Kiab Jaya Rp 500 perbulan. Kegiatan perayaan hari besar Islam tingkat desa, kegiatan Suluk, bahkan untuk kegiatan HUT 17 Agustus tingkat desa. "Untuk berbagai kegiatan keagamaan tingkat desa, suluk, hari besar islam, 17 Agustus sama sekali kita tidak minta sumbangan dari pihak manapun. Dana kebun desa inilah yang kita gunakan," tegasnya.

Begitu juga, hasil dari kebun sawit ini, sambung Herman kembali diguna untuk membeli pupuk. "Dalam setahun, kita beli pupuk, dana beli pupuk ini berasal dari hasil kebun desa," paparnya.

Namun ia berjanji kedepan, agar realiasasi hasil dana kebun desa lebih transparan dirinya, bakal membuat papan pengumuman berupa uang masuk dan uang keluar yang ditempel di kantor desa.***(feb)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Gubri Lepas Pawai Taaruf, Pemprov Siapkan Bonus Pemenang MTQ Riau ke-37
- Pemkab Kuansing Bantu 30 Ton Beras pada Korban Banjir
- Pelantikan PWI Bengkalis Bakal Dihadiri Ketum Pusat
- Kabupaten Peduli HAM, Bupati Bengkalis Terima Penghargaan Kemenkum HAM RI
- DLH Kuansing Serahkan Sebanyak 247 Kartu BPJS Kepada PHL
- ‎36 Pejabat Pemkab Rohul Ikuti Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
- Puluhan 'Pelayan' di Bengkalis Ikuti Sosialisasi UU KIP
- Seorang Mahasiswi Tewas jadi Korban Jalan Rusak,
Zulfi Mursal Minta Pemprov Riau Serius Perbaiki Jalan Rusak di Siak

- Pemkab Kuansing Raih Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2018
- Pemkab Pelalawan Raih Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi dari Ombudsman
- Terkuak, PT Surya Bratasena Garap 844 Hektar Lahan Diluar HGU di Pelalawan
- Perayaan Natal Bersama, Ini Pesan Pendeta ke Jemaat Gereja HKBP Eksodi Pasirpangaraian
- PT EMP Bentu Klaim Sudah Pekerjakan Puluhan Naker Lokal di Pelalawan
- ‎Hari Ketujuh, Jasad Bocah Rohul Diduga Hanyut di Sungai Batang Lubuh Belum Ditemukan
- Wan Thamrin Undang Khusus Andi Rachman Saat Pelantikannya di Istana Negara
- Dilantik Presiden sebagai Gubri Definitif,
Wan Thamrin Ucapkan Alhamdulillah Sampai Tiga Kali

- Seluruh ASN Pekanbaru Diinstruksikan Berbusana Melayu pada Acara MTQ ke-37 Riau
- Peringati Hari Anti Korupsi,
Kejari Bengkalis Gelar Berbagai Kegiatan

- Terkait Jalan Berlubang, PUPR Pekanbaru Sudah Koordinasi dengan PUPR Riau
- ‎Hasil Mediasi, Suku Caniago Kota Lama Ancam Stop PT SJI Coy‎ Bila Ini tak Dipenuhi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com