Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 26 Juni 2019 14:28
‎Kembali Gulirkan Program Desa Bebas Api, PT RAPP Bertekad 'Zonk-kan' Karhutla

Rabu, 26 Juni 2019 13:58
Puluhan ASN dan Honorer PN Bengkalis Mendadak Ikuti Tes Urine

Rabu, 26 Juni 2019 13:47
LAMR Sokong Langkah Hukum Pemprov Riau Laporkan Penghina Gubri

Rabu, 26 Juni 2019 13:33
Diikuti 564 JCH , Bupati Inhil Buka Kegiatan Manasik Haji 2019

Rabu, 26 Juni 2019 13:26
Bupati Inhil Pimpin Rapat Pematangan Konsep dan Pemodelan Program 1 Desa 1 Rumah Tahfidz

Rabu, 26 Juni 2019 13:23
Dalam Upaya Pembangunan SDM, Pemkab Inhil Titik Beratkan Peningkatan Mutu dan Kualitas Pendidikan

Rabu, 26 Juni 2019 13:21
‎Kapolda Riau Resmikan Mako Polres Rohul Senilai Rp13 Miliar

Rabu, 26 Juni 2019 13:03
Kebakaran Paksa 30 KK di Panipahan, Rohil Mengungsi

Rabu, 26 Juni 2019 11:13
Warga Cerenti, Kuansing Resah, Kawanan Gajah Berkeliaran di Ladang

Rabu, 26 Juni 2019 10:13
Bupati Harris Bertekad Bangun Pelabuhan Sokoi di Kuala Kampar

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 24 September 2018 21:03
Lakalantas Meski Tempuh Jalur Damai, Warga Bengkalis Ini Tetap Jalani Proses Hukum

Stelah membuat perjanjian damai dan membayar denda terhadap keluarga korban, tidak membuat pelaku Lakalantas bebas dari hukum. Seorang warga Bengkalis tetap ditahan dan harus jalani proses hukum.

Riauterkini-BENGKALIS- Samsudin (55) warga Desa Sungai Selari Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis tidak menyangka harus menjalani proses hukum dan dijebloskan ke ruang tahanan terhadap kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) melibatkan dirinya dan keluarganya. Padahal antara dirinya dan korban Lakalantas sudah membuat kesepakatan dan perjanjian damai tertulis ditandatangani.

Mulai hari ini, Senin (24/9/18), kasus Samsudin dinyatakan lengkap (P21) dilimpahkan (tahap dua) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis untuk proses hukum lebih lanjut.

"Sebenarnya kami dengan keluarga korban sudah membuat pernyataan damai, disaksikan kepala desa dan pak polisi," ungkap Samsudin ketika berhasil ditemui wartawan disela-sela pelimpahan di Kejari Bengkalis.

Bekerja sebagai tenaga keamanan ini, menceritakan kasus yang menimpanya ini berawal atas kejadian Lakalantas pada 16 Juni 2018 atau hari kedua Lebaran Idul Fitri lalu. Waktu itu, sekitar pukul 20.45 WIB, Samsudin bersama istri dan dua anak ingin berpergian ke rumah mertua di Desa Lubuk Muda, Kecamatan Siakkecil.

Dalam perjalanan tepat di Jalan Lintas Sungai Pakning -Siakkecil KM 05 Desa Dompas, korban bernama Suryati yang merupakan pejalan kaki menyeberang jalan. Naas, Samsudin kala itu sedang berada di belakang pengendara dan berusaha memotong, ternyata di depan kendaraan yang akan dipotong ada korban, korban yang menyeberang jalan itu putar arah lagi dan tertabrak.

Samsudin mengalami luka dibagian dada dan hidung dan harus mendapat perawatan di RSUD Bengkalis. Istri dan anaknya hanya mengalami luka ringan. Korban sempat di rawat di Puskesmas, tetapi dalam perjalanan akan dirujuk ke RSUD Siak meninggal dunia.

Pria berkulit hitam mengaku sangat merasa bersalah atas kejadian itu. Namun musibah terjadi bukan atas kesengajaan. Jalan damai ditempuh dan direspon baik pihak keluarga korban.

"Dalam perdamaian itu, saya sepakat memberikan santunan Rp25 juta ke korban dan pihak korban tidak akan menuntut baik pidana maupun perdata. Tapi entah mengapa, tiba-tiba saya ditelepon polisi suruh datang ke kejaksaan dan ditahan," ceritanya.

Sementara itu, Kanit Lakalantas Iptu Edwi Sunardi mengungkapkan, kasus kecelakaan Samsudin menyebabkan korban Suryati meninggal dunia terus lanjut.

Menurutnya, perkara Samsudin ini Lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia, jadi sesuai Pasal 310 ayat 4 menyebabkan orang meninggal dunia kasusnya tetap dilanjutkan.

Berkaitan dengan perdamaian kedua belah pihak, Edwi menyebutkan damai tersebut dilakukan setelah LP ke pihaknya diterbitkan.

"Intinya terbit dulu LP baru ada mediasi,"ujarnya.***(dik)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Puluhan ASN dan Honorer PN Bengkalis Mendadak Ikuti Tes Urine
- LAMR Sokong Langkah Hukum Pemprov Riau Laporkan Penghina Gubri
- ‎Kapolda Riau Resmikan Mako Polres Rohul Senilai Rp13 Miliar
- Bupati Harris Bertekad Bangun Pelabuhan Sokoi di Kuala Kampar
- APBD-P 2019 Terus Digesa, MTQ dan Pelaksanaan Visi Misi Gubri Jadi Prioritas
- 10 Tahun Tanpa ADD, 14 Desa di Rohil Segera Diberi Kode Registrasi
- Aliansi Suporter PSPS Usulkan Perombakan Manajemen
- PPDB Kembali Terapkan Sistem Zonasi, Masyarakat Mandau Harap Harap Cemas
- Mesin PKS Alami Kendala Teknis, Sebabkan PT MUP tak Terima TBS Masyarakat
- Pelayanan Hemodialisa di RSUD Rohul Akan Dibuka Juli 2019
- Bebaskan Denda PBB, Kado HUT ke-235 Pekanbaru dari Bapenda
- DPD Astindo Riau Gelar Sertifikasi Profesi Tenaga Pariwisata
- HUT ke 73 Bhayangkara, Polres Kuansing Taja Donor Darah
- Faktor Umur dan Resiko Tinggi, 60 Persen Lebih JCH Bengkalis Perlu Pendampingan Alat dan Orang
- Wagubri: PSPS Harus Berkaca Kenapa Perusahaan Enggak Beri Bantuan
- Desak Tingkatkan Pengawasan, Ampera Datangi Kantor DPRD Bengkalis
- Merga Silima Tampilkan Warisan Budaya Karo untuk Generasi Muda
- Perekonomian Terus Menurun, Pemkab Kuansing Disarankan Gunakan Anggaran pada Pos Primer
- Mulai Dikerjakan, Dinas PUPR Kuansing Janji Jalan ke Pasar Modern Tiga Hari Tuntas
- Bocor Penyebab Speed Boat Pemkab Pelalawan Tenggelam Saat Sandar di Kuala Kampar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com