Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Pebruari 2019 20:13
Mendadak Sakit, Tuntutan Hukuman Pengusaha Terjerat Pemalsuan Sertifikat Lahan Ditunda Sehari

Senin, 18 Pebruari 2019 19:34
SK Penetapan Kuansing Tuan Rumah Porprov Diterima Bupati

Senin, 18 Pebruari 2019 19:31
Melalui MoU, Kejati Beri Pendampingan Penyelesaian Kredit Macet di BRK

Senin, 18 Pebruari 2019 18:19
Maling Kotak Infak di Bengkalis di Tangkap Warga

Senin, 18 Pebruari 2019 18:16
Diduga Bakar Lahan Sembarangan, Polisi Tangkap Seorang Pekerja Kebun di Pulau Rupat

Senin, 18 Pebruari 2019 18:10
Pacu Jalur Tak Masuk Kalender Pariwisata, Kader PPP Kritik Pemkab Jangan Hanya Sekedar Kunker

Senin, 18 Pebruari 2019 17:53
Hasil RDP DPRD Rohul, Kendaraan Berat Dilarang Melintas Saat Jam Belajar Sebelum Kurangi Tonase

Senin, 18 Pebruari 2019 17:47
Fraksi PAN Kritisi Rendahnya Pertumbuhan Ekonomi Riau 2018

Senin, 18 Pebruari 2019 17:41
Kabur Pakai Bus, Pembunuh Ayu Safitri Tertangkap di Lahat, Sumsel

Senin, 18 Pebruari 2019 16:46
Panwaslu Kecamatan di Rohul Kewalahan Tertibkan APK, Ini yang Dilakukan Bawaslu Riau

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 24 September 2018 21:03
Lakalantas Meski Tempuh Jalur Damai, Warga Bengkalis Ini Tetap Jalani Proses Hukum

Stelah membuat perjanjian damai dan membayar denda terhadap keluarga korban, tidak membuat pelaku Lakalantas bebas dari hukum. Seorang warga Bengkalis tetap ditahan dan harus jalani proses hukum.

Riauterkini-BENGKALIS- Samsudin (55) warga Desa Sungai Selari Kecamatan Bukitbatu, Kabupaten Bengkalis tidak menyangka harus menjalani proses hukum dan dijebloskan ke ruang tahanan terhadap kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) melibatkan dirinya dan keluarganya. Padahal antara dirinya dan korban Lakalantas sudah membuat kesepakatan dan perjanjian damai tertulis ditandatangani.

Mulai hari ini, Senin (24/9/18), kasus Samsudin dinyatakan lengkap (P21) dilimpahkan (tahap dua) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bengkalis untuk proses hukum lebih lanjut.

"Sebenarnya kami dengan keluarga korban sudah membuat pernyataan damai, disaksikan kepala desa dan pak polisi," ungkap Samsudin ketika berhasil ditemui wartawan disela-sela pelimpahan di Kejari Bengkalis.

Bekerja sebagai tenaga keamanan ini, menceritakan kasus yang menimpanya ini berawal atas kejadian Lakalantas pada 16 Juni 2018 atau hari kedua Lebaran Idul Fitri lalu. Waktu itu, sekitar pukul 20.45 WIB, Samsudin bersama istri dan dua anak ingin berpergian ke rumah mertua di Desa Lubuk Muda, Kecamatan Siakkecil.

Dalam perjalanan tepat di Jalan Lintas Sungai Pakning -Siakkecil KM 05 Desa Dompas, korban bernama Suryati yang merupakan pejalan kaki menyeberang jalan. Naas, Samsudin kala itu sedang berada di belakang pengendara dan berusaha memotong, ternyata di depan kendaraan yang akan dipotong ada korban, korban yang menyeberang jalan itu putar arah lagi dan tertabrak.

Samsudin mengalami luka dibagian dada dan hidung dan harus mendapat perawatan di RSUD Bengkalis. Istri dan anaknya hanya mengalami luka ringan. Korban sempat di rawat di Puskesmas, tetapi dalam perjalanan akan dirujuk ke RSUD Siak meninggal dunia.

Pria berkulit hitam mengaku sangat merasa bersalah atas kejadian itu. Namun musibah terjadi bukan atas kesengajaan. Jalan damai ditempuh dan direspon baik pihak keluarga korban.

"Dalam perdamaian itu, saya sepakat memberikan santunan Rp25 juta ke korban dan pihak korban tidak akan menuntut baik pidana maupun perdata. Tapi entah mengapa, tiba-tiba saya ditelepon polisi suruh datang ke kejaksaan dan ditahan," ceritanya.

Sementara itu, Kanit Lakalantas Iptu Edwi Sunardi mengungkapkan, kasus kecelakaan Samsudin menyebabkan korban Suryati meninggal dunia terus lanjut.

Menurutnya, perkara Samsudin ini Lakalantas yang mengakibatkan korban meninggal dunia, jadi sesuai Pasal 310 ayat 4 menyebabkan orang meninggal dunia kasusnya tetap dilanjutkan.

Berkaitan dengan perdamaian kedua belah pihak, Edwi menyebutkan damai tersebut dilakukan setelah LP ke pihaknya diterbitkan.

"Intinya terbit dulu LP baru ada mediasi,"ujarnya.***(dik)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- SK Penetapan Kuansing Tuan Rumah Porprov Diterima Bupati
- Melalui MoU, Kejati Beri Pendampingan Penyelesaian Kredit Macet di BRK
- Buka Musrenbang Kecamatan Inuman,
Bupati Kuansing: Jangan Hanya Pembangunan Fisik, Usulkan Juga Peningkatan SDM

- Tutup Perayaan Imlek,
Gelaran Cap Go Meh Akan Hadirkan Atraksi Barongsai Terbanyak di Pekanbaru

- TMMD Bangun 6 Rumah Warga Kurang Mampu di Seberang Gunung
- Wan Thamrin Mulai Berangsur Bawa Pakaian dari Rumah Dinas
- Sehari Jelang Lengser, Gubri Ingatkan Kerja Optimal dan Jangan Ada Lagi Mogok
- Musda 3 Pajero Sport Family Riau Chapter Pilih Gusri jadi Ketua
- Perbaikan 7 Ruas Jalan Kota Tembilahan, Bupati Inhil Minta Masyarakat Bersabar
- PUPR Riau Anggarkan Rp14 Miliar Untuk Jalan Rusak dan Bergelombang
- Pelepasan Jenazah Ajudan Istri Bupati Kuansing Berlangsung Penuh Haru
- Gunung Toar Siap Menuju Sentra Kampung Batik Ekonomi Kreatif
- Seratusan Peserta Ikuti Lomba Bertema Bahasa Mandarin di Mal Ska Pekanbaru
- Ajudan Istri Bupati Meninggal Dunia, Pemkab Kuansing Berduka
- TNI, Polri dan BPBD, Fire Fighter PT SRL Berjibaku Padamkan Api di Rupat
- Babinsa Koramil 07/Kuantan Hilir Goro Perbaiki Mushola di Kuansing
- Pemkab Meranti Tegaskan Permintaan Dispensasi Embarkasi Haji Bukan Politis
- Sepanjang 2019, 497,71 Hektare Lahan di Riau Terbakar
- Bosan Berkonflik dengan Rekan Seprofesi,
Nelayan Panipahan Siap Jaga Situasi Kamtibmas Aman dan Kondusif

- Sempena HPN ke-73, Kapolres Rohul Makan Bareng Wartawan dan Pesankan Ini


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com