Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 20 Mei 2019 14:58
KIP Gelar Sidang Kesimpulan Sengketa Informasi Kemenag Riau-Warga

Senin, 20 Mei 2019 14:55
FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau

Senin, 20 Mei 2019 14:25
FH UIR Gelar Aksi Demo ke KPU Riau

Senin, 20 Mei 2019 14:03
Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Mulai Layani Penukaran Uang Baru untuk Idul Fitri

Senin, 20 Mei 2019 13:59
Terkait Pelayanan Publik,
Wabup Minta Kantor Lurah Khairiah Mandah Segera Dibenahi


Senin, 20 Mei 2019 13:55
Safari Zuhur, Wawako Pekanbaru Sambangi Masjid Al-Barokah, Tampan

Senin, 20 Mei 2019 13:08
12 CPNS Kantor Kemenag Kabupaten Rohul Diberi Pembekalan dan Pembinaan

Senin, 20 Mei 2019 13:04
Catat, Berikut Program Harian Sampai Tahunan di Masjid Agung Islamic Center Rohul

Senin, 20 Mei 2019 12:59
Kantor Kemenag Kuansing Umumkan Besaran Zakat.Fitra

Senin, 20 Mei 2019 12:53
Ini Daftar Harga Beras, Masyarakat Rohul Dihimbau Bayar Zakat Sebelum 28 Mei

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 16 Juli 2018 19:34
Penjelasan Kasatpol PP Kampar Terkait Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Tenaga RTK

Kasatpol PP Kampar membantah jika anggotanya brutal menyerang aksi demo tenaga RTH. Namun diakui pihkanya terpaksa mencegah demo yang mayoritas ibu-ibu disebut sudah mengarah anarkis.

BANGKINANG - Dua orang korban aksi unjuk rasa dari tenaga rumah tunggu kelahiran (RTK) Kampar yang dilarikan ke RSUD Bangkinang, Senin (16/7/2018) disebut-sebut akibat aksi brutal anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar. Kabar ini semakin beredar luas di tengah masyarakat seiring beredarnya rekaman video di media sosial.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kampar Hambali ketika dikonfirmasi riauterkini.com melalui sambungan telepon seluler Senin (16/7/2018) sore membantah adanya aksi pemukulan maupun tendangan dari anggota Satpol PP.

Namun ia mengakui, pihaknya terpaksa mencegah adanya tindakan yang sudah mengarah ketindakan anarkis dengan cara permintaan meninggalkan kantor Bupati Kampar dan aksi dorong-dorongan.

Ia mengungkapkan, apa yang dilakukan oleh tenaga RTK dan aktivis sudah keterlaluan karena sudah menggangu aktivitas di kantor Bupati Kampar dan telah mengarah anarkis dengan merusak kaca kantor Bupati Kampar.

"Mereka melakukan demo di kantor Bupati sudah anarkis. Pintu sudah ditutup anggota tapi mereka masih memaksa masuk ke dalam kantor semuanya. Padahal bupatj tidak ada," ucap Hambali.

Sebelum kericuhan pecah kata Hambali, Sekda Kampar Yusri juga telah menyambut para pendemo dan mengajak perwakilan ke dalam ruangan di lantai dua dan telah diberi penjelasan. Menurutnya, Pemkab Kampar selama ini telah berupaya mencari solusi atas tuntutan tenaga RTK termasuk kedatangan Sekda dan Kadis Kesehatan ke Kementerian Kesehatan di Jakarta. "Namun keputusannya tak mungkin pula kita paksa Kementerian mengikuti kemauan kita," imbuh mantan Kepala Dinas Perhubungan Kampar ini.

Saat kedatangan Sekda, Hambali mengaku belum berada di tempat atau di kantor Bupati Kampar. Setelah pertemuan dengan perwakilan pengunjuk rasa ia mendapat telepon dari Sekda Kampar agar datang ke kantor Bupati Kampar karena sikap pengunjuk rasa sudah mengarah anarkis.

"Ryan tampak mengikat spanduk dan akan dipasang di pintu masuk (kantor Bupati). Spontan mereka didorong dan kami mengambil spanduknya. Biasalah, mereka spontan menyerang karena tidak terima," kata Hambali.

Mengenai adanya korban yang pingsan dan wanita yang sedang hamil ia belum bisa memastikan karena itu bisa dilakukan melalui tindakan medis. "Yang didorong yang di sini kok yang di sana pula jatuh," terang Hambali mengenai adanya korban perempuan yang dilarikan ke rumah sakit.

Hambali menambahkan, sebelum aksi ini, baru-baru ini Bupati Kampar juga telah melakukan upaya mediasi di ruangan rapat Bupati Kampar yang diikuti juga Kapolres Kampar dan saat itu bupati telah menyarankan mereka membuat laporan ke polisi terkait dugaan kecurangan penerimaan tenaga RTK dan dugaan kebohongan lainnya. Namun sampai saat ini pihak Pemkab Kampar belum pernah menerima laporan adanya laporan dari tenaga RTK tersebut.

"Ini sudah luar biasa, Bupati sudab kasih kesempatan. Masalah ini juga telah dimediasi dan dicarikan solusi. Selama ini mereka mau demo silakan. Tapi tadi memang sudah keterlaluan," pungkas Hambali.*(man)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Terkait Pelayanan Publik,
Wabup Minta Kantor Lurah Khairiah Mandah Segera Dibenahi

- Safari Zuhur, Wawako Pekanbaru Sambangi Masjid Al-Barokah, Tampan
- 12 CPNS Kantor Kemenag Kabupaten Rohul Diberi Pembekalan dan Pembinaan
- Kantor Kemenag Kuansing Umumkan Besaran Zakat.Fitra
- Ini Daftar Harga Beras, Masyarakat Rohul Dihimbau Bayar Zakat Sebelum 28 Mei
- 281 anak Yatim dan Dhuafa Ikuti Kegiatan Belanja Bareng BUKBER Human Initiative Riau
- Fauzan, Peserta AKSI 2019 Indosiar Asal Rohil Masuk Top 18
- Pengurus KNPI Rohul Berbuka Puasa Ramadhan di Desa Tangun Sekaligus Santuni Anak Yatim
- Predatech UIN Suska Gelar Buka Bersama dan Santuni Anak Yatim 
- Alumni Smansix Pekanbaru Gelar Buka Bersama
- IKA SMANSA Tembilahan Hulu Adakan Pemberian Takjil Selama Ramadan 1440 H
- Rusak Parah, Tahun Ini Ruas Jalan Lepaugading - Pangean Dikerjakan
- TCI BLK Riau Taja Buka Puasa Bersama Anak Yatim
- Hari Hipertensi Sedunia, RSUD Sosialisasi dan Jaring Penyakit Hipertensi
- Dinas Lingkungan Hidup Kuansing: Jangankan Raih Adipura, Ngurus Pagar Taman Saja Tak Bisa
- Majukan Pelalawan, RAPP dan MKP Jalin Silaturahmi
- Warga Tembilahan Kesal, Kerap Terjadi Pemadaman Listrik Selama Ramadan
- Takziah ke Petugas KPPS Meninggal, Sandiaga Disambut Tangis Keluarga
- Lebih Duaribu Umat Budha Ikuti Pawai Waisak di Pekanbaru
- Dekatkan Diri ke Masyarakat, Sat Reskrim Polres Berbagi Takjil Berbuka Puasa


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com