Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 19 Januari 2018 23:04
Pakai Baju PKI, Seorang Warga Tionghoa Meranti Ditangkap BIN dan Tentara

Jum’at, 19 Januari 2018 22:39
Gubri Target Peremajaan Sawit Rakyat Seluas 30 Ribu Haktar

Jum’at, 19 Januari 2018 22:32
OTT Tim Saber Pungli Polres Rohul‎,
Kades Rantau Binuang Sakti dan Sekdesnya Resmi Tersangka


Jum’at, 19 Januari 2018 22:19
Tim Sukses Klaim Dukungan Syam-Edy Kian Meluas

Jum’at, 19 Januari 2018 20:58
Sekda Defenitif Kuansing Tak Kunjung Dilantik

Jum’at, 19 Januari 2018 20:53
Diciduk Polisi,
Warga Tenayan Raya Tega Posting Video Mesum dengan Pacarnya di Facebook


Jum’at, 19 Januari 2018 20:37
2018, Anggota DPRD Bengkalis Tidak Lagi Diberikan Mobnas

Jum’at, 19 Januari 2018 18:34
Barter Motor dan Handphone, Pasutri di Pekanbaru Ini Kompak Jualan Sabu

Jum’at, 19 Januari 2018 18:10
Wajib Berkaidah Islam, DPRD Bengkalis Bentuk Pansus Ranperda Zakat

Jum’at, 19 Januari 2018 18:02
Datsun Cross Direncanakan Hadir di Riau Awal Februari 2018

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 14 Desember 2017 18:36
BPBP Siapkan Rp 400 Miliar untuk Replanting Sawit

BPBP memang menyiapkan Rp 400 miliar untuk bantuan replanting petani sawit. Namun tidak semua petani mendapatkannya. Ada persyaratan yang harus dipenuhi petani sawit.

Riauterkini-PEKANBARU-Pemerintah melalui Badan Pengelola Bantuan Perkebunan (BPBP) telah menyiapkan 400 miliar untuk bantuan replanting petani sawit. Namun, bantuan dana replanting ini tidak tersedia untuk semua petani sawit.

Namun, menurut Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit, Bayu Krisnamurthi Kamis (14/12/17) tidak semua petani sawit mendapatkan bantuan BPBP. Karena ada beberapa persyaratannya yang harus dipenuhi petani.

"Karena itu, petani kita harus siap dan Mandiri untuk replanting itu. Jangan menunggu bantuan dari pemerintah," tambah Bayu.

Bayu menambahkan, osia ekonomis kelapa sawit mencapai 25 tahun. Dalam kurun waktu 25 tahun itu, petani Riau harus memiliki planing untuk persiapan replanting kebunnya setiap 25 tahun tanpa harus menunggu bantuan dari pemerintah.*(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pakai Baju PKI, Seorang Warga Tionghoa Meranti Ditangkap BIN dan Tentara
- Gubri Target Peremajaan Sawit Rakyat Seluas 30 Ribu Haktar
- Sekda Defenitif Kuansing Tak Kunjung Dilantik
- Pergi ke Luar Negeri, Kepala Daerah Harus Izin Kemendagri
- Bupati Launching Program Migrasi Listrik Prabayar 100 Persen di Inhil
- Lalai Kembalikan Mobil Dinas,
Sekdako Akan Beri SP Sekwan Pekanbaru

- Dewan Nilai Target PAD Sektor Pajak Pemprov Riau Rendah
- Sukseskan Program 'Jaksa Menyapa', Kejari Rohul Gandeng RRI Pekanbaru dan Radio Lima Luhak
- Pemko Dumai Sambut Baik Pengoperasian Roro Dumai-Malaysia
- Gubri dan Dirut PT SIR Teken MoU Penyerahan Jalan Perkebunan
- Mulai Dilelang, Dua Fly Over di Jalan Soeta Ditargetkan Tuntas Akhir 2018
- Bersepeda Ontel, Bupati Siak Resmikan Agrowisata di Persawahan Bungaraya
- ‎Terbaik, Polda Riau Sabet Juara I Lomba Polmas Kapolri Cup 2017-2018
- Sebagian Dikomersialkan, RSUD Selasi Mampu Produksi Oksigen
- Ketum Gapensi Riau Meradang Disebut Pendemo Ngerjakan Proyek SPAM
- Penyertaan Modal Rp121 M,
Bengkalis Terima PAD Rp30 M Pertahun dari Bank Riau Kepri

- ‎Rekontruksi Pembunuhan Pekerja PT Torusganda Tambusai, Kejari Rohul Temukan Fakta Baru
- Harapan Wawako Pekanbaru Terhadap Pembangunan Pasar Cik Puan
- Baru 19 ASN Daftar Assessment Dilingkungan Pemko Pekanbaru
- Genjot PAD, Pemkab Bengkalis Incar Pajak Lahan Warga di Pedesaan


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.126.106
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com