Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Juli 2018 18:37
Bupati Inhil Lepas Keberangkatan 445 JCH Kloter 3 Embarkasi Batam

Jum’at, 20 Juli 2018 18:33
Maksimalkan Peran BUMDes, Pemkab Meranti Gelar Rakor Bersama Kades

Jum’at, 20 Juli 2018 18:19
Mudah Terbakar, BRG Pasang Alat Pengukur Air di Lahan Gambut

Jum’at, 20 Juli 2018 18:17
Sebanyak 487 Bacaleg di Kuansing Siap Bertarung di Pileg 2019

Jum’at, 20 Juli 2018 18:03
Mensukseskan Akreditasi Puskesmas, A2K3 Kampar Taja Pelatihan K3 dan APAR

Jum’at, 20 Juli 2018 17:44
Nyoblos 2 kali, Anggota KPPS Kampar Divonis 24 Bulan Penjara

Jum’at, 20 Juli 2018 17:35
Tim Gabungan Padamkan Karlahut di Medang Kampai, Dumai

Jum’at, 20 Juli 2018 17:27
Tentang UMP Sektor Migas, Chevron Klaim Sudah Laksanakan Aturan 

Jum’at, 20 Juli 2018 17:24
Pemkab Bengkalis Kampanyekan Imunisasi Campak dan Rubella

Jum’at, 20 Juli 2018 17:20
Delapan Terduga Penjudi di Kuansing Digulung Polisi

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Desember 2017 16:41
2017, Riau Bebas Difteri

Terkait Keejadian Luar Biasa kasus difteri, tahun ini, Riau bebas difteri. Tahun lalu ada 22 kasus di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Kadiskes Riau, Mimi Yuliani Nazir Senin (11/12/17) memastikan bahwa Riau bebas difteri. Artinya tidak ada kasus difteri di Riau.

"Catatan saya, ada 10 kasus suspec atau probable difteri di Riau. Tetapi setelah dilakukan observasi /penyelidikan epidemiologi dan cek labor hasilnya negatif," terangnya.

Menurutnya, tahun 2016 lalu penderita difteri di Riau ada 22 kasus. Difteri memang berbahaya. Penularannya sangat cepat. Oleh sebab itu, setiap masyarakat diminta waspada. Misalnya, ketika seseorang terinfeksi difteri batuk atau bersin, orang di dekatnya bisa saja mengirup bakteri tersebut dan langsung menular.

Berikut himbauan IDAI tentang peningkatan kewaspadaan terhadap kasus Difteri, sehubungan dengan peningkatan kasus difteri di beberapa wilayah Indonesia, maka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa:

Penyakit difteri sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Imunisasi adalah perlindungan terbaik terhadap kemungkinan tertular penyakit difteri, dan dapat diperoleh dengan mudah di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta.

Lengkapi imunisasi DPT/DT/Td anak anda sesuai jadwal imunisasi anak usia  Kementeria Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Imunisasi difteri lengkap adalah sebagai berikut:

Usia kurang dari 1 tahun harus mendapatkan 3 kali imunisasi difteri (DPT). Anak usia 1 sampai 5 tahun harus mendapatkan imunisasi ulangan sebanyak 2 kali.

Anak usia sekolah harus mendapatkan imunisasi difteri melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) siswa sekolah dasar (SD) kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 atau kelas 5.

Setelah itu, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun, termasuk orang dewasa. Apabila status imunisasi belum lengkap, segera lakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat.

Kenali gejala awal difteri. Gejala awal difteri bisa tidak spesifik, seperti, Demam tidak tinggi, Nafsu makan menurun, Lesu, Nyeri menelan dan nyeri tenggorok, Sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah

Namun memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorok atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut sebagai bull neck. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat apabila anak anda mengeluh nyeri tenggorokan disertai suara berbunyi seperti mengorok (stridor) atau pembesaran kelenjar getah bening leher, khususnya anak berumur < 15 tahun.

Anak harus segera dirawat di rumah sakit apabila dicurigai menderita difteri agar segera mendapat pengobatan dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah anak benar menderita difteri.

Apabila anak anda didiagnosis difteri, akan diberikan tatalaksana yang sesuai termasuk perawatan isolasi

Untuk memutuskan rantai penularan, seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter dan petugas dari Dinas Kesehatan, serta mendapat obat yang harus dihabiskan untuk mencegah penyakit, apakah mereka juga menderita atau karier (pembawa kuman) difteri dan mendapat pengobatan.

Anggota keluarga yang tidak menderita difteri, segera dilakukan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia. Laksanakan semua petunjuk dari Dokter dan Petugas Kesehatan setempat

Setelah imunisasi DPT, kadang-kadang timbul demam, bengkak dan nyeri ditempat suntikan DPT, yang merupakan reaksi normal dan akan hilang dalam 1-2 hari. Bila anak mengalami demam atau bengkak di tempat suntikan, boleh minum obat penurun panas parasetamol sehari 4 x sesuai umur, sering minum jus buah atau susu, serta pakailah baju tipis atau segera berobat ke petugas kesehatan terdekat.

Anak dengan batuk pilek ringan dan tidak demam tetap bisa mendapatkan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia. Jika imunisasi tertunda atau belum lengkap, segera lengkapi di fasilitas kesehatan terdekat.***(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Maksimalkan Peran BUMDes, Pemkab Meranti Gelar Rakor Bersama Kades
- Pemkab Bengkalis Kampanyekan Imunisasi Campak dan Rubella
- ‎Peringati Hari Adyaksa ke-58,
Pegawai Kejari Rohul Anjangsana ke Panti Asuhan Budi Mulya Pasirpangaraian

- ‎Latihan Jalak Sakti 2018 Berakhir,
TNI AU Rencana Bangun Pos Udara di Bandara Tuanku Tambusai Rohul

- Dilantik Menteri PUPR,
SF Hariyanto Jabat Eselon II di Kementerian PUPR

- Sebelum Kecelakaan,
Mantan Bupati Sukarmis, Sempat Melayat Bersama Wabup H. Halim

- Wabup H. Halim Minta Tepian Bandaro Lelo Budi Dinormalisasi
- Gubernur Papua Bawa Rombongan Bupati ke Kepulauan Meranti
- Dermaga Objek Wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Segera dibangun
- Ikuti Pekan Pameran LHK 2018, PT RAPP Bertekad Dirikan Bank Sampah
- Paparkan Hukum, Kejari Bengkalis Menyapa Masyarakat Lewat 'Udara'
- Pacu Jalur Inuman Berakhir,
Hadiah Tak Dibayar, Pengurus Jalur Juara Meradang

- Sekda Kuansing Besuk Mantan Bupati H. Sukarmis Usai Kecelakaan
- Dinas PUPR Riau Optimis Dua Fly Over Tuntas Akhir Tahun
- Abdul Hamid dan Ayu Nopia Wakili Rohul di Ajang Bujang Dara Riau 2018
- Lepas Subuh, Wabup Kuansing Sudah Meninjau Saluran Air dan Jembatan
- Lapas dan Dinkes Bengkalis Join untuk Cegah dan Pengendalian HIV/AIDS Warga Binaan
- FSPPB Dumai Demo Tolak Akuisisi Pertagas oleh PGN
- Rezeki di 30 Tahun Pernikahan, Rumah Sugianto Dibedah Lazis Imra
- Tolak Tim Transisi Gubri Terpilih, Pemprov Sebut Riau Beda dengan DKI Jakarta


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com