Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 24 April 2018 07:29
Jadi 'Toke' Togel, 'Imam Vihara' dan Seorang Warga Bengkalis Ditangkap Polisi

Selasa, 24 April 2018 07:25
Satu Napi, Polres Inhil Tangkap Dua Pengedar Sabu

Senin, 23 April 2018 22:10
Warga Kuala Kampar Dikejutkan Patok Hutan Lindung Misterius

Senin, 23 April 2018 22:01
Tiga Hari Menghilang Seorang Warga Inhu Ditemukan Tewas Disungai

Senin, 23 April 2018 21:12
Korupsi SPPD Fiktif Dispenda Riau, Saksi Gugup Beberkan Pemotongan 10 Persen

Senin, 23 April 2018 21:10
Mantan Bupati Kampar: Masyalah Riau Selesai Jika Syamsuar Menjadi Gubernur

Senin, 23 April 2018 20:46
Warga Desa Bongkal Malang, Inhu Minta Dibangunkan SMP ke Andi Rachman

Senin, 23 April 2018 20:05
Gesa Kantor Baru Capilduk, Bupati Bengkalis Tinjau Gedung Pujasera di Duri

Senin, 23 April 2018 20:01
Hearing Panas, Ketua DPRD Kampar Ingatkan Pemkab Jangan Cari Celah Rumahkan TBK dan RTK

Senin, 23 April 2018 19:34
Terlambat 30 Menit, UNBK di Pekanbaru Berjalan Lancar

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 11 Desember 2017 16:41
2017, Riau Bebas Difteri

Terkait Keejadian Luar Biasa kasus difteri, tahun ini, Riau bebas difteri. Tahun lalu ada 22 kasus di Riau.

Riauterkini-PEKANBARU-Kadiskes Riau, Mimi Yuliani Nazir Senin (11/12/17) memastikan bahwa Riau bebas difteri. Artinya tidak ada kasus difteri di Riau.

"Catatan saya, ada 10 kasus suspec atau probable difteri di Riau. Tetapi setelah dilakukan observasi /penyelidikan epidemiologi dan cek labor hasilnya negatif," terangnya.

Menurutnya, tahun 2016 lalu penderita difteri di Riau ada 22 kasus. Difteri memang berbahaya. Penularannya sangat cepat. Oleh sebab itu, setiap masyarakat diminta waspada. Misalnya, ketika seseorang terinfeksi difteri batuk atau bersin, orang di dekatnya bisa saja mengirup bakteri tersebut dan langsung menular.

Berikut himbauan IDAI tentang peningkatan kewaspadaan terhadap kasus Difteri, sehubungan dengan peningkatan kasus difteri di beberapa wilayah Indonesia, maka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa:

Penyakit difteri sangat menular dan dapat menyebabkan kematian. Penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Imunisasi adalah perlindungan terbaik terhadap kemungkinan tertular penyakit difteri, dan dapat diperoleh dengan mudah di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta.

Lengkapi imunisasi DPT/DT/Td anak anda sesuai jadwal imunisasi anak usia  Kementeria Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Imunisasi difteri lengkap adalah sebagai berikut:

Usia kurang dari 1 tahun harus mendapatkan 3 kali imunisasi difteri (DPT). Anak usia 1 sampai 5 tahun harus mendapatkan imunisasi ulangan sebanyak 2 kali.

Anak usia sekolah harus mendapatkan imunisasi difteri melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) siswa sekolah dasar (SD) kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 atau kelas 5.

Setelah itu, imunisasi ulangan dilakukan setiap 10 tahun, termasuk orang dewasa. Apabila status imunisasi belum lengkap, segera lakukan imunisasi di fasilitas kesehatan terdekat.

Kenali gejala awal difteri. Gejala awal difteri bisa tidak spesifik, seperti, Demam tidak tinggi, Nafsu makan menurun, Lesu, Nyeri menelan dan nyeri tenggorok, Sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah

Namun memiliki tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorok atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut sebagai bull neck. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat apabila anak anda mengeluh nyeri tenggorokan disertai suara berbunyi seperti mengorok (stridor) atau pembesaran kelenjar getah bening leher, khususnya anak berumur < 15 tahun.

Anak harus segera dirawat di rumah sakit apabila dicurigai menderita difteri agar segera mendapat pengobatan dan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah anak benar menderita difteri.

Apabila anak anda didiagnosis difteri, akan diberikan tatalaksana yang sesuai termasuk perawatan isolasi

Untuk memutuskan rantai penularan, seluruh anggota keluarga serumah harus segera diperiksa oleh dokter dan petugas dari Dinas Kesehatan, serta mendapat obat yang harus dihabiskan untuk mencegah penyakit, apakah mereka juga menderita atau karier (pembawa kuman) difteri dan mendapat pengobatan.

Anggota keluarga yang tidak menderita difteri, segera dilakukan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia. Laksanakan semua petunjuk dari Dokter dan Petugas Kesehatan setempat

Setelah imunisasi DPT, kadang-kadang timbul demam, bengkak dan nyeri ditempat suntikan DPT, yang merupakan reaksi normal dan akan hilang dalam 1-2 hari. Bila anak mengalami demam atau bengkak di tempat suntikan, boleh minum obat penurun panas parasetamol sehari 4 x sesuai umur, sering minum jus buah atau susu, serta pakailah baju tipis atau segera berobat ke petugas kesehatan terdekat.

Anak dengan batuk pilek ringan dan tidak demam tetap bisa mendapatkan imunisasi DPT/DT/Td sesuai usia. Jika imunisasi tertunda atau belum lengkap, segera lengkapi di fasilitas kesehatan terdekat.***(H-we)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Gesa Kantor Baru Capilduk, Bupati Bengkalis Tinjau Gedung Pujasera di Duri
- Terlambat 30 Menit, UNBK di Pekanbaru Berjalan Lancar
- Nur Wahidah: Waduk Lompatan Harimau Rohul Masih Sebatas DED
- Sempena HUT Otda, Satpol PP, dan Satlinas,
Plt Bupati Siak Musnahkan 2.246 Botol Miras Beralkohol

- Menteri Desa PDTT Kunjungan Kerja Ke Kabupaten Kampar
- Supervisi di Polres Kampar,
Polwan Miliki Tanggung Jawab Sama dengan Anggota Polri Lainnya

- Bupati Pelalawan dan Anggota DPRD Tinjau Titik Banjir dan Jalan Rusak di Pangkalan Kerinci
- Dihadiri Gubernur Riau, Bupati Bengkalis Buka MTQ Perdana Kecamatan BS
- Rayakan HUT ke-59, Korem 031/Wira Bima Taja Triathlon Sunnah
- IWARA PT RAPP Konsisten Jalani Program Pemberdayaan Perempuan
- Berbagai Kegiatan Meriahkan Puncak HUT ke-1 MOP Pelalawan
- Wardan Hadiri Haul Akbar ke-81 Syekh Abdurrahman Siddiq Al Banjari
- Sekdaprov Ziarah ke Makam Seikh Abdurrahman Sidiq Albanjari
- Musisi Jazz Geliga Tampil di Panggung Seni Kreatif Dispar Riau
- Bhakti Sosial IDI, Ratusan Warga Bengkalis Nikmati Pengobatan dan Sembako Gratis
- Ribuan Masyarakat Hadiri Haul Tuan Guru Abdul Rahman Sidiq Albanjari
- Lantik Pengurus ISSI Kampar, Sekda Minta Cabor Sepeda Ukir Prestasi
-
- Cawagubri Edy Nasution Memperbaiki APK Paslon Lain Rusak di Rohul
- Prodi Pendidkan Fisika FKIP UR Peringati Milad ke-24 dengan Seminar Ilmiah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.196.208
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com