Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Juli 2018 09:39
Pagi Ini 29 Hotspot Terpantau di Riau

Selasa, 17 Juli 2018 08:55
Pagi Ini Lima Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Dumai

Selasa, 17 Juli 2018 08:52
Bupati Harris Ikuti Program 'Leaderprenuership' di Singapure

Selasa, 17 Juli 2018 07:52
Kasatpol PP Kampar Disebut Arogan, Ketua DPRD Kampar Minta Bupati Beri Sanksi

Senin, 16 Juli 2018 21:28
Ribuan Napi Lapas Bengkalis DengarkanTausiah UAS

Senin, 16 Juli 2018 21:20
SBT Kembali Suguhkan Berbagai Promo dan Program Spesial

Senin, 16 Juli 2018 21:17
Jelang Open Turnamen, Tim Volly PWI Rohil Sparing Partner dengan Polres Rohil

Senin, 16 Juli 2018 21:14
Targetkan 11 Kursi, Golkar Kontestan Pileg Kedua yang Mendaftar ke KPU Kuansing

Senin, 16 Juli 2018 21:09
Revisi Tatib Dewan DPRD Riau Segera Disahkan

Senin, 16 Juli 2018 20:03
‎RSUD Rohul Dibimbing RSPAD Gatot Subroto Jakarta Untuk Percepatan Akreditas

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 22 Agustus 2017 18:04
Terbaring Lemas di RSUD Arifin Ahmad,
Jantung Bocor, Dizan Tunggu Uluran Tangan Par Dermawan


Dizan, menunggu uluran tangan para dermawan untuk membantu biaya pengobatan. Bocah tujuh tahun itu menderita jantung bocor.

Riauterkini - PEKANBARU - Tubuh mungil Al Dizan Magribi Ramadan tampak lemas. Selang infus masuk ke bagian kaki kirinya. Sementara selang oksigen masuk ke bagian hidung dan mulutnya. Bocah ini duduk dengan tubuh yang tergontai-gontai. Jika tidak ditahan dengan kedua tangan ibunya dia bisa tumbang. Kerana kondisi fisiknya tidak bisa menahan tubuhnya.

Nafasnya ter engah-engah dan matanya terlihat sayu. Perutnya terlihat buncit dan keras saat ditekan. Padanganya terus tertuju ke ibunya yang setia mendampinginya sejak dirinya sakit.

Bocah berusia 7 tahun ini kondisi kesehatanya terus memburuk setelah selama sepekan mengalami gangguan pernapasan. Anak dari pasangan Deni (43) dan Jeki (44) ini divonis jantung bocor yang dibawa sejak lahir. Namun sejak dua tahun belakangan ini kondisi Dizan terus membaik. Bahkan anak ke empat dari lima bersaudara ini sudah sekolah di taman kanak-kanak tidak jauh dari tempat tinggal.

Sejak dua pekan belakangan ini kondisi kesehatan Dizan kembali memburuk. Awalnya hanya batuk dan pilek biasa. Namun karena Dizan punya riawayat jantung bocor, penyakit batuk dan pilek tersebut menggangu sistem pernapasanya. Dizan selalu sesak nafas dan sulit bernafas. Sehingga harus membutuhkan alat bantu pernapasan agar bisa bernafas dengan normal.

"Sudah seminggu saya tidak tidur. Karena Dizan tidak bisa tidur baring. Dia tidurnya harus duduk. Jadi kalau tidur harus dipegang, karena kalau baring dia sesak, perutnya penuh dan mengeras," kata Deni (43) ibu Dizan.

Sudah tiga hari Dizan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad Pekanbaru, tepatnya di lantai 3, kamar Kelas III, 3, Ruang Merak. Menurut keterangan Deni, Dizan harusnya dirawat di ruang PICU, namun karena diruangan tersebut penuh, Dizan terpaksa dirawat diruang kelas umum. "Kalau diruang PICU kan alatnya lebih lengkap. Tidak pakai infus seperti ini. Kalau pakai selang-selang seperti ini kan sesak nafasnya," kata Deni.

Persoalan lain yang dialami oleh keluarga pasien, adalah masalah kartu Jamkesda dan BPJS yang tidak bisa digunakan. Kedua kartu yang bisa dijadikan sebagai jaminan kesehatan tersebut tidak bisa digunakan.

"Jamkesdnya sudah mati belum diperpanjang, sedangkan BPJSnya barus diurus, dan baru aktif tanggal 26 Agustus," ujar Deni.

Keluarga Dizan berharap ada uluran tangan dari donatur. Sebab kalau harus menunggu sampai tanggal 26 Agustus kondisi kesehatan buah hatinya khawatir semakin memburuk.

"Saya ngak kerja lagi bang. Ibu rumah tangga biasa. Sedangkan suami saya kerjanya bertani cabe,"katanya. ***(rls/dan)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Pagi Ini Lima Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Dumai
- Bupati Harris Ikuti Program 'Leaderprenuership' di Singapure
- Ribuan Napi Lapas Bengkalis DengarkanTausiah UAS
- Jelang Open Turnamen, Tim Volly PWI Rohil Sparing Partner dengan Polres Rohil
- Penjelasan Kasatpol PP Kampar Terkait Bentrok dengan Pengunjuk Rasa Tenaga RTK
- Unjuk Rasa Tenaga RTK Berakhir Ricuh, Dua Orang Dilarikan ke RSUD Bangkinang
- Dekranasda Kampar Kembali Belajar Membatik di RAPP
- Halal bi Halal KBB,
Cerita Syamsudin Uti Ikuti Tiga Kali Pilkada Lalu Berujung Kesuksesan

- Doakan Selamat, Bupati Amril Tepung Tawari 230 JCH Bengkalis
- Portal KM 55 Ambruk,
Anggota Dewan Faizal Desak Dinas PUPR Turun Tangan

- UAS ke Pulau Bengkalis, Sejumlah Ruas Jalan akan Diberlakukan Satu Arah
- Melaut di Perbatasan, Kapal Nelayan di Bengkalis Wajib Miliki 'STNK'
- Korkot dan Fasilitator Program Kotaku Riau Jalani Pelatihan Sepekan
- RAPP Beri Bantuan 10 Motor KLX 150 CC untuk Korem/031 Wirabima
- Hasil Job Fit Tak Jelas, Pejabat Eselon II di Kuansing Tidak Efektif Bekerja
- Melalui Musda IV, Alaiddin Athory Terpilih Sebagai Ketua MUI Rohul
- Kembali Tuntut Haknya,
Tenaga RTK di Kampar Gelar Unjuk Rasa di Depan Rumah Bupati

- Kota Bengkalis Diprogramkan Sebagai Kota Sehat
- Polres Dumai Bentuk Satgas Premanisme
- Syukuran HUT ke-72 Bhayangkara, Kapolres Kampar Tayangkan Cuplikan Film '22 Menit'


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com