|
|
| |
Jum’at, 27 April 2012 09:54 Bupati Siak Raih Penghargaan K3 dari Menakertras
Riauterkini-JAKARTA- Sebanyak 8 perusahaan yang ada di kabupaten Siak yang memperoleh zero
accident dan 3 perusahaan yang berhasil memperoleh sertifikat dan
bendera emas menghantarkan Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, M.Si memperoleh
penghargaan K3 (keselamatan dan kesehatan Kerja) tahun 2012 dari
kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.
Penghargaan yang
diraih Bupati Siak sebagai Pembina K3 tingkat kabupaten Siak tersebut
diberikan langsung oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar Rabu malam
kemarin, (25/5) di Convention Hall, Smesco Convention Center Jakarta
Selatan.
Pemberian penghargaan yang setiap tahunnya di berikan
oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI pada moment bulan K3
tersebut. Pada tahun ini penghargaan kepada 15 gubernur sebagai pembina
K3 tingkat provinsi dan 21 bupati\Walikota sebagai pembina K3 tingkat
kabupaten/kota.
Bupati Siak H Syamsuar disela-sela acara
mengatakan penghargaan ini bertujuan untuk meningkatkan pelaksanaan
norma K3 diperusahaan guna meningkatkan produktivitas kerja perusahaan
yang berdampak pada peningkatan perekonomian daerah dan nasional.
“Penghargaan
K3 diberikan kepada perusahaan yang telah berhasil menerapkan K3 secara
terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan yang dibuktikan dengan
audit oleh penyelenggara Audit Independen. Dengan adanya penerapan K3
dalam aktivitas kerja baik di tingkat kerja maupun di daerah, diharapkan
dapat menekan terjadinya kasus-kasus kecelakaan kerja yang selama ini
banyak terjadi pada sektor konstruksi, perhubungan baik darat, laut dan
udara, pertambangan serta sektor lainnya,” ujar Bupati.
Lebih
lanjut Syamsuar berharap, penghargaan yang diraihnya bisa meningkatkan
motivasi Perusahaan yang ada di Siak dan juga masyarakat untuk
meningkatkan pembinaan dan pelaksanaan K3. “Di sisi lain, semoga
penghargaan ini bisa memotivasi semua jajaran di Pemerintah kabupaten
Siak untuk terus melakukan inovasi dan terobosan yang berkaitan dengan
keselamatan dan kesehatan kerja.
Setiap perusahaan yang
berdomisili di Siak hendaknya lebih memperhatikan K3 karyawannya. Ia
menekankan, K3 merupakan bagian untuk mensejahterakan pekerja, buruh dan
pada akhirnya masyarakat secara luas serta menjadi bagian untuk
menyehatkan perusahaan. Hal ini, menjadi tugas bersama seluruh pihak
terkait.
Disamping itu kata Bupati, pihak penyelenggara juga
memberikan sertifikat dan bendera SMK3 (sistem manajemen keselamatan dan
kesehatan kerja) kepada 13 perusahaan di Provinsi Riau, 3 diantaranya
berasal dari perusahaan yang berlokasi di Siak, antara lain PT. Ivo Mas
Tunggal - PKS Ujung Tanjung Mill, PT. Ivo Mas Tunggal Sam-sam Mil dan
PT. Ivo Mas Tunggal - PKS Libo dengan perolehan sertifikat bendera emas.
Sebelumnya
Menakertrans Muhaimin Iskandar mengatakan masih banyak perusahaan yang
belum menyadari pelaksanaan K3. Padahal K3 merupakan bagian dari
investasi peruhaan yang wajib dilaksanakan. Penerapan K3 akan melindungi
pekerja serta meningkatkan produktivitas pekerja dan daya saing
perusahaan. Ia juga menambahkan bahwa tingkat pengetahuan dan kepedulian
dari perusahaan tentang K3 masih kurang.
Dengan adanya kerja
sama yang baik antara pengusahan dan pekerja diharapkan dapat
menghindarkan tenaga kerja dari resiko kecelakaan kerja, penyakit kerja,
serta meningkatkan mutu kerja dan produktivitas.
Dalam
kesempatan tersebut dirinya mengungkapkan bahwa pada tahun 2013 nanti
tidak ada satupun sarjana di Indonesia yang menganggur. Caranya, sebelum
mereka mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan perencanaan
kerja mereka, mari kita bersinergi bersama untuk mempersiapkan tempat
magang sementara bagi mereka, begitu mereka lulus mereka mampu
menerapkan apa yang mereka pelajari di kampus.
Hal tersebut
dapat di laksanakan dengan adanya keterlibatan para pengusaha dan
industri, pemagangan tidak hanya pada sektor ekonomi, bisa juga di
tempatkan pada pemerintahan. Kemudian pada sektor-sektor kepedulian
sosial dan aksi sosial.
Dengan cara begitu mudah-mudahan di tahun
depan tidak ada lagi sarjana yang menganggur, ini langkah cepat dan
efektif apabila kita sinergikan antara dunia usaha dan industri dengan
pemerintah daerah serta kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.
Angkatan
kerja muda pada tahun ini meningkat tajam, mereka adalah
generasi-generasi yang masih sehat dan produktif. Ini harus diikuti.
Untuk semaksimal mungkin ini harus diikuti, yakni dengan cara,
Menigkatkan iklim investari, dan meningkatkan kapasitas kompetensi.***(rls/vila)
|
| |
|