|
|
| |
Selasa, 24 April 2012 19:36 Wabup Siak Buka Pelatihan Pusat Informasi Konseling Remaja
Riauterkini-SIAK-Wakil Bupati Siak H Alfedri MSi, Selasa (24/4/12)membuka Pelatihan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) se kabupaten Siak di hotel Yasmin, Siak Sri Indrapura, dengan tema "Melalui Program Generasi Berencana (Genre), kita wujudkan tegar remaja dalam rangka penyiapan kehidupan keluarga bagi remaja,".
Tampak hadir Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan & Keluarga Berencana (BPMPKB) kabupaten Siak Ir Hj Rubiati selaku ketua panitia pelaksana, Kepala Bagian Adm Kesra Setda Siak H Darussalim, Ketua KPAID kabupaten Siak H Shofwan Shaleh SHi dan para instruktur pelatihan serta para peserta pelatihan yang terdiri dari siswa siswi dan para mahasiswa-i se kabupaten Siak.
Ir Hj Rubiati mengatakan PIKR didasari oleh permasalahan remaja yang akhir-akhir ini sangat komplek dan mengkhawatirkan, salah satunya mengenai masalah kesehatan reproduksi. Maka kegiatan ini merupakan respon pemerintah kabupaten Siak melalui BPMPKB Siak untuk menjadikan pelajar dan siswa meningkatkan pengetahuan sekaligus sebagai penyiapan untuk kehidupan yang berkualitas bagi remaja. Oleh karenanya pembangunan kehidupan keluarga dikalangan remaja diintegrasikan melalui sebuah program yang disebut Generasi Berencana atau Genre.
Maksud dan tujuan pelaksanaan PIKR salah satunya adalah mensosialisasikan program Genre dikalangan remaja, serta meningkatkan kualitas PIK-Remaja/Mahasiswa baik dari segi pengelolaan maupun pelaksanaan kegiatannya, serta meningkatkan kemampuan PIKR/M dalam mengembangkan kegiatan yang lebih variatif dan kreatif serta memperluas dukungan dan jejaring kerja.
Peserta pelatihan diikuti oleh 125 orang peserta selama tiga hari yang terdiri dari pengurus PIK Remaja dan mahasisiwa, guru pembimbing disekolah-sekolah, para penyuluh KB di kecamatan dan menghadirkan narasumber dari BKKBN provinsi Riau serta perkumpulan keluarga berencana provinsi Riau.
Wakil Bupati Siak H Alfedri mengungkapkan, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi memang sangat nyata dan berpengaruh besar dalam kehidupan manusia saat ini, namun dampak negative dalam kemajuannya seakan turut dibelakangnya. Setiap kemajuan memang memiliki sisi positif dan negative, dan kita tidak keberatan denganh sisi positifnya, yang harus diwaspadai adalah efek-efek yang bersifat negative. Namun hal itu kembali pada para pengguna dan pemanfaat dari teknologi itu sendiri.
Globalisasi komunikasi dan informasi disadari atau tidak telah mengubah banyak hal, cara berpikir, bersikap dan cara bertindak generasi muda. Kenakalan remaja yang terjadi akhir-akhir ini membutuhkan perhatian extra. Remaja pada usia yang disebut pancaroba dan berada pada tahap pengembangan diri harus senantiasa diarahkan untuk bisa menjadi remaja seperti yang diharapakan. Terlebih pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi mutakhir yang tidak terelakkan tentu saja semakin mengkhawatirkan.
Pengaruh teknologi menyebabkan perubahan budaya yang terjadi harus melalui proses penyaringan dalam diri masing-masing remaja itu sendiri. Ia mengakui hal itu juga menyebabkan penyimpangan perilaku. Ia mencontohkan, pembuatan arena motor cross dan pelaksanaan kejuaraan yang beberapa waktu lalu dilakukan merupakan bagian untuk memberikan sarana penyaluran hobby remaja saat ini agar para remaja tidak menyalahgunakan fasilitas jalan raya untuk tidak lagi kebut-kebutan. Namun diakuinya kenakalan seperti ini masih saja kerap terjadi. ***(rls/vila)
|
| |
|