VISI PEMBANGUNAN KABUPATEN SIAK TAHUN 2005-2025 : Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Oleh Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju dalam Lingkungan Masyarakat yang Agamis dan Sejahtera pada Tahun 2025; VISI JANGKA MENENGAH KABUPATEN SIAK TAHUN 2006-2011 : Terwujudnya Kesejahteraan Rakyat yang Lebih Merata dan Terbentuknya Landasan yang Kuat Menuju Kabupaten Siak Sebagai Pusat Budaya Melayu di Riau yang Didukung Agribisnis, Agroindustri dan Pariwisata yang Maju
BERITA LAINNYA

22/04/2013 19:29
Bupati Syamsuar Terima Perwakilan Forum Anak Siak

21/04/2013 19:38
Sekda Siak Hadiri Pelantikan Anggota BPD Kec Mempura

18/04/2013 18:57
Disaksikan Bupati Siak,
Bulan Bakhti IBI KB-Kes Berlangsung di Kerinci Kanan

16/04/2013 17:36
Pemkab Siak dan PGN Jajaki Kerjasama Pengembangan Energi

15/04/2013 17:11
Ketua Tim TNP2K Siak Tinjau RLH di Tualang

12/04/2013 19:52
Bupati Syamsuar Buka Pelatihan Forum Anak Se-Kabupaten Siak

10/04/2013 19:35
Wabup Siak Sosialisasi Perpres 70 Tahun 2012

9/04/2013 18:45
Rakor Dibuka Bupati Siak,
Lagi-lagi Syamsuar Ungkap Program Berobat Gratisnya Lebih Hebat dari Jokowi

8/04/2013 15:39
Diikuti 242 Pejabat Pemdes di Siak,
Sekda Amzar Buka Bimtek Implementasi Perundang-Undangan

2/04/2013 18:08
Bupati Siak dan Wakilnya Tutup MTQ Kabupaten ke-XIII

30/03/2013 16:15
Bupati Serahkan LKPD Siak 2012 ke BPK RI Perwakilan Riau

28/03/2013 06:24
Bupati Syamsuar Buka Musrenbang Siak 2014

27/03/2013 17:07
Bupati Syamsuar Buka MTQ Siak ke XIII di Bungaraya

26/03/2013 08:56
Bupati Siak Sampaikan LKPJ 2012

22/03/2013 14:56
Bupati Siak Resmikan Pengalihan Pengelolaan PBB-P2 dari Pusat

Senin, 2 April 2012 17:36
Wabup Siak Buka Pelatihan Deteksi Sosial dan Politik Dini

Riauterkini-MINAS- Wakil Bupati (Wabup) Siak Alfedri, Senin (2/4/12) membuka Pelatihan Deteksi Dini Masalah Sosial Politik di salahsatu hotel di Kecamatan Minas. Acara tersebut diikuti 40 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak. Dan acara tersebut dipelopori Kantor Kesbag, Politik dan Linmas Kabupaten Siak.

Dikatakan Wabup Alfedri bahwa pemerintah dan masyarakat harus mampu menciptakan formula-formula dalam bentuk program dan kebijakan dalam rangka mencapai stabilitas atau harmonisasi ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Selain itu mampu berfikir positif dan dapat melakukan kebijakan yang prepfentif, dan juga dapat meciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang cerds, terampil, dan profesional.

“kita perlu mengupayakan antisipasi atau melakukan kebijakan yang bersifat prefentif. Yang perlu kita persiapkan adalah melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, terampil dan professional dalam mengamati, mencermati, meramalkan dan mencari solusi-solusi yang tepat serta akurat terhadap masalah social dan politik serta trantibmas yang telah terjadi atau bakal terjadi,” ujar Wabup Alfedri.

Selain itu disebutkan bahwa baik kegiatan pelatihan ini dan mengharapkan mampu melahirkan aparatur-aparatur yang terampil dan professional yang mampu melakukan deteksi dini terhadap permasalahan social politik dan trantibmas, termasuk yang akan mengganggu stabilitas penyelenggaraan pemerintahan.

Diungkapkan wabup seiring perjalanan kabupaten Siak masih terdapat beberapa persoalan seperti terdapatnya daerah-daerah terisolir yang belum dapat terjangkau dengan cepat, belum lancarnya akses menuju kawasan strategis, masih terbatasnya akses informasi, terbatasnya infrastruktur sebagai sarana penghubung antar daerah serta masih terbatasnya jaringan transportasi. Hal ini tentu saja mengakibatkan kontrol efektif pemerintah terhadap wilayah pemerintahan.

“Namundemikian pemerintah berupaya keras memacu pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, “ tegas Alfedri disamping yang harus dicermati adalah kondisi dan letak geografis kabupaten Siak yang berbatasan dengan kabupaten/kota lain. “potensi-potensi terjadinya permasalahan tersebut akan berdampak pada kerawanan stabilitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan,” tambahnya.

Sementara itu Kakan Kesbangpolinmas Kabupaten Siak Yurnalis, mengutarakan sejumlah persoalan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat bias bermuara pada konflik. “potensi konflik ini bisa pula berpengaruh terhadap harmonisasi kerukunan hidup masyarakat, termasuk eksistensid dan kewibawaan pemerintah daerah,” ungkapnya.***(rls/vila)


Home  |  www.siakkab.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN SIAK © 2011