VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


5/06/2016 19:03
Bupati Rohul Potang Balimau Bersama Masyarakat di Sungai Batang Lubuh

3/06/2016 18:52
Sambut Ramadan 1437 H/2016,
Wabup Rohul dan Ribuan Pelajar Ikuti Tabligh Akbar di Masjid Agung

3/06/2016 14:56
Imbauan Bupati Rohul Jelang Bulan Suci Ramadan 1437 H/2016

1/06/2016 17:22
Bupati Rohul Ajak Seluruh Organisasi dan OKP Jadi Mitra Pemerintah Daerah

31/05/2016 16:47
Bupati Rohul Lantik Pengurus KTNA Rohul 2015-2020

30/05/2016 16:33
Apel Pagi Senin, Bupati Rohul Minta Pegawai Budayakan Disiplin Kerja

27/05/2016 15:35
Pemkab Rohul Bantu Korban Kebakaran di Desa Karya Mulia

27/05/2016 14:40
Wabup Rohul Silaturahmi dengan Pengurus PGI

25/05/2016 17:45
Wabup Rohul Buka MTQ ke-2 Tingkat Kecamatan Kepenuhan

24/05/2016 14:52
Tahun Depan, Pemkab Rohul Prioritaskan Peningkatan Infrastruktur dan Destinasi Wisata

22/05/2016 18:14
Pemkab Rohul Jadikan Kecamatan Rambah sebagai Destinasi Wisata Sehat

20/05/2016 16:59
Pemkab Rohul dan DPRD Akan Bahas Tiga Ranperda Tahun Ini

19/05/2016 15:29
Peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-66,
Bupati Rohul: Kami Ingin Sejahterakan Guru, Namun Kemampuan Daerah Terbatas

16/05/2016 15:00
Apel Pagi Senin, Wabup Rohul Minta Pegawai dan Honorer Tingkatkan Disiplin Kerja

15/05/2016 15:16
Kunjungan Wisata di Masjid Agung Madani Rohul Meningkat Jelang Ramadan

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012