VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


17/12/2015 06:28
Bupati Rohul Imbau Korban Banjir Simpan Surat Berharga di Tempat Aman

13/12/2015 17:12
Sampai November 2015, Kunjungan Wisata di Rohul 23.861 Pengunjung

11/12/2015 19:46
Bupati Rohul Mengatakan Pembangunan Bukan Hanya Fisik Jalan Saja

8/12/2015 23:26
Desa Adat di Kabupaten Rohul Sudah Jadi Percontohan Nasional

7/12/2015 22:18
Pemkab Rohul Akan Naikan Dana Kesra Guru Agama Jadi Rp 1 Juta Tahun 2016

2/12/2015 18:37
Wabup Rohul Buka Rembug Paripurna KTNA 2015 di Pasirpangaraian

30/11/2015 13:38
Bupati Rohul Teken Dokumen Hibah Barang Milik Negara dari Menteri ESDM RI di Yogyakarta

27/11/2015 19:47
Wabup Rohul Buka Perkemahan di Desa Rantau Sakti

24/11/2015 17:33
Pemkab Rohul Buka Kajian Eksekutif Pejabat

23/11/2015 15:14
Piala Bergilir MTQ ke-34 Riau dan Kafilah Rohul Disambut Meriah di Lima Kecamatan

14/11/2015 17:28
Ribuan Utusan Rohul Ikut Ramaikan Pawai Taaruf MTQ Riau di Siak

10/11/2015 14:44
1.000 Tahfiz Diwisuda, Bupati Rohul Inginkan Banyak Alquran Berjalan

6/11/2015 16:16
Aparat Desa di Rohul Akan Pelatihan Kelola ADD di Yogyakarta dan Batam

4/11/2015 12:59
Sambut HKN ke-51, Dinkes Rohul Gelar Bakti Sosial di Bangun Purba

3/11/2015 18:03
Pemkab Rohul Dukung PT PLN Bangun 456 Tower SUTET untuk Gardu Induk

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012