VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


12/06/2015 17:03
Berlaku Dua Tahun,
ISQ Rohul Sudah Kantongi Izin Operasional dari Kemenag RI

10/06/2015 10:58
Ribuan Pelajar Rohul Ramaikan Pawai Syiar Semarak Ramadhan 1436 H

9/06/2015 17:52
Bupati Rohul Silaturrahmi dengan Ratusan Mubaligh

8/06/2015 19:53
Peringati Hari LH se-Dunia 2015,
Pemkab Rohul Berikan Berbagai Penghargaan di Bidang Lingkungan

8/06/2015 19:03
Tarif Air Bersih,
Pemkab Rohul akan Naikan Jika Pelayanan Meningkat

8/06/2015 18:49
Bappeda Rohul Telaah Fasilitasi Dua Forum TJSP Program CSR Kecamatan

7/06/2015 13:40
Ribuan Warga Ramaikan Car Free Day Bersama Wabup Rohul Di Ujungbatu

5/06/2015 18:56
BKP3 Rohul Lakukan Pembinaan Lumbung Pangan di Pedesaan

4/06/2015 12:56
Pemkab Rohul Wacanakan Bangun Stadion Mini di 16 Kecamatan

3/06/2015 16:33
Bupati Canangkan Rohul sebagai Kabupaten BUM Desa Pertama di Indonesia

3/06/2015 16:11
Bupati Rohul Buka Pencanangan BBGRM ke-12 di Desa Rambah Baru

2/06/2015 12:53
Berharap Terus Terjaga, Wabup Rohul Lepas Tradisi Khatam Quran Jelang Ramadhan

31/05/2015 12:13
CFN di Rohul, Mulai Goyang dengan Fauzan Sampai Bagi-bagi Batu Akik

28/05/2015 19:17
Bupati Rohul Optimis Pelayanan Air Bersih Tuntas Tahun 2016

27/05/2015 20:04
Pantau Pasar Modern, Bupati Rohul Ngaku Tak Temukan Beras Plastik

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012