VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


9/12/2014 17:10
Bupati Rohul Lantik Serentak 247 Pengurus BPD dari 47 Desa

6/12/2014 19:00
Kategori Peningkatan APK,
Rohul Terima Penghargaan Bunda PAUD Terbaik 3 tingkat Nasional

1/12/2014 10:25
Upacara HUT KORPRI ke-43,
Bupati Rohul Ajak Jadikan Agama Pondasi Revolusi Mental

29/11/2014 04:22
Ribuan Pramuka Penggalang Rohul Ikuti Kemah Jambore di Kota Lama

28/11/2014 04:28
Pemkab Rohul Wacanakan Dirikan Sekolah Penerbangan Tahun 2015

27/11/2014 18:52
Libur Sepekan Akibat Banjir,
Murid SDN 017 Sei Mandian, Rohul Kembali ke Sekolah

27/11/2014 16:06
Rohul Wacanakan Pendirikan STIQ Syekh Ibrahim Tahun Depan

27/11/2014 15:57
Sempena HUT KORPRI ke-43,
Ribuan Pegawai Pemkab Rohul Ikuti Gerak Jalan Santai

27/11/2014 13:27
Ikuti Seluruh Cabang,
Rohul Kirim 42 Kafilah di MTQ Riau ke-33 di Inhil

27/11/2014 12:45
BAZNas Rohul Beri Pelatihan 100 Imam dan Khatib di Dua Kecamatan

26/11/2014 17:37
Bupati Rohul Ajak Masyarakat Lestarikan Adat Istiadat

25/11/2014 14:35
Bangun Kompetensi Tekhnik Motor,
SMK Tandun, Rohul Gandeng PT AHM dan PT Capela

21/11/2014 18:44
Jelang Peparpov 2014,
Pengurus NPC Rohul Cari Bibit Atlet ke SLB

20/11/2014 22:57
Haul Syekh Ismail ke-66,
Wabup Rohul: Sosoknya Pantas Jadi Suri Teladan Umat Islam

20/11/2014 21:40
Pertama di Indonesia,
Perpustakaan Digital di Rohul Dioperasikan Akhir Desember

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012