VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


11/10/2016 14:59
Sambut HUT ke-17 Rohul,
Ribuan Pelajar dan Pegawai Ramaikan Tabligh Akbar di Masjid Agung

7/10/2016 20:30
MTQ ke-35 Tingkat Riau 2016,
Plt Bupati Rohul Lepas 38 Kafilah dan Menargetkan Juara Umum Keempat Kalinya

3/10/2016 22:35
341 ASN Rohul Terima SK Kenaikan Pangkat di Hari Kesaktian Pancasila

11/09/2016 22:26
Mobil Hias Ramaikan Pawai Takbiran Idul Adha di Rohul

6/09/2016 06:47
Rambah Juara Umum MTQ Kabupaten Rohul Kali Kelima Beruntun

2/09/2016 08:27
Meriah, MTQ XVI Rohul 2016 Resmi Dibuka Plt Bupati Sukiman

1/09/2016 17:41
Belasan Ribu Warga Ramaikan Pawai Taaruf MTQ XVI Rohul 2016

23/08/2016 14:20
Melalui Coffee Morning, Plt Bupati Rohul Gandeng Ormas, LSM, dan OKP

17/08/2016 19:20
Plt Bupati Rohul Serahkan Remisi pada Napi Lapas Pasirpangaraian

15/08/2016 14:28
Plt Bupati Rohul Kukuhkan 45 Anggota Paskibraka 2016

14/08/2016 15:36
Lepas 235 JCH,
Plt Bupati Rohul: Jaga Kekompakan Selama di Tanah Suci

8/08/2016 17:39
Wabup Rohul Lepas 32 Anggota Pramuka Berangkat ke Jamnas X ke Cibubur

2/08/2016 21:14
Peringati HUT ke-59 Provinsi Riau,
Wabup Rohul: Semangat Gotong-royong Bisa untuk Bangun Desa

26/07/2016 15:05
Bangun Mental Pendidik, Ribun Guru PAUD di Rohul DiBekali ESQ

26/07/2016 14:34
Wabup Sukiman Halal Bihalal dengan OKP dan Ormas se-Rohul

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012