VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


7/08/2014 13:56
Tingkatkan Pembangunan, SKPD Rohul Diajak Susun Terobosan Baru

4/08/2014 15:41
Bupati Rohul Apresiasi Kehadiran Pegawai Pasca Libur Lebaran

25/07/2014 21:30
Disediakan Sanksi Berat bagi PNS Rohul Perpanjang Cuti Lebaran

23/07/2014 17:44
Buka Puasa Bersama,
Masjid Agung Madani Bantu Kaum Dhuafa dan Anak Yatim Berprestasi

21/07/2014 16:34
Tim Safari Ramadhan Pemkab Rohul Akhiri Agenda di Masjid Ubudiyah Tandun

20/07/2014 21:34
Wabup Rohul Safari Ramadhan di Masjid Raya Pasirpangaraian

19/07/2014 22:27
Safari Ramadhan di Rambah Hilir,
Wabup Rohul Pastikan Pembangunan Jembatan Surau Munai Ditunda

18/07/2014 17:19
Jelang Idul Fitri, K3S Rohul Santuni 250 Anak di 5 Panti Asuhan

17/07/2014 07:19
Tim Safari Ramadhan Pemkab Rohul Kunjungi Pagarantapah Darussalam

16/07/2014 23:43
Safari Ramadhan 1435 H,
Warga Pasir Intan Curhat Soal Listrik Padam ke Wabup Rohul

14/07/2014 20:54
Safari Ramadhan 1435 H,
Pemkab Rohul Janji Prioritaskan Tiga Pembangunan di Ujungbatu

13/07/2014 19:17
Safari Ramadhan 1435 H,
Pemkab Rohul Siap Anggarkan Dana Pendamping Air Bersih di Rokan IV Koto

13/07/2014 17:33
Wabup Hafith Ajak Warga Rohul Peduli Palestina

11/07/2014 20:19
Masjid Agung Pasirpangaraian Jadi Kiblat bagi Masjid Kecamatan

9/07/2014 14:35
Tim Pemkab Rohul Safari Ramadhan di Masjid Al Ikhwan Kepenuhan

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012