VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


2/04/2014 19:46
Perkada Nomor 15 Tahun 2014,
Bupati Rohul Terbitkan Perkada untuk Bayar Gaji Tenaga Honorer

2/04/2014 16:14
Diskoperindag Rohul Gelar Rakor Koperasi dan IKM di Rambahsamo

28/03/2014 19:42
Bupati Rohul Lepas Pawai Ta'aruf Pembukaan MTQ ke-14 Ujungbatu

27/03/2014 07:55
Bupati Rohul Resmikan Gedung Baru SMAN 1 Ujungbatu

19/03/2014 19:49
Peserta UN SLTA dan SLTP di Rohul 10.779 Orang, US SD/MI 10.816 Orang

18/03/2014 19:57
MTQ Tingkat Rohul ke-14 Digelar Awal Mei 2014

17/03/2014 16:35
Bupati Rohul Kunjungi Korban Kebakaran di Kabun

16/03/2014 15:26
Pemkab Rohul Tebar 200 Ribu Bibit Ikan dan Udang di Danau Cipogas

14/03/2014 21:01
Pegawai Rohul Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Kantor

12/03/2014 18:25
80 Persen Tanah Wakaf di Rohul Belum Bersertifikat

11/03/2014 15:29
APBD Rohul 2014 Belum Disahkan,
Bupati Persilakan Dewan Coret Proyek Lapangan Golf

10/03/2014 15:58
Kabut Asap, Pegawai Rohul yang Hamil dan Punya Bayi Boleh Libur

9/03/2014 16:33
Sadar Wisata Rohul 2014,
Bupati Rohul Nilai Air Panas Hapanasan Layak Dikunjungi

7/03/2014 17:24
62 Madrasah di Rohul Belum Terakreditasi

6/03/2014 14:36
Penderita ISPA Meningkat 3.500 Kasus,
Kabut Asap Kembali Tebal, Kualitas Udara di Rohul Masih Buruk

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012