VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


7/05/2015 14:12
Dari Musrenbang RKPD 2016,
Pemkab Rohul Akan Prioritaskan 7 Pembangunan Daerah Tahun Depan

7/05/2015 08:21
Teken MoU dengan PT ASS, Pemkab Rohul Wujudkan Sekolah Penerbangan

4/05/2015 20:07
Hari Pendidikan Nasional 2015,
Wakil Bupati Rohul: Buatlah Sekolah Senyaman Mungkin Seperti Taman

4/05/2015 11:33
Meninjau, Wabup Rohul Puas Pelaksanaan UN SMP Sederajat Lancar

30/04/2015 20:29
Haul ke Tujuh Tahun,
Ribuan Warga Ikut Doakan Ibunda Bupati Rohul

30/04/2015 11:19
Bupati Rohul Kukuhkan 242 Pengurus FKDM Kabupaten dan Kecamatan

27/04/2015 18:06
Dibuka Bupati Achmad,
75 Pegawai Pemkab Rohul Ikuti Bimtek Pengelolaan Jaringan dan Website

23/04/2015 11:02
POME PLT-BG Rantau Sakti Rohul Jadi Pusat Pendidikan Akademik

21/04/2015 17:59
Pembunuh Mematikan Kaum Wanita,
Bupati Rohul Ajak Wanita Deteksi Dini Penyakit Kanker Serviks

17/04/2015 14:04
Upacara HKN April 2015,
Bupati Rohul: Miras Merupakan Induk dari Segala Kejahatan

14/04/2015 04:58
Ditutup Bupati,
Kecamatan Rambah Raih Juara Umum MTQ ke-15 Tingkat Rohul

13/04/2015 13:59
Tinjau UN di Dua Sekolah,
Bupati Rohul: Semoga Siswa Lulus Seratus Persen

9/04/2015 10:11
Diikuti 496 Peserta dari 16 Kecamatan,
Pembukaan MTQ ke-15 Tingkat Rohul di Purna MTQ Riau Meriah

8/04/2015 17:49
30 Ribu Warga Rohul Ikut Ramaikan Pawai Taaruf Pembukaan MTQ ke-15

8/04/2015 16:58
Stand Pameran MTQ ke-15 Tingkat Rohul Sudah Dibuka untuk Umum

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012