VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


3/07/2017 16:16
Kunker ke Rambah Samo, Bupati Rohul Tekankan Kedisplinan Aparatur Ditingkatkan

3/07/2017 12:58
Pasca Libur Idul Fitri, Bupati Rohul Minta Aparatur Bekerja Maksimal

26/06/2017 21:06
Liburan Lebaran, Masjid Agung Islamic Center Rohul Masih Favorit

22/06/2017 18:38
Sekda Rohul Lantik Sekretaris Disdikpora dan Serahkan Dua SK Pejabat Plt

19/06/2017 13:59
Bupati Rohul Pimpin Apel Gelar Pasukan Ramadniya Siak 2017 di Pasirpangaraian

18/06/2017 07:12
Bupati Suparman Buka Bersama Masyarakat Rohul di Pekanbaru

16/06/2017 17:40
12 Camat, 2 Lurah, dan 8 Sekcam Dilantik Sekda Rohul di Bulan Ramadan

15/06/2017 14:26
Bupati Rohul Lantik 7 Kades dan Serahkan Ratusan SK CPNS Tenaga Medis

15/06/2017 07:40
Undang Pimpinan Perusahaan, Bupati Rohul Ajak Berkontribusi Bangun Daerah

14/06/2017 16:55
Sidak di Dua Kecamatan,
Bupati Rohul: Kalau tidak Mau Bekerja Silahkan Berhenti

14/06/2017 14:36
Gubri Safari di Islamic Center,
Bupati Suparman Harapkan Pemprov Bangun Jalan dan Jembatan

13/06/2017 15:22
Sidak di Kecamatan Rambah Hilir,
Bupati Rohul Minta Puskesmas Antisipasi Vaksin Palsu

12/06/2017 17:07
Bupati Rohul Sidak di Puskesmas, Kantor Camat Rambah, dan Tertibkan Pedagang Makanan

9/06/2017 14:47
Safari Ramadan Pemkab,
Masyarakat Mahato Minta Pemkab Rohul Defenitifkan Delapan Desa Persiapan

7/06/2017 19:09
Safari Ramadan di Pagaran Tapah,
Wabup Sukiman Tegaskan Lima Desa Perbatasan Kampar Masuk Rohul

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012