VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


18/03/2015 16:14
Temui Bupati Rokan Hulu,
Group Lion Tertarik Dirikan Sekolah Penerbangan di Pasirpangaraian

17/03/2015 19:41
Tertibkan Adminduk,
Disdukcapil Rohul Teken MoU dengan 54 Perusahaan

17/03/2015 16:21
18 Diresmikan Bupati, Kini Rohul Miliki 104 Bumdes

16/03/2015 14:56
Buka Muscab III APDESI 2015,
Bupati Rohul Inginkan Kades Tak Terlibat Kasus Hukum dan Amoral

15/03/2015 06:04
Acara Car Free Night di Rohul Makin Berwarna

13/03/2015 19:43
Ribuan Warga Ikut Ramaikan Pawai Taaruf,
Bupati Rohul Buka MTQ III Tingkat Kecamatan Rambahsamo

13/03/2015 16:55
Pemkab Rohul Serius Benahi Irigasi dan Atasi Alih Fungsi Sawah

12/03/2015 08:57
Dibuka Wabup Rohul, 72 Kesebelasan Ikuti Turnamen Bangun Makarti Cup III

11/03/2015 18:57
Wabup Rohul Minta BKSDA Riau Tangkap Beruang Madu di Menaming

11/03/2015 16:40
Bupati dan Wabup Rohul Tabur Ikan dan Tanam Pohon di Rokan IV Koto

10/03/2015 16:22
Bupati Achmad Lantik Pengurus IBI Ranting Rokan Hulu

8/03/2015 09:29
13 Rider Malaysia Ramaikan "2015 Ujungbatu Enduro Rally" di Rohul

2/03/2015 13:18
Datangi Pedagang di Koto Tinggi, Bupati Rohul Cek Harga Beras

1/03/2015 13:31
Pemkab Rohul Akan Sediakan Alat Band Lengkap di Car Free Night

23/02/2015 15:06
RCC dan Expo 2015 Digelar 10 Hari,
Pemkab Rohul Bentuk Panitia HUT ke-16 Rohul

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012