VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


22/03/2016 15:05
Bupati Achmad: Rohul Akan Jadi Daerah Pertama yang Kembangkan Tanaman Kurma

21/03/2016 16:56
Bupati Rohul Ajak Warganya Sukseskan Sensus Ekonomi 2016

17/03/2016 14:31
Upacara HUT ke-97 Damkar, Bupati Rohul Harapkan Petugas BPBD Tetap Semangat

16/03/2016 15:00
Dari Kajian Eksekutif,
Bupati Rohul: Kejujuran Merupakan Modal Utama Kesuksesan

7/03/2016 12:29
Canangkan PIN Polio 2016, Bupati Rohul Targetkan 70.361 Balita Divaksin

6/03/2016 16:52
Bupati Rohul Ajak Masyarakat Belanja Sambil Beramal di Masjid Agung Madani

1/03/2016 16:37
Bupati Rohul Hadiri Pengukuhan Pengurus Hulubalang Nogori

26/02/2016 17:52
Bupati Achmad Puji Australia Bantu Mandrasah dan Ponpes di Rohul

25/02/2016 15:10
Wabup Rohul: Peredaran Narkoba Sudah Sampai Pelosok Desa

22/02/2016 18:04
Tertarik dengan Program Keagamaan,
Komisi III DPRD Sijunjung Sumbar Kunker ke Rohul

17/02/2016 13:44
Pimpin Upacara HKN, Wabup Rohul Pamit dan Minta Maaf

16/02/2016 16:44
Bupati Rohul Katakan Iman Bisa Bentengi Diri dari Paham Radikal

10/02/2016 18:29
Bupati Rohul Tinjau Korban Kebakaran di Pekan Tebih, Sekaligus Berikan Bantuan

9/02/2016 17:58
Bupati Rohul Kunjungi Korban Banjir di Rokan IV Koto, Sekaligus Bagikan Sembako

2/02/2016 21:00
Kunjungi PLTBG Rantau Sakti,
Bupati Rohul: Perkembangan PLTBG Sangat Luar Biasa

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012