VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


11/07/2014 20:19
Masjid Agung Pasirpangaraian Jadi Kiblat bagi Masjid Kecamatan

9/07/2014 14:35
Tim Pemkab Rohul Safari Ramadhan di Masjid Al Ikhwan Kepenuhan

9/07/2014 13:49
Bupati Rohul di Pekanbaru,
Wabup Hafith Nyoblos di TPS 1 Pasirpangaraian

7/07/2014 15:08
Wabup Rohul Safari Ramadhan di Bonaidarussalam

6/07/2014 21:35
Melalui Safari Ramadhan,
Wabup Rohul Tampung Aspirasi Warga Dua Kecamatan

4/07/2014 15:11
Sekaligus Tampung Aspirasi,
Pemkab Rohul Awali Safari Ramadhan di Tambusai Utara

4/07/2014 12:40
Wabup Rohul Ajak Warga Rambahsamo Sukseskan Program Keagamaan

1/07/2014 15:18
HUT ke-68 Bhayangakara,
Polsek Rambahsamo Terima Penghargaan Markas Terbersih

1/07/2014 14:45
HUT ke-68 Bayangkara, Polres Rohul Bagi-bagi Hadiah

30/06/2014 16:12
Disdukcapil Rohul Terapkan Layanan Adminduk Sistem "Jemput Bola"

29/06/2014 19:10
Bupati Rohul Tinjau Pasar Ramadhan di Pasar Lama Pasirpangaraian

29/06/2014 16:22
Selama Ramadhan,
Apel Pagi dan Sore di Pemkab Rohul Ditiadakan

28/06/2014 21:52
Bupati Rohul Pimpin Tradisi Balimau Kasai di Sungai Batang Lubuh

27/06/2014 19:06
Diramaikan Artis Sahrul Gunawan,
Semarak Ramadhan 1435 H di Islamic Center Ditutup

27/06/2014 14:17
Sambut Puasa Ramadhan, Dinas TRCK Rohul Gelar Ceramah Agama

 
 
Selasa, 23 April 2013 15:13
Minim Personil Polhut,
Tiga Instansi Diminta Bantu Tangani Karhutla


Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Tiga instansi lintas sektor, Dishutbun Rokan Hulu, BPBD, dan BLH, segera bentuk tim pencegahan kebakaran lahan dan hutan (Karhutla). Masih kurangnya personil Polisi Kehutanan (Polhut), masyarakat akan dilibatkan.

Melalui Rapat koordinasi tim terpadu pencegahan Karhutla di sejumlah kecamatan yang merupakan daerah rawan, selainkan maksimalkan personil Polhut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul gandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk tahap pencegahan.

Menurut Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, Polhut akan dibentuk tim dengan sistem tiga rotasi atau jadwal untuk melakukan pengawasan hutan dari aksi perambahan dan pembakaran yang dilakukan oknum tidak bertanggung-jawab.

Pembentukan tim penjaga hutan ini sebagai antisapi bencana kabut asap di Rohul menjelang iven Pekan Daerah Kelompok Tani Nelayan Andalan (Peda KTNA), MTQ Riau ke-32, dan Pesta Demokrasi Pilgubri 4 September 2013 mendatang.

"Giatkan sosialisasi kepada pihak desa dan kecamatan, termasuk kepada BPD (Badan Pemberdayaan Desa), sampai Ketua RT dan RW. Sekaligus kampanyekan melalui pembukaan lahan tanpa api," demikian himbau Kepala Dishutbun Rohul, Sugiyarno, saat Rapat koordinasi tim terpadu di aula kantornya, Selasa (23/4/13).

Sugiyarno intruksikan Polhut lebih tegas terhadap oknum perambah hutan, terutama yang membuka lahan dengan cara dibakar, sebab hal itu menyebabkan bencana kabut asap saat musim kering yang diprediksi bakal terjadi mulai Mei 2013.

"Patroli rutin telah dilakukan Polhut di seluruh daerah yang ada kawasan hutannya. Dalam minggu ini, kita bentuk tim terpadu. Mereka dibagi dalam tiga shift dan mengawasi hutan selama 24 jam," jelas Sugiyarno kepada riauterkinicom usai rapat.

Karena terbatasnya personil Polhut, tim terpadu akan melibatkan kalangan masyarakat dan mendapatkan honor. Untuk biayanya, melalui kebijakannya, dianggarkan melalui anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) dengan dana Rp100 juta dibagi dalam empat zona seperti Rokan IV Koto, Pendalian IV Koto, Bonaidarussalam, dan Mahato.

Dishutbun terpaksa anggarkan melalui SPPD karena masih minim dana anggaran dari APBD Rohul 2013 termasuk bantuan dari APBN, atau APBD Riau. Sementara saat terjadi bencana kabut asap, daerah selalu disalahkan.

Sementara, Kepala BPBD Rohul, Aceng Herdiana, mengaku mendukung dibentuknya tim terpadu penjaga hutan melibatkan tiga instansi. Sebagai persiapan menghadapi bencana kabut asap akibat Karlahut, instansinya menetapkan siaga tanggap darurat bencana seperti saat menghadapi iven PON Riau 2012.

"Untuk penetapan tim, perlu dilakukan rapat koordinasi lanjutan. Sebab sesuai BMKG, musim kemarau Mei mendatang, tapi hal itu berubah. Apalagi belakangan ada sekitar 12 titik api (hot spot) di Rokan Hulu, sehingga perlu dilakukan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat," saran Aceng.

Untuk memaksimalkan masyarakat peduli hutan, BPBD Rohul akan tetap berintegrasi dengan Dishutbun dan BLH, sebagai upaya meminimalisir aksi Karlahut melalui sosialisasi rutin.***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012