| |
Rabu, 11 Juli 2012 15:28 Guru di Rohul Didata Ulang untuk Hindari Penumpukkan di Perkotaan
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Mengantisipasi berkurangnya guru berstatus
pegawai negeri sipil (PNS) di 16 kecamatan seperti sekarang, mulai tahun
ini Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mulai melakukan penataan ulang data
tenaga pendidik di perkotaan.
Wakil Bupati Rohul Hafith Syukri, mengaku, kekurangan tenaga guru PNS bukan
saja terjadi di Kecamatan Bonaidarussalam, melainnya sudah menyebar di 16
kecamatan di wilayah kerjanya.
“Kita sekarang malah berfikir bagaimana tidak terjadi penumpukan guru di
daerah perkotaan, sebab seluruh daerah masih kekurangan tenaga guru PNS
sekarang ini,” ungkap wabup menjawab riauterkini.com di Pasirpangaraian.
Wabup Hafith Syukri mengungkapkan, saat ini jumlah guru di pedesaan dengan
perkotaan belum seimbang. Hal itu disebabkan masih banyaknya guru PNS
mengajukan surat pindah tugas ke daerah lain, sama halnya dengan bidan desa.
“Mulai tahun ini dan tahun depan kita mulai melakukan penataan ulang data
guru di seluruh kecamatan, sehingga tenaga guru dan tenaga medis di
pedesaan terpenuhi, dalam meningkatkan pelayanan prima.”
“Setelah penataan ulang ini, sama dengan bidan desa, guru tidak seenaknya
mengajukan surat pindah tugas, sebab mereka telah disumpah sebelumnya,”
tambah wabup.
Sebelumnya, sejumlah kecamatan mengeluh masih kurangnya tenaga pendidik di
pedesaan. Halnya di Bonaidarussalam, kekurangan tenaga pendidik disebabkan
sejumlah honorer yang telah diangkat PNS atas rekomendasi kecamatan, justru
mengajukan pindah tugas dengan berbagai alasan yang kurang diterima akal
sehat.
Gampangnya mengajukan surat pengajuan pindah tugas melalui Disdikpora
Rohul, menyebabkan banyak guru PNS mengajukan pindah agar bertugas di
daerah perkotaan, tapi tindakan itu justru menyebabkan tenaga pendidik di
pedesaan semakin sedikit dan terjadi penumpukan di daerah perkotaan.***(zal)
| | | |