| |
Ahad, 8 Juli 2012 16:45 Ramadhan, Bupati Rohul Wajibkab Tempat Hiburan dan Warung Makan Tutup
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Diperkirakan 19-20 Juli 2012 mendatang, umat
Islam dunia mulai menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1433 Hijriyah. Agar
pelaksanaan berjalan baik, Bupati Rokan Hulu Achmad minta seluruh pemilik
usaha hiburan, kafe remang-remang, dan rumah makan di wilayahnya menutup
usahanya.
Demikian himbauan Bupati Achmad. Selain menutup lokasi hiburan dan usaha
berbau maksiat, dia juga himbau kepada pemilik usaha rumah makan, restoran,
dan warung minuman menutup usahanya pada siang hari.
“Khusus penjual makanan dan minuman, kita minta tutup dari pagi sampai
sore. Kita tidak melarang berdagang, tapi ini untuk menghormati umat yang
menunaikan ibadah puasa. Menjelang berbuka sampai sahur kita persilahkan,
sebab ini bagian budaya masyarakat Melayu yang mayoritas Muslim,” tegasnya.
Khusus lokasi hiburan dan kafe-kafe remang-remang atau usaha maksiat lain,
Bupati secara tegas minta usaha itu ditutup total. Aparatur kecamatan dan
Satpol PP dimintanya menutupnya sehingga usaha maksiat tidak beroperasi
lagi di negeri seribu suluk.
“Satpol PP harus patroli rutin untuk menertibkan seluruh tempat hiburan,
kafe dan lokasi maksiat tanpa terkecuali. Upika juga kita minta untuk
menyurati seluruh pemilik usaha maksiat agar menutup usahanya,” tegasnya
lagi.
Selama ini, keberadaan usaha mesum semakin menjamur tersebar di 16
kecamatan. Keberadaannya abadi, karena masyarakat bersikap acuh tak acuh.
Mereka takut terlibat hukum seperti pengalaman sebelumnya, sebab kuat
dugaan sejumlah oknum aparat membekingi usaha lendir tersebut.
Usaha mesum, selama ini pekerjanya mayoritas merupakan warga pendatang.
Sejumlah pihak menyayangkan, sebab sebagian besar pemilik usaha mesum
adalah masyarakat tempatan. Ditakutkan, julukan negeri seribu suluk, justru
berubah menjadi negeri seribu warung mesum.
Di sepanjang kawasan Jalan Lingkar Kilometer 4 Pasirpangaraian. Saat ini
usaha mesum dan hotel disana disinyalir tokoh masyarakat Rohul sebagai
pusat praktek prostitusi. Usaha itu pernah ditertibkan aparat terkait,
namun baru sebatas teguran.
Beberapa tahun silam, usaha-usaha mesum disana pernah dibakar ratusan warga
setempat. Tapi karena ada beberapa warga yang dipanggil Polisi, sekarang
warga lebih memilih diam, hanya berharap kepada pemerintah agar membumi
hanguskan usaha-usaha neraka tersebut.***(zal)
| | | |