| |
Jum’at, 15 Juni 2012 16:34 Perawatan Obyek Wisata Rohul Hanya Rp 30 Juta Setahun
Riauterkini-PASIRPENGARAIAN- Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
(Disbudpar) Kabupaten Rokan Hulu Yurikawati mengaku dana perawatan obyek
wisata dari APBD Rohul sangat kecil, hanya Rp30 juta per tahun.
Dana sebesar itu, dinilai Yurika belum mampu merawat seluruh obyek wisata
di kawasan kerjanya yang jumlahnya sudah puluhan di sejumlah kecamatan.
“Alhamdulillah sudah beberapa kalinya kita mendapatkan bantuan dari APBD
Riau dan APBN. Dana itu lah untuk membenahi obyek wisata di Rohul,”
jelasnya kepada riauterkini.com, kemarin.
Menurutnya, masih banyak obyek wisata yang perlu dibenahi. Seperti obyek
wisata Air Panas Hapanasan Kaiti, Kecamatan Rambah, perlu dibangun tangga
naik dan diberi tangan-tangan untuk memudahkan pengunjung naik, termasuk
pembentukan karakter masyarakat sekitar, serta sapta pesona setempat.
“Termasuk jalan ke sana juga masih perlu diperbaiki. Sebab jalan paling
utama dan mempengaruhi besarnya jumlah pengunjung yang datang kesana,”
ujarnya.
Bantuan dari APBD Rohul hanya untuk pembangunan pemandian kolam alami.
Sedangkan bantuan dari Provinsi Riau telah terlihat, mulai bangunan Mandala
Wisata, museum kupu-kupu, mushala, turap, sumber air panas besar, halaman
parkir, dan fasilitas MCK.
“Tahun ini provinsi juga membantu untuk pembangunan menara pandang, pos
pelayanan pariwisata, serta perawatan sarana permainan di sana,” katanya.
Yurika mengaku, kecilnya dana APBD Rohul untuk perawatan wisata, pihanya
mesti melobi dana baik ke provinsi dan pusat. Hasil lobi itu, katanya
Disbudpar Rohul telah mendapatkan sejumlah bantuan, mulai peningkatan
sarana dan prasarana di obyek wisata Air Panas Hapasan, sampai dana APBN
untuk pemugaran obyek wisata religi Syekh Abdul Wahab, berlokasi di Desa
Rantau Binuang Sakti, Kecamatan Kepenuhan.***(zal)
| | | |