| |
Rabu, 13 Juni 2012 17:44 Bupati Rohul Buka Muskerda LAMR se-Riau 2012
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Secara resmi, Bupati Rokan Hulu Achmad,
membuka Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) Lembaga Adat Melayu (LAM)
Kabupaten dan kota se-Provinsi Riau, di Gedung Daerah Pasirpangaraian, Rabu
pagi (13/6/12).
Muskerda LAMR se-Riau 2012 di Pasirpengaraan, dibuka Bupati Achmad bergelar
Datuk Setia Amanah Malin Batuah, dimeriahkan sekitar 5.000 tamu undangan,
termasuk peserta utusan dari LAMR perwakilan kabupaten dan kota se-Riau.
Ketua Panitia Pelaksana Muskerda LAMR se-Riau 2012, Syahril Abu Bakar,
menjelaskan, Muskerda LAMR se-Riau yang baru kali pertamanya digelar di
Rohul cukup meriah, sebab itu dia berterimakasih kepada Datuk Setia Amanah
dan Wabup Hafith Syukri bergelar Datuk Timbalan Setia Amanah Malin Nogori,
karena sangat mendukung kegiatan tersebut.
Katanya, Muskerda LAMR se-Riau setahun sekali itu, dilakukan secara
bergilir di 12 kabupaten dan kota. Maksud dan tujuannya sendiri adalah
untuk mendengar aspirasi program terkait budaya Melayu dalam menguatkan
peranan fungsi adat.
Ketua LAMR Rohul Tengku Rafli Armein bergelar Datuk Majolelo, menjelaskan,
Muskerda VI tahun ini akan diketahui maju mundurnya keberadaan lembaga ini.
“Muskerda di Rohul tahun ini tidak bernuansa politis karena Datuk Setia
Amanah Malin Betuah akan maju sebagai calon Gubernur Riau tahun depan,”
sampai Datuk Majolelo.
Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Riau Al Azhar, mengaku haru Muskerda LAMR
di Rohul tahun ini sangat meriah. Dia bangga dan merasa terpuji berbalut
rasa haru atas penyambutan yang telah dipersiapkan Pemkab Rohul.
Menurutnya, persoalan yang mendera generasi muda saat ini adalah terkait
masih tingginya peredaran Narkoba, kenakalan remaja, dan degradasi modal
yang menjadi tanggung-jawab LAMR. Pada Muskerda kali ini akan dibahas
serius berbagai upaya dalam menyelamatkan generasi muda Riau, upaya
mendukung pencapaian visi Riau 2020 mendatang, khusus bidang kebudayaan
Melayu.
Ketua Dewan Pengurus Harian LAMR Riau Tenas Effendi, berjanji kedepan LAMR
akan menerapkan wajib berbahasa Melayu di 12 kabupaten dan kota. “Hal itu
diharapkan agar budaya Melayu tetap menjadi identitas Provinsi Riau,
sehingga dapat terus terjaga dan terpelihara,” paparnya.
Secara khsusus, katanya Muskerda LAMR se-Riau 2012, akan membahas kondisi
mentalitas generasi muda yang jauh merosot. Untuk menjauhkan generasi muda
dari pengaruh buruk dan negatif, LAMR akan mem-programkan Bahasa Melayu
masuk dalam muatan lokal mulai SD sampai SLTA setiap hari Rabu. “Ini
dilakukan untuk mengenalkan adat Melayu kepada generasi muda kita, sehingga
mereka tidak lupa norma adat Melayu,” katanya.
Bupati Achmad, pada amanatnya berterimakasih atas penghargaan dari LAMR,
karena memberikan kepercayaan besar kepada LAMR perwakilan Rohul sebagai
tuan rumah Muskerda tahun ini.
“Sesuai pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, secara tegas dinyatakan
filosofi bangsa indonesia yakni untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sudah
termasuk mencerdaskan kehidupan dalam aspek budaya. Untuk itu kita harus
merenung, sejauhmana upaya kita untuk mewujudkan masyarakat cerdas dan
berbudaya,” paparnya.
Menurut bupati, ada empat komponen dasar untuk kejayaan Budaya Melayu di
asia tenggara, seperti kerjasama baik, intervensi positif, political will,
dan kepercayaan. Dia berharap pemimpin tidak hanya memiliki komitmen untuk
mengembangkan adat Melayu, tapi harus memiliki konsisten dan dicerminkan
dalam gerakan nyata agar Provinsi Riau menjadi pusat kebudayaan Melayu di
Asia Tenggara.
Sebelumnya, rombongan Bupati Achmad, Wabup Hafith Syukri, Ketua Umum LAMR
Tenas Effendi, dan dan Ketua Dewan Pimpinan Harian LAMR Al Azhar, diarak
dari Kantor LAMR perwakilan Rohul, diiringi dzikir dan brudah, disambut
sekitar 5.000 undangan.***(zal)
| | | |