VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


14/05/2013 17:43
KPA Rohul Gelar Lomba Mendongeng tingkat SD/MI dan Diklat Arsip

14/05/2013 16:29
Rapat Finishing Dishutbun Rohul Jelang MTQ dan Peda KTNA Riau

14/05/2013 16:22
BPBD Rohul Latih Personil Tanggap Penanggulangan Bencana

13/05/2013 18:10
RKPD Rohul 2014, Penuhi Infrastruktur dan Tumbuhkan Ekonomi

12/05/2013 16:23
Wabup Rohul Minta Jaga Kamtibmas Akibat Potensi Konflik dan KKPA

10/05/2013 16:51
6 Paket Multi Years sudah Berjalan,
Rohul Targetkan 22 Km Jalan Menjadi Jalur Hijau

10/05/2013 16:30
DW Kemenag Rohul Taja Pelatihan Home Industri

10/05/2013 14:05
Cegah Kanker Mulut Rahim,
DW Sub Dishutbun Rohul Gelar Sosialisasi Cara Hidup Sehat

7/05/2013 17:49
Pemkab Rohul Sosialisasikan UMK dan UMSSP 2013

7/05/2013 16:50
Tindakan Preventif Tanggulangi Konflik,
Pemkab Rohul Susun Pemetaan dan Deteksi Dini Konflik

7/05/2013 15:23
Kerjasama Disbudpar Riau dan Disbudpar Rohul,
Pengusaha Rumah Makan dan Hotel Ikuti Penyuluhan Sadar Wisata 2013

6/05/2013 18:14
Tampilkan Berbagai Potensi Daerah
Stand Rohul Juara Pertama di Dumai Expo 2013

6/05/2013 17:46
Rohul segera Bangun Terminal di Jalan Lingkar Pasirpangaraian

5/05/2013 18:04
Ribuan Warga Ikut Peringati 5 Tahun Wafatnya Ibunda Bupati Rohul

4/05/2013 16:40
Pemkab Rohul Gandeng Unisel Malaysia,
Ribuan Guru Rohul Ikuti Seminar Internasional Pendidikan

 
 
Ahad, 13 Mei 2012 15:35
Kecamatan Bonaidarussalam Rohul Masih Kekurangan Guru PNS

Riauterkini-BONAIDARUSSALAM- Sejak dimekarkan dari Kecamatan Kuntodarussalam 2005 silam, Kecamatan Bonaidarussalam, Kabupaten Rokan Hulu, terus berbenah dan bangkit menjadi sebuah daerah maju, tapi sekarang ini daerah itu terkendala masih minimnya tenaga guru Pegawai Negeri Sipil (PNS), upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ketua Komite SMA Negeri I Bonaidarussalam Muhammad Naji, mengaku sejumlah sekolah di daerahnya kekurangan guru PNS telah berlangsung lama. Selama ini, anak-anak disana lebih banyak diajar guru honorer yang digaji komite setempat.

“Kita tidak sanggup lagi membayar gaji guru honor, apalagi saat tidak ada dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Memang ada rencana anggaran dari BOSDA, tapi sampai sekarang belum diterima,” ungkap M Naji.

M Naji mengungkapkan, sebelumnya secara sukarela, camat, para kepala desa, pengusaha, para guru PNS, dan seluruh pengurus Badan Pemberdayaan Desa (BPD) di Kecamatan Bonaidarussalam, membantu uang kepada pihak komite untuk menggaji para guru honor dalam memajukan dunia pendidikan.

“Tapi sumbangan sebulan sekali itu hanya berlangsung setahun, kini untuk mengaji guru honor, kita pihak komite sekolah mesti pintar putar otak dan berharap bantuan sukarela dari orang tua siswa setiap bulan. Sebab kutipan di sekolah dilarang,” katanya.

Awalnya SMA Negeri I Bonaidarussalam hanya sebuah Yayasan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), dan baru diNegerikan 2009. Namun sampai sekarang sekolah itu masih kekurangan guru PNS, hanya kepala sekolah berstatus PNS, sedangkan 17 guru, masih berstatus honor.

Beberapa tahun lalu, ungkap M Naji lagi ada empat guru honor yang diajukan pihak komite agar diangkat menjadi guru PNS, tapi sayangnya keempatnya minta dipindahkan ke daerah lain dengan beribu alasan.

“Guru itu sama dengan dokter. Mereka telah disumpah dan siap ditempatkan dimana pun. Seharusnya Dinas Pendidikan lebih tegas, tidak asal menuruti kemauan mereka. Kasihan anak-anak di Bonai jika kondisinya seperti ini,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Disdikpora Rohul Muhammad Zen, mengaku jika guru PNS enggan ditugaskan di Bonaidarussalam karena lingkungan yang kurang sesuai harapan, termasuk tempat tinggal. Hal itu dibantah M Naji, menurutnya masalah tempat tinggal hanya alasan, sebab komite membantu mengusahakan dan menjaga mereka selama bertugas disana.

“Itu hanya alasan klasik, intinya Pemkab Rohul mesti tegas kepada guru yang menolak ditempatkan di Bonai. Di sini juga banyak PNS dari daerah lain dan mengapa mereka kerasan,” tambahnya.

Kekurangan guru PNS bukan saja terjadi di SMA Negeri I Bonaidarussalam, tapi menular juga di SMP Negeri I setempat, dan sejumlah SD Negeri disana. Agar para pelajar tetap belajar seperti biasa, komite berdayakan guru honor dengan sistem jam terbang.

Selain kekurangan tenaga guru PNS, sejumlah sekolah di Bonaidarussalam juga masih banyak dibantu pihak lain seperti perusahaan dan dana pusat. Hal nya pembangunan SMA Negeri I Bonaidarussalam, seperti 2 ruangan kelas belajar senilai Rp220 juta, 1 ruang praktek laboratorium, Rp140 juta perpustakaan, dan kantor, pihak komite berjuang ke pusat dan berhasil mendapatkan bantuan dana Block Grant.

Dana pusat itu, katanya dipotong sebesar 5 persen oleh oknum di Kementrian Pendidikan, padahal pihak komite menghabiskan dana sekitar Rp5 juta sekali ke Jakarta. “Padahal seluruh anggaran, mulai dari paku, seng, papan dan lainnya, sudah dihitung didalamnya sesuai harga pasaran disini, namun teganya mereka memotongnya,” kesalnya.

M Naji menambahkan, dana pembangunan SMP Negeri I Bonaidarussalam juga bersumber dari dana luar. Dengan sistem jemput bola, komite berhasil mendatapkan bantuan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI). Sementara untuk pembangunan di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 3, bantuan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).***(zal)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012