VISI : Menjadikan Rokan Hulu Sebagai Kabupaten yang terbaik di Propinsi Riau Tahun 2016 dalam rangka menuju Visi Riau 2020


1/08/2017 16:58
Tingkatkan Mutu Pendidikan, Bupati Rohul Mulai Mengunjungi Sekolah

31/07/2017 15:39
Bupati Suparman Lantik Pengurus Forikan Rohul Periode 2017-2020

27/07/2017 21:15
Bupati Rohul Kunjungan ke Pu‎skesmas Rambah Samo II dan Desa Masda Makmur

24/07/2017 11:32
Peringatan HAN 2017, Bupati Rohul Minta Orang Tua Tingkatkan‎ Pengawasan Kegiatan Anak ‎

20/07/2017 07:55
Bupati Rohul Minta Camat, Kades dan Lurah Gali Potensi Pajak Demi Dongkrak Realisasi PBB-P2

19/07/2017 14:58
Pajak Hotel, Rumah Makan dan Restoran di Rohul Belum Tergarap‎ Maksimal

19/07/2017 13:51
Halal Bihalal Keluarga Besar APPDB Rohul,
Bupati Suparman Minta Lurah dan Kades Ikut Kembangkan BUEK dan BUMDesa

19/07/2017 13:03
Sidak, Bupati Rohul Puas Layanan Petugas untuk Pasien RSUD

18/07/2017 16:48
Ingin Aktivitas Bandara tidak Vakum,
Bupati Rohul Dukung Bandara Tuanku Tambusai Jadi Pusat Latihan Perang TNI

17/07/2017 16:56
Realisasi Penerimaan Belum Maksimal, Bapenda Rohul Mulai Garap Pajak Reklame‎

17/07/2017 14:08
HKN, Sekdakab Rohul Ajak ASN Mengenang Perjuangan Jasa Pahlawan

13/07/2017 16:42
Diikuti 469 Personel TNI AU,‎
‎Bandara di Rohul‎ Jadi Lokasi Latihan Perang Trisula Perkasa Paskhas se-Indonesia‎

12/07/2017 17:14
Lomba Cipta Menu B2SA,‎
16 PKK Kecamatan di Rohul Pamerkan Menu Khas dan Unik

5/07/2017 11:24
Gubri dan Bupati Rohul Buka TMMD Ke-99 Kodim 0313 KPR di Kepenuhan Timur

3/07/2017 16:16
Kunker ke Rambah Samo, Bupati Rohul Tekankan Kedisplinan Aparatur Ditingkatkan

 
 
Kamis, 19 April 2012 14:55
Dikunjungi Anggota DPD RI,
Warga Talang Mamak Adukan Penyeronotan Lahan oleh PTPN V


Riauterkini -RENGAT-Warga Talang Mamak Indragiri Hulu (Inhu) kehilangan lahan hingga 480 hektar, hal ini diakibatkan hasil Kesepakatan masyarakat Talang Sungai Parit melalui koperasi perkebunan Kumbuh Lestari dengan PT Perkebunan Nusantara V pada tahun 2000, Kamís (19/4/12)

Masalah ini terungkap dalam dialog anggota DPD RI Intsiawati Ayus dan Abdul Gafar Usman di ruang rapat Bupati Inhu. Dialog yang dihadiri oleh wakil bupati Inhu Harman Harmaini dan camat se Inhu serta pimpinan SKPD ini dilaksanakan setelah anggota DPD RI asal Riau mendapatkan laporan dari warga Talang Sungai Parit yang kehilangan lahan KKPA mereka.

Dalam perjanjian pihak perusahaan bersedia menyediakan lahan KKPA untuk masyarakat seluas 680 hektar. namun telah 12 tahun berlalu, lahan untuk masyarakat yang di bangun oleh PT PN V hanya 200 hektar.

Dimana pada tahap awal hanya di realisasikan 145 hektar. Setelah perusahaan kembali di desak, pihak PTPN V bersedia kembali memberikan 55 hektar untuk masyarakat yang dikeluarkan dari HGU mereka. Namun hal itu penuh kejanggalan, karena menurut surat Badan Pertanahan Nasional (BPN) No 583/460-IX/2002, KKPA yang bisa di keluarkan seluas 185 hektar.

Namun sangat disayangkan, pihak BPN tidak hadir dalam pertemuan tersebut saat anggota DPD RI Intsiawati Ayus mempertanyakan kehadiran pihak BPN. “Kuncinya ada pada BPN, karena merekalah yang mengetahui peta kawasan tersebut, namun karena BPN tidak hadir, maka kita tidak dapat menentukan apapun," ujarnya.

Sementara itu pihak PTPN V melalui manager kebun Air Molek II Eri Mukhlis berdalih bahwa lahan KKPA untuk masyarakat tersebut tidak dapat sepenuhnya mereka berikan karena sebagian lahan masyarakat tersebut sudah masuk dalam kawasan HGU PT Inecda.

Namun pihaknya akan tetap komitmen dengan kesepakatan awal. “Secara umum tidak ada kerugian pada perusahaan jika melakukan KKPA, bahkan perusahaan siap untuk mengerjakan lahan masyarakat lainnya jika memang ada," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, DPD RI juga mendapatkan laporan dari camat Sei Lalak Solkan yang menyatakan, pada 2005 juga ada kesepakatan masyarakat desa Kelawat melalui KUD Indragiri Mahkota Gading dengan PTPN V, untuk pengolahan lahan seluas 1000 hektar yang ada di desa Kelawat dengan perjanjian pembagian 60-40.

Namun menurut Solkan, hingga saat ini setelah tujuh tahun dan sawit yang di tanam pihak PTPN V sudah ada yang di panen, namun kebun untuk masyarakat belum ada yang teralisasi. “Saat di tanyakan kepada PTPN V, jawaban mereka selalu menunggu rapat umum pemegang saham," jelasnya.

Seusai pertemuan diakhiri dengan penanda tanganan notulen, untuk kemudian akan dijadikan acuan dalam pertemuan antara DPD RI dengan direksi PTPN V pada tanggal 24 April 2012 di Pekanbaru. ***(guh)

 
 
Home  |  www.rokanhulu.go.id
PEMERINTAH KABUPATEN ROKAN HULU © 2012