| |
Rabu, 28 Maret 2012 17:47 Buka Musrenbang 2012, Bupati Rohul Minta Pembagian Kue APBD Riau Proporsional
Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu masih
konsentrasikan pembangunan infrastruktur pada 2013 dikonsentrasikan di
Ibukota Kabupaten yakni sebesar 60 persen.
Demikian dikatakan Bupati Rohul Achmad, usai membuka Musyawarah
Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten Rohul 2012, di
Gedung Wanita Pasirpangaraian, Rabu (28/3/12).
Pada pembangunan 2013 mendatang, kata bupati masih seperti rencana
pembangunan tahun sebelumnya. Pemkab Rohul akan konsentrasi
meningkatkan bidang kebutuhan dasar masyarakat seperti peningkatan
infrastruktur, memprioritaskan infrastruktur jalan, bidang kesehatan,
pendidikan, dan air bersih.
“Bidang kebutuhan dasar masyarakat itu yang akan kita perluas dan
dipertajam pada pembangunan tahun depan. Begitu juga pada bidang
ekonomi kerakyatan, Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) akan kita tambah
modalnya,” jelasnya kepada wartawan di Pasirpangaraian, Rabu.
Selain itu, pada bidang peternakan akan dilaksanakan program sejuta
ekor sapi. Bidang tanaman pangan, direncanakan akan dibuka lahan cetak
sawah baru sekitar 50.000 hektar. Kemudian pengembangan program KKPA
untuk 7.500 Kepala Keluarga, menggunakan beberapa lahan di kecamatan
yang bisa dikonversikan sebagai lahan perkebunan.
Upaya efesiensi anggaran APBD Rohul, Bupati Achmad berharap agar
Pemerintah Provinsi Riau bersikap profesional dan proposional dalam
menyesuaikan segala usulan untuk kebutuhan masyarakat Rohul. “Kita
tahu Riau itu bukan Rohul, tapi kita minta asas keadilan, kepatutan
dan kewajaran, dalam pembagian kue APBD Riau untuk Kabupaten Rohul,”
katanya.
Melalui Kabid Sosial Budaya Pemrov Riau Tien Mastina, bupati sangat
berharap provinsi prioritaskan pembangunan ruas-ruas jalan provinsi di
Rohul yang rusak parah, termasuk peningkatan Bandara Tuanku Tambusai
Pasirpangaraian, peningkatan irigasi dan perbaikan sawah, bantuan
modal Bumdes, kesehatan, dan pada bidang pendidikan sangat diharapkan
peran provinsi.
“Apalagi pada bidang pendidikan, kita masih membutuhkan dana untuk
penyediaan peralatan sekolah pada proses mengubah pola sistem
pendidikan 70 persen SMK dan 30 persen SMA. Termasuk untuk pelatihan
para guru di Rohul sangat dibutuhkan dana besar, sehingga dibutuhkan
sinergifias antara kabupaten, provinsi dan APBN,” terangnya.
Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Nifzar,
mengatakan yang dibahas pada Musrenbang tingkat kabupaten merupakan
hasil Musrenbang di 16 kecamatan beberapa waktu lalu, hasil reses
anggota DPRD, dan pokok-pokok pikiran Ketua DPRD.
Dari arahan Bupati Achmad, menurut Nifzar, Pemkab Rohul akan fokus
tahap penyelesaian enam pilar pembangunan. “Ke enam ada sejak dari
awal RPJM 2011, pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya. Jadi kita
tinggal melakukan penajaman, memperdalam dan memperluas arti dari enam
pilar, seperti peningkatan Sumber Daya Manusia, ekonimi masyararakat,
ekonomi desa, peningkaan infrastruktur, dan peningkatan nilai-bilai
budaya dana agama,” terangnya.
Upaya men-sinkronisasikan dengan rencana provinsi, katanya dari
pembahasan itu, akan lakukan penajaman dari kelompok kerja, yaitu
diselesaikan Bappeda Rohul melalui bidang teknis, dan diteruskan oleh
bidang SKPD yang membawahi 16 kecamatan. “Kita akan lakukan penajaman
dan sinergitas antara program satu dengan program lainnya,”
katanya.
Penegasan dari Bappeda provinsi, akan di-inputkan dan disinkronkan
melalui program dan kegiatan, baik itu yang didanai APBD Rohul, APBD
Provinsi Riau, dan APBN Riau.
Realiasasi Musrenbang 2011 lalu, menurutnya telah terimplikasi dalam
APBD 2012, namun karena keterbatasan anggaran dan melaui pengkajian
skala prioritas. “Yang diakomodir adalah kebutuhan masyarakat, bukan
keinginan masyarakat. Terutama untuk program sudah sangat mendesak,
dan masalah terbatasnya anggaran,” ujarnya.
Nifzar berharap, apa yang telah diusulkan masyarakat, agar
di-matchingkan SKPD, namun tetap mengarah pada enam pilar pembangunan.
Porsi pembangunan sendiri lebih diprioritaskan pembenahan di Ibukota
kabupaten, dan cukup menyedot anggaran.
“Jika pembangunan dirasa cukup, itu akan terus berkurang dengan
sendirinya. Sehingga selesai pembenahan itu baru dilakukan pembangunan
secara merata ke 16 kecamatan,” ungkapnya.
Pembangunan di Rohul sendiri, sekarang ini berbanding antara 60-65
persen di Ibukota kabupaten, dan antara 35-40 persen di pedesaan. “Ini
dalam rangka menata Ibukota kabupaten lebih dulu dalam membangun
infrastruktur jalan dan perkantoran, setelah itu mengarah ke
masyarakat,” tambahnya.
Sementara, Kabid Sosial dan Budaya Provinsi Riau Tien Mastina, turut
hadir pada Musrenbang tingkat Kabupaten Rohul 2012, mengatakan yang
disampaikan Bupati Achmad merupakan program kebutuhan untuk masyarakat
Rohul. “Sebaiknya usulan itu akan disinkronkan melalui koordinasi
dengan provinsi. Itu akan kita bahas di tingkat provinsi dan dilakukan
dengan sistem sharing budget,” terang Tien.
Katanya, ada beberapa program Provinsi Riau juga akan disinkronkan
dengan program kabupaten, seperti pada bidang pendidikan dan kesehatan
masyarakat. Dalam revitalisasi, tidak ada lagi Musrenbang yang sampai
dua hari dua malam seperti sebelumnya, sebab pada rapat Forum SKPD
akan diefisienkan.
“Pada Musrenbang provinsi hanya dilakukan sehari saja. Kita hanya
lakukan penajaman saja, sehingga ada efisien anggaran, waktu, dan
pembahasan. Sebab sebelumnya ada pengkerucutan pada pra Musrenbang,
kita hanya menyepakatinya saja,” tandasnya.***(zal)
| | | |