Home > Raga >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 22 September 2017 22:01
Tingkatkan PAD dari Pajak, Komisi III DPRD RIau Kunjungi PT IISS

Jum’at, 22 September 2017 20:56
Riau Care Galang Dana untuk Rohingya,
Besok, Gelar Tabligh Akbar DR Syafiq Riza


Jum’at, 22 September 2017 19:51
Main Judi Song di Warung,
Karyawan PTPN V dan Temannya Ditangkap Polisi Rohul, Tiga Lagi Kabur


Jum’at, 22 September 2017 19:46
Cegah Korupsi, Mendagri Tegaskan Daerah Wajib Gunakan e-Planning

Jum’at, 22 September 2017 19:32
Personel Satlantas Polresta Pekanbaru,
Alami Lakalantas Saat Dinas, Aipda M Yusuf Terima Reward dari Kapolri


Jum’at, 22 September 2017 19:25
Gubri Apresiasi Capaian Atlet Popnas Riau di Semarang

Jum’at, 22 September 2017 19:22
Buka Turnamen Bupati Cup,
Wardan Tegaskan Serius Perhatikan Pembinaan Olahraga di Inhil


Jum’at, 22 September 2017 18:05
Tusuk Tetangga Pakai Tojok Sawit,
Oknum Mahasiswa di Rohul Ini Diciduk Polsek Rambah


Jum’at, 22 September 2017 17:25
Pesta Sabu Dalam Rumah, 2 Warga Ujung Batu Digerebek Polisi

Jum’at, 22 September 2017 17:20
25 Jabatan di Lingkungan Pemkab Bengkalis Dijabat Plt



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 27 Maret 2013 18:10
Persiapan Minim, DPR Minta Pemerintah Tunda ISG

Sampai saat ini persiapan Riau sebagai tuan rumah ISG masih minim. Fakta tersebut mendorong DPR minta pemerintah menunda pelaksaan kegiatan tersebut.

Riauterkini-JAKARTA — Mengingat masih banyaknya persoalan teknis di lapangan yang harus diselesaikan, maka Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Komisi X meminta pemerintah agar menunda pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III Tahun 2013 di Pekanbaru, Riau.

“DPR mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan waktu dan sumber daya dalam mempersiapkan venues dan infrastruktur guna mensukseskan ISG. Komisi X juga mendorong Pemerintah untuk meningkatkan kordinasi antar pemangku kepentingan sehingga dapat meraih kesuksesan prestasi dalamm pelaksaan ISG,“ ujar Ketua Komisi X Agus Hermanto saat membacakan tiga kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X dengan Sesmenpora Yuli Mumpuni, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman dan Ketua Panitia Daerah ISG yang juga Gubernur Riau HM Rusli Zainal serta Ketua Harian Panitia Daerah Syamsurizal, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/3).

Anggota FPD Parlindungan Hutabarat mengatakan, dari informasi yang ia peroleh, berbagai persoalan mulai dari proses administrasi, dana, manajemen operasional teknis dan non-teknis hingga koordinasi internal dan eksternal, masih belum selesai. Oleh karena itu, ia menyarankan agar ISG diundur pelaksanaannya.

“Bagaimanapun ISG itu erat kaitannya dengan brand dan image negara kita. Demi bangsa dan negara, ingat ya, wartawan jangan dipelintir. Sesmenpora dan KOI, jangan plintat-plintut, bilang saja belum siap, daripada dipaksakan nanti malah memalukan nama bangsa,” tegasnya.

Deddy “Miing” Gumelar menyatakan, harus ada pemakluman terkait jadwal pelaksanaan ISG. Sebab, ISG adalah iven olahraga berskala internasional yang mempertaruhkan reputasi bangsa Indonesia. “Harus dibuat alasan secantik mungkin untuk penundaan ISG ini,“ ujarnya seraya menambahkan bahwa Komisi X akan segera melakukan kunjungan kerja ke Riau untuk melihat kesiapan Riau sebagai tuan rumah.

Pernyataan serupa juga disampaikan anggota FPG Zulfadli. “Lebih baik dimundurkan daripada dipaksakan bulan Juni, tetapi hasilnya tidak optimal, malah menimbulkan persoalan, “ ujarnya.

Sesmenpora Yuli Mumpuni mengaku dapat memahami kesulitan KOI untuk menggelar ISG mengingat banyaknya kesulitan di lapangan. Yuli mengaku pihaknya segera melaporkan hasil rapat dengan Komisi X ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Kesra Agung Laksono. “Kita akan sampaikan ke Presiden. Apapun keputusannya, kami akan ikuti. Yang penting harus ada alasan logis untuk (penundaan) itu,“ ujarnya.

Yuli memperkirakan, kalau ditunda, maka ISG baru bisa digelar pada September atau Oktober karena sudah melewati bulan Ramadan. “Tapi kalau Agustus sudah siap, lebih baik dipertimbangkan Agustus saja, “ katanya lagi.

Sementara Gubernur Riau Rusli Zainal mengakui bahwa permasalahan ISG bukan hanya menyangkut teknis di lapangan, tapi juga permasalahan anggaran yang pencairannya harus melalui tahapan-tahapan sesuai atura perundang-undangan.

“Sebenarnya dana itu sudah ada, tetapi untuk pencairan itu membutuhkan tahapan pencairan yang tidak mudah. Seperti diketahui, Maret saja baru diproses, jadi tidak bisa dipaksakan harus keluar secepatnya,“ paparnya seraya mengakui pihaknya telah berusaha mencarikan solusi dengan menggelar rapat bersama Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mencari solusi agar bisa terbayarkan masalah hutang Pemprov kepada KSO tersebut.

Gubri mengapresiasi rencana Komisi X melakukan kunjungan kerja ke Riau. Sebenarnya, tegas Gubri, secara prinsip venues di Riau seluruhnya sudah siap dipakai, tinggal penambahan hal-hal teknis menyangkut standar internasional saja.

Ketua KOI Rita menambahkan, permasalahan lain adalah belum tersedianya enam lapangan sepakbola yang memenuhi syarat untuk menjadi tempat latihan. “Venue voli pantai sampai saat ini juga belum dibangun, “ ujarnya.

Mengingat kondisi tersebut, Rita sependapat, jika tetap dipaksakan penyelenggaraan ISG pada Juni 2013, maka dikhawatirkan tidak akan maksimal. ”Sebaiknya ditunda hingga Oktober. Sebab infrastruktur Main Stadium Riau juga belum maksimal, venue dan pengadaan barang dan jasa juga belum ditenderkan. Termasuk masalah konsumsi dan akomodasi,” pungkasnya.***(rls)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
koruptor
wah ngak jadi korupsi ISG, pdhal butuh uang segar untuk nyogok kpk dan pilakada, mutasi pegawai aja deh. uang pelicin nya lumayan.

Ibu rumah tangga
Aneh dengan sebagian fikiran masyarakat riau...tidak ada rasa sukur dan rasa terimakasih...seharusnya bangga riau tuan rumah pon dan isg, pemimpin sudah susah payah memperjuangkan.. Jasanya tidakkan pernah terbayar dengan uang... Lihat aj pemimpin ri

Ibu rumah tangga
Aneh dengan sebagian fikiran masyarakat riau...tidak ada rasa sukur dan rasa terimakasih...seharusnya bangga riau tuan rumah pon dan isg, pemimpin sudah susah payah memperjuangkan.. Jasanya tidakkan pernah terbayar dengan uang... Lihat aj pemimpin ri

Ibu rumah tangga
Aneh dengan sebagian fikiran masyarakat riau...tidak ada rasa sukur dan rasa terimakasih...seharusnya bangga riau tuan rumah pon dan isg, pemimpin sudah susah payah memperjuangkan.. Jasanya tidakkan pernah terbayar dengan uang... Lihat aj pemimpin ri

pemilih cerdas
Gara-gara ulah akal-akalan KORUPSI RUSLI, Bikin MALU MARWAH bangsa Indonesia aja, RUSAK

KUMAR SARAH
DISINI BICARA BUKAN SOAL MINIM ATAU TIDAKNYA ISG, TAPI TOLONG DIBANTU DANANYA, JANGAN HANYA PANDAI MENGURAS HASIL BUMI RIAU YANG TRILIUNAN, TAPI HANYA MEMBANTU RATUSAN MILYAR AJA UNTUK ISG SEGALANYA PAKAI UANG LELAH, MENYIMAK DARI KOMENTAR DARI KOMI

fazrizal beengkalis
Mantap Betol kalo Di tunda Untung Riau Bisa Lebih Sukses Lagi...


Berita lainnya..........
- Gubri Apresiasi Capaian Atlet Popnas Riau di Semarang
- Digelar Oktober, 7.271 Anggota IMI Riau Bersiap Hadiri Pelantikan Pengurus Periode 2017-2021
- Arwana FC Juarai Open Tournamen KUD CUP II 2017 Mahato, Rohul
- KONI Rohul Siapkan 207 Atlet dari 18 Cabor di Porprov IX Riau Tahun 2017 di Kampar
- Dilepas Walikota Pekanbaru,
Atlet Riau Wakili Indonesia di Kejuaran Wushu Junior Asia di Korsel

- Siap Berikan yang Terbaik,
SSB Galaxi Duri Wakili Riau di Piala Menpora U-9

- Nabil FC Kandaskan Mimpi PS Petalangan Menuju Liga Nusantara Nasional


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 23.20.13.165
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com