Untitled Document
Jumat, 7 Muharram 1436 H |
Home > Raga >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 31 Oktober 2014 17:20
Ditinjau Kadishut Kuansing.
Areal Greenbelt PT RAPP Tetap Utuh Terjaga


Jum’at, 31 Oktober 2014 17:15
1

Jum’at, 31 Oktober 2014 17:13
Gubri Annas Maamun Diduga Palsukan APBD Riau tahun 2015

Jum’at, 31 Oktober 2014 17:07
Gelar Aksi di Kantor Medco Lirik,
Front Mahasiswa Untuk Merebut Minyak Riau Terbentuk


Jum’at, 31 Oktober 2014 17:03
PT SPDI akan Bangun Pembangkit Listrik Bio Massa di Meranti

Jum’at, 31 Oktober 2014 16:57
Sekda Bengkalis Apresiasi GSGQ Ciptakan Generasi Penghafal AlQuran

Jum’at, 31 Oktober 2014 16:44
Ribuan Penggalang dan Penegak Meriahkan Perjusami di Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 27 Maret 2013 18:10
Persiapan Minim, DPR Minta Pemerintah Tunda ISG

Sampai saat ini persiapan Riau sebagai tuan rumah ISG masih minim. Fakta tersebut mendorong DPR minta pemerintah menunda pelaksaan kegiatan tersebut.

Riauterkini-JAKARTA — Mengingat masih banyaknya persoalan teknis di lapangan yang harus diselesaikan, maka Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Komisi X meminta pemerintah agar menunda pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III Tahun 2013 di Pekanbaru, Riau.

“DPR mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan waktu dan sumber daya dalam mempersiapkan venues dan infrastruktur guna mensukseskan ISG. Komisi X juga mendorong Pemerintah untuk meningkatkan kordinasi antar pemangku kepentingan sehingga dapat meraih kesuksesan prestasi dalamm pelaksaan ISG,“ ujar Ketua Komisi X Agus Hermanto saat membacakan tiga kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X dengan Sesmenpora Yuli Mumpuni, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman dan Ketua Panitia Daerah ISG yang juga Gubernur Riau HM Rusli Zainal serta Ketua Harian Panitia Daerah Syamsurizal, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/3).

Anggota FPD Parlindungan Hutabarat mengatakan, dari informasi yang ia peroleh, berbagai persoalan mulai dari proses administrasi, dana, manajemen operasional teknis dan non-teknis hingga koordinasi internal dan eksternal, masih belum selesai. Oleh karena itu, ia menyarankan agar ISG diundur pelaksanaannya.

“Bagaimanapun ISG itu erat kaitannya dengan brand dan image negara kita. Demi bangsa dan negara, ingat ya, wartawan jangan dipelintir. Sesmenpora dan KOI, jangan plintat-plintut, bilang saja belum siap, daripada dipaksakan nanti malah memalukan nama bangsa,” tegasnya.

Deddy “Miing” Gumelar menyatakan, harus ada pemakluman terkait jadwal pelaksanaan ISG. Sebab, ISG adalah iven olahraga berskala internasional yang mempertaruhkan reputasi bangsa Indonesia. “Harus dibuat alasan secantik mungkin untuk penundaan ISG ini,“ ujarnya seraya menambahkan bahwa Komisi X akan segera melakukan kunjungan kerja ke Riau untuk melihat kesiapan Riau sebagai tuan rumah.

Pernyataan serupa juga disampaikan anggota FPG Zulfadli. “Lebih baik dimundurkan daripada dipaksakan bulan Juni, tetapi hasilnya tidak optimal, malah menimbulkan persoalan, “ ujarnya.

Sesmenpora Yuli Mumpuni mengaku dapat memahami kesulitan KOI untuk menggelar ISG mengingat banyaknya kesulitan di lapangan. Yuli mengaku pihaknya segera melaporkan hasil rapat dengan Komisi X ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Kesra Agung Laksono. “Kita akan sampaikan ke Presiden. Apapun keputusannya, kami akan ikuti. Yang penting harus ada alasan logis untuk (penundaan) itu,“ ujarnya.

Yuli memperkirakan, kalau ditunda, maka ISG baru bisa digelar pada September atau Oktober karena sudah melewati bulan Ramadan. “Tapi kalau Agustus sudah siap, lebih baik dipertimbangkan Agustus saja, “ katanya lagi.

Sementara Gubernur Riau Rusli Zainal mengakui bahwa permasalahan ISG bukan hanya menyangkut teknis di lapangan, tapi juga permasalahan anggaran yang pencairannya harus melalui tahapan-tahapan sesuai atura perundang-undangan.

“Sebenarnya dana itu sudah ada, tetapi untuk pencairan itu membutuhkan tahapan pencairan yang tidak mudah. Seperti diketahui, Maret saja baru diproses, jadi tidak bisa dipaksakan harus keluar secepatnya,“ paparnya seraya mengakui pihaknya telah berusaha mencarikan solusi dengan menggelar rapat bersama Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mencari solusi agar bisa terbayarkan masalah hutang Pemprov kepada KSO tersebut.

Gubri mengapresiasi rencana Komisi X melakukan kunjungan kerja ke Riau. Sebenarnya, tegas Gubri, secara prinsip venues di Riau seluruhnya sudah siap dipakai, tinggal penambahan hal-hal teknis menyangkut standar internasional saja.

Ketua KOI Rita menambahkan, permasalahan lain adalah belum tersedianya enam lapangan sepakbola yang memenuhi syarat untuk menjadi tempat latihan. “Venue voli pantai sampai saat ini juga belum dibangun, “ ujarnya.

Mengingat kondisi tersebut, Rita sependapat, jika tetap dipaksakan penyelenggaraan ISG pada Juni 2013, maka dikhawatirkan tidak akan maksimal. ”Sebaiknya ditunda hingga Oktober. Sebab infrastruktur Main Stadium Riau juga belum maksimal, venue dan pengadaan barang dan jasa juga belum ditenderkan. Termasuk masalah konsumsi dan akomodasi,” pungkasnya.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
koruptor
wah ngak jadi korupsi ISG, pdhal butuh uang segar untuk nyogok kpk dan pilakada, mutasi pegawai aja deh. uang pelicin nya lumayan.

Ibu rumah tangga
Aneh dengan sebagian fikiran masyarakat riau...tidak ada rasa sukur dan rasa terimakasih...seharusnya bangga riau tuan rumah pon dan isg, pemimpin sudah susah payah memperjuangkan.. Jasanya tidakkan pernah terbayar dengan uang... Lihat aj pemimpin ri

Ibu rumah tangga
Aneh dengan sebagian fikiran masyarakat riau...tidak ada rasa sukur dan rasa terimakasih...seharusnya bangga riau tuan rumah pon dan isg, pemimpin sudah susah payah memperjuangkan.. Jasanya tidakkan pernah terbayar dengan uang... Lihat aj pemimpin ri

Ibu rumah tangga
Aneh dengan sebagian fikiran masyarakat riau...tidak ada rasa sukur dan rasa terimakasih...seharusnya bangga riau tuan rumah pon dan isg, pemimpin sudah susah payah memperjuangkan.. Jasanya tidakkan pernah terbayar dengan uang... Lihat aj pemimpin ri

pemilih cerdas
Gara-gara ulah akal-akalan KORUPSI RUSLI, Bikin MALU MARWAH bangsa Indonesia aja, RUSAK

KUMAR SARAH
DISINI BICARA BUKAN SOAL MINIM ATAU TIDAKNYA ISG, TAPI TOLONG DIBANTU DANANYA, JANGAN HANYA PANDAI MENGURAS HASIL BUMI RIAU YANG TRILIUNAN, TAPI HANYA MEMBANTU RATUSAN MILYAR AJA UNTUK ISG SEGALANYA PAKAI UANG LELAH, MENYIMAK DARI KOMENTAR DARI KOMI

fazrizal beengkalis
Mantap Betol kalo Di tunda Untung Riau Bisa Lebih Sukses Lagi...


Berita lainnya..........
- Terkait Perampokan Akibatkan Korban Tewas,
Tiga Tersangka Sebut Barang Bukti Uang Tunai Dibawa Yusuf Palembang

- Rohul Siap Jadi Tuan Rumah Porprov IX Tahun 2017
- Pasca Juara Umum Porprov, Koni Bengkalis Berikan Laporan ke Bupati
- Operasi Rutin, Polres Bengkalis Jaring 12 Mobil dan 2 Motor
- Kuansing Duduki Peringkat 8 Porprov Riau VIII
- Pelalawan Finish di Empat Besar Porprov Riau 2014
- Juara Umum Porprov Riau, Bupati Bengkalis Janji Segera Kucurkan Bonus Atlet


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.166.199
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com