Home > Raga >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Nopember 2017 12:33
Hanya Penghubung dan Bukan Pemilik, PH Kebaratan Kuror 40 Kg Sabu Dituntut Hukiman Mati

Kamis, 23 Nopember 2017 12:00
Resmikan BPPSI, Gubri Berharap Segera Beroperasi Industri Turunan Sawit di Riau

Kamis, 23 Nopember 2017 11:57
KPA Inhil Belajar Penanggulangan AIDS di Bali

Kamis, 23 Nopember 2017 09:35
UNRI EXPO 2017, Cara Lahirkan Mahasiswa Kreatif dan Cinta Lingkungan

Kamis, 23 Nopember 2017 08:44
BPPSI Diresmikan Hari ini, Riau Miliki Balai Pengembangan Produk Turunan Sawit

Kamis, 23 Nopember 2017 07:24
34 Panwascam di Bengkalis Digembleng Bimtek Pengawasan Pilgubri 2018

Kamis, 23 Nopember 2017 07:17
5 Desember 2017, PWI Dumai Gelar Konferkot

Kamis, 23 Nopember 2017 07:03
Berbiaya Rp3,2 Miliar,
Rute Tour de Siak 5 Dipangkas Akibat Jalan Provinsi Rusak


Rabu, 22 Nopember 2017 21:46
Kabur dari Lapas Pekanbaru, Satriandi Dijemput oleh Dua Orang

Rabu, 22 Nopember 2017 20:53
Lawan Pungli di Sekolah, Repdem Riau Siapkan Konsolidasi dengan Masyarakat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 27 Maret 2013 18:10
Persiapan Minim, DPR Minta Pemerintah Tunda ISG

Sampai saat ini persiapan Riau sebagai tuan rumah ISG masih minim. Fakta tersebut mendorong DPR minta pemerintah menunda pelaksaan kegiatan tersebut.

Riauterkini-JAKARTA — Mengingat masih banyaknya persoalan teknis di lapangan yang harus diselesaikan, maka Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Komisi X meminta pemerintah agar menunda pelaksanaan Islamic Solidarity Games (ISG) III Tahun 2013 di Pekanbaru, Riau.

“DPR mendesak pemerintah untuk mengoptimalkan waktu dan sumber daya dalam mempersiapkan venues dan infrastruktur guna mensukseskan ISG. Komisi X juga mendorong Pemerintah untuk meningkatkan kordinasi antar pemangku kepentingan sehingga dapat meraih kesuksesan prestasi dalamm pelaksaan ISG,“ ujar Ketua Komisi X Agus Hermanto saat membacakan tiga kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X dengan Sesmenpora Yuli Mumpuni, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman dan Ketua Panitia Daerah ISG yang juga Gubernur Riau HM Rusli Zainal serta Ketua Harian Panitia Daerah Syamsurizal, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (27/3).

Anggota FPD Parlindungan Hutabarat mengatakan, dari informasi yang ia peroleh, berbagai persoalan mulai dari proses administrasi, dana, manajemen operasional teknis dan non-teknis hingga koordinasi internal dan eksternal, masih belum selesai. Oleh karena itu, ia menyarankan agar ISG diundur pelaksanaannya.

“Bagaimanapun ISG itu erat kaitannya dengan brand dan image negara kita. Demi bangsa dan negara, ingat ya, wartawan jangan dipelintir. Sesmenpora dan KOI, jangan plintat-plintut, bilang saja belum siap, daripada dipaksakan nanti malah memalukan nama bangsa,” tegasnya.

Deddy “Miing” Gumelar menyatakan, harus ada pemakluman terkait jadwal pelaksanaan ISG. Sebab, ISG adalah iven olahraga berskala internasional yang mempertaruhkan reputasi bangsa Indonesia. “Harus dibuat alasan secantik mungkin untuk penundaan ISG ini,“ ujarnya seraya menambahkan bahwa Komisi X akan segera melakukan kunjungan kerja ke Riau untuk melihat kesiapan Riau sebagai tuan rumah.

Pernyataan serupa juga disampaikan anggota FPG Zulfadli. “Lebih baik dimundurkan daripada dipaksakan bulan Juni, tetapi hasilnya tidak optimal, malah menimbulkan persoalan, “ ujarnya.

Sesmenpora Yuli Mumpuni mengaku dapat memahami kesulitan KOI untuk menggelar ISG mengingat banyaknya kesulitan di lapangan. Yuli mengaku pihaknya segera melaporkan hasil rapat dengan Komisi X ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Kesra Agung Laksono. “Kita akan sampaikan ke Presiden. Apapun keputusannya, kami akan ikuti. Yang penting harus ada alasan logis untuk (penundaan) itu,“ ujarnya.

Yuli memperkirakan, kalau ditunda, maka ISG baru bisa digelar pada September atau Oktober karena sudah melewati bulan Ramadan. “Tapi kalau Agustus sudah siap, lebih baik dipertimbangkan Agustus saja, “ katanya lagi.

Sementara Gubernur Riau Rusli Zainal mengakui bahwa permasalahan ISG bukan hanya menyangkut teknis di lapangan, tapi juga permasalahan anggaran yang pencairannya harus melalui tahapan-tahapan sesuai atura perundang-undangan.

“Sebenarnya dana itu sudah ada, tetapi untuk pencairan itu membutuhkan tahapan pencairan yang tidak mudah. Seperti diketahui, Maret saja baru diproses, jadi tidak bisa dipaksakan harus keluar secepatnya,“ paparnya seraya mengakui pihaknya telah berusaha mencarikan solusi dengan menggelar rapat bersama Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk mencari solusi agar bisa terbayarkan masalah hutang Pemprov kepada KSO tersebut.

Gubri mengapresiasi rencana Komisi X melakukan kunjungan kerja ke Riau. Sebenarnya, tegas Gubri, secara prinsip venues di Riau seluruhnya sudah siap dipakai, tinggal penambahan hal-hal teknis menyangkut standar internasional saja.

Ketua KOI Rita menambahkan, permasalahan lain adalah belum tersedianya enam lapangan sepakbola yang memenuhi syarat untuk menjadi tempat latihan. “Venue voli pantai sampai saat ini juga belum dibangun, “ ujarnya.

Mengingat kondisi tersebut, Rita sependapat, jika tetap dipaksakan penyelenggaraan ISG pada Juni 2013, maka dikhawatirkan tidak akan maksimal. ”Sebaiknya ditunda hingga Oktober. Sebab infrastruktur Main Stadium Riau juga belum maksimal, venue dan pengadaan barang dan jasa juga belum ditenderkan. Termasuk masalah konsumsi dan akomodasi,” pungkasnya.***(rls)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
koruptor
wah ngak jadi korupsi ISG, pdhal butuh uang segar untuk nyogok kpk dan pilakada, mutasi pegawai aja deh. uang pelicin nya lumayan.

Ibu rumah tangga
Aneh dengan sebagian fikiran masyarakat riau...tidak ada rasa sukur dan rasa terimakasih...seharusnya bangga riau tuan rumah pon dan isg, pemimpin sudah susah payah memperjuangkan.. Jasanya tidakkan pernah terbayar dengan uang... Lihat aj pemimpin ri

Ibu rumah tangga
Aneh dengan sebagian fikiran masyarakat riau...tidak ada rasa sukur dan rasa terimakasih...seharusnya bangga riau tuan rumah pon dan isg, pemimpin sudah susah payah memperjuangkan.. Jasanya tidakkan pernah terbayar dengan uang... Lihat aj pemimpin ri

Ibu rumah tangga
Aneh dengan sebagian fikiran masyarakat riau...tidak ada rasa sukur dan rasa terimakasih...seharusnya bangga riau tuan rumah pon dan isg, pemimpin sudah susah payah memperjuangkan.. Jasanya tidakkan pernah terbayar dengan uang... Lihat aj pemimpin ri

pemilih cerdas
Gara-gara ulah akal-akalan KORUPSI RUSLI, Bikin MALU MARWAH bangsa Indonesia aja, RUSAK

KUMAR SARAH
DISINI BICARA BUKAN SOAL MINIM ATAU TIDAKNYA ISG, TAPI TOLONG DIBANTU DANANYA, JANGAN HANYA PANDAI MENGURAS HASIL BUMI RIAU YANG TRILIUNAN, TAPI HANYA MEMBANTU RATUSAN MILYAR AJA UNTUK ISG SEGALANYA PAKAI UANG LELAH, MENYIMAK DARI KOMENTAR DARI KOMI

fazrizal beengkalis
Mantap Betol kalo Di tunda Untung Riau Bisa Lebih Sukses Lagi...


loading...

Berita lainnya..........
- Berbiaya Rp3,2 Miliar,
Rute Tour de Siak 5 Dipangkas Akibat Jalan Provinsi Rusak

- Juara Karate Dunia di Belgia, Bufon Diarak Keliling Perawang
- Dedi Handoko Dilantik Sebagai Ketum Perbakin Riau
- Sore ini Tiba di Pekanbaru,
Bocah Asal Siak Juara Karate Yunior Dunia di Bergia

- Tim U12 PSSI Meranti Bakal Berlaga di Citra Mas Cup II Kota Batam
- Porprov IX Riau, Bengkalis Juara Umum dengan Rekor Koleksi Medali Terbanyak
- Pecatur Berprestasi di Porprov IX Berpotensi Dikirim ke Dua Ajang Bergensi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.196.2.131
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com