|
|
|
Kamis, 30 Agustus 2012 20:45 Stadion Narasinga Tak Penuhi Standar, Papua Ancam Tak Ikut Penyisihan Grup A Sepakbola PON
Dianggap tak memenuhi standar, tim sepakbola PON Papua menolak untuk bertanding babak penyisihan Grup A di Stadion Narasinga, Rengat.
Riauterkini-PEKANBARU-Kesebelasan Papua mengancam mogok bertanding jika babak penyisihan grup A Sepakbola Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII tetap di Stadion Narasinga. Mereka mengangkat standar lapangan tidak memenuhi syarat. Tekstur lapangan yang berlubang dan bergelombang. Selain itu, penginapan untuk atlet, pelatih dan official juga tak layak dan kamar yang disediakan kurang.
“Kami ini orang kampung, Mas. Setelah mengecek ke lapangan Stadion Narasinga ternyata standarnya memang untuk kompetisi antar kampung bukan untuk penyelenggaraan PON,” sesal Manager Tim Sepak Bola Papua, Niko Dimo yang ditemui sejumlah wartawan di sela-sela sesi latihan di Lapangan Masjid Rumbai Pekanbaru, petang tadi (30/8’12).
Ditegaskan Niko, jika pihak PB PON tetap memaksa penyisihan grup tetap di Stadion Narasinga Rengat, pihaknya tidak akan bertanding. Anehnya, pihaknya telah menyurati pihak KONI Pusat dan PB PON tetapi hingga kini belum ada jawaban.
“Penderitaan” tim sepakbola Papua ini tidak berhenti sampai di sini. Ternyata pihak panitia juga menyiapkan kamar tidak sesuai dengan jumlah pemain dan offisional. Untuk cabang olahraga (Cabor) sepak bola itu, jumlah pemain dan official sebanyak 17 orang. Tetapi pihak Sub PB PON Indragiri Hulu (Inhu) hanya menyediakan 10 kamar. Di grup A ini, Papua bersaing dengan kesebelasan dari Jambi, Maluku dan NTT.
Ketua Umum PB PON yang juga Gubernur Riau M Rusli Zainal mengaku baru tahu adanya protes dari Kontingen Papua tersebut. Di jumpai di pintu kedatangan Sultan Syarif Kasim II International Airport, Kamis malam, Rusli berjanji akan mengeceknya.
“Saya akan cek dulu. Jika memang benar seperti itu, kita masih punya waktu. Dan lapangan sepak bola kita juga banyak untuk penyelenggaraan babak penyisihan itu,” ucapnya mengakhir.***(son)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|