Berita Terhangat.. |
Rabu, 22 Mei 2013 18:10 BLH Inhu Gelar Seminar Hari Lingkungan Hidup
Rabu, 22 Mei 2013 18:07 Resmikan Kantor Camat Rupat, Bupati Bengkalis Ingatkan Jajarannya Berkerja Keras Sukseskan RPJMD
Rabu, 22 Mei 2013 18:01 Jaringan Rusak, PLN Pangakalan Kerinci Lakukan Pemadaman Bergilir
Rabu, 22 Mei 2013 17:57 Dua Tahun Dibangun Sudah Rusak, Jalan Utama Jangkang, Bengkalis Akhirnya Diperbaiki
Rabu, 22 Mei 2013 17:36 NasDem Ganti Caleg DPRD Riau Dapil Kota Pekanbaru
Rabu, 22 Mei 2013 17:29 JE Meminta Warga Rupat tidak Menjual Tanah
Rabu, 22 Mei 2013 17:22 Pemkab Inhu Hadiri Undangan LAM Riau
|
|
|
|
Kamis, 30 Agustus 2012 14:10 Harus Paling Megah, Teknisi dari China Mulai Persiapkan Pembukaan PON di Riau
Gubri M Rusli Zainal mengintruksikan seremoni pembukaan PON XVIII harus paling megah se-Indonesia. Untuk itu, disewa profesional dari China dan Helmy Yahya.
Riauterkini-PEKANBARU- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau yang juga Ketua I Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XVIII Riau Emrizal Pakis mengakui kalau saat ini sejumlah tenaga profesional dari negeri Tirai Bambu, China sudah mulai bekerja di Main Stadium Riau, tempat digelarnya seremoni pembukaan dan penutupan PON XVIII.
"Sudah ada beberapa tenaga dari China yang mulai bekerja di Main Stadium untuk persiapan pembukaan PON," ujarnya menjawab riauterkini di Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru, Kamis (30/8/12).
Hanya saja pejabat yang juga merupakan Asisten II Setdaprov Riau tersebut tidak berani memastikan apakah tenaga dari China tersebut berasal dari LAX, sebuah perusahaan yang dikontrak PB PON untuk menciptakan suasana tata cahaya, efek suara dan pesta kembang api yang spektakuler pada seremoni pembukaan dan penutupan PON mendatang.
"Saya tak tak tahu apakah mereka dari LAX. Yang saya tahu, semua persiapan harus dilakukan semaksimal mungkin," tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Harian PB PON Syamsurizal menegaskan, bahwa seremoni pembukaan PON akan menjadi kejutan besar, karena dikemas paling megah dari iven apapun yang pernah digelar di Indonesia, termasuk pembukaan Sea Games di Palembang tahun lalu.
"Gubernur mengintruksikan jangan sampai sama dengan opening yang pernah ada di Indonesia. Jangan sampai di bawah kualitasnya dengan iven-iven yang sebelunya," tegasnya,
Ketika ditanya mengenai berapa besar anggaran yang tersedot untuk seremoni sekitar dua jam tersebut, Syamsurizal memastikan tak sampai Rp 100 miliar.
Selain mengontrak LAX dari China, PB PON juga mengontrak Emporium Komvensi Indonesia pimpinan Helmy Yahya sebagai Event Organizer (EO) seremoni pembukaan dan penutupan PON.***(mad)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
|
|
|