Berita Terhangat.. |
Senin, 20 Mei 2013 12:41 Nanti Sore, DPP Golkar Umumkan Jago untuk Pilgubri
Senin, 20 Mei 2013 11:24 Ikat Satpam, 5 Rampok Gondol Mobil dari Gudang Es Krim Walls
Senin, 20 Mei 2013 11:22 Berdasarkan SK DPP, PDIP Inhil Resmi Usung HM Wardan-H Rosman Malomo
Senin, 20 Mei 2013 10:09 13 Siswi SMAN 2 Bangko Rohil Kesurupan
Senin, 20 Mei 2013 06:32 Rohul Usulkan Dua Kawasan Hutan jadi Tahura
Senin, 20 Mei 2013 06:28 Mahkota Medical Center Melaka Gelar Patient Gathering
Senin, 20 Mei 2013 06:26 Wakil Rakyat di Rohil Minta PLN Ganti Tiang Listrik Kayu
|
|
|
|
Jum’at, 13 Juli 2012 16:40 Hasil Tinjau Menpora: 7 Veneu PON Masuk Kategori Kritis
Menpora Andi Malarangen meninjau pengerjaan veneu PON di Riau. Kesimpulannya, ada 7 veneu masuk kategori kritis karena progresnya masih di bawah 60 persen.
Riauterkini-PEKANBARU- Berdasarkan hasil peninjauan Menteri Pemuda dan Olahraga,
Andi Malarangeng ke beberapa venue di Pekanbaru, seperti ke main stadium, spost
center, Rumbai dan MTQ. Dimana venue ini akan digunakan pada PON ke XVIII yang
tinggal dua bulan lagi. Tapi ternyata, masih ada 7 venue yang masih tahap kritis dan
progresnya di bawah 60 persen.
"Tadi saya sudah melihat kesiapan venue untuk PON nanti, ternyata masih ada 7 venue
yang progresnya masih di bawah 60 persen. Tapi pengerjaanya terus berjalan," kata
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng kepada wartawan, Jum'at (13/7) di
bandar udara SSK II seusai menunjau venue PON.
Tujuh venue yang dianggap kritis tersebut, di antaranya venue
softball, bassball, kempo, biliar, menembak, bowling dan dayung. Kata Andi, yang
menjadi masalah saat ini adalah venue menembak, dimana anggaranya sampai saat ini
belum disahkan di dalam APBD-P.
"Dan yang menjadi kendala kita saat ini adalah venue lapangan menembak, dimana
anggaranya masih dibahas di APBD-P Riau. Tapi kita tetap berharap lapangan tembak
ini bisa dipakai saat PON berlangsung," ungkapnya.
Andi mengakui, venue lapangan tembak ini nantinya akan dibuat pola secara minimalis
dan hanya sekedarnya saja dengan memoles lantai agar bisa digunakan. Sebab, katanya,
ini dilakukan karena terkendala dan minimnya dana anggaran.
"Lapangan tembak ini akan kita buat dengan pola secara minimalis, yang penting bagi
kita venue ini bisa digunakan saat pelaksanaan PON nantinya," sebutnya.
Lebih lanjut politisi Demokrat ini mengatakan, bahwa dana bantuan pusat sebesar Rp
100 miliar itu, sampai saat ini belum bisa dicairkan. Karena masih dalam proses di
Kementerian Keuangan.
"Dana pusat yang Rp 100 miliar itukan khusus untuk penyelenggaraannya saja, dan
sampai saat ini belum bisa dicairkan karena masih dalam proses," ungkap mantan jubir
presiden ini.***(jor)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
franky agung Menpora meninjau venue persiapan pon diriau pimpinan nyapun kucarkacir. Hilang dibawa perasaan. Malu.
Afni mantan janda selama ini Gubri mengatakan persiapan pembangunan cabor venue PON 90 %.kemungkinan Gubri memakai kacamata kuda.bukan kacamata tembus pandang .he...heee..
Afni mantan janda selama ini Gubri mengatakan persiapan pembangunan cabor venue PON 90 %.kemungkinan Gubri memakai kacamata kuda.bukan kacamata tembus pandang .he...heee..
Rakyat Biasa Gimana nih nulis berita, kok di ulang-ulang lagi pada alinea berikutnya, kayak syarat lagu dangdut aja...jangan2 wartawannya dandutan banget nih hehehehe
|
|