Berita Terhangat.. |
Sabtu, 25 Mei 2013 06:55 Tim Penilai Lomba Desa Provinsi Riau Kunjungi Kampar
Sabtu, 25 Mei 2013 06:53 IPPMBR Taja Peringatan Isra' Mi'raj di Panti Asuhan
Sabtu, 25 Mei 2013 06:49 Baru 25 Persen PNS Pemprov Riau Pegang KPE
Jum’at, 24 Mei 2013 19:36 Dibuka Ketua KONI Rohul, 630 Karatedo Ikut Kejurda FORKI Riau ke-7 di Pasirpangaraian
Jum’at, 24 Mei 2013 19:34 Prihatin, KPU tak Diundang Paripurna Pelantikan 5 PAW DPRD Riau
Jum’at, 24 Mei 2013 19:32 Didukung 4 Parpol, Zainal Abidin Optimis Maju di Pilkada Inhil
Jum’at, 24 Mei 2013 17:29 RAPP Bakti Sosial Bersama Warga Desa Kuala Terusan
|
|
|
|
Selasa, 15 Mei 2012 16:23 Terancam Gagal Tambah Rp 290 M, Gubri Belum Dapat Solusi Dana Kelanjutan Main Stadium PON
Besar kemungkinan permintaan tambah Rp 290 miliar untuk main stadium PON tak dibisa dilakukan. Sejauh ini belum jelas solusinya yang paling tepat.
Riauterkini-PEKANBARU- Sampai saat ini DPRD Riau belum berani melanjutkan proses revisi Perda No.5 tahun 2008 tentang Pengikatan Anggaran Tahun Jamak untuk Main Stadium PON. Dalam revisi tersebut, Pemprov Riau minta tambahan anggaran sebesar Rp 290 miliar untuk menuntaskan pembangunan gedung yang bakal menjadi lokasi pembukaan dan penutupan PON September mendatang.
Ironisnya, Gubernur Riau M Rusli Zainal belum mendapatkan solusi terbaik sebagai jalan keluar dari masalah tersebut. Padahal penuntasan pembangunan main stadium sangat mendesak, mengingat helat PON tinggal tiga bulan lagi.
"Kita sedang mencarikan alternatifnya. Yang penting bagaimana pelaksanaan PON tetap lancar dan aman," ujar gubernur menjawab riauterkini usai memimpin rapat bersama seluruh unsur Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkompinda) Riau dan para bupati dan walikota di Gedung Daerah Riau, Selasa (15/5/12).
Ketika didesak mengenai alternatif sumber anggaran yang memungkinkan digunakan dalam waktu dekat ini, gubernur belum bisa menjawab. Ia kembali menegaskan 'pokoknya' PON harus berjalan sesuai rencana.
Sebagai catatan, dalam Perda NO.5/2008, telah ditetapkan anggaran Rp 900 miliar untuk main stadium. Proyek ini menjadi semacam maju kena, mundur kena. Pasalnya, jika tetap dilanjutkan dan bisa tuntas tanpa tambahan anggaran, mengapa sampai muncul usulan penambahan anggaran Rp 290 miliar.
Sedangkan jika penambahan anggaran Rp 290 suatu keharusan, namun payung hukumnya tak ada, dipastikan bakal menimbulkan masalah serius. Sementara jika tak dilanjutkan pembangunannya karena tak ada anggaran tambahan, bisa mengancam kesusesan Riau sebagai tuan rumah PON XVIII.***(mad)
Beri
tanggapan | Baca
tanggapan |
| |
hantu gedung Lt 9 Ribut aja, mengganggu gedung kmi mau runtuh, hihi
apo dio dikasih pun duit sebanyak seluas samudra tidak akan pernah cukup juga tuh....ntar ujung-2nya bakal minta lagi duit seluas langit...
jek jelek dek ulah memaksakan tuah,kalua jabua ang dinyo..
emang gua pikirin.
lsm pakai uang 7 T yg disimpan di vietnam tu Rusli kan uang rakyat jg bukan uang andakan. dasar koruptor. . . .
kimarsarah jadi..bara tambahan dana untk pembebasan tanah saya ??
rajo rudi kalau tak ado duit,,, mintak samo aku... , Berape mau? tinggal sebut.
herman mampus lah, dulu aku tak dikau ajak tuk PON ini...say good bye
Permisi memang agak sulit untuk menambah dana sebanyak itu karena batas maksimal hanya 10 persen, jika ingin lebih maka harus ada persetujuan dprd, kebutuhan yg ada lebih dari 30 persen, sebaiknya buat paket baru aja,..karena sekeliling sangat banyak aturan salah dalam mengambil kebijakan resiko selalu menunggu,..memang hidup harus jalani resiko namun jika tau diteruskan konyol namanya.
kaleng apo la kesah dikau ni rz..makonyo jgn terlalu banyak korup duet orang..pakai la duet pribadi tu dulu
KPK yang jadi masalah itu bukan penambahannya, kalau memang segitu butuhnya lanjutkan saja, yang jadi masalah kalau penambahan itu dikategorikan mark-up dan untuk suap para pejabat pemprov dan DPRD Riau, itu masalahnya.
kawan atan Atan atan..... dah macam gini kau masih juga pakai kata POKOKNYA...... Kau ni insyaf, nape?
|
|