Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Rabu, 28 September 2016 17:02
Pasca Tragedi Meranti Berdarah,
Malam ini Masyarakat Gelar Dialog dengan KontraS dan Polda Riau


Rabu, 28 September 2016 16:55
Komisi B DPRD Riau: PAD Riau dari Sektor Perikanan Belum Tergarap Maksimal

Rabu, 28 September 2016 16:44
Bokor World Music 2016,
Group Musik Eropa dan Afrika Siap Tampil di Kepulauan Meranti


Rabu, 28 September 2016 16:32
Geledah Rumah Mewah Wella di Rumbai, Polisi Temukan Buku Tabungan Rp3 Miliar

Rabu, 28 September 2016 16:26
Pansus Raperda RTRW Riau Dukung Rencana Pusat Revisi UU RTRW

Rabu, 28 September 2016 16:09
Terkait SK Honorer Bodong,
Asisten III Setdakab Rohul Diperiksa Sekira 3 Jam, Sekdakab Rohul Menyusul


Rabu, 28 September 2016 15:01
Whiz Hotel Sudirman Pekanbaru Targetkan Okupansi 60 Persen Setelah Operasi

Rabu, 28 September 2016 14:54
Terpental Disambar Taksi, Pengendara Motor di Jalan KH Nasution Pekanbaru Tewas di Tempat

Rabu, 28 September 2016 14:37
Korupsi Pemeliharaan Rutin Mobdin DKPP Rohil, Sekretaris dan Tiga Staf Diadili

Rabu, 28 September 2016 14:25
Sop Duran Duren, Tawarkan Sajian Menu dengan Promo Spesial



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 29 Maret 2006 08:51
Hasil Finas Diumumkan 3 April
Hasil Tes CPNS di Riau Juga Penuh Masalah


Ternyata di Riau seleksi hasil tes CPNS juga penuh masalah. Kondisi itulah membuat pengumuman finalnya terus molor. Dijadwalkan pada 3 April nanti hasil akhirnya bisa dipublikasikan.

Riauterkini-PEKANBARU- Berbagai persoalan muncul pasca digelar tes tertulis penerimaan CPNS di Riau. Misalnya di Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan ada 3.000 lembar jawaban peserta tes yang sampai kini belum dinilai. Sedangkan di Kampar akan dilakukan tes subtansi susulan.

Adanya 3.000 lembar jawaban peserta tes CPNS yang belum dinilai terungkap saat ratusan guru bantu melakukan hearing dengan Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Kuansing Erlianto dan Aguslan bersama Komisi A DPRD setempat. Hadir juga Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki, Kepala Kejaksaan Negeri Telukkuantan diwakili Kasi Intel Harold Marison. Para guru bantu ini dalam waktu dekat akan membuat surat pengaduan resmi ke Mapolres Kuansing.

Surat pengaduan resmi yang disertai bukti, kini ada pada ratusan guru bantu dan peserta tes CPNS lainnya. Intinya mereka meminta pada Kapolres Kuansing untuk melakukan pengusutan proses penerimaan CPNS di sana, hingga pengumuman di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kuansing Senin (20/3) lalu.

Koordinator ratusan guru bantu yang melakukan aksi demonstrasi ke BKD serta hearing dengan Komisi A DPRD Kuansing, Zulkamain S Sos, Senin (27/3), menyebutkan bahwa langkah pengaduan secara resmi pada Mapolres Kuansing dimaksudkan sebagai langkah mencari kebenaran terhadap penerimaan dan pengumuman hasil tes CPNS.

Sebelumnya Ketua Komisi A, Saifullah Afrianto telah melayangkan surat pada Bupati Kuansing agar hasil tes CPNS Kuansing dipending dan dibatalkan, termasuk surat ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Mereka menilai, kebijakan yang dilakukan sejumlah “pejabat” di BKD Kuansing telah merugikan mereka sebagai guru yang bukan keluarga dari pejabat “teras” di lingkungan Pemkab Kuansing. Karena itu, Kapolres Kuansing diminta untuk betul-betul menanggapi aspirasi dan nasib guru bantu di Kuansing.

Menanggapi itu, Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki SIk meminta, untuk kepentingan hukum, surat pengaduan yang dilayangkan tersebut harus dilampirkan dengan temuan dan bukti-bukti. “Ya, sebaiknya harus disertai bukti-bukti, dan saya tidak akan bertele-tele”, ujar Slamet Heri Basuki.

Meski berjanji akan melakukan proses, Kapolres meminta pada ratusan guru bantu yang hadir untuk memahami adanya asas praduga tidak bersalah. Polres tidak bisa langsung menghakimi begitu saja, tetapi sesuai dengan tahap-tahap pemeriksaan.

Sementara itu untuk kasus seleksi CPNS di Kampar. Kepala Badan Adminitrasi dan Diklat Pegawai (BADP) Riau Ramli Walid mengatakan bahwa akan diselenggarakan ujian substansi susulan. Sebab jadwal penyelenggaraan ujian substansi yang digelar beberapa waktu lalu, tak diselenggarakan di Kampar.

‘’Kampar akan kita gelar ujian susulan, namun itu tergantung dari kesiapan bupatinya,’’ ujar Ramli sembari menyebutkan akan melihat dan mengidentifikasi dimana letak kesalahan dalam proses perekrutan CPNS di kabupaten tersebut.

Terkait dengan diselenggarakannya ujian susulan di Kampar ini, Bupati Kampar Jefri Noer, ditemui di sela-sela kegiatan Musrenbangda Provinsi Riau, Selasa (28/3) menyebutkan, tim seleksi CPNS saat ini sudah bekerja untuk menginventarisir hasil tes CPNS yang diduga tak murni. ‘’Kami sudah meminta ke BAKD Kampar untuk mencocokkan hasil dan segera diajukan permintaan ujian susulan,’’ ujar dia.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Komisi B DPRD Riau: PAD Riau dari Sektor Perikanan Belum Tergarap Maksimal
- Pansus Raperda RTRW Riau Dukung Rencana Pusat Revisi UU RTRW
- Menteri Sofyan Djalil Janji Usulkan Revisi UU untuk Rampungkan RTRW Riau
- Dipimpin Lukman Edi,PKB Konsilidasi untuk Pemenangan Ramli-Irvan
- Panja Komisi III DPR Temukan Kejanggalan SP3 Karhutla oleh Polda Riau
- Dugaan Pelanggaran Kode Etik,
PTUN Jakarta Tolak Gugatan Sulaiman Zakaria

- Kunker ke BPN, Pansus DPRD Riau Dapat Data Tambahan Bahas Raperda RTRW


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.156.176
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com