Untitled Document
Sabtu, 6 Rajab 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 25 April 2015 10:53
Pawai TK Marpoyan Picu Macet Horor di Dua Jalan Protokol Pekanbaru

Sabtu, 25 April 2015 06:43
Panja Pilkada DPR Sepakat Golkar dan PPP Bisa Ikut Pilkada

Sabtu, 25 April 2015 06:40
Ratusan Pendukung Kawal Suparman Kembalikan Formulir Balon Bupati Rohul ke PAN

Sabtu, 25 April 2015 06:38
Komisi E DPRD Riau Banyak Terima Keluhan Pasien Miskin

Sabtu, 25 April 2015 06:35
Reses, Ade Hartati Jenguk Balita Gizi Buruk di Pekanbaru

Sabtu, 25 April 2015 06:32
Dugaan Korupsi Pengadaan Buku di Puswil Riau, Kejari Pekanbaru Periksa Rekanan

Sabtu, 25 April 2015 06:29
Mayoritas Balon Bupati dan Wabup Rohul tak Kembalikan Formulir ke Demokrat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 29 Maret 2006 08:51
Hasil Finas Diumumkan 3 April
Hasil Tes CPNS di Riau Juga Penuh Masalah


Ternyata di Riau seleksi hasil tes CPNS juga penuh masalah. Kondisi itulah membuat pengumuman finalnya terus molor. Dijadwalkan pada 3 April nanti hasil akhirnya bisa dipublikasikan.

Riauterkini-PEKANBARU- Berbagai persoalan muncul pasca digelar tes tertulis penerimaan CPNS di Riau. Misalnya di Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan ada 3.000 lembar jawaban peserta tes yang sampai kini belum dinilai. Sedangkan di Kampar akan dilakukan tes subtansi susulan.

Adanya 3.000 lembar jawaban peserta tes CPNS yang belum dinilai terungkap saat ratusan guru bantu melakukan hearing dengan Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Kuansing Erlianto dan Aguslan bersama Komisi A DPRD setempat. Hadir juga Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki, Kepala Kejaksaan Negeri Telukkuantan diwakili Kasi Intel Harold Marison. Para guru bantu ini dalam waktu dekat akan membuat surat pengaduan resmi ke Mapolres Kuansing.

Surat pengaduan resmi yang disertai bukti, kini ada pada ratusan guru bantu dan peserta tes CPNS lainnya. Intinya mereka meminta pada Kapolres Kuansing untuk melakukan pengusutan proses penerimaan CPNS di sana, hingga pengumuman di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kuansing Senin (20/3) lalu.

Koordinator ratusan guru bantu yang melakukan aksi demonstrasi ke BKD serta hearing dengan Komisi A DPRD Kuansing, Zulkamain S Sos, Senin (27/3), menyebutkan bahwa langkah pengaduan secara resmi pada Mapolres Kuansing dimaksudkan sebagai langkah mencari kebenaran terhadap penerimaan dan pengumuman hasil tes CPNS.

Sebelumnya Ketua Komisi A, Saifullah Afrianto telah melayangkan surat pada Bupati Kuansing agar hasil tes CPNS Kuansing dipending dan dibatalkan, termasuk surat ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Mereka menilai, kebijakan yang dilakukan sejumlah “pejabat” di BKD Kuansing telah merugikan mereka sebagai guru yang bukan keluarga dari pejabat “teras” di lingkungan Pemkab Kuansing. Karena itu, Kapolres Kuansing diminta untuk betul-betul menanggapi aspirasi dan nasib guru bantu di Kuansing.

Menanggapi itu, Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki SIk meminta, untuk kepentingan hukum, surat pengaduan yang dilayangkan tersebut harus dilampirkan dengan temuan dan bukti-bukti. “Ya, sebaiknya harus disertai bukti-bukti, dan saya tidak akan bertele-tele”, ujar Slamet Heri Basuki.

Meski berjanji akan melakukan proses, Kapolres meminta pada ratusan guru bantu yang hadir untuk memahami adanya asas praduga tidak bersalah. Polres tidak bisa langsung menghakimi begitu saja, tetapi sesuai dengan tahap-tahap pemeriksaan.

Sementara itu untuk kasus seleksi CPNS di Kampar. Kepala Badan Adminitrasi dan Diklat Pegawai (BADP) Riau Ramli Walid mengatakan bahwa akan diselenggarakan ujian substansi susulan. Sebab jadwal penyelenggaraan ujian substansi yang digelar beberapa waktu lalu, tak diselenggarakan di Kampar.

‘’Kampar akan kita gelar ujian susulan, namun itu tergantung dari kesiapan bupatinya,’’ ujar Ramli sembari menyebutkan akan melihat dan mengidentifikasi dimana letak kesalahan dalam proses perekrutan CPNS di kabupaten tersebut.

Terkait dengan diselenggarakannya ujian susulan di Kampar ini, Bupati Kampar Jefri Noer, ditemui di sela-sela kegiatan Musrenbangda Provinsi Riau, Selasa (28/3) menyebutkan, tim seleksi CPNS saat ini sudah bekerja untuk menginventarisir hasil tes CPNS yang diduga tak murni. ‘’Kami sudah meminta ke BAKD Kampar untuk mencocokkan hasil dan segera diajukan permintaan ujian susulan,’’ ujar dia.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Panja Pilkada DPR Sepakat Golkar dan PPP Bisa Ikut Pilkada
- Ratusan Pendukung Kawal Suparman Kembalikan Formulir Balon Bupati Rohul ke PAN
- Komisi E DPRD Riau Banyak Terima Keluhan Pasien Miskin
- Reses, Ade Hartati Jenguk Balita Gizi Buruk di Pekanbaru
- Mayoritas Balon Bupati dan Wabup Rohul tak Kembalikan Formulir ke Demokrat
- Reses Eva di Kecamatan Siak Hulu Banjir Aspirasi
- Calon Bupati Pemenang dan Runner-Up di Pilkada Meranti 2010 Bertarung di PPP


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.109.30
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com