Home > Politik >>
Berita Terhangat..
  Sabtu, 25 Juni 2016 11:57
Horor Sampah dan 3 Bulan Tanpa Penghasilan,
BEM dan Sejumlah Organisasi Galang Dana untuk Buruh Kebersihan eks MIG


Sabtu, 25 Juni 2016 11:28
Maling Gondol Honda Beat dari Parkiran Kantor Camat Ujungbatu, Rohul

Sabtu, 25 Juni 2016 11:14
Melaut di Perairan RI, 19 Nelayan Rohil Ditangkap Polisi Malaysia

Sabtu, 25 Juni 2016 09:56
Nestapa Buruh PT MIG 3 Bulan Tanpa Penghasilan,
Diusir dari Rumah Kontrak dan tak Berani Mikir Lebaran


Sabtu, 25 Juni 2016 07:54
Gubri Safari Ramadhan Sekaligus Nolstagia di Mesjid Jami' di Duri

Sabtu, 25 Juni 2016 07:49
Rp170 Juta Direbut, Toke Sawit Asal Rohul Tewas Ditembak Rampok di Kampar

Sabtu, 25 Juni 2016 07:46
Safari Ramadhan di Sungai Raya, Bupati Inhil Serahkan Sejumlah Bantuan

Sabtu, 25 Juni 2016 07:42
Seorang lagi Tersangka Korupsi Cetak Sawat Ditahan Poles Inhu

Sabtu, 25 Juni 2016 07:40
Polres Bengkalis Tangkap Dua Pengedar Sabu dan Ganja

Jum’at, 24 Juni 2016 21:38
HUT Bhayangkara Ke-70, Polres Inhu Gelar Donor Darah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 29 Maret 2006 08:51
Hasil Finas Diumumkan 3 April
Hasil Tes CPNS di Riau Juga Penuh Masalah


Ternyata di Riau seleksi hasil tes CPNS juga penuh masalah. Kondisi itulah membuat pengumuman finalnya terus molor. Dijadwalkan pada 3 April nanti hasil akhirnya bisa dipublikasikan.

Riauterkini-PEKANBARU- Berbagai persoalan muncul pasca digelar tes tertulis penerimaan CPNS di Riau. Misalnya di Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan ada 3.000 lembar jawaban peserta tes yang sampai kini belum dinilai. Sedangkan di Kampar akan dilakukan tes subtansi susulan.

Adanya 3.000 lembar jawaban peserta tes CPNS yang belum dinilai terungkap saat ratusan guru bantu melakukan hearing dengan Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Kuansing Erlianto dan Aguslan bersama Komisi A DPRD setempat. Hadir juga Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki, Kepala Kejaksaan Negeri Telukkuantan diwakili Kasi Intel Harold Marison. Para guru bantu ini dalam waktu dekat akan membuat surat pengaduan resmi ke Mapolres Kuansing.

Surat pengaduan resmi yang disertai bukti, kini ada pada ratusan guru bantu dan peserta tes CPNS lainnya. Intinya mereka meminta pada Kapolres Kuansing untuk melakukan pengusutan proses penerimaan CPNS di sana, hingga pengumuman di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kuansing Senin (20/3) lalu.

Koordinator ratusan guru bantu yang melakukan aksi demonstrasi ke BKD serta hearing dengan Komisi A DPRD Kuansing, Zulkamain S Sos, Senin (27/3), menyebutkan bahwa langkah pengaduan secara resmi pada Mapolres Kuansing dimaksudkan sebagai langkah mencari kebenaran terhadap penerimaan dan pengumuman hasil tes CPNS.

Sebelumnya Ketua Komisi A, Saifullah Afrianto telah melayangkan surat pada Bupati Kuansing agar hasil tes CPNS Kuansing dipending dan dibatalkan, termasuk surat ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Mereka menilai, kebijakan yang dilakukan sejumlah “pejabat” di BKD Kuansing telah merugikan mereka sebagai guru yang bukan keluarga dari pejabat “teras” di lingkungan Pemkab Kuansing. Karena itu, Kapolres Kuansing diminta untuk betul-betul menanggapi aspirasi dan nasib guru bantu di Kuansing.

Menanggapi itu, Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki SIk meminta, untuk kepentingan hukum, surat pengaduan yang dilayangkan tersebut harus dilampirkan dengan temuan dan bukti-bukti. “Ya, sebaiknya harus disertai bukti-bukti, dan saya tidak akan bertele-tele”, ujar Slamet Heri Basuki.

Meski berjanji akan melakukan proses, Kapolres meminta pada ratusan guru bantu yang hadir untuk memahami adanya asas praduga tidak bersalah. Polres tidak bisa langsung menghakimi begitu saja, tetapi sesuai dengan tahap-tahap pemeriksaan.

Sementara itu untuk kasus seleksi CPNS di Kampar. Kepala Badan Adminitrasi dan Diklat Pegawai (BADP) Riau Ramli Walid mengatakan bahwa akan diselenggarakan ujian substansi susulan. Sebab jadwal penyelenggaraan ujian substansi yang digelar beberapa waktu lalu, tak diselenggarakan di Kampar.

‘’Kampar akan kita gelar ujian susulan, namun itu tergantung dari kesiapan bupatinya,’’ ujar Ramli sembari menyebutkan akan melihat dan mengidentifikasi dimana letak kesalahan dalam proses perekrutan CPNS di kabupaten tersebut.

Terkait dengan diselenggarakannya ujian susulan di Kampar ini, Bupati Kampar Jefri Noer, ditemui di sela-sela kegiatan Musrenbangda Provinsi Riau, Selasa (28/3) menyebutkan, tim seleksi CPNS saat ini sudah bekerja untuk menginventarisir hasil tes CPNS yang diduga tak murni. ‘’Kami sudah meminta ke BAKD Kampar untuk mencocokkan hasil dan segera diajukan permintaan ujian susulan,’’ ujar dia.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Silaturahmi dengan Kader dan Tokoh, DPW PAN Riau Gelar Buka Puasa Bersama
- Kemendagri Tegaskan Pengangkatan Wabup Rokan Hulu Jadi Plt Bupati tak Perlu SK
- Hearing, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau Minta Dukungan Anggaran ke DPRD Riau
- Dewan Ingatkan Perusahaan di Rohul Segera Bayarkan THR
- Zulifli: Ketua TAPD Hanya Membantu Bupati Susun Kebijakan
- Puluhan Bacakada Pekanbaru dan Kampar Ikuti Tes Tertulis DPD Demokrat Riau
- Paripurna HUT 232 Pekanbaru, Dewan Ajak Masyarakat Dukung Visi dan Misi Wako Firdaus


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.75.98
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com