Untitled Document
Ahad, 4 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 24 Januari 2015 21:03
Pergoki sedang Beraksi, Seorang Warga Rohul Dibacok Maling

Sabtu, 24 Januari 2015 20:57
Sedang Transaksi Sabu,
Tiga Warga Kampar Ditangkap Satres Narkoba Polres Rohul di Tandun


Sabtu, 24 Januari 2015 15:18
Pendukung KPK di Pekanbaru Desak Presiden Bertanggung Jawab

Sabtu, 24 Januari 2015 14:58
Hutan Konservasi Sebagai Aset,
RAPP Jaga Kelestarian Semenanjung Kampar


Sabtu, 24 Januari 2015 14:43
Pelecehan Nabi Muhammad SAW,
Ratusan Massa HTI Aksi Kecam Majalah Prancis, Charlie Hebdo


Sabtu, 24 Januari 2015 14:34
Bentuk Komitmen Perusahaan,
Wilmar Group Salurkan Buku Bacaan di Perpus Intan Payung


Sabtu, 24 Januari 2015 13:34
Galeri Foto Pisah Sambut Dandim 0302 Inhu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 29 Maret 2006 08:51
Hasil Finas Diumumkan 3 April
Hasil Tes CPNS di Riau Juga Penuh Masalah


Ternyata di Riau seleksi hasil tes CPNS juga penuh masalah. Kondisi itulah membuat pengumuman finalnya terus molor. Dijadwalkan pada 3 April nanti hasil akhirnya bisa dipublikasikan.

Riauterkini-PEKANBARU- Berbagai persoalan muncul pasca digelar tes tertulis penerimaan CPNS di Riau. Misalnya di Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan ada 3.000 lembar jawaban peserta tes yang sampai kini belum dinilai. Sedangkan di Kampar akan dilakukan tes subtansi susulan.

Adanya 3.000 lembar jawaban peserta tes CPNS yang belum dinilai terungkap saat ratusan guru bantu melakukan hearing dengan Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Kuansing Erlianto dan Aguslan bersama Komisi A DPRD setempat. Hadir juga Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki, Kepala Kejaksaan Negeri Telukkuantan diwakili Kasi Intel Harold Marison. Para guru bantu ini dalam waktu dekat akan membuat surat pengaduan resmi ke Mapolres Kuansing.

Surat pengaduan resmi yang disertai bukti, kini ada pada ratusan guru bantu dan peserta tes CPNS lainnya. Intinya mereka meminta pada Kapolres Kuansing untuk melakukan pengusutan proses penerimaan CPNS di sana, hingga pengumuman di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kuansing Senin (20/3) lalu.

Koordinator ratusan guru bantu yang melakukan aksi demonstrasi ke BKD serta hearing dengan Komisi A DPRD Kuansing, Zulkamain S Sos, Senin (27/3), menyebutkan bahwa langkah pengaduan secara resmi pada Mapolres Kuansing dimaksudkan sebagai langkah mencari kebenaran terhadap penerimaan dan pengumuman hasil tes CPNS.

Sebelumnya Ketua Komisi A, Saifullah Afrianto telah melayangkan surat pada Bupati Kuansing agar hasil tes CPNS Kuansing dipending dan dibatalkan, termasuk surat ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Mereka menilai, kebijakan yang dilakukan sejumlah “pejabat” di BKD Kuansing telah merugikan mereka sebagai guru yang bukan keluarga dari pejabat “teras” di lingkungan Pemkab Kuansing. Karena itu, Kapolres Kuansing diminta untuk betul-betul menanggapi aspirasi dan nasib guru bantu di Kuansing.

Menanggapi itu, Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki SIk meminta, untuk kepentingan hukum, surat pengaduan yang dilayangkan tersebut harus dilampirkan dengan temuan dan bukti-bukti. “Ya, sebaiknya harus disertai bukti-bukti, dan saya tidak akan bertele-tele”, ujar Slamet Heri Basuki.

Meski berjanji akan melakukan proses, Kapolres meminta pada ratusan guru bantu yang hadir untuk memahami adanya asas praduga tidak bersalah. Polres tidak bisa langsung menghakimi begitu saja, tetapi sesuai dengan tahap-tahap pemeriksaan.

Sementara itu untuk kasus seleksi CPNS di Kampar. Kepala Badan Adminitrasi dan Diklat Pegawai (BADP) Riau Ramli Walid mengatakan bahwa akan diselenggarakan ujian substansi susulan. Sebab jadwal penyelenggaraan ujian substansi yang digelar beberapa waktu lalu, tak diselenggarakan di Kampar.

‘’Kampar akan kita gelar ujian susulan, namun itu tergantung dari kesiapan bupatinya,’’ ujar Ramli sembari menyebutkan akan melihat dan mengidentifikasi dimana letak kesalahan dalam proses perekrutan CPNS di kabupaten tersebut.

Terkait dengan diselenggarakannya ujian susulan di Kampar ini, Bupati Kampar Jefri Noer, ditemui di sela-sela kegiatan Musrenbangda Provinsi Riau, Selasa (28/3) menyebutkan, tim seleksi CPNS saat ini sudah bekerja untuk menginventarisir hasil tes CPNS yang diduga tak murni. ‘’Kami sudah meminta ke BAKD Kampar untuk mencocokkan hasil dan segera diajukan permintaan ujian susulan,’’ ujar dia.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Pengisian Kepala SKPD,
KASN Minta Daerah Harus Lakukan Seleksi Terbuka

- Berwacana Bertentangan UU, Syarwan Hamid Dinilai Makar
- Aziar Asroy Pimpin DPC Hanura Bengkalis
- Didatangi DPRD Kampar, Komisi D DPRD Riau Tawarkan Konsep Pekan Sikawan
- Plt Gubri Dibayangi Kasus Korupsi,
Muncul Wacana Selamatkan Riau Mulai dari Nol

- Waka DPRD Riau Ngaku Tak Tahu Dana Siluman dan Gelondongan
- Pilkada 2015, Nihil Parpol di Inhu Bisa Mandiri Usung Jago


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.183.128
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com