Untitled Document
Senin, 6 Sya'ban 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Senin, 25 Mei 2015 07:03
Atap Rumbia Masih Sangat Diminati Masyarakat Kepulauan Meranti

Senin, 25 Mei 2015 06:59
Bupati Wardan Pastikan Beras Plastik tak Ditemukan di Inhil

Ahad, 24 Mei 2015 22:11
Beli Motor Honda Periode 1 Mei-31 Juli ,
Konsumen Berkesempatan Bertemu JKT48 + Ikut Grand Prize Mobil Xenia


Ahad, 24 Mei 2015 22:03
Dewan Juri Dibuat Kaget
Pekanbaru Rekor Peserta Terbanyak Honda Modif Contest 2015


Ahad, 24 Mei 2015 21:07
Karate-do Rohul Raih Juara Umum II di Kejurda Inkado III Riau

Ahad, 24 Mei 2015 20:46
Giliran Direktur Transportasi Bappenas kunjungi P4S

Ahad, 24 Mei 2015 20:37
Surati Kadis Bina Marga,
AKSI Nilai PT DAU Tak Layak Kerjakan Peningkatan Jalan Senilai Rp31,2 M




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 29 Maret 2006 08:51
Hasil Finas Diumumkan 3 April
Hasil Tes CPNS di Riau Juga Penuh Masalah


Ternyata di Riau seleksi hasil tes CPNS juga penuh masalah. Kondisi itulah membuat pengumuman finalnya terus molor. Dijadwalkan pada 3 April nanti hasil akhirnya bisa dipublikasikan.

Riauterkini-PEKANBARU- Berbagai persoalan muncul pasca digelar tes tertulis penerimaan CPNS di Riau. Misalnya di Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan ada 3.000 lembar jawaban peserta tes yang sampai kini belum dinilai. Sedangkan di Kampar akan dilakukan tes subtansi susulan.

Adanya 3.000 lembar jawaban peserta tes CPNS yang belum dinilai terungkap saat ratusan guru bantu melakukan hearing dengan Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Kuansing Erlianto dan Aguslan bersama Komisi A DPRD setempat. Hadir juga Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki, Kepala Kejaksaan Negeri Telukkuantan diwakili Kasi Intel Harold Marison. Para guru bantu ini dalam waktu dekat akan membuat surat pengaduan resmi ke Mapolres Kuansing.

Surat pengaduan resmi yang disertai bukti, kini ada pada ratusan guru bantu dan peserta tes CPNS lainnya. Intinya mereka meminta pada Kapolres Kuansing untuk melakukan pengusutan proses penerimaan CPNS di sana, hingga pengumuman di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kuansing Senin (20/3) lalu.

Koordinator ratusan guru bantu yang melakukan aksi demonstrasi ke BKD serta hearing dengan Komisi A DPRD Kuansing, Zulkamain S Sos, Senin (27/3), menyebutkan bahwa langkah pengaduan secara resmi pada Mapolres Kuansing dimaksudkan sebagai langkah mencari kebenaran terhadap penerimaan dan pengumuman hasil tes CPNS.

Sebelumnya Ketua Komisi A, Saifullah Afrianto telah melayangkan surat pada Bupati Kuansing agar hasil tes CPNS Kuansing dipending dan dibatalkan, termasuk surat ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Mereka menilai, kebijakan yang dilakukan sejumlah “pejabat” di BKD Kuansing telah merugikan mereka sebagai guru yang bukan keluarga dari pejabat “teras” di lingkungan Pemkab Kuansing. Karena itu, Kapolres Kuansing diminta untuk betul-betul menanggapi aspirasi dan nasib guru bantu di Kuansing.

Menanggapi itu, Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki SIk meminta, untuk kepentingan hukum, surat pengaduan yang dilayangkan tersebut harus dilampirkan dengan temuan dan bukti-bukti. “Ya, sebaiknya harus disertai bukti-bukti, dan saya tidak akan bertele-tele”, ujar Slamet Heri Basuki.

Meski berjanji akan melakukan proses, Kapolres meminta pada ratusan guru bantu yang hadir untuk memahami adanya asas praduga tidak bersalah. Polres tidak bisa langsung menghakimi begitu saja, tetapi sesuai dengan tahap-tahap pemeriksaan.

Sementara itu untuk kasus seleksi CPNS di Kampar. Kepala Badan Adminitrasi dan Diklat Pegawai (BADP) Riau Ramli Walid mengatakan bahwa akan diselenggarakan ujian substansi susulan. Sebab jadwal penyelenggaraan ujian substansi yang digelar beberapa waktu lalu, tak diselenggarakan di Kampar.

‘’Kampar akan kita gelar ujian susulan, namun itu tergantung dari kesiapan bupatinya,’’ ujar Ramli sembari menyebutkan akan melihat dan mengidentifikasi dimana letak kesalahan dalam proses perekrutan CPNS di kabupaten tersebut.

Terkait dengan diselenggarakannya ujian susulan di Kampar ini, Bupati Kampar Jefri Noer, ditemui di sela-sela kegiatan Musrenbangda Provinsi Riau, Selasa (28/3) menyebutkan, tim seleksi CPNS saat ini sudah bekerja untuk menginventarisir hasil tes CPNS yang diduga tak murni. ‘’Kami sudah meminta ke BAKD Kampar untuk mencocokkan hasil dan segera diajukan permintaan ujian susulan,’’ ujar dia.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Hasil Blusukan GMD Rohul,
Pasangan Hafith-Nasrul Makin Dikenal Masyarakat

- Pilkada Rohul 2015,
Nasrul dan Hafith Canangkan 1 SSB di Setiap Desa

- Demi Wabup Harman Harmaini, Demokrat Inhu Kembali Buka Pendaftaran Cabup
- Jelang Pilkada Bengkalis, Kader PAN Diimbau Sukseskan Herliyan Saleh
- DPRD Dumai Larang Pusat Kelola Dua Terminal Dishub
- Ketua DPRD Riau: Hak Interpelasi Bukti Kecintaan Terhadap Daerah
- Jelang Pilkada 2015,
Incumbent Punya Peluang Besar Pakai Perahu PDI Perjuangan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.16.47.14
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com