Untitled Document
Jumat, 5 Safar 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 28 Nopember 2014 20:50
Pekan Budaya PT. RAPP 2014,
Jadikan Budaya Sebagai Perekat Persatuan dan Harta Karun Bangsa


Jum’at, 28 Nopember 2014 19:53
DPRD Rohil Tetapkan Alat Kelengkapan Dewan

Jum’at, 28 Nopember 2014 19:50
Kompol DM akan Diperiksa,
Propam Periksa Lima Polisi yang Pukul Mahasiswa


Jum’at, 28 Nopember 2014 19:25
37 Mahasiswa Korban Pemukulan Melapor ke Mapolda Riau

Jum’at, 28 Nopember 2014 18:59
BK Group Taja Futsal Championship I 2014 se-Pelalawan

Jum’at, 28 Nopember 2014 18:56
Bupati Siak Letak Batu Pertama Pembangunan Masjid Subulussalam Sabak Auh

Jum’at, 28 Nopember 2014 18:47
Banyak Ikan Dijual ke LN,
DPRD Riau Segera Kunjungi Perairan Rohil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 29 Maret 2006 08:51
Hasil Finas Diumumkan 3 April
Hasil Tes CPNS di Riau Juga Penuh Masalah


Ternyata di Riau seleksi hasil tes CPNS juga penuh masalah. Kondisi itulah membuat pengumuman finalnya terus molor. Dijadwalkan pada 3 April nanti hasil akhirnya bisa dipublikasikan.

Riauterkini-PEKANBARU- Berbagai persoalan muncul pasca digelar tes tertulis penerimaan CPNS di Riau. Misalnya di Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan ada 3.000 lembar jawaban peserta tes yang sampai kini belum dinilai. Sedangkan di Kampar akan dilakukan tes subtansi susulan.

Adanya 3.000 lembar jawaban peserta tes CPNS yang belum dinilai terungkap saat ratusan guru bantu melakukan hearing dengan Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Kuansing Erlianto dan Aguslan bersama Komisi A DPRD setempat. Hadir juga Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki, Kepala Kejaksaan Negeri Telukkuantan diwakili Kasi Intel Harold Marison. Para guru bantu ini dalam waktu dekat akan membuat surat pengaduan resmi ke Mapolres Kuansing.

Surat pengaduan resmi yang disertai bukti, kini ada pada ratusan guru bantu dan peserta tes CPNS lainnya. Intinya mereka meminta pada Kapolres Kuansing untuk melakukan pengusutan proses penerimaan CPNS di sana, hingga pengumuman di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kuansing Senin (20/3) lalu.

Koordinator ratusan guru bantu yang melakukan aksi demonstrasi ke BKD serta hearing dengan Komisi A DPRD Kuansing, Zulkamain S Sos, Senin (27/3), menyebutkan bahwa langkah pengaduan secara resmi pada Mapolres Kuansing dimaksudkan sebagai langkah mencari kebenaran terhadap penerimaan dan pengumuman hasil tes CPNS.

Sebelumnya Ketua Komisi A, Saifullah Afrianto telah melayangkan surat pada Bupati Kuansing agar hasil tes CPNS Kuansing dipending dan dibatalkan, termasuk surat ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Mereka menilai, kebijakan yang dilakukan sejumlah “pejabat” di BKD Kuansing telah merugikan mereka sebagai guru yang bukan keluarga dari pejabat “teras” di lingkungan Pemkab Kuansing. Karena itu, Kapolres Kuansing diminta untuk betul-betul menanggapi aspirasi dan nasib guru bantu di Kuansing.

Menanggapi itu, Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki SIk meminta, untuk kepentingan hukum, surat pengaduan yang dilayangkan tersebut harus dilampirkan dengan temuan dan bukti-bukti. “Ya, sebaiknya harus disertai bukti-bukti, dan saya tidak akan bertele-tele”, ujar Slamet Heri Basuki.

Meski berjanji akan melakukan proses, Kapolres meminta pada ratusan guru bantu yang hadir untuk memahami adanya asas praduga tidak bersalah. Polres tidak bisa langsung menghakimi begitu saja, tetapi sesuai dengan tahap-tahap pemeriksaan.

Sementara itu untuk kasus seleksi CPNS di Kampar. Kepala Badan Adminitrasi dan Diklat Pegawai (BADP) Riau Ramli Walid mengatakan bahwa akan diselenggarakan ujian substansi susulan. Sebab jadwal penyelenggaraan ujian substansi yang digelar beberapa waktu lalu, tak diselenggarakan di Kampar.

‘’Kampar akan kita gelar ujian susulan, namun itu tergantung dari kesiapan bupatinya,’’ ujar Ramli sembari menyebutkan akan melihat dan mengidentifikasi dimana letak kesalahan dalam proses perekrutan CPNS di kabupaten tersebut.

Terkait dengan diselenggarakannya ujian susulan di Kampar ini, Bupati Kampar Jefri Noer, ditemui di sela-sela kegiatan Musrenbangda Provinsi Riau, Selasa (28/3) menyebutkan, tim seleksi CPNS saat ini sudah bekerja untuk menginventarisir hasil tes CPNS yang diduga tak murni. ‘’Kami sudah meminta ke BAKD Kampar untuk mencocokkan hasil dan segera diajukan permintaan ujian susulan,’’ ujar dia.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- DPRD Rohil Tetapkan Alat Kelengkapan Dewan
- Banyak Ikan Dijual ke LN,
DPRD Riau Segera Kunjungi Perairan Rohil

- Jelang Musda KNPI Riau,
Sejumlah Nama Anggota DPRD Riau Mulai Ramaikan Bursa Ketua

- Surat ke Dua,
29 Mantan DPRD Riau Kembalikan Mobil Operasionalnya

- Banleg DPRD Bengkalis Siap Tampung Aspirasi Rakyat
- Tagih Janji, Puluhan Anggota Geram Datangi DPRD Riau
- Rp5,17 Miliar,
RCW Minta Pengadaan 5 Mobdin Pimpinan DPRD Pekanbaru Dibatalkan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.21.57
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com