Untitled Document
Kamis, 13 Syawwal 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 30 Juli 2015 21:06
Bupati Herliyan Saleh Resmikan Bengkalis Expo 2015

Kamis, 30 Juli 2015 21:00
Maling Spesialis Jok Motor di Bengkalis Seorang PNS

Kamis, 30 Juli 2015 20:52


Kamis, 30 Juli 2015 20:39
Dewan Desak Pemkab Inhil Segera Laksanakan Pembangunan Fisik

Kamis, 30 Juli 2015 19:53
Jumlah Terus Bertambah, BLH Temukan 61 Titik Api di Inhil

Kamis, 30 Juli 2015 19:49
Hari Jadi Kota Pekanbaru 231, Pemko Akan Datangkan Artis Ibu Kota

Kamis, 30 Juli 2015 19:45
KKN Kebangsaan 2015,
660 Mahasiswa Ikuti Pembekalan di YONIF 132 Kampar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 29 Maret 2006 08:51
Hasil Finas Diumumkan 3 April
Hasil Tes CPNS di Riau Juga Penuh Masalah


Ternyata di Riau seleksi hasil tes CPNS juga penuh masalah. Kondisi itulah membuat pengumuman finalnya terus molor. Dijadwalkan pada 3 April nanti hasil akhirnya bisa dipublikasikan.

Riauterkini-PEKANBARU- Berbagai persoalan muncul pasca digelar tes tertulis penerimaan CPNS di Riau. Misalnya di Kabupaten Kuantan Singingi ditemukan ada 3.000 lembar jawaban peserta tes yang sampai kini belum dinilai. Sedangkan di Kampar akan dilakukan tes subtansi susulan.

Adanya 3.000 lembar jawaban peserta tes CPNS yang belum dinilai terungkap saat ratusan guru bantu melakukan hearing dengan Kepala Badan Kepegawaian Darah (BKD) Kuansing Erlianto dan Aguslan bersama Komisi A DPRD setempat. Hadir juga Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki, Kepala Kejaksaan Negeri Telukkuantan diwakili Kasi Intel Harold Marison. Para guru bantu ini dalam waktu dekat akan membuat surat pengaduan resmi ke Mapolres Kuansing.

Surat pengaduan resmi yang disertai bukti, kini ada pada ratusan guru bantu dan peserta tes CPNS lainnya. Intinya mereka meminta pada Kapolres Kuansing untuk melakukan pengusutan proses penerimaan CPNS di sana, hingga pengumuman di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kuansing Senin (20/3) lalu.

Koordinator ratusan guru bantu yang melakukan aksi demonstrasi ke BKD serta hearing dengan Komisi A DPRD Kuansing, Zulkamain S Sos, Senin (27/3), menyebutkan bahwa langkah pengaduan secara resmi pada Mapolres Kuansing dimaksudkan sebagai langkah mencari kebenaran terhadap penerimaan dan pengumuman hasil tes CPNS.

Sebelumnya Ketua Komisi A, Saifullah Afrianto telah melayangkan surat pada Bupati Kuansing agar hasil tes CPNS Kuansing dipending dan dibatalkan, termasuk surat ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Mereka menilai, kebijakan yang dilakukan sejumlah “pejabat” di BKD Kuansing telah merugikan mereka sebagai guru yang bukan keluarga dari pejabat “teras” di lingkungan Pemkab Kuansing. Karena itu, Kapolres Kuansing diminta untuk betul-betul menanggapi aspirasi dan nasib guru bantu di Kuansing.

Menanggapi itu, Kapolres Kuansing AKBP Slamet Heri Basuki SIk meminta, untuk kepentingan hukum, surat pengaduan yang dilayangkan tersebut harus dilampirkan dengan temuan dan bukti-bukti. “Ya, sebaiknya harus disertai bukti-bukti, dan saya tidak akan bertele-tele”, ujar Slamet Heri Basuki.

Meski berjanji akan melakukan proses, Kapolres meminta pada ratusan guru bantu yang hadir untuk memahami adanya asas praduga tidak bersalah. Polres tidak bisa langsung menghakimi begitu saja, tetapi sesuai dengan tahap-tahap pemeriksaan.

Sementara itu untuk kasus seleksi CPNS di Kampar. Kepala Badan Adminitrasi dan Diklat Pegawai (BADP) Riau Ramli Walid mengatakan bahwa akan diselenggarakan ujian substansi susulan. Sebab jadwal penyelenggaraan ujian substansi yang digelar beberapa waktu lalu, tak diselenggarakan di Kampar.

‘’Kampar akan kita gelar ujian susulan, namun itu tergantung dari kesiapan bupatinya,’’ ujar Ramli sembari menyebutkan akan melihat dan mengidentifikasi dimana letak kesalahan dalam proses perekrutan CPNS di kabupaten tersebut.

Terkait dengan diselenggarakannya ujian susulan di Kampar ini, Bupati Kampar Jefri Noer, ditemui di sela-sela kegiatan Musrenbangda Provinsi Riau, Selasa (28/3) menyebutkan, tim seleksi CPNS saat ini sudah bekerja untuk menginventarisir hasil tes CPNS yang diduga tak murni. ‘’Kami sudah meminta ke BAKD Kampar untuk mencocokkan hasil dan segera diajukan permintaan ujian susulan,’’ ujar dia.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- Dewan Desak Pemkab Inhil Segera Laksanakan Pembangunan Fisik
- Banyak Temuan Pelanggaran,
Pansus Lahan DPRD Riau Segera Audiensi dengan Polda dan Kejati

- Intsiawati Ayus: Kepala Daerah Harus Bisa Mengatasi dan Mencegah Karhutla
- Pilkada Bengkalis 2015, Masing-masing Tim Pendukung Optimis Menang
- Ketua DPD II Partai Golkar Rohil Versi Agung Laksono Meninggal Dunia
- Pasca Pencoretan Golkar dan PPP di Pilkada Pelalawan,
Kader PAN Pertanyakan Struktur Pengurus Koalisi KARPB

- Cegah Calon Tunggal Pilkada, KPU Minta Parpol Siapkan Kader di Daerah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.20.122.81
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com