Untitled Document
Rabu, 22 Zulqaidah 1435 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 16 September 2014 22:38
Tahun Depan, Pemko Konsentrasi Bebaskan Lahan Tol Pekanbaru-Dumai

Selasa, 16 September 2014 21:53
Polsek Mandau Razia Tempat-tempat Hiburan di Duri

Selasa, 16 September 2014 21:45
Disosnakertrans Rohul Sosialisasikan PKH Tingkat Kecamatan

Selasa, 16 September 2014 21:41
Wawako Dumai Kukuhkan KPED 2014-2018

Selasa, 16 September 2014 21:34
Puluhan Ribu Warga Meriahkan Pawai Ta’ruf MTQ XXIX Bengkalis di Bantan

Selasa, 16 September 2014 21:26
Pemko Dumai Bangun Waduk Reservoir

Selasa, 16 September 2014 21:23
Kejari Siak Tahan Dua Tersangka Korupsi yang Berbeda



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 22 Juli 2013 18:00
Dipertanyakan Dewan,
Disbudparpora Kuansing Tolak Hibah Rp 1 Miliar Pemprov Riau


Pemprov Riau membantu Rp 1 miliar untuk pelaksanaan Pacu Jalur, namun dana tersebut ditolak Disbudparpora Kuansing. Wakil rakyat pun heran.

Riauterkini-TELUK KUANTAN - Meskipun tergolong minim anggaran yang digelontorkan untuk pelaksanaan even pacujalur di Teluk Kuantan dari tahun ke tahun, namun tidak membuat semangat Pemerintah serta masyarakat kuansing patah arang. karena pacujalur sudah merupakan darah daging yang tidak bisa dipisahkan dari tradisi orang Kuantan Singingi.

Bersempena dengan itu, pada tahun 2012 lalu, pemerintahan Provinsini Riau pernah berencana membantu Pemkab Kuansing melalui Disbudpora melalui sebesar Rp 1 miliar, namun bantuan tersebut ditolak, sehingga bantuan yang telah dianggarkan oleh Kesra Provinsi Riau tersebut batal dicairkan.

"Pernah Dinas Pariwisata Kuansing mengatakan, meskipun tidak ada bantuan dari provinsi, kita (pemkab Kuansing-red) bisa mengadakan pacujalur ini," ujar anggota dewan dari partai PPP seperti meniru ucapkan Kadisbudpora kuansing Senen (21/7/13).

Memang kinerja Disbudpora itu tergolong bagus, namun pujian itu cukup disimpan dalam hati saja kata Naswan. alangkah bodohnya kita menolak bantuan senilai Rp1 miliar tersebut, sementara pemerintah Kuansing masih kekurangan dana untuk menggelar even tersebut dari tahun ke tahun.

"Apa alasan Disbudpora menolak bantuan dana itu," tegas Naswan.

Sementara itu belum lama ini kepada wartawan, Kadisbudpora Kuansing, Maifadal Muin mengakui waktu itu mendapatkan dukungan dana dari provinsi melalui bantuan dari dana Kesra Kantor Gubernur Riau. Tahun lalu, dikatakanya Bidang Kesra telah menyetujui membantu pelaksanaan pacu jalur di Kuansing senilai Rp1 miliar.

Tetapi pada saat pencairan, ungkap Maifadal, pihaknya dituntut untuk memberikan kompensasi lain . artinya dana yang tadinya dianggarkan sebesar Rp1 miliar, menurutnya, apabila dibayarkan kompensasi, tentu dana itu tidak akan utuh diterima sebesar Rp1 miliar. "Ini kan sama dengan suap, dan kita tidak pandai yang macam ini, sehingga uang itu tak bisa kita ambil," ungkapnya.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, dan sering berkonsultasi dengan Bupati H Sukarmis, Maifadal tidak ingin lagi mengajukan proposal untuk pelaksanaan pacu jalur di Kuansing kepada Pemprov Riau. "Ya, berapa dana yang kita punya, itu yang kita manfaatkan," jelasnya lagi.***(dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
inspektur
Baguuuuuussss ! ini namanya Suap Berencana yang tidak terlaksana Suap tersebut adalah bukan karena ketidak-inginan para pelakunya (dalam hal ini adalah instansi terkait). Bukannya mencari usaha yang bisa meningkatkan pemasukan dana bagi pemerintah da

kabiro
Sudah ngasih cuma satu milyar utk even nasional sebesar pacu jalur ini mau disunat pula lagi.....memang bejat betul mental anak buah erzet ko..,itulah warisan erzet bagi pegawai pemprov....dasar koruptor!!!

kabiro
Sudah ngasih cuma satu milyar utk even nasional sebesar pacu jalur ini mau disunat pula lagi.....memang bejat betul mental anak buah erzet ko..,itulah warisan erzet bagi pegawai pemprov....dasar koruptor!!!

kabiro
Sudah ngasih cuma satu milyar utk even nasional sebesar pacu jalur ini mau disunat pula lagi.....memang bejat betul mental anak buah erzet ko..,itulah warisan erzet bagi pegawai pemprov....dasar koruptor!!!

marwah riau
ini modus dan cara yg dilakukan mulai dari zaman RZ jd gubri, setiap memberikan anggaran ke daerah, selalu minta kembalian, sama yg dilakukan pemrov saat ini, pura2 membantu tp dg maksud buruk agar dg mudah dpt duit fee, untung disbudpora menolaknya,

Udin karcok
Mantap mantap mantap kadisbudpar. Itu tindakan bagus yang mencerminkan keperibadian bapak. Bayangkan dana 1 miliar itu jika dicairkan sudah pasti tidak utuh lagi. Biar pegawai Pemprov malu dengan penolakan dana tersebut.

Dullah
%@!* sekali. Terima saja dana itu dulu, nanti kalo memang di sunat, laporkan ke KPK. Anda jadi pahlawankan. Jadi yg nyunat berikutnya juga tdk berani lagi.

forum anti korupsi
Kalau ini benar, dinas kesenian dan pariwisata riau perlu diperiksa, berarti proyek yang lain juga gitu, atau hanya keegoan pemimpin kuansing

forum anti korupsi
Kalau ini benar, dinas kesenian dan pariwisata riau perlu diperiksa, berarti proyek yang lain juga gitu, atau hanya keegoan pemimpin kuansing

abu bakar sang napi
Mantap tu kadis budnipar kuansing, karna itu dana aspirasi sarat dg bau korupsi, itu dana aspirasi dewan yg nantinya hanya titipan numpang lewat saja...pada akhirnya yg menikmati bukan masyrakat kuansing tp hny anggota dewan riau yg menitip tsb. Wasp


Berita Politik lainnya..........
- PPP Tak Ngotot Incar Posis Ketua Komisi di DPRD Riau
- Pastikan Maju Kembali,
Bupati Harris tak Persoalkan Sintem Pilkada

- 3 Nama Pimpinan Definitif Disampaikan ke Ketua Sementara DPRD Riau
- Ingin Sejuk, Anggota Fraksi Demokrat Patungan Beli AC
- Wako Pekanbaru Tolak RUU Pilkada Lewat DPRD
- Tim Peneliti Buku Sejarah Golkar Riau Temui FG Pelalawan
- Baru Lima Mantan Anggota DRPD Pelalawan Pulangkan Mobnas


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.175.231
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com