Untitled Document
Jumat, 25 Syawwal 1435 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 22 Agustus 2014 12:45
Hingga Agustus Tercatat 53 Kasus,
Seorang Penderita DBD Meninggal di Pekanbaru


Jum’at, 22 Agustus 2014 12:40
Seluruh Jalur Dapat Bantuan dari Gubri
"Tahun Ini Rp2 Juta Dulu, Tahun Depan 5 Juta"


Jum’at, 22 Agustus 2014 11:50
SK Pelantikan Anggota DPRD Pelalawan Baru Sudah Diteken Gubri

Jum’at, 22 Agustus 2014 11:47
Dispensasi Hingga 27 Agustus,
Penarikan Mobdin Pemprov Riau Tinggal 15


Jum’at, 22 Agustus 2014 11:16
Astisten III Pemko Pekanbaru Tandatangani 20 Surat Teguran

Jum’at, 22 Agustus 2014 11:09
Dua Napi Tersangka Narkoba Rutan Teluk Kuantan Kabur

Jum’at, 22 Agustus 2014 11:04
Banyak Rentenir Berkedok Koperasi di Duri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 12 Juli 2013 08:51
Hearing di DPRD Kuansing,
Pemkab dan BPN Beda Data Soal Luas Kabupaten


Digelar rapat dengar pendapat mengenai luas Kabupaten Kuansing di DPRD setempat. Anehnya, Pemkab dan BPN memiliki data berbeda.

Riauterkini-TELUK KUANTAN -Menyoal masalah luas wilayah Kabupaten Kuansing hingga saat ini masih dalam perdebatan. Pasalnya Pemkab Kuansing dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersilang pendapat, sehingga pengesahan Rencana Tata Ruang dan Rencana Tata Wilayah ( RTRW ) Kuansing sampai saat ini menemui jalan buntu.

Ketua Pansus DPRD Kuansing, Ir Maisiwan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis( 11/7 ) mengatakan, bahwa pengesahan RTRW Kuansing saat ini masih menemui sejumlah masalah.

" Salah satu yang masih menjadi pertanyaan anggota DPRD Kuansing dari hearing terakhir yakni masalah luas kabupaten, Pemkab menyatakan 7,656 kilometer persegi, sementara data dari Badan Pertananahan Nasional lebih dari 5,000 kilo meter persegi, mana yang benar ini perlu pendalaman,"ujar Maisiwan.

Menurut Maisiwan, luas wilayah merupakan hal yang krusial, oleh karena itu Pansus DPRD Kuansing meminta Pemkab Kuansing berkoordinasi dengan BPN RI terkait luas wilayah yang paling akurat, karena menyangkut banyak hal nantinya, terutama profil kabupaten Kuansing.

" Apalagi kekurangannya mencapai 2000 kilometer, karena itu koordinasi antara Pemkab dan BPN sangat perlu untuk memastikan soal luas wilayah tersebut,"ujarnya.

Selain itu lanjut Maisiwan, Pansus DPRD juga melihat permasalahan terkait penggunaan areal perkebunan. Ia mencontohkan, kawasan Desa Seberang Taluk Kuantan dan Desa Pulau Kedundung masih masuk dalam HGU PT Kebun Duta Palma Nusantara. Seharusnya menurut Maisiwan, batas antara perusahaan dan permukiman serta perkebunan warga masyarakat sudah harus lebih jelas dalam RTRW baru kelak.

Sambung Maisiwan. Begitu juga antara permukiman diwilayah Kuansing dengan perusahan-perusahaan yang ada.

Contoh lain kata Maisiwan, status hutan dikawasan Sumpu Kecamatan Hulu Kuantan dan Kecamatan Singingi sejauh ini juga masih belum dapat ditentukan, berapa luas HPT, berapa areal cadangan yang disetujui Menteri.

" Padahal dalam RTRW hal-hal seperti ini sangat prinsip. Karena itu Kita minta Pemkab kembali melakukan perbaikan data yang diminta oleh Pansus DPRD RTRW K uansing,"ujarnya.

Ia juga mengakui jika penyusunan drat RTRW tersebut banyak kekurangan, karena permasalahan RTRW memang sangat komplek dan memiliki dimensi luas sebab menyangkut kepentingan orang banyak.

" Biar dikaji dengan seksama dan maksimal sebelum disyahkan,"katanya mengakhiri. (dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- SK Pelantikan Anggota DPRD Pelalawan Baru Sudah Diteken Gubri
- Bupati Inhu Ingatkan Guru Tidak Berpolitik demi Jabatan
- "Gubri Respon Positif Wacana Provinsi Riau Pesisir"
- DPRD Riau Sahkan Anggaran Pengadaan Mobil Mewah untuk LSM dan Lembaga Lainnya
- Tuntut Janji Kampanye, KP2KM Hadang Wabup Bengkalis di Duri
- PAN Bengkalis Dukung Pembentukan Provinsi Riau Pesisir
- Sunaryo Bakal Jadi Wakil Ketua DPRD Riau dari PAN


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.255.151
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com