Untitled Document
Sabtu, 16 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Politik >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 7 Maret 2015 05:53
Aktifkan Pramuka, Kamabicab Inhil Minta Digelar Parade Senja Setiap Tanggal 14

Sabtu, 7 Maret 2015 05:50
Didukung LE, Pemkab Inhil Komit Kawal Pemekaran Insel dam Inhut

Jum’at, 6 Maret 2015 21:19
Pecahkan Kaca Mobil, Maling Sikat Uang Rp103 Juta

Jum’at, 6 Maret 2015 21:12
Mensos RI Kunjungi Rumah Habsyah Hariani Penerima PKH

Jum’at, 6 Maret 2015 20:39
Polisi Tangkap Dua Buruh PT Naga Mas Curi Motor

Jum’at, 6 Maret 2015 20:29


Jum’at, 6 Maret 2015 20:12
Percontohan RMPE Bukti Keseriusan Kampar Akan 3 Zero



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 12 Juli 2013 08:51
Hearing di DPRD Kuansing,
Pemkab dan BPN Beda Data Soal Luas Kabupaten


Digelar rapat dengar pendapat mengenai luas Kabupaten Kuansing di DPRD setempat. Anehnya, Pemkab dan BPN memiliki data berbeda.

Riauterkini-TELUK KUANTAN -Menyoal masalah luas wilayah Kabupaten Kuansing hingga saat ini masih dalam perdebatan. Pasalnya Pemkab Kuansing dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersilang pendapat, sehingga pengesahan Rencana Tata Ruang dan Rencana Tata Wilayah ( RTRW ) Kuansing sampai saat ini menemui jalan buntu.

Ketua Pansus DPRD Kuansing, Ir Maisiwan saat dikonfirmasi wartawan, Kamis( 11/7 ) mengatakan, bahwa pengesahan RTRW Kuansing saat ini masih menemui sejumlah masalah.

" Salah satu yang masih menjadi pertanyaan anggota DPRD Kuansing dari hearing terakhir yakni masalah luas kabupaten, Pemkab menyatakan 7,656 kilometer persegi, sementara data dari Badan Pertananahan Nasional lebih dari 5,000 kilo meter persegi, mana yang benar ini perlu pendalaman,"ujar Maisiwan.

Menurut Maisiwan, luas wilayah merupakan hal yang krusial, oleh karena itu Pansus DPRD Kuansing meminta Pemkab Kuansing berkoordinasi dengan BPN RI terkait luas wilayah yang paling akurat, karena menyangkut banyak hal nantinya, terutama profil kabupaten Kuansing.

" Apalagi kekurangannya mencapai 2000 kilometer, karena itu koordinasi antara Pemkab dan BPN sangat perlu untuk memastikan soal luas wilayah tersebut,"ujarnya.

Selain itu lanjut Maisiwan, Pansus DPRD juga melihat permasalahan terkait penggunaan areal perkebunan. Ia mencontohkan, kawasan Desa Seberang Taluk Kuantan dan Desa Pulau Kedundung masih masuk dalam HGU PT Kebun Duta Palma Nusantara. Seharusnya menurut Maisiwan, batas antara perusahaan dan permukiman serta perkebunan warga masyarakat sudah harus lebih jelas dalam RTRW baru kelak.

Sambung Maisiwan. Begitu juga antara permukiman diwilayah Kuansing dengan perusahan-perusahaan yang ada.

Contoh lain kata Maisiwan, status hutan dikawasan Sumpu Kecamatan Hulu Kuantan dan Kecamatan Singingi sejauh ini juga masih belum dapat ditentukan, berapa luas HPT, berapa areal cadangan yang disetujui Menteri.

" Padahal dalam RTRW hal-hal seperti ini sangat prinsip. Karena itu Kita minta Pemkab kembali melakukan perbaikan data yang diminta oleh Pansus DPRD RTRW K uansing,"ujarnya.

Ia juga mengakui jika penyusunan drat RTRW tersebut banyak kekurangan, karena permasalahan RTRW memang sangat komplek dan memiliki dimensi luas sebab menyangkut kepentingan orang banyak.

" Biar dikaji dengan seksama dan maksimal sebelum disyahkan,"katanya mengakhiri. (dri)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Politik lainnya..........
- 63 Ribu Barel Hilang, Dewan Segera Panggil PT SPR, PT Chevron dan SKK Migas
- Dapatkan Dua Mobil, Anggota DPRD Riau Aherson Serahkan Satu untuk Fraksinya
- Pilkada, Golkar Utamakan Kader Sendiri
- Nasdem Kuansig Bersia Buka Penjaringan Balon Bupati dan Wakilnya
- Pelantikan 54 Plt Pejabat Eselon II Dianggap Bertentangan UU ASN
- Golkar Riau Pastikan Putusan MP Tak Berpengaruh ke Daerah
- Pemko Dumai Ancam Gusur Pasar Panglimo Gedang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.198.182
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com